Infeksi

Chikungunya

Diterbitkan: 21 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk.
Chikungunya adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk dan menyebabkan demam dan nyeri sendi secara mendadak. Nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini antara lain adalah nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus.Tanda dan gejala lain termasuk lemas, sakit otot, sakit kepala, pembengkakan sendi, dan ruam. Tanda dan gejala dari chikungunya biasanya muncul dalam 3-7 hari setelah pasien digigit oleh nyamuk yang terinfeksi.Setiap orang bisa mengalami chikungunya, mulai dari bayi, orang tua, maupun individu dengan kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.Tidak ada vaksin untuk mencegah demam chikungunya, dan belum ada pengobatan antivirus yang efektif. Langkah pencegahan adalah cara terbaik untuk menghindari penyakit ini.Meski begitu, chikungunya jarang menyebabkan komplikasi serius. Untuk meringankan nyeri serta demam, pasien disarankan beristirahat, serta mengonsumsi cairan dan obat-obatan seperti acetaminophen dan ibuprofen. 
Chikungunya
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, nyeri sendi, nyeri otot
Faktor risikoTinggal atau bepergian di daerah tropis, bayi baru lahir, berusia di atas 65 tahun, mengidap darah tinggi, diabetes atau penyakit jantung
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanTerapi suportif, obat-obatan
ObatParacetamol, kortikosteroid
KomplikasiArthritis kronis, iridosiklitis, konjungtivitis
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala chikungunya setelah berpergian dari daerah endemis
Gejala umum chikungunya meliputi:
  • Demam tinggi yang sering terjadi secara mendadak
  • Nyeri otot dan sendi
  • Pembengkaka sendi
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Ruam
  • Peradangan di mata bagian iris (uveitis anterior atau posterior)
Gejala biasanya muncul 3-7 hari setelah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Kebanyakan penderita akan merasa lebih baik dalam seminggu. Namun pada beberapa orang, nyeri sendi dapat bertahan selama lebih dari sebulan.Kasus kematian sangat jarang terjadi pada penyakit chikungunya, meski gejala yang dialami bisa berat dan dapat menyebabkan kelumpuhan sementara. Jika pernah mengalami infeksi chikungunya, maka orang tersebut biasanya kebal terhadap infeksi selanjutnya.Baca juga: Gejala Chikungunya Hampir Sama dengan DBD, Kenali Hal yang Membedakannya 
Virus Chikungunya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus. Kedua nyamuk ini juga menularkan virus demam berdarah. Namun pada virus chikungunya penularannya jauh lebih cepat dibanding virus lainnya yang dapat ditularkan oleh nyamuk.Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus dapat terinfeksi virus ketika menggigit dan mengisap darah orang yang sudah terinfeksi oleh virus chikungunya. Di dalam tubuh nyamuk, virus tersebut akan menggandakan diri dan menyebar ke jaringan sekunder termasuk kelenjar ludah.Itulah sebabnya, gigitan nyamuk yang terinfeksi pada manusia dapat menularkan virus tersebut. Sementara itu, virus chikungunya tidak dapat ditularkan secara langsung antarmanusia.Baca juga: Mengenal Dua Nyamuk Chikungunya, Aedes Aegypti dan Aedes Albopticus 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan terjadinya risiko terinfeksi chikungunya:
  • Tinggal atau bepergian di daerah tropis.
  • Bayi baru lahir
  • Berusia di atas 65 tahun
  • Tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung
 
Dalam mendiagnosis virus chikungunya, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
Dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan serta riwayat kesehatan, jika ada kemungkinan pasien telah bepergian ke lokasi virus chikungunya tersebar. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap gejala yang muncul pada pasien.
  • Tes serologi
Tes serologi adalah pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi tertentu di dalam darah. Dalam tes darah ini, kadar antibodi yang dihasilkan sistem imun pasien terhadap virus chikungunya akan diukur.
  • Tes PCR
Tes PCR dilakukan untuk memastikan hasil dari tes serologi. Sebab, pemeriksaan ini bisa mendeteksi infeksi dengan melacak keberadaan material genetik dari virus chikungunya pada sampel. Rangkaian tes tersebut juga dapat menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, seperti demam berdarah dan virus Zika.Baca jawaban dokter: Seperti apa nyamuk yang bisa menularkan penyakit? 
Tidak ada pengobatan khusus untuk chikungunya. Kebanyakan orang membaik dengan sendirinya dan sembuh total.Beberapa langkah penanganan berikut dapat membantu meringankan gejala yang dirasakan, yaitu dengan:
  • Mengonsumsi cukup air
  • Beristirahat dengan cukup
  • Mengonsumsi pereda nyeri seperti parasetamol. Sementara itu, konsumsi obat golongan OAINS seperti aspirin tidak disarankan selama 48 jam pertama karena dapat memperburuk fungsi trombosit, terutama pada pasien yang diduga mengalami infeksi lain seperti demam berdarah.
  • Menggunakan salep atau krim steroid jika mengalami gejala uveitis
Gejala biasanya akan membaik dalam seminggu, tapi nyeri pada sendi dapat bertahan selama beberapa bulan. Jika Anda sedang menjalani perawatan untuk penyakit lain, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat lainnya. 

Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, chikungunya bisa menimbulkan komplikasi berupa:
  • Arthritis kronis
  • Uveitis yakni peradangan pada lapisan mata antara retina bagian dalam dan lapisan fibrosa luar yang terdiri dari sklera dan kornea
  • Retinitis (radang retina)
  • Miokarditis (radang otot jantung)
  • Hepatitis (radang hati)
  • Nefritis (radang ginjal)
  • Perdarahan
  • Meningoencephalitis (radang selaput otak)
  • Myelitis (radang sumsum tulang belakang)
  • Sindrom Guillain-Barré, yaitu penyakit sistem saraf tepi yang langka, yang ditandai dengan kelemahan otot
  • Palsi saraf kranial, yakni hilangnya fungsi pada saraf kranial
 
Cara terbaik untuk mencegah infeksi chikungunya adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Langkah utamanya dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, khususnya pada musim penghujan. Yang dimaksud 3M adalah:
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air
  • Menguras dan membersihkan tempat penampungan air
  • Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air
Sementara itu, segala bentuk tindakan pencegahan tambahan (plus) yang dapat dilakukan untuk membantu 3M adalah:
  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk atau antinyamuk
  • Memasang kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk
Selain itu, jika hendak bepergian ke daerah endemik, Anda sebaiknya:
  • Menggunakan losion anti nyamuk
  • Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang
  • Melakukan pencegahan supaya tidak terdapat sarang nyamuk, baik di dalam maupun luar ruangan, misalnya dengan memasang obat nyamuk bakar di luar ruangan, dan tidak menggantung pakaian
Baca juga: Ketimbang Fogging, Pemberantasan Sarang Nyamuk Lebih Efektif Cegah DBD 
Temui dokter jika merasa mengalami chikungunya terutama setelah bepergian ke daerah endemis. Dokter akan melakukan tes darah untuk mengenali penyakit chikungunya atau penyakit sejenis. Jika terinfeksi chikungunya, hindari gigitan nyamuk untuk mencegah penyebaran virus. 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga, juga catatan riwayat perjalanan Anda.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
 Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap chikungunya?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis chikungunya agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/chikungunya/pdfs/factsheet_chikungunya-what-you-need-to-know.pdf
Diakses pada 3 Desember 2020
Depkes. http://www.depkes.go.id/article/view/16020900002/kendalikan-dbd-dengan-psn-3m-plus.html
Diakses pada 26 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/what-is-chikungunya-fever/faq-20109686
Diakses pada 26 November 2018
Medlineplus. https://medlineplus.gov/chikungunya.html
Diakses pada 26 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-chikungunya
Diakses pada 26 November 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534224/
Diakses pada 3 Desember 2020
NCBI.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534224/
Diakses pada 3 Desember 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya
Diakses pada 3 Desember 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306828#
Diakses pada 3 Desember 2020
Britannica. https://www.britannica.com/science/chikungunya-fever
Diakses pada 3 Desember 2020
NCBI.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3605073/
Diakses pada 3 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email