Psikologi

Bulimia Nervosa

Diterbitkan: 24 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Bulimia Nervosa
Kekhawatiran berlebihan akan bertambahnya berat badan bisa menjadi salah satu ciri penderita bulimia.
Bulimia adalah gangguan makan serius yang berpotensi mengancam nyawa. Penderita dengan kondisi bulimia mengalami dua periode.Pertama, periode saat penderita mengonsumsi makanan dalam porsi yang banyak dengan waktu yang sangat singkat serta tidak terkontrol (binge). Periode berikutnya adalah kompensasi atas konsumsi berlebihan tersebut (purging).Konsumsi makanan yang tidak terkontrol dalam jumlah banyak biasanya dilakukan karena penderita merasa sedih, lapar, dan stres. Sementara itu, kompensasi biasanya dilakukan karena penderita merasa bersalah, malu, dan takut mengalami kenaikan berat badan, maupun perubahan bentuk badan.Beberapa kompensasi yang biasa dilakukan adalah memuntahkan makanan yang telah dikonsumsi, menggunakan obat pencahar, melakukan olahraga berlebihan, atau kombinasi lainnya.Pada akhirnya perilaku binge dan purging tersebut menjadi suatu siklus yang terus-menerus dilakukan oleh penderita.Penderita bulimia seringkali memiliki citra tubuh yang tidak realistis. Sehingga, muncul obsesi terhadap berat badan dan sangat kritis terhadap diri sendiri. Banyak pasien bulimia sebenarnya memiliki berat badan normal atau mungkin memang kelebihan berat badan. Hal tersebut membuat bulimia sulit diperhatikan dan didiagnosis.Gangguan ini sering terjadi pada wanita muda usia remaja hingga awal dewasa. Penderita bulimia biasanya merasa malu dan rendah diri terhadap dirinya, dan pada akhirnya tidak memberitahukan masalah yang dialaminya.Oleh karenanya, penting bagi orang-orang di sekitar untuk menyadari gangguan yang dialami penderita dan mendukungnya menjadi terbuka.
Bulimia Nervosa
Dokter spesialisPsikolog, Jiwa, Gizi
GejalaMengonsumsi makanan dalam jumlah banyak, memuntahkan kembali makanan yang dikonsumsi, ketakutan akan bertambahnya berat badan
Faktor risikoFaktor genetik, gangguan emosional, gangguan psikologis
Metode diagnosisEvaluasi psikologis, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanPsikoterapi, obat-obatan, edukasi nutrisi
ObatObat antidepresan
KomplikasiDehidrasi, masalah jantung, gangguan pencernaan
Kapan harus ke dokter?Memiliki gejala bulimia
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) yang menjadi panduan untuk Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatrist Association), beberapa kriteria dari gangguan bulimia adalah:
  • Bentuk badan dan berat badan yang memengaruhi pandangan terhhadap diri sendiri
  • Adanya kejadian-kejadian mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak secara cepat dan tidak terkontrol (binge eating). Individu yang mengonsumsi makanan lebih dari kondisi normal dan dalam waktu dua jam diikuti dengan perasaan kehilangan kendali. 
  • Adanya perilaku-perilaku kompensasi yang tidak sesuai untuk mengindari kenaikan berat badan secara terus-menerus. Misalnya, memuntahkan makanan, berolahraga secara berlebihan, pengunaan obat pencahar, puasa secara berlebihan, dan sebagainya. 
  • Tidak muncul secara spesifik dengan kejadian anorexia nervosa
  • Perilaku makan yang diterapkan muncul setidaknya satu kali seminggu dalam periode tiga bulan.
Tanda-tanda lain yang dapat terlihat adalah:
  • Terlalu memperhatikan atau khawatir dengan bentuk dan berat badan
  • Hidup dalam ketakutan akan bertambahnya berat badan
  • Memiliki gambaran tubuh yang negatif
  • Mengonsumsi makanan dengan jumlah yang tidak biasa dalam sekali makan, terutama yang biasanya jadi pantangan banyak orang
  • Tidak ingin makan di depan orang lain
  • Pergi ke kamar mandi setelah makan, di sela-sela waktu makan, atau ke kamar mandi untuk periode yang lama
Memiliki gigi dan gusi yang rusak, akibat seringnya terpapar cairan muntah.
Penyebab dari penyakit bulimia tidak dapat diketahui secara pasti. Namun banyak faktor yang dapat berperan dalam terjadinya gangguan makan seperti bulimia.Beberapa faktor risiko bulimia meliputi:
  • Genetik, memiliki anggota keluarga yang mengalami masalah gangguan makan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bulimia, karena penurunan gen dari keluarga. Individu dengan gangguan kecemasan, merasa rendah diri, atau perfeksionis juga lebih berisiko untuk mengalami bulimia. 
  • Masalah emosional dan psikologis, seperti:
    • Stres dan kejadian traumatis
    • Individu dengan gangguan kesehatan mental atau pandangan yang menyimpang dari kenyataan
    • Individu dengan kebutuhan yang kuat untuk memenuhi harapan dan norma sosial.
    • Individu yang sangat dipengaruhi oleh media
    • Individu dengan isu lain seperti susah mengendalikan rasa marah (anger issue), depresi, perfeksionis, maupun impulsif
  • Pandangan sosial, misalnya menerima kritik mengenai bentuk badan dari orang-orang sekitar ataupun tuntutan pekerjaan (contoh, model)
Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya dapat mendiagnosis penderita bulimia melalui:
  1. Pemeriksaan fisik.
  2. Menanyakan mengenai pola makan, metode penurunan berat badan dan gejala fisik yang dialami. 
  3. Tes darah dan urine
  4. Penggunaan electrocardiogram untuk mengidentifikasi masalah di jantung
  5. Evaluasi psikologis yang meliputi diskusi mengenai sikap individu tentang tubuh dan berat badan
  6. Evaluasi berdasarkan kriteria Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental Edisi Kelima (DSM-5)
Tingkat keparahan bulimia dapat ditentukan oleh frekuensi pasien menunjukkan episode binge eating dan purging atau keduanya. DSM-5 mengkategorikan bulimia dari tingkat yang ringan hingga ekstrem, sebagai berikut ini:
  • Ringan: 1-3 episode per minggu
  • Sedang: 4-7 episode per minggu
  • Parah: 8-13 episode per minggu
  • Ekstrem: 14 episode atau lebih per minggu
Jika pasien telah mengidap bulimia untuk jangka waktu yang lama, diagnosisnya mungkin akan mencakup reaksi komplikasi akibat oleh bulimia. Dokter akan melakukan pemeriksaan jantung atau organ lain.
Cara mengobati bulimia umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya. Perawatan bulimia berfokus pada edukasi pasien tentang makanan dan gizi. Namun, perawatan kesehatan mental juga penting untuk membangun kepercayaan pasien terhadap makanan dan obat yang akan direkomendasikan dokter. Penderita di atas 18 tahun dapat menggunakan program bantuan mandiri yang dipandu seperti membuat catatan harian, rencana makan, dan buku panduan. Selain itu, perawatan juga dapat dibantu dengan terapi kognitif perilakuSementara itu, penderita bulimia nervosa di bawah 18 tahun dapat menjalani terapi dengan melibatkan keluarga.Beberapa penanganan yang dapat diberikan adalah:
  • Psikoterapi, berupa terapi keluarga, psikoterapi interpersonal, dan terapi perilaku kognitif.
    • Terapi keluarga, membantu orangtua untuk menghentikan anaknya untuk melakukan perilaku makan secara tidak sehat, membantu anak untuk dapat mengontrol pola makannya, serta membantu keluarga untuk menghadapi masalah pada perkembangan anak dan keluarga karena bulimia. Anak-anak di bawah 18 tahun dapat dibantu menggunakan terapi ini.
    • Psikoterapi interpersonal, meliputi mendiskusikan masalah-masalah dalam hubungan penderita dengan orang-orang terdekat, meningkatkan komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah penderita. 
    • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy), membantu membuat pola makan penderita menjadi normal kembali, serta membantu mengidentifikasi perilaku dan keyakinan negatif  dan tidak sehat yang dimiliki dan menggantinya menjadi lebih positif dan sehat. 
  • Medikasi, berupa pemberian antidepresan seperti fluoxetine yang dapat mengurangi gejala dari bulimia
  • Rawat inap, bagi penderita yang sudah mengalami efek parah hingga memengaruhi fisiknya, seperti malnutrisi, dan sebagainya
  • Edukasi nutrisi, membantu membentuk pola makan yang benar. 
Jika Anda mengalami bulimia, beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah:
  • Tetap mengikuti penanganan yang diberikan.
  • Jangan terus-menerus mengecek timbangan atau melihat diri di cermin.
  • Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan yang bergizi secara cukup, istirahat yang cukup, serta berolahraga secara teratur dan secukupnya.
  • Mempelajari mengenai kondisi yang dialami.
  • Bercerita dengan orang-orang terdekat mengenai masalah yang dihadapi atau mengikuti komunitas-komunitas dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa agar dapat saling berdiskusi dan mendukung satu sama lainnya. 
  • Membuat jadwal dan porsi makan yang realistis dan sesuai. 
  • Mengidentifikasi hal-hal yang dapat memicu gangguan bulimia agar Anda dapat menghadapinya secara efektif.
  • Menerapkan teknik-teknik menangani stres dan rileksasi, seperti meditasi, yoga, dan sebagainya. 
  • Ingatkan diri Anda apa arti dari berat badan yang sehat untuk tubuh Anda.
  • Lawan dorongan untuk diet berlebihan atau tidak makan.
  • Membangun keberhargaan diri dengan memaafkan diri sendiri, fokus pada hal-hal positif pada diri Anda, dan memberikan penghargaan kepada diri Anda. 
  • Mencari sosok panutan yang positif untuk meningkatkan keberhargaan diri.
  • Jangan mengunjungi website yang mendukung gangguan makan.
Perawatan bulimia yang berhasil biasanya melibatkan antidepresan, psikoterapi, dan pendekatan kolaboratif antara dokter, penyedia layanan kesehatan mental, dan keluarga dan teman-teman.Jika tidak ditagani dengan tepat, bulimia dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan dapat mengancam jiwa. Komplikasi tersebut adalah:
  • Selalu merasa rendah diri dan bermasalah dengan hubungan dan fungsi sosial
  • Dehidrasi, yang dapat menyebabkan masalah medis lainnya, seperti gagal ginjal
  • Masalah jantung, seperti detak jantung tidak teratur atau gagal jantung
  • Kerusakan gigi dan penyakit gusi yang parah
  • Haid yang tidak teratur atau tidak terjadi sama sekali untuk pasien wanita
  • Masalah pencernaan
  • Gangguan kecemasan, depresi, gangguan kepribadian atau gangguan bipolar
  • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba
  • Melukai diri sendiri, muncul pikiran untuk bunuh diri atau melakukan percobaan bunuh diri
Tidak ada cara pasti untuk mencegah bulimia. Namun, terdapat beberapa cara untuk mencegah kambuhnya bulimia, yaitu:
  • Jangan mendukung diet yang melibatkan perilaku mengontrol berat badan secara berlebihan, seperti berpuasa secara berlebihan, memuntahkan makanan, dan sebagainya. 
  • Jangan terlalu sering membicaran berat badan di rumah, fokus ke pola hidup yang sehat.
  • Usahakan untuk mengadakan makan bersama satu keluarga. 
  • Mengajarkan keluarga untuk mencintai diri sendiri apapun bentuknya
  • Bangun dan tekankan gambaran tubuh yang sehat kepada anak-anak Anda.
  • Ajak orang-orang terdekat Anda yang memiliki kemungkinan gangguan makan dan berikan dukungan kepadanya serta rujuk ke dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. 
Berdiskusi dengan dokter dan ahli kesehatan mental Anda untuk dapat mengetahui tanda-tanda dari gangguan makan.
Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala di atas dan merasa gejala tersebut menganggu kehidupan sehari-hari, bahkan sampai menimbulkan keinginan untuk bunuh diri atau melakukan percobaan diri, segera hubungi dokter dan ahli kesehatan mental lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, seperti:
    • Jenis tes apa yang harus saya jalani? Apakah tes-tes ini memerlukan persiapan khusus?
    • Penanganan apa yang direkomendasikan?
    • Apakah ada referensi bacaan seputar kondisi yang saya alami?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apakah Anda sering berolahraga? Jika ya, seberapa sering Anda berolahraga?
  • Apakah Anda pernah mengonsumsi obat-obatan untuk menurunkan berat badan?
  • Berapa lama Anda mengkhawatirkan berat badan?
  • Apakah Anda sering memikirkan tentang makanan?
  • Apakah Anda pernah makan dalam jumlah banyak yang berlebihan secara diam-diam?
  • Pernahkah Anda muntah karena merasa tidak nyaman?
  • Pernahkah Anda meminum obat untuk menurunkan berat badan?
  • Sudahkah Anda menemukan cara lain untuk menurunkan berat badan?
  • Apakah Anda mengalami gejala-gejala fisik?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang pernah mengalami gejala gangguan makan, atau pernah didiagnosis dengan gangguan makan?
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis bulimia agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bulimia/symptoms-causes/syc-20353615
Diakses pada 31 Juli 2020
Medscape.
https://emedicine.medscape.com/article/286485-overview
Diakses pada 31 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/bulimia-nervosa#
Diakses pada 31 Juli 2020
NHS.  
https://www.nhs.uk/conditions/bulimia/
Diakses pada 31 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email