Penyakit Lainnya

Cedera Engkel

02 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Cedera Engkel
Cedera engkel terjadi karena pergelangan kaki bergerak di luar batas kemampuannya
Ankle sprain atau cedera engkel adalah cedera pada jaringan ligamen yang ada pada pergelangan kaki. Ligamen ini berfungsi untuk membantu Anda berjalan secara stabil dan juga membantu pergerakan engkel.  Cedera engkel terjadi ketika Anda secara tidak sadar atau tiba-tiba melakukan gerakan memutar pergelangan kaki dengan cara yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan ligamen mengalami perenggangan hingga melampaui batas dan robek.Saat mengalami cedera engkel, sendi pergelangan kaki biasanya akan bengkak, memicu rasa nyeri, dan membuat Anda menjadi sulit untuk berjalan.  

Tingkat keparahan cedera engkel

Dokter biasanya akan menilai keseleo pergelangan kaki berdasarkan tingkat keparahan cedera:
  • Ringan (tingkat I)

Berdasarkan tingkat keparahannya, cedera ringan akan membuat ligamen Anda meregang tetapi tidak robek. Pergelangan kaki Anda masih terasa stabil. Kaki Anda mungkin akan sakit dan kaku.
  • Sedang (tingkat II)

Pada cedera sedang, satu atau lebih ligamen robek sebagian. Sendi tidak sepenuhnya stabil, dan Anda tidak dapat menggerakkannya seperti biasa. Cedera sedang ini membuat pergelangan kaki bengkak dan nyeri.
  • Parah (tingkat III)

Cedera parah membuat satu atau lebih ligamen robek total, dan pergelangan kaki Anda tidak stabil. Anda sangat kesakitan dan tidak dapat menggerakkannya. 
Cedera Engkel
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri dan bengkak di pergelangan kaki
Faktor risikoWanita, anak-anak, remaja
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pencitraan
PengobatanObat-obatan, istirahat, kompres dingin
ObatParacetamol, OAINS
KomplikasiNyeri pergelangan kaki, cedera kronis, sendi engkel tidak stabil
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala cedera engkel
Secara umum, gejala cedera engkel meliputi:
  • Nyeri timbul setelah cedera dan berbunyi ‘pop’ ketika bergerak
  • Pergelangan kaki sakit jika disentuh
  • Merah dan bengkak pada engkel
  • Ketidakmampuan untuk menggerakkan engkel
  • Tidak dapat berjalan dengan stabil
  • Kaki mati rasa
 
Penyebab utama cedera engkel adalah perenggangan pergelangan kaki yang menyebabkan ligamen luka. Hal terjadi saat kaki Anda diputar ke dalam atau dipelintir, seperti saat Anda:
  • Salah menapakkan kaki Anda saat berlari
  • Menginjak permukaan yang tidak rata, seperti lubang
  • Menginjak orang lain saat berolahraga, misalnya engkel tertekuk saat melakukan rebound dan jatuh di atas kaki pemain lain
 

Faktor risiko cedera engkel

Beberapa faktor risiko cedera engkel meliputi:
  • Wanita, anak-anak, atau remaja
  • Berolahraga, terutama di lapangan dalam ruangan
  • Punya masalah keseimbangan
  • Menggunakan sepatu hak tinggi atau sepatu yang tidak pas
  • Memiliki pergelangan kaki yang lemah atau kaku, seperti karena cedera sebelumnya
 
Diagnosis cedera engkel dilakukan dengan cara-cara di bawah ini:
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ini bisa meliputi palpasi (meraba engkel yang cedera) dan mengevaluasi pergerakan engkel.
  • Pencitraan

Pemeriksaan lebih lanjut yang mungkin dianjurkan bisa brupa rontgen, USG, CT scan, atau MRI. Namun tes-tes ini tidak selalu diperlukan untuk memastikan diagnosis cedera engkel.Tes ini biasanya direkomendasikan jika dokter ingin mengecek ada tidaknya kondisi patah tulang. 
Cara mengobati cedera engkel umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya. Penanganannya bisa berupa:

Metode R.I.C.E

Penanganan ini dapat dilakukan di rumah dan meliputi:
  • Rest (Istirahat)

Mengistirahatkan engkel yang mengalami cedera dan tidak sering menggerakannya. Waktu istirahat yang diperlukan umumnya hingga tiga hari.
  • Ice (Es)

Kompres dingin engkel dengan es batu yang dilapisi kain atau handuk. Es batu akan memberikan efek dingin untuk mengurangi bengkak dan kemerahan pada engkel.
  • Compression (Penekanan)

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobati cedera engkel adalah dengan membalutnya menggunakan perban. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan pada engkel.
  • Elevation (Penaikan)

Menaikan kaki lebih tinggi dari jantung saat berbaring dapat membantu meredakan bengkak.

Obat-obatan

Dokter juga akan memberikan obat minum yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit. Obat yang umumnya diberikan adalah golongan NSAIDs (non-steroidal anti inflammatory drugs) seperti ibuprofen.

Alat bantu jalan

Dokter juga dapat menyarankan penggunaan tongkat atau alat bantu berjalan lainnya.

Operasi

Penanganan dengan operasi dapat disarankan bila cedera tidak kunjung membaik meski sudah ditangani dengan obat-obatan dan metode RICE. Jenis pembedahan ini meliputi:
  • Artroskopi untuk memperbaiki kerusakan jaringan
  • Operasi penggantian jaringan jika ada robekan pada jaringan
Proses pemulihan engkel yang cedera dapat dioptimalkan dengan fisioterapi. Biasanya, pasien membutuhkan waktu 6-12 minggu hingga pergelangan kakinya benar-benar sembuh. 

Komplikasi cedera engkel

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi cedera engkel:
  • Nyeri pergelangan kaki
  • Kaki yang cedera kronis
  • Ketidakstabilan sendi pergelangan kaki kronis
  • Arthritis pada sendi pergelangan kaki
 
Cara mencegah cedera engkel yang dapat Anda lakukan meliputi:
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga
  • Hati-hati saat jalan, lari, atau bekerja
  • Membatasi penggunaan high heels
  • Jangan olahraga jika kondisi tubuh sedang tidak baik
  • Menjaga kekuatan otot
  • Gunakan sepatu yang ukuranya tepat untuk Anda
  • Gunakan sepatu olahraga ketika berolahraga
  • Gunakan ankle support pada saat berolahraga jika Anda pernah mengalami cedera engkel sebelumnya
 
Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cedera engkel?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis cedera engkel agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sprained-ankle/symptoms-causes/syc-20353225.
Diakses pada 8 November 2019
Ortho Info. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/sprained-ankle/
Diakses pada 8 November 2019
Planchar Orthopedic Sport and Medicine. https://plancherortho.com/exercise-after-an-ankle-sprain/.
Diakses pada 8 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/ankle-sprain#2
Diakses pada 8 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/what-is-an-ankle-sprain#1
Diakses pada 2 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email