Penyakit Lainnya

Chronic venous insufficiency

Diterbitkan: 24 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Chronic venous insufficiency
Chronic venous insufficiency bisa memicu varises, pembengkakan, dan luka di kaki
Chronic venous insufficiency adalah kondisi saat terjadi penyumbatan pembuluh darah atau pembuluh darah mekar atau varicose veins. Akibatnya darah tidak sepenuhnya mengalir dari pembuluh darah kaki ke jantung.Manusia memiliki dua jenis pembuluh darah, yaitu arteri dan vena. Pembuluh darah arteri bertugas membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Sedangkan pembuluh darah vena akan membawa darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung.Jika pembuluh darah vena pada suatu bagian tubuh bermasalah, darah tidak akan bisa mengalir kembali ke jantung. Darah yang menumpuk inilah yang antara lain menimbulkan chronic venous insufficiency. 
Chronic venous insufficiency
Dokter spesialis Hematologi
GejalaPembengkakan, varises, nyeri di kaki
Faktor risikoWanita, hamil, usia di atas 50 tahun
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, venogram, utrasound duplex
PengobatanObat-obatan, perubahan gaya hidup, operasi
ObatDiuretik, antikoagulan, pentoxifylline
KomplikasiMasuknya pembuluh darah normal ke dalam sirkuit refluks,DVT, embolisme paru
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala chronic venous insufficiency
Gejala chronic venous insufficiency yang umum meliputi:
  • Pembengkakan pada kaki bagian bawah dan pergelangannya. Kaki juga bisa terasa berat.
  • Varises di kaki. Kondisi ini terlihat seperti cacing berwarna biru di bawah permukaan kulit kaki akibat pembuluh vena yang melebar.
  • Rasa nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal pada kaki.
  • Kulit kaki yang menebal dan warnanya menjadi merah kecokelatan seperti kulit tas atau dompet, khususnya di dekat pergelangan kaki.
  • Luka-luka pada kaki. Luka ini umumnya sulit sembuh.
 
Penyebab chronic venous insufficiency adalah terjadinya gangguan pada katup pembuluh darah vena. Akibatnya, ada aliran darah dalam vena yang mengalir menjauhi jantung.Beberapa hal di bawah ini dapat merusak katup pembuluh darah vena dan bisa menjadi penyebab chronic venous insufficiency:
  • Deep vein thrombosis (DVT)

DVT merupakan penyebab paling umum rusaknya katup pembuluh darah vena. Penyakit terjadi karena munculnya gumpalan darah di dalam vena yang dapat merusak katup vena.
  • Kelainan pembuluh darah vena sejak lahir

Beberapa orang terlahir dengan kelainan pada katup pembuluh darah vena, yang membuatnya tidak bisa berfungsi dengan baik.
  • Tumor di area panggul

Tumor pada area selangkangan juga dapat mengganggu kesehatan pembuluh darah vena. 

Faktor risiko chronic venous insufficiency

Di samping kondisi-kondisi medis di atas, sejumlah faktor berikut juga dinilai dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami chronic venous insufficiency (CVI):
  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko untuk mengalami CVI daripada pri
  • Kehamilan
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Mengalami obesitas
  • Memiliki anggota keluarga yang mengalami chronic venous insufficiency
  • Pernah mengalami bekuan darah
  • Merokok
  • Sering duduk atau berdiri dalam waktu lama
  • Obesitas
  • Kanker
  • Lemah otot, trauma, cedera kaki
  • Pembengkakan pada pembuluh superfisial
 
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis lengkap untuk memeriksa apakah pasien mengalami venous insuffiency. Selain itu dokter akan menjalankan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Venogram

Dokter akan menggunakan zat kontras yang akan tampak pada foto hasil rontgen.
  • Utrasound duplex

Pemeriksaan ini menggunakan alat yang akan diletakkan di atas permukaan kulit kaki guna melihat kecepatan dan arah aliran darah dalam vena. 
Pengobatan yang diberikan dokter akan tergantung pada beberapa faktor berikut:
  • Kondisi kesehatan pasien
  • Gejala dan tingkat keparahan penyakit
  • Respons tubuh terhadap obat-obatan dan terapi
  • Pilihan penanganan yang ingin diambil pasien
Tujuan utama penanganan chronic venous insufficiency  adalah menghentikan pembengkakan sekaligus mencegah luka pada kaki.Dokter dapat menganjurkan sederet cara mengobati chronic venous insufficiency yang meliputi:

Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup untuk melancarakan aliran pembuluh darah kaki dapat dilakukan dengan:
  • Mengangkat kaki

Mengangkat kaki saat duduk dapat membantu untuk melancarkan aliran darah serta mengurangi pembengkakan. Anda bisa melakukannya dengan menaruh bantal sebagai ganjalan di bawah kaki ketika tidur maupun duduk.
  • Compression stocking

Stoking khusus ini membantu menekan pembuluh darah vena, sehingga mendorong darah mengalir ke jantung sekaligus mengurangi bengkak.
  • Olahraga

Rutin berolahraga bisa pula membantu memperlancar aliran darah.

Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat untuk melancarkan aliran darah, mempercepat kesembuhan luka, mengurangi penumpukan cairan berlebih dalam tubuh, maupun mengatasi kondisi medis tertentu yang berhubungan dengan pembengkakan seperti gangguan ginjal dan gagal jantung. Obat yang digunakan antara lain: diuretik, antikoagulan, pentoxifylline.

Tindakan medis

Tindakan medis diperlukan jika pasien mengalami CVI tahap lanjut, yaitu:
  • Sclerotheraphy

Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke dalam pembuluh darah vena yang terganggu. Tujuannya adalah menciptakan jaringan parut dalam pembuluh darah agar tidak bisa mengalirkan darah lagi. Pembuluh darah yang rusak tersebut nantinya akan diserap oleh tubuh.
  • Endovenous thermal ablation

Prosedur ini menggunakan laser atau gelombang radio frekuensi tinggi untuk memanaskan dan menutup pembuluh darah vena yang terganggu, agar darah tidak menumpuk lagi di kaki. 

Operasi

Untuk kasus yang sangat parah, operasi mungkin diperlukan. Melalui prosedur bedah, dokter dapat mengikat maupun mengangkat pembuluh darah vena yang bermasalah. Operasi dilakukan dengan:
  • Ligasi, yaitu pemotongan pembuluh darah untuk mengalirkan darah
  • Sayatan kecil untuk mengeluarkan darah
  • Perbaikan pembuluh darah
  • Transplantasi pembuluh darah
  • Bypass pembuluh darah
 

Komplikasi chronic venous insufficiency

Jika tidak ditangani dengan benar, chronic venous insufficiency berisiko menyebabkan komplikasi berupa:
  • Masuknya pembuluh darah normal ke dalam sirkuit refluks
  • DVT
  • Embolisme paru
  • Ulserasi vena
  • Limfedema sekunder
 
Beberapa hal di bawah ini dapat Anda lakukan sebagai cara mencegah chronic venous insufficiency:
 
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala chronic venous insufficiency sebagaimana yang dijelaskan di atas. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluarga yang pernah mengalami chronic venous insufficiency.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait chronic venous insuffiency?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis chronic venous insuffiency. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/venous-insufficiency
Diakses pada 14 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/dvt/dvt-venous-insufficiency#1
Diakses pada 14 November 2019
Cleaveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16872-chronic-venous-insufficiency-cvi
Diakses pada 14 November 2019
Johns Hopskin Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/chronic-venous-insufficiency
Diakses pada 14 November 2019
Medscape. https://www.medscape.com/answers/1085412-41939/what-are-complications-of-untreated-venous-insufficiency
Diakses pada 24 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email