Kulit & Kelamin

Dermatitis Numularis

Diterbitkan: 21 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Dermatitis Numularis
Dermatitis numularis adalah penyakit kulit yang ditandai bercak-bercak berbentuk koin
Dermatitis numularis adalah peradangan kulit yang ditandai dengan bercak-bercak berbentuk koin atau oval pada permukaan kulit. Bercak ini biasanya terasa gatal, mudah terlihat, kering, berkerak, dan mungkin mengeluarkan cairan bening. Sebagian besar bercak berbentuk koin akibat dermatitis numular dapat bertahan hingga beberapa bulan dan bisa berjumlah lebih dari satu. Dermatitis nummular, disebut juga sebagai eksim discoid, adalah penyakit kulit yang tidak menular. Umumnya penyakit ini timbul setelah mengalami cedera berupa kulit yang terbakar, mengalami gesekan yang parah, atau digigit serangga.Penyakit ini lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita. Kondisi ini bisa dialami ketika pria menginjak usia 55-65 tahun. Sementara itu pada wanita, kondisi ini dialami ketika remaja atau dewasa muda.Dermatitis numularis dapat diatasi dengan penyesuaian gaya hidup, penggunaan obat-obatan, dan tindakan medis. 
Dermatitis Numularis
Dokter spesialis Kulit
GejalaMuncul bercak berbentuk koin pada kulit, bercak berwarna cokelat atau merah, terasa gatal
Faktor risikoTinggal di daerah dengan iklim dingin, memiliki jenis kulit yang kering, memiliki riwayat eksim
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan, terapi sinar
ObatAntihistamin, kortikosteroid
KomplikasiBekas luka permanen, sulit tidur dan berkonsentrasi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala dermatitis nurmularis
Gejala dermatitis numular ditandai dengan bercak di kulit yang memiliki kriteria sebagai berikut ini.
  • Bercak berbentuk bulat seperti koin atau oval.
  • Mulanya, bercak berukuran kecil dan terlihat berkelompok, dengan rentang ukuran 2-6 cm.
  • Bercak dapat membesar disertai bintik-bintik lepuhan yang berisi cairan.
  • Bercak biasanya muncul pada bagian lengan atau kaki, meski dapat pula menyebar ke bagian tubuh atas dan tangan.
  • Becak berwarna cokelat, merah muda atau pucat kemerahan.
  • Bercak terasa gatal, perih, berkerak dan diikuti dengan sensasi panas.
  • Kulit di sekitar bercak dapat terlihat memerah, bersisik dan membengkak.
 
Para ahli belum menemukan penyebab dermatitis numular secara pasti. Namun penderita biasanya memiliki riwayat alergi, asma, dermatitis atopik, kulit yang sensitif, dan mudah terkena iritasi. Selain itu, beberapa kondisi berikut ini juga dapat memicu munculnya dermatitis numularis:
  • Perubahan suhu
  • Stres
  • Kulit kering
  • Produk maupun benda yang mudah mengiritasi kulit, misalnya sabun, besi, dan formalin 
 

Faktor risiko

Kondisi berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami dermatitis nummularis:
  • Tinggal di iklim yang dingin dan kering
  • Memiliki kulit yang sangat kering (xerosis)
  • Memiliki aliran darah yang buruk atau mengalami bengkak di kaki
  • Mengidap jenis eksim lain
  • Mengalami cedera kulit, seperti digigit serangga atau lecet
  • Mengalami infeksi bakteri yang menyerang kulit
  • Pernah menjalani operasi
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti isotretinoin dan interferon
 
Dalam proses diagnosis dermatitis numular, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut ini.
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik
Dokter akan menanyakan informasi lengkap mengenai riwayat medis pasien dan keluarganya. Dokter pun akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit pasien.
  • Biopsi
Biopsi atau pengambilan sampel jaringan kulit pada bagian bercak dapat pula dilakukan untuk untuk memastikan diagnosis sekaligus menghapus adanya kemungkinan infeksi kulit lain.Baca juga: 13 Jenis Penyakit Kulit dan Cara Mengobatinya 
Hingga sekarang, belum ditemukan pengobatan dermatitis numularis secara khusus. Namun Anda dapat mengurangi gejala dengan beberapa langkah perawatan berikut ini.
  1. Penyesuaian gaya hidup, dengan:
    • Menggunakan perban yang lembap untuk menutupi dan melindungi area kulit yang terserang dermatitis numularis
    • Melembapkan kulit menggunakan moisturizer yang lembut bagi kulit dan tidak mengandung pewangi
    • Menghindari pakaian yang dapat mengiritasi kulit, seperti dari bahan wol.
    • Tidak mandi terlalu sering
    • Menghindari pemakaian sabun yang berbahan kimia terlalu keras
    • Menjauhi stres
    • Mengurangi paparan bahan-bahan kimia yang dapat mengiritasi, seperti pembersih lantai atau bahan kimia lainnya
    • Menghindari gesekan atau menggaruk kulit
  2. Penggunaan obat-obatan, seperti:
    • Antihistamin, untuk menghindari gatal yang menyebabkan rasa tidak nayaman di kulit
    • Salep atau losion kortikosteroid, untuk meredakan peradangan
    • Antibiotik yang diresepkan seperti diklosaksilin atau sefaleksin, jika dermatitis nummular disebabkan oleh infeksi
  3. Terapi sinar ultraviolet (UV)
Terapi sinar UV dapat diberikan pada kasus dermatitis nummularis yang lebih parah, terjadi berulang, atau tidak dapat diatasi dengan cara di atas. Terapi sinar UV dapat mengatasi ruam kulit dan gatal-gatal pada dermatitis nummularis.Prosedur ini bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan kulit agar tidak terlalu aktif sehingga dapat mengurangi peradangan.Baca juga: 6 Cara Tepat Memilih Pelembab untuk Kulit Kering Kering dan Gatal 

Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat dermatitis numularis dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Meninggalkan bekas luka yang permanen
  • Sulit tidur dan berkonsentrasi akibat gatal-gatal
 
Tindakan pencegahan dermatitis numularis yang dapat Anda lakukan adalah:
  • Menjaga kulit agar tetap terhidrasi dan lembap untuk menghindari peradangan
  • Tidak mandi dengan air panas
  • Tidak memakai sabun dengan kandungan kimia yang dapat mengiritasi atau membuat kulit kering
  • Memasang air humidifier (alat pelembap udara dalam ruangan) untuk menjaga agar udara tetap lembap dan mencegah kulit kering
Baca jawaban dokter: Bagaimana cara menjaga kesehatan kulit secara umum? 
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala dermatitis numularis atau berisiko mengalami kondisi ini.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap dermatitis numularis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dermatitis numularis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/nummular-dermatitis
Diakses pada 2 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin/nummular-eczema
Diakses pada 3 Desember 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1123605-treatment#d5
Diakses pada 3 Desember 2020
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/nummular-dermatitis/self-care
Diakses pada 3 Desember 2020
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Dan Kelamin Indonesia. https://www.perdoski.id/article/detail/1391-ketahui-lebih-jauh-tentang-dermatitis-numularis
Diakses pada 3 Desember 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/dermatologic-disorders/dermatitis/nummular-dermatitis
Diakses pada 3 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email