Penyakit Lainnya

Cedera Tulang Kering

09 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Cedera Tulang Kering
Cedera tulang kering umumnya menyebabkan nyeri
Cedera tulang kering adalah cedera akibat adanya peradangan pada otot, tendon, dan jaringan tulang di sekitar tibia. Pada tubuh manusia, tibia merupakan tulang terbesar dari dua tulang penyusun betis. Rasa sakit biasanya terjadi di sepanjang batas dalam tibia, tempat otot menempel pada tulang.Cedera tulang kering juga dikenal dengan istilah medial tibial stress syndrome.  Cedera ini biasanya terjadi akibat adanya akumulasi stres yang terjadi pada kaki.Hentakan dan tekanan yang berulang-ulang pada tulang, otot, dan sendi kaki bagian bawah membuat tubuh Anda tidak dapat memperbaiki dan memulihkan dirinya sendiri secara alami. 
Cedera Tulang Kering
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri otot, bengkak di tungkai bawah
Faktor risikoKaki rata, otot paha lemah
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, pencitraan
PengobatanObat-obatan, kompres dingin, istirahat
ObatIbuprofen atau naprofen
KomplikasiRetak tulang kaki
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala cedera tulang kering
Secara umum tanda dan gejala cedera tulang kering meliputi:
  • Nyeri tumpul di bagian depan kaki bagian bawah
  • Rasa sakit yang berkembang selama latihan fisik
  • Nyeri di kedua sisi tulang kering
  • Nyeri otot
  • Nyeri di sepanjang bagian dalam tungkai bawah
  • Nyeri tekan atau nyeri di sepanjang bagian dalam tungkai bawah
  • Bengkak di tungkai bawah (biasanya ringan)
  • Mati rasa dan kelemahan di kaki
 
Penyebab utama cedera tulang kering adalah tekanan berulang pada tulang kering dan jaringan ikat yang menempelkan otot ke tulang. Cedera tulang kering biasanya disebabkan oleh perubahan mendadak dalam aktivitas fisik dan perubahan frekuensi.Misalnya menambah frekuensi berolahraga setiap minggu. Perubahan durasi dan intensitas, seperti lari jarak yang lebih jauh, juga dapat menyebabkan tulang kering. 

Faktor risiko cedera tulang kering

Beberapa faktor risiko cedera tulang kering meliputi:
  • Kelainan anatomi (seperti sindrom kaki rata)
  • Otot lemah di paha atau bokong
  • Kurangnya fleksibilitas
  • Melakukan teknik pelatihan yang tidak tepat
  • Lari menuruni bukit
  • Jalan di permukaan yang miring atau medan yang tidak rata
  • Jalan di permukaan yang keras seperti beton
  • Menggunakan sepatu yang tidak sesuai atau usang untuk berlari atau berolahraga
  • Melakukan olahraga yang memiliki pemberhentian dan permulaan cepat (seperti sepak bola atau ski lereng)
 
Diagnosis cedera tulang kering dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya.
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar keluhan yang Anda alami dan aktivitas yang sering Anda lakukan. Hal ini akan membantu dokter untuk melakukan diagnosis.
  • Pemeriksaan fisik 

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa tungkai pasien.
  • X-ray

X-ray dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tulang Anda, termasuk jika terjadi patah tulang.
  • Bone scan

Pasien akan diminta untuk meminum cairan radioaktif yang aman. Cairan ini kemudian akan diserap oleh tulang dan tampak pada proses bone scan.
  • MRI

Prosedur MRI dapat memberikan foto tulang dan jaringan lunak di sekitarnya dengan lebih detail. 
Cara mengobati cedera tulang kering umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa cara mengobati cedera tulang kering yang biasanya dilakukan dokter, yaitu:
  • Istirahat

Anda akan diminta untuk menghindari aktivitas yang fisik melibatkan betis Anda. Jika dipandang penting oleh dokter, Anda mungkin harus menggunakan tongkat untuk sementara waktu.
  • Kompres dingin

Cedera tulang kering juga bisa dikompres dengan es batu yang telah dilapisi handuk atau kain, guna mengurangi peradangan. Lakukan langkah ini selama 20 menit, setidaknya tiga hingga empat kali sehari.
  • Perban elastis

Kaki yang cedera bisa dibebap dengan perban elastis khusus untuk mengurangi pembengkakan dan membatasi pergerakan. Dengan ini, kaki Anda bisa istirahat.Namun ingatlah agar tidak membebat kaki Anda terlalu kencang karena dapat menghambat sirkulasi darah.
  • Obat pereda sakit

Dokter bisa memberikan obat pereda sakit. Misalnya, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen, atau paracetamol.
  • Operasi

Untuk tingkat cedera tulang kering yang tergolong parah, dokter bisa menganjurkan tindakan operasi. 

Komplikasi cedera tulang kering

Jika tidak ditangani dengan optimal, cedera tulang kering dapat menyebabkan komplikasi berupa stress facture. Kondisi ini merupakan retak pada tulang kaki.Penanganan  stress facture akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Demikian pula dengan proses penyembuhannya. 
Cara mencegah cedera tulang kering yang bisa dilakukan meliputi:
  • Memakai sepatu yang pas dan menawarkan pengaman yang tepat
  • Menggunakan sol yang bisa menyerap guncangan
  • Hindari berolahraga di permukaan yang keras, miring atau medan yang tidak rata
  • Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap
  • Pemanasan sebelum berolahraga
  • Pastikan untuk melakukan peregangan dengan benar
  • Ikut latihan kekuatan, khususnya latihan jari kaki yang membangun otot betis
  • Jangan olahraga saat kaki sakit
 
Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala cedera tulang kering. Mulai dari nyeri pada betis, kulit betis yang tampak memerah, atau muncul pembengkakan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua rutinitas Anda sebelum nyeri terasa.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait cedera tulang kering?
  • Apakah Anda rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis cedera tulang kering. 
Ortho Info. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/shin-splints/
Diakses pada 25 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stress-fractures/symptoms-causes/syc-20354057
Diakses pada 25 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/shin-splints#1
Diakses pada 25 November 2019
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2011/0101/p39.html
Diakses pada 25 November 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17467-shin-splints
Diakses pada 9 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/shin-splints
Diakses pada 9 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email