Penyakit Lainnya

Cat Scratch Disease

Diterbitkan: 21 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Cat Scratch Disease
Cat scratch disease adalah infeksi yang ditularkan dari kucing ke manusia
Cat scratch disease adalah penyakit akibat infeksi bakteri Bartonella henselae yang dibawa oleh kucing. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan dan cakaran kucing, atau jilatan kucing pada luka terbuka.Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening yang disertai dengan demam, rasa lelah yang sangat dan menurunnya nafsu makan. Pada pasien yang mengalami gangguan kekebalan tubuh, penyakit ini bisa menimbulkan gejala yang lebih serius pada sendi, otak, jantung, dan organ-organ lainnya.Gejala penyakit yang disebut juga dengan nama cat scratch fever ini akan muncul dalam 3 hinnga 14 hari. Pada kebanyakan orang, penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam dua sampai empat bulan. Namun untuk kasus tertentu, obat-obatan seperti antibiotik dan antinyeri dapat digunakan. 
Cat Scratch Disease
Dokter spesialis Umum
GejalaKulit membengkak dan memerah, kelenjar getah bening membengkak seperti benjolan, demam, kelelahan, tidak nafsu makan
Faktor risikoMemelihara kucing, tidak membersihkan area cakaran atau gigitan kucing, berada di lingkungan berkutu
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah, biopsi
PengobatanObat-obatan
ObatIbuprofen, ciprofloxacin, clarithromycin
KomplikasiDemam tinggi berhari-hari, infeksi yang menyebar ke tulang, sendi, hati, paru atau limpa
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala yang tidak membaik dalam beberapa hari setelah digigit atau dicakar kucing
Gejala cat scratch disease biasanya terjadi beberapa hari setelah Anda mengalami gigitan, cakaran, atau jilatan kucing. Indikasi penyakit ini umumnya berupa:
  • Pembengkakan dan kulit kemerahan pada bekas gigitan, cakaran, atau jilatan kucing. Luka ini juga bisa menjadi koreng dan dapat mengandung nanah.
  • Demam. Suhu tubuh penderita umumnya tidak terlalu tinggi, misalnya di bawah 39 derajat Celcius.
  • Sangat lela.
  • Tidak nafsu makan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala ini bisa tampak seperti benjolan kecil di dekat dengan area gigitan, cakaran, atau jilatan kucing.
Cat scratch disease umumnya tidak memicu keluhan yang parah. Namun sebagian orang bisa mengalami gejala yang parah. Misalnya pada anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah (seperti penderita HIV dan AIDS maupun orang yang menjalani kemoterapi untuk mengatasi kanker).Pada kelompok orang tersebut, cat scratch disease dapat menyebabkan gangguan pada sendi, mata, otak, jantung, tulang dan organ-organ lainnya. 
Bakteri penyebab cat scratch disease adalah Bartonella henselae. Bakteri ini dapat menginfeksi tubuh kucing melalui kutu atau ketika terjadi kontak dengan kucing lain yang sudah terinfeksi bakteri ini. Bakteri Bartonella henselae dapat menempel di bawah kuku dan air liur kucing.Bakteri tersebut dapat menyebar ke manusia saat kucing yang terinfeksi menggigit atau mencakar seseorang dengan cukup keras hingga kulit robek. Pada kulit yang luka tersebut, bakteri masuk ke jaringan tubuh manusia. Selain itu, bakteri dapat menyebar saat kucing yang terinfeksi menjilat luka pada manusia.Mayoritas kucing pembawa bakteri tidak menunjukkan gejala. Namun sebagian di antaranya mungkin mengalami infeksi pada mata, mulut, atau saluran kemih. 

Faktor risiko

Kondisi berikut ini dapat meningkatkan risiko terkena cat scratch.
  • Memelihara atau sering berada di dekat kucing dan sudah terbiasa bermain dengan kucing. Hal tersebut memungkinkan kontak seperti cakaran dan gigitan dari kucing terjadi.
  • Tidak membersihkan dengan segera area yang mengalami cakaran atau gigitan kucing
  • Membiarkan kucing menjilat luka terbuka yang Anda miliki
  • Berada di lingkungan berkutu
Baca juga: Cara Menghilangkan Kutu Kucing yang Membandel 
Dokter umumnya memastikan diagnosis cat scratch disease berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
  • Proses tanya jawab
Dokter akan menanyakan keluhan yang Anda alami serta riwayat gigitan, cakaran, dan jilatan kucing.
  • Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa bekas gigitan, cakaran, atau jilatan kucing. Dokter juga akan mencari serta memeriksa pembengkakan pada kelenjar getah bening.
  • Pemeriksaan penunjang 
    • Tes darah
Sistem kekebalan tubuh pasien yang terinfeksi B. henselae, akan membentuk protein yang disebut antibodi untuk melawan infeksi. Salah satu cara untuk mendiagnosis penyakit ini adalah dengan memeriksa darah pasien untuk mendeteksi keberadaan antibodi ini.
    • Biopsi
Pada kasus yang jarang terjadi, dokter mungkin memerlukan sampel jaringan dari kelenjar getah bening yang diambil melalui prosedur biopsi. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa di bawah di laboratorium untuk mencari keberadaan bakteri B. henselae. 
Kebanyakan kasus cat scratch disease tidak memerlukan antibiotik. Penderita dapat sembuh tanpa obat dalam 2-8 minggu. Namun, untuk kasus yang menyebar ke organ hati, limpa, mata, dan sistem saraf pusat, obat antibiotik diperlukan. Pengobatan cat scratch disease bertujuan mengurangi keluhan yang dirasakan oleh pasien. Beberapa contoh obat yang bisa diresepkan oleh dokter meliputi:
  • Obat demam dan pereda sakit, misalnya paracetamol, ibuprofen, atau naproxen sodium yang bekerja sebagai antinyeri sekaligus meredakan pembengkakan.
  • Obat antibiotik untuk membantu mengatasi penyebaran penyakit di mata, hati, limpa, serta sistem saraf pusat. Misalnya, clarithromycin,  azithromycin, ciprofloxacin, gentamicin, rifampin, serta trimethoprim, atau sulfamethoxazole.
  • Prosedur sedot cairan kelenjar. Apabila penyakit ini mengakibatkan kelenjar getah bening pasien membengkak berisi cairan, serta menegang dengan rasa nyeri yang luar biasa, dokter dapat mengeluarkan cairan tersebut dengan jarum.
  • Obat kortikosteroid terkadang diberikan oleh dokter, tapi hanya bila pasien benar-benar membutuhkannya.
Baca juga: Ini Pertolongan Pertama akibat Digigit Kucing untuk Menghindari Infeksi, Apa Saja? Komplikasi Cat scratch disease biasanya tidak menimbulkan komplikasi, Namun beberapa orang dapat mengalami berbagai kondisi berikut ini.
  • Demam tinggi yang tidak kunjung membaik
  • Infeksi yang menyebar pada tulang, persendian, hati, paru-paru, atau limpa.
Baca jawaban dokter: Apakah kucing bisa terinfeksi virus corona? 
Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah cat scratch disease.
  • Mencuci luka bekas gigitan atau cakaran kucing dengan air mengalir dan sabun secepatnya. Demikian pula dengan jilatan kucing.
  • Selalu mencuci tangan setelah menyentuh kucing.
  • Tidak memelihara anak kucing. Pasalnya, anak kucing lebih sering membawa bakteri Bartonella henselae dibanding kucing dewasa.
  • Rutin memotong kuku kucing peliharaan Anda.
  • Memeriksakan kesehatan kucing secara rutin ke dokter hewan.
  • Tidak membiarkan kucing bermain ke luar rumah.
  • Menggunakan produk antikutu pada kucing.
  • Tidak bermain dengan kucing liar atau menyentuhnya.
 
Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami gejala cat scratch disease, terutama apabila: 
  • Gigitan atau cakaran kucing tidak tampak membaik dalam beberapa hari
  • Anak Anda atau Anda demam selama beberapa hari setelah digigit atau dicakar kucing
  • Kulit kemerahan di sekitrar gigitan atau cakaran kucing terus menyebar
 
Sebelum menemui dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga dan kucing peliharaan Anda jika ada.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah beberapa hari sebelumnya pernah terjadi kontak dengan kucing?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis dan apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cat scratch disease. Pengobatan pun bisa diberikan dengan tepat. 
CDC. https://www.cdc.gov/healthypets/diseases/cat-scratch.html
Diakses pada 10 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/cat-scratch-fever#1
Diakses pada 10 Desember 2020
Medscape. hhttps://emedicine.medscape.com/article/214100-overview#a2
Diakses pada 18 November 2019
American Family Physician. https://emedicine.medscape.com/article/214100-overview#a5
Diakses pada 18 November 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cat-scratch.html
Diakses pada 18 November 2019
URMC.https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=bartonella_antibodies
Diakses pada 10 Desember 2020
Hopkinsmedicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cat-scratch-disease
Diakses pada 10 Desember 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311685#complications
Diakses pada 10 Desember 2020
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001614.htm#
Diakses pada 10 Desember 2020
AAFP. https://www.aafp.org/afp/2011/0115/p152.html#
Diakses pada 10 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email