Kulit & Kelamin

Dermatitis Kontak

Diterbitkan: 21 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Dermatitis Kontak
Penggunaan pelembap atau salep kortikosteroid dapat meringankan reaksi alergi atau iritasi yang terjadi pada kulit.
Dermatitis kontak adalah tipe eksim yang menimbulkan peradangan berupa ruam gatal dan kemerahan pada kulit. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya kontak zat tertentu dengan kulit.Berdasarkan sumber penyebabnya, dermatitis kontak dibagi menjadi dua tipe yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.
  • Dermatitis kontak iritan:
Dermatitis ini disebabkan oleh iritasi kulit akibat paparan zat tertentu yang dapat mengiritasi (iritan).
  • Dermatitis kontak alergi:
Dermatitis ini merupakan reaksi hipersensitivitas dari tubuh akibat adanya zat asing (alergen) yang bersentuhan dengan kulit.Dermatitis kontak biasanya membaik atau sembuh jika zat yang menjadi penyebabnya dapat diidentifikasi dan dihindari. Pengobatan juga tersedia untuk membantu meringankan gejala. 
Dermatitis Kontak
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit yang gatal, melepuh, bengkak dan muncul ruam merah
Faktor risikoPetugas kesehatan, pekerja konstruksi, petugas kebersihan
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, patch test
PengobatanObat-obatan
ObatSteroid, tacrolimus, pimekrolimus
KomplikasiInfeksi, neurodermatitis, selulitis
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala dermatitis kontak
Gejala penyakit ini tergantung dari penyebabnya, yaitu reaksi alergi atau iritasi. Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda seiring berjalannya waktu. Berikut ini penjelasannya.

Dermatitis kontak iritan

Gejala yang ditimbulkan pada dermatitis kontak iritan biasanya berlokasi di area tangan, yang ditunjukkan dengan adanya:
  • Lepuhan di kulit
  • Kulit pecah-pecah karena kekeringan yang ekstrim
  • Rasa gatal yang menganggu (pruritus)
  • Sensasi terbakar di area dermatitis
  • Pembengkakan
  • Kulit yang terasa kaku atau kencang
  • Rusaknya jaringan epitel yang membentuk cekungan di kulit (ulserasi)
  • Luka terbuka yang membentuk kerak dengan batas samar

Dermatitis kontak alergi

Reaksi alergi pada dermatitis kontak dapat terjadi secara tiba-tiba atau berkembang setelah beberapa hari, bulan bahkan beberapa tahun setelah terpapar zat pemicu reaksi alergi. Gejala yang ditimbulkan biasanya muncul di area kulit terbuka, seperti tangan atau area kulit lain yang terpapar zat alergen.Biasanya yang khas nya adalah biasanya kemerahan mengikuti benda yang mengenai kulitnya misalnya alergi akibat jam tangan maka kemerahan pada pergelangan tangan dapat membentuk seperti jam.Gejalanya meliputi:
  • Rasa gatal yang sangat parah
  • Ruam merah dengan ciri-ciri
    • Disertai benjolan merah yang mungkin menyebabkan lembap dan lecet di area ruam
    • Terasa hangat dan lembut
    • Berkerak karena kondisi kulit yang kering
    • Bersisik tebal
 
Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan adalah bentuk iritasi dari berbagai zat yang secara langsung merusak lapisan kulit bagian luar.
Yang termasuk zat iritan adalah:
  • Pemutih dan detergen
  • Shampo dan sabun mandi
  • Produk antiseptik dan antibakteri
  • Parfum dan pengawet pada sabun, shampoo, maupun pasta gigi
  • Kosmetik
  • Disinfektan
  • Air terutama air yang berkapur atau mengandung banyak klorin.
  • Zat yang terbawa udara, seperti serbuk gergaji atau debu wol
  • Tanaman
  • Pupuk dan pestisida

Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi muncul sebagai reaksi kulit dalam merespons zat asing yang masuk ke dalam tubuh.Beberapa zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi adalah:
  • Benda-benda dari nikel yang biasa digunakan untuk perhiasan
  • Obat-obatan seperti krim antibiotik dan antihistamin obat minum
  • Parfum, kosmetik, obat kumur dan perasa
  • Pewarna atau pelurus rambut
  • Kulit sintetis
  • Karet lateks
  • Buah jeruk, terutama kulitnya
  • Tanaman seperti poison ivy (jelatang) dan mangga, karena mengandung zat yang disebut urushiol. Paparan zat tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi
  • Zat yang berterbangan di udara, seperti serbuk sari atau insektisida semprot.
 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan terjadinya dermatitis kontak, yakni:
  • Petugas kesehatan
  • Pekerjaan yang melibatkan paparan logam
  • Pekerja konstruksi
  • Penata rambut dan perias
  • Pegawai bengkel
  • Penyelam, karena selalu mengenakan karet di masker wajah atau kacamata
  • Petugas kebersihan
  • Tukang kebun dan pekerja pertanian
  • Koki atau pekerjaan lain yang bersentuhana dengan makanan
Baca jawaban dokter: Apa detergen saya menyebabkan dermatitis kontak? 
Dalam mendiagnosis dermatitis kontak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan mengidentifikasi penyebab dermatitis dengan menanyakan beberapa pertanyaan terkait tanda dan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan mencari petunjuk tentang zat yang memicu dermatitis dan memeriksa kulit pasien untuk mengetahui pola dan intensitas ruam.
  • Patch test

Patch test adalah prosedur untuk mengidentifikasi penyebab alergi. Tes ini berguna jika penyebab ruam tidak diektahui dengan jelas atau terjadi berulang.Prosedur ini dilakukan dengan menempelkan patch atau koyo di punggung pasien. Dalam patch tersebut, ada 20-30 ekstrak alergen berbeda, misalnya makanan atau binatang tertentu yang diletakkan dalam lingkaran kecil (dots) dan bisa menempel ke kulit. Setelah ditempelkan, patch dibiarkan hingga 48 jam untuk selanjutnya dievaluasi hasilnya. 
Apabila pasien berhasil menghindari iritan atau alergen yang dapat memicu gejala, maka kulit akan membaik perlahan-lahan. Akan tetapi, tidak semua dermatitis kontak dapat sembuh dengan sendirinya.Selain itu, penderita akan disarankan untuk menggunakan:
  • Pelembap yang dioleskan ke kulit untuk mencegah kulit kering
  • Salep atau krim kortikosteroid topikal yang dioleskan di kulit untuk mengurangi peradangan agar gejala yang dirasakan tidak bertambah parah
  • Kortikosteroid dalam bentuk obat suntuk atau obat minum sepeti tablet steroid atau dalam bentuk obat suntik biasanya diresepkan untuk reaksi alergi yang menyebar atau sudah di tingkat parah. Penggunaan obat minum atau suntik dari kortikosteroid biasanya diberikan paling lama dua minggu. Setelah itu, dosis akan diturunkan dan dihentikan.
  • Salep tacrolimus atau krim pimekrolimus, untuk mengobati gejala seperti kemerahan, bersisik, dan gatal. Obat-obatan ini dapat digunakan bersama atau sebagai pengganti kortikosteroid
  • Antibiotik, untuk dermatitis kontak yang berkembang menjadi infeksi
 

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, dermatitis kontak dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Infeksi
Kulit yang lembap karena luka terbuka akibat iritasi atau garukan rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur. Jenis bakteri yang paling umum menginfeksi adalah Staphylococcus dan Streptococcus. Infeksi tersebut dapat menyebabkan kondisi yang disebut impetigo dan sangat menular. Sebagian besar infeksi dapat diobati dengan antibiotik atau obat antijamur.
  • Neurodermatitis
Neurodermatitis adalah kelainan kulit yang menimbulkan bercak di kulit dan terasa gatal. Jika digaruk, gatal akan terasa semakin parah. Siklus gatal dan garukan akan membuat kulit menjadi keras dan bersisik. Perawatan neurodermatitis dilakukan dengan krim kortikosteroid, obat antigatal, dan obat untuk meredakan gangguan kecemasan.
  • Selulitis
Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh bakteri Streptococcus atau Staphylococcus. Gejala selulitis termasuk demam, kemerahan, dan nyeri di area yang terjangkit. Jika pasien memiliki sistem kekebalan yang lemah, selulitis bisa mengancam jiwa. Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik oral untuk mengobati selulitis.
  • Kualitas hidup yang menurun
Penderita dermatitis kontak yang parah, terus-menerus, atau berkembang menjadi jaringan parut, mungkin akan merasakan gangguan ketika menjalani aktivitas sehari-harinya. Misalnya dalam menyelesaikan pekerjaan. Kondisi ini juga bisa mengurangi rasa percaya diri yang pada akhirnya akan memengaruhi kualitas hidupnya.Baca juga: Ini Cara Mengobati Eksim yang Mudah Dilakukan di Rumah 
Cara terbaik untuk mencegah dermatitis kontak adalah untuk menghindari kontak dengan penyebab alergi dan iritasi. Jika tidak dapat menghindari kontak tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyebab alergi atau iritasi, seperti:
  • Membersihkan kulit
    Jika mengalami kontak dengan penyebab alergi atau iritasi, cucilah kulit yang terpapar dengan air hangat secepatnya.
  • Menggunakan sarung tangan
    Gunakan sarung tangan untuk melindungi tangan, tetapi seringlah melepasnya dan kemudian gunakan lagi, karena keringat dapat menyebabkan gejala memburuk. Penderita disarankan untuk menggunakan sarung tangan berbahan katun sebelum melapisinya dengan sarung tangan dari karet, jika sarung tangan karet menyebabkan iritasi.
  • Menghindari produk penyebab iritasi kulit
    Gantilah produk termasuk sabun yang mengiritasi kulit. Periksalah bahan-bahannya untuk memastikan bahan tersebut tidak berisiko menimbulkan iritasi atau alergi. Pada beberapa kasus, penderita disarankan untuk menghubungi produsen atau mencari informasi secara online untuk mendapatkan informasi ini.
  • Memakai pelembap
    Gunakan pelembap sesering mungkin dan dalam jumlah yang banyak. Langkah ini dapat membantu kulit tetap terhidrasi dan melindungi dari alergi maupun iritasi. Penderita juga disarankan memilih sabun dengan pelembap dibandingkan sabun biasa yang dapat menyebabkan kulit kering.
Baca juga: Eksim pada Bayi Bikin Panik, Ketahui Cara Mengatasinya 
Hubungi dokter jika ruam terasa sakit, mengkhawatirkan, atau tidak membaik dalam beberapa hari. Dokter akan memeriksa dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk membantu mengidentifikasi dermatitis.Dokter akan meresepkan tablet atau salep steroid dan antihistamin, tergantung dari tingkat keparahan ruam yang muncul. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan kulit untuk menentukan alergi yang terjadi. Jika tidak dapat menghindari faktor penyebab, tanyakan kepada dokter mengenai pilihan untuk memakai sarung tangan atau krim. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait dermatitis kontak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dermatitis kontak agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000869.htm
Diakses pada 29 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/contact-dermatitis#2
Diakses pada 29 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/contact-dermatitis
Diakses pada 30 November 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1049216-overview#a1
Diakses pada 30 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/contact-dermatitis-treatments#medications
Diakses pada 30 November 2020
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742
Diakses pada 30 November 2020
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/skin-hair-and-nails/contact-dermatitis
Diakses pada 30 November 2020
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2010/0801/p249.html
Diakses pada 30 November 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email