Penyakit Lainnya

Demam

Diterbitkan: 15 Nov 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Demam
Cek suhu tubuh anak demam dengan termometer
Demam adalah suhu tubuh di atas normal, yaitu lebih dari 38°C. Kondisi ini mengindikasikan adanya gangguan tertentu dalam tubuh penderita.Untuk orang dewasa, demam menyebabkan ketidaknyamanan. Namun kondisi ini biasanya tidak mengkhawatirkan, kecuali suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih.Meski begitu, perhatian khusus perlu diberikan apabila demam terjadi pada anak-anak. Pasalnya, anak berisiko mengalami kejang demam.Demam biasanya akan hilang dalam beberapa hari.  Peningkatan suhu tubuh ini sebetulnya merupakan respons kekebalan tubuh yang baik terhadap infeksi bakteri atau virus.Beberapa obat-obatan demam yang dijual secara bebas dapat menurunkan temperatur suhu penderita. Demam yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya tidak perlu ditangani dengan obat khusus karena dapat sendiri. Namun demam akibat infeksi bakteri perlu penanganan dengan obat antibiotik. 
Demam
Dokter spesialis Anak, Penyakit Dalam
Secara umum, gejala demam meliputi:
  • Suhu tubuh di atas 37.5'C. Bagi sebagian orang, suhu tubuh yang normal adalah sekitar 36.5°C.
  • Berkeringat
  • Meriang dan menggigil
  • Sakit kepala
  • Sakit pada otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Iritasi
  • Dehidrasi
  • Badan terasa lemah
Anak-anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun mungkin bisa mengalami kejang apabila demam. Sementara anak yang pernah kejang berisiko kembali mengalaminya dalam 12 bulan ke depan. 
Penyebab utama demam adalah ketika bagian otak bernama hipotalamus meningkatkan suhu tubuh melebihi biasanya. Pasalnya, hipotalamus berperan mengendalikan temperatur tubuh.Suhu tubuh normal dapat berbeda-beda, bisa lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi pada siang dan malam hari. Meski begitu, suhu tubuh normal berkisar antara 36.1–37.2°C.Ketika peningkatan suhu tubuh terjadi, penderita mungkin akan merasa kedinginan. Penderita juga bisa menggigil untuk membantu menghangatkan tubuh.Kenaikan suhu tubuh dapat disebabkan oleh:
  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Kelelahan
  • Radang sendi
  • Tumor ganas
  • Pengobatan seperti antibiotik dan obat-obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi
  • Imunisasi seperti difteri, tetanus dan pertusis acellular (DtaP) atau vaksin pneumokokus
Terkadang, penyebab demam tidak dapat terdeteksi. Jika seseorang mengalami demam selama lebih dari tiga minggu dan dokter tidak dapat menemukan pemicunya, dokter akan mengelompokkannya sebagai demam tanpa sebab yang jelas. 
Diagnosis demam dan penyebab dapat ditegakkan dengan wawancara mengenai gejala yang Anda alami dan riwayat penyakit yang diderita, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.Untuk memeriksa suhu tubuh pada anak, beberapa alat yang dapat digunakan. Mulai dari termometer mulut, telinga, bokong, dan dahi.Tetapi untuk hasil yang lebih akurat, termometer mulut atau ketiak sebaiknya digunakan. Berikut adalah cara memakai termometer:
  • Letakkan termometer di bawah ketiak dan tahan
  • Tunggu selama 5 menit. Temperatur yang diambil di ketiak akan lebih rendah daripada temperatur mulut.
  • Jika menghubungi dokter, sampaikan angka yang tertera pada termometer dan di daerah tubuh mana temperatur tersebut diambil.
Diagnosis dan penyebab demam dapat ditegakkan melalui pemeriksaan penunjang sebagai berikut:
  • Tes darah untuk menentukan ada tidaknya tanda infeksi virus atau bakteri
  • Rontgen dada untuk menentukan ada tidaknya tanda infeksi atau radang paru (pneumonia)
  • Tes urine untuk menentukan apakah penyebab demam karena infeksi saluran kemih
  • Bila mencurigai meningitis atau radang otak menjadi penyebab demam, dokter mungkin menganjurkan pungsi lumbal
 
Cara mengobati demam umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.Pilihan obat demam yang biasanya digunakan meliputi paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) berupa aspirin dan ibuprofen. Namun harap diingat bahwa ibuprofen dan aspirin tidak boleh diberikan pada anak-anak.Selain penurun demam, dokter juga biasanya memberikan obat-obat untuk mengatasi penyebab demam itu sendiri. Misalnya, obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Pada masa pandemi Covid-19, demam harus diwaspadai sebagai salah satu gejala infeksi virus ini. Gejala infeksi virus corona umumnya memang ringan. Namun bila mengalami nyeri dada dan sesak napas, penderita butuh penanganan segera di rumah sakit.Perlu diingat pula bahwa demam pada anak perlu mendapatkan penanganan dengan saksama. Pasalnya, demam yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi berupa kejang demam. 
Karena penyebab demam tersering adalah infeksi, maka cara mencegah demam yang bisa dilakukan meliputi perilaku hidup bersih dan sehat sebagai berikut:
  • Sering mencuci tangan dan mengajarkan anak hal yang sama, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet atau tempat keramaian, berada di dekat orang yang sakit, setelah menyentuh binatang atau menggunakan transportasi umum
  • Mengajarkan anak bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar
  • Membawa pembersih tangan seperti alkohol
  • Hindari menyentuh hidung, mulut atau mata, karena virus atau bakteri dapat memasuki tubuh dan menyebabkan infeksi
  • Menutup mulut saat batuk dan menutup hidung saat bersin
  • Hindari menggunakan gelas, botol minum dan peralatan yang telah digunakan orang lain
 
Demam sendiri tidak perlu terlalu dikhawatirkan dan tidak selalu memerlukan konsultasi dengan dokter. Tetapi ada beberapa keadaan ketika harus segera mencari nasihat medis untuk bayi, anak dan orang dewasa.Bayi
  • Lebih kecil dari 3 bulan dan memiliki suhu tinggi
  • Diantara umur 3-6 bulan, dan memiliki suhu 38.9°C
  • Diantara umur 6-24 bulan yang memiliki suhu tinggi dan tidak turun selama 1 hari, tetapi tidak menunjukkan gejala lain
Anak
  • Merasa tidak nyaman, muntah berulang, sakit kepada parah atau sakit perut, dengan gejala lain yang menyebabkan ketidaknyamanan
  • Demam yang bertahan lebih dari 3 hari
  • Kelihatan lesu dan tidak dapat melakukan kontak mata
Dewasa
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit yang tidak biasa, terutama jika semakin parah
  • Sensitif dengan cahaya
  • Leher yang terasa kaku dan sakit ketika digerakkan
  • Bingung
  • Muntah
  • Kesulitan bernapas atau sakit dada
  • Sakit perut atau sakit ketika buang air kecil
  • Konvulsi atau kejang
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait demam?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dan penyebab demam agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
Diakses pada 6 November 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/168266
Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email