Mata

Degenerasi Makula

Diterbitkan: 09 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Degenerasi Makula
Degenerasi makula menyebabkan pemburukan pada maula di tengah retina
Degenerasi makula adalah gangguan penglihatan yang ditandai dengan memburuknya makula, yakni bagian kecil di tengah retina.Retina merupakan lapisan di belakang mata yang mengandung jaringan saraf. Bagian mata ini berfungsi mendeteksi cahaya yang masuk ke mata.Karena sering terjadi seiring bertambahnya usia, kondisi ini juga dikenal dengan istilah age-related macular degeneration (AMD), dan menyebabkan penderita mengalami penurunan penglihatan sentral.Penglihatan sentral adalah pandangan yang di lihat ketika seseorang sedang melihat lurus ke depan. Namu degenerasi makula tidak menyebabkan kebutaan total karena tidak memengaruhi penglihatan periferal.Penglihatan periferal merupakan apa yang terlihat di sudut mata ketika seseorang melihat lurus ke depan.Degenerasi makula termasuk umum dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada orang berusia 50 tahun ke atas. Kondisi ini merupakan penyakit progresif, yang berarti akan memburuk seiring berjalannya waktu. 

Jenis-jenis degenerasi makula

Degenerasi makula dikelompokkan dalam dua jenis di bawah ini:
  • Degenerasi makula tipe kering

Degenerasi makula tipe kering merupakan jenis yang paling umum ditemui. Pada kondisi ini, makula mengalami penipisan dan gumpalan protein kecil kekuningan bernama drusen akan muncul.Drusen yang kecil dan berjumlah sedikit tidak akan mengganggu penglihatan. Namun jika ukurannya membesar dan bertambah banyak, drusen akan membuat pandangan buram.Ketika kondisi ini makin memburuk, makula makin menipis dan akhirnya mati (atrofi). Kondisi atrofi akan menimbulkan bintik kehitaman di bagian tengah penglihatan. Lama-kelamaan, penglihatan sentral akan hilang.
  • Degenerasi makula tipe basah

Degenerasi makula tipe basah jarang terjadi, tapi cenderung lebih berat. Kondisi ini muncul ketika pembuluh darah baru abnormal timbuh di bawah retina.Pembuluh darah tersebut dapat mengalami kebocoran dan mengeluarkan darah atau cairan lainnya, yang kemudian melukai makula.Pada degenerasi makula basah, pandangan penderita akan kabur dan garis lurus tampak bergelombang. Pasien juga dapat mengalami bintik hitam di bagian tengah penglihatannya.Pembuluh darah dan perdarahan dapat membentuk bekas luka, yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral secara permanen.Selain degenerasi makula kering dan basah, jenis lainnya adalah juvenile macular degeneration atau penyakit Stargardt. Sesuai namanya, penyakit mata ini menyerang anak-anak dan kalangan dewasa muda. 
Degenerasi Makula
Dokter spesialis Mata
GejalaPenurunan penglihatan sentral, garis lurus tampak bergelombang, sulit mengenali wajah
Faktor risikoUsia, faktor genetik, merokok
Metode diagnosisPemeriksaan retina, pemeriksaan Amsler grid, fluorescein angiography
PengobatanObat-obatan, terapi laser, alat bantu melihat
ObatObat anti-angiogenik, vitamin
KomplikasiDepresi, isolasi sosial, halusinasi visual
Kapan harus ke dokter?Gangguan penglihatan, gejala degenerasi makula
Gejala degenerasi makula sering tidak disadari pada tahap awal. Pasalnya, kondisi ini bersifat progresif. Penderita juga mungkin tidak menyadari gangguan penglihatan bila terjadi bersamaan pada kedua matanya.Namun keluhan perlahan-lahan akan muncul. Jenis gejala yang timbul akan tergantung pada jenis berikut ini

Gejala degenerasi makula tipe kering

  • Penurunan penglihatan sentral
  • Distorsi ketika melihat garis yang lurus, sehingga tampak bergelombang
  • Butuh cahaya yang lebih terang untuk melihat
  • Kesulitan melihat dalam ruangan yang redup atau gelap
  • Pandangan buram
  • Kesulitan mengenali wajah
  • Kerusakan retina

Gejala degenerasi makula tipe basah

  • Distorsi penglihatan
  • Penurunan penglihatan sentral
  • Titik buram pada penglihatan
  • Titik hitam di tengah penglihatan karena adanya kebocoran pembuluh darah
  • Pandangan yang berkabut
  • Gejala memburuk dengan cepat
 
Hingga saat ini, penyebab degenerasi makula belum diketahui secara pasti. Tetapi kondisi ini kerap terjadi karena kombinasi faktor keturunan dan lingkungan.Degenerasi makula muncul ketika makula (bagian tengah retina) mengalami penurunan fungsi. Retina adalah lapisan di bagian belakang bola mata, yang berfungsi menangkap gambar yang dilihat dan mengirimkannya ke otak melalui saraf optik.Sementara makula berfungsi mengatur penglihatan sentral (bagian tengah penglihatan) dan mengendalikan kemampuan untuk membaca, menyetir mobil, mengenali wajah atau warna, serta melihat obyek secara detail. 

Faktor risiko degenerasi makula

Beberapa faktor di bawah ini diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami degenerasi makula:
  • Usia tua

Degenerasi makula lebih sering ditemukan pada orang berusia 60 tahun ke atas.
  • Faktor genetik

Para peneliti menemukan beberapa jenis perubahan gen terkait dengan munculnya degenerasi makula.
  • Ras

Degenerasi makula lebih kerap dialami oleh orang dari ras Kaukasia.
  • Merokok

Merokok atau terpapar asap rokok secara rutin dapat meningkatkan risiko degenerasi makula.
  • Obesitas

Kondisi obesitas dikatakan dapat mempercepat keparahan degenerasi makula.
  • Gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)

Orang dengan riwayat penyakit kardiovaskular lebih berisiko untuk mengalami degenerasi makula. 
Untuk memastikan diagnosis degenerasi makula, dokter dapat melakukan beberapa langkah pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, faktor risiko, dan riwayat medis pasien serta keluarga
  • Pemeriksaan mata

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan mata lengkap guna mencari tanda-tanda degenerasi makula.Pemeriksaan mata yang dilakukan secara rutin juga dapat mendeteksi keberadaan age-related macular degeneration. Misalnya, gejala awal berupa drusen, yaitu gumpalan kekuningan di bawah retina.
  • Pemeriksaan retina

Dokter akan menggunakan tetes mata khusus untuk melebarkan pupil dan memeriksa retina pasien. Dokter akan mencari ada tidaknya drusen, tumpukan cairan, tumpukan darah, atau endapan lainnya.
  • Pemeriksaan Amsler grid

Pada pemeriksaan ini, dokter akan meminta pasien untuk melihat Amsler grid, yakni gambar berpola garis lurus yang menyerupai papan catur. Jika beberapa garis pada gambar tampak luntur atau patah, ini bisa menjadi salah satu tanda degenerasi makula.
  • Fluorescein angiography

Dokter mata akan menyuntikkan zat kontras ke dalam pembuluh darah di lengan pasien, untuk memeriksa pembuluh darah di mata pasien. Dokter kemudian menggunakan kamera khusus untuk mengambil foto mata pasien.Dokter mata akan memeriksa hasil foto untuk mencari masalah dan perubahan pada pembuluh darah serta retina.
  • Indocyanine green angiography

Pada indocyanine green angiography, dokter akan menyuntikkan zat kontras bernama indocyanine green dye ke dalam pembuluh darah di lengan pasien.Pemeriksaan ini serupa dengan fluorescein angiography, dan bertujuan mengonfirmasi hasil dari tes fluorescein angiography.
  • Optical coherence tomography

Pada optical coherence tomography, dokter akan mengambil gambar retina dan memeriksa ada tidaknya pembengkakan, penebalan, atau penipisan pada retina.Setelah pasien didiagnosis mengalami degenerasi makula, pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi respons tubuh pasien terhadap pengobatan. 
Sampai saat ini, belum ada cara mengobati degenerasi makula yang spesifik. Namun beberapa upaya di bawah ini dapat dianjurkan oleh dokter untuk memperlambat penurunan penglihatan:
  • Obat anti-angiogenik

Obat anti-angiogenik berfungsi mencegah pembentukan pembuluh darah baru dan kebocoran dari pembuluh darah abnormal di mata, yang dapat memicu degenerasi makula. Contoh obat ini meiputi aflibercept, bevacizumab, pegaptanib, dan ranibuzumab.
  • Terapi laser

Terapi laser dapat menghancurkan pembuluh darah abnormal yang tumbuh secara aktif dari AMD.
  • Terapi laser fotodinamis

Dokter akan menyuntikkan verteporfin ke dalam pembuluh darah. Obat ini akan diserap oleh pembuluh darah abnormal di mata pasien.Kemudian, dokter menggunakan laser untuk menyinari mata pasien. Sinar ini akan mengaktifkan verteporfin guna merusak pembuluh darah abnormal tersebut.
  • Alat bantu melihat

Dokter bisa meresepkan alat bantu penglihatan dengan lensa khusus atau sistem elektronik, untuk memperbesar gambar dari objek terdekat.
  • Vitamin

Pemberian vitamin C dan E, beta-karoten, zinc, dan copper pada pasien tertentu dinilai bermaanfaat dalam menangani degenerasi makula.Para peneliti juga sedang mencoba beberapa jenis pengobatan untuk degenerasi makula, yakni operasi submakula dan translokasi retina. Tetapi kedua jenis penanganan ini masih dalam tahap percobaan medis.
  • Operasi submakula

Dokter bedah akan mengangkat pembuluh darah, jaringan parut, atau darah yang abnormal dari mata pasien.
  • Translokasi retina

Prosedur ini akan menghancurkan pembuluh darah abnormal yang berada di bawah makula. 

Komplikasi degenerasi makula

Bila terus dibiarkan, degenerasi makula akan bertambah parah dan bisa menimbulkan risiko hilangnya penglihatan sentral. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan penderita mengalami komplikasi berupa:
  • Depresi
  • Isolasi sosial, misalnya mengasingkan diri
  • Halusinasi visual (sindrom Charles Bonnet)
Selain itu, degenerasi makula tipe kering dapat berkembang menjadi tipe basah. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tipe basah akan memburuk dengan cepat jika tidak ditangani. 
Karena penyebabnya tidak diketahui, cara mencegah degenerasi makula juga belum tersedia. Namun risikonya dapat dikurangi dengan menerapkan langkah-langkah hidup sehat di bawah ini:
  • Berhenti merokok
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang
  • Menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal
  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu
Meski umumnya tidak dapat dicegah, degenerasi makula bisa didiagnosis sejak dini melalui pemeriksaan mata secara teratur. Pengobatan lebih awal tentu akan memperlambat perkembangan penyakit dan meminimalkan risiko hilangnya penglihatan Anda. 
Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter mata jika mengalami gangguan pada penglihatan maupun gejala degenerasi makula. Jadi pastikan Anda menjalani pemeriksaan mata secara rutin. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait degenerasi makula, misalnya merokok?
  • Apakah ada anggota keluarga kandung Anda yang mengalami gejala serupa?
  • Apakah Anda sudah pernah mencari pertolongan medis? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis degenerasi makula. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/macular-degeneration
Diakses pada 16 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/age-related-macular-degeneration-amd/getting-diagnosed/
Diakses pada 16 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/macular-degeneration/age-related-macular-degeneration-overview#1
Diakses pada 16 November 2018
American Academy of Ophtalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/amd-macular-degeneration
Diakses pada 9 Februari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-macular-degeneration/symptoms-causes/syc-20350375
Diakses pada 9 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email