Penyakit Lainnya

Diabetes Insipidus

Diterbitkan: 09 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Diabetes Insipidus
Pada anak-anak, diabetes insipidus dapat memperlambat pertumbuhan dan menyebab rasa lelah yang berlebihan.
Diabetes insipidus adalah kondisi langka di mana seseorang memproduksi sejumlah besar urine dan seringkali merasa haus.Meskipun namanya hampir sama, diabetes insipidus tidak berhubungan dengan diabetes melitus. Satu-satunya kesamaan di antara keduanya adalah sama-sama membuat penderitanya merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah yang banyak.Kondisi ini terjadi karena adanya masalah pada hormon vasopressin yang berperan dalam mengatur jumlah cairan di tubuh. Pengobatan diabetes insipidus dapat dilakukan dengan pengobatan hormon, serta penanganan kondisi medis yang mendasarinya.  
Diabetes Insipidus
Dokter spesialis Endokrin
GejalaSering buang air kecil, rasa haus yang berlebihan
Faktor risikoFaktor genetik, laki-laki
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes urine, tes darah
PengobatanObat-obatan
ObatDesmporessin, diuretik
KomplikasiDehidrasi, ketidakseimbangan elektolit, kurang tidur
Kapan harus ke dokter?Jika sering buar air kecil dan gejala dehidrasi
Tanda dan gejala umum dari diabetes insipidus adalah:
  • Dehidrasi
  • Rasa haus yang berlebihan (polidipsia)
  • Volume urine yang terlalu banyak, terutama pada malam hari (poliuria). Tergantung dari beratnya kondisi, pengeluaran urine dapat mencapai 15 liter/hari jika mengonsumsi banyak cairan. Orang dewasa biasanya mengeluarkan urine <3 liter/hari.
  • Nokturia, istilah medis untuk bangun di malam hari karena harus buang air kecil
  • Lemah dan lesu
  • Nyeri otot
  • Gampang tersinggung
Bayi dan anak kecil yang mengalami diabetes insipidus akan mengalami tanda dan gejala, seperti:
  • Pusing yang tidak dapat dijelaskan
  • Sulit tidur
  • Rewel
  • Demam
  • Muntah
  • Diare
  • Pertumbuhan yang terhambat
  • Kehilangan berat badan
 
Diabetes insipidus disebabkan karena terdapat masalah dengan hormon yang disebut vasopressin (hormon antidiuretik). Hormon vasopressin berperan terhadap pengaturan jumlah cairan di tubuh, diproduksi oleh sel saraf khusus dalam otak yang disebut hipotalamus.Hormon vasopressin dari hipotalamus berjalan melalui kelenjar pituitari, di mana hormon tersebut akan tersimpan sampai dibutuhkan. Kelenjar pituitary akan melepaskan hormon vasopressin ketika jumlah cairan di dalam tubuh menjadi terlalu rendah.Ketika tubuh tidak menghasilkan cukup vasopresin, hormon tersebut akan gagal mengatur tingkat air di tubuh. Akibatnya, tubuh akan kehilangan banyak cairan karena memroduksi terlalu banyak urin.Berdasarkan penyebabnya, diabetes insipidus, dibagi ke dalam beberapa tipe, yakni:

Diabetes insipidus sentral

Diabetes insipidus sentral terjadi ketika hipotalamus atau kelenjar pituitari mengalami kerusakan yang memengaruhi cara kerja vasopressin. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh:
  • Tumor
  • Cedera kepala
  • Arteri yang tersumbat atau menonjol (aneurisma)
  • Penyakit seperti histiositosis sel Langerhans
  • Infeksi, seperti meningitis atau encephalitis yang dapat merusak otak.
  • Peradangan
  • Operasi

Diabetes insipidus nefrogenik

Pada diabetes insipidus nefrogenik, masalah tidak terjadi pada hormon vasopressin, melainkan pada ginjal yang tidak bekerja secara normal.Beberapa hal berikut dapat memicu terjadinya kerusakan pada ginjal hingga menyebabkan diabetes insipidus:
  • Saluran kemih yang tersumbat
  • Penyakit ginjal kronis
  • Kadar kalsium tinggi dalam darah
  • Kadar kalium yang rendah dalam darah
  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti litium.

Diabetes insipidus dipsogenik

Jenis diabetes insipidus ini terjadi karena tubuh kesulitan untuk mengontrol rasa haus. Ketika penderita jenis diabetes insipidus ini meminum cairan, tubuh akan menurunkan produksi vasopressin. Hal ini dapat terjadi karena kerusakan hipotalamus yang dipicu oleh berbagai hal seperti tumor, cedera kepala hingga obat-obatan yang mengobati penyakit kejiwaan.

Diabetes insipidus gestational

Jenis diabetes insipidus gestational terjadi karena kehamilan. Terkadang, plasenta sebagai organ yang memberikan oksigen dan nutrisi untuk janin, akan membuat enzim yang dapat memecah vasopressin. Selain itu, kehamilan juga dapat memicu peningkatan produksi prostaglandin, zat kimia mirip hormon yang membuat ginjal menjadi kurang sensitif terhadap vasopressin. Akibatnya fungsi vasopressin dapat terganggu dan menyebabkan terjadinya diabetes insipidusSebagian besar kasus diabetes insipidus gestasional bersifat ringan dan tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi ini biasanya akan hilang setelah lahir, tetapi mungkin kembali terjadi jika pasien kembali hamil. 

Faktor Risiko

Diabetes insipidus nefrogenik yang terjadi pada saat atau setelah dilahirkan biasanya memiliki penyebab genetik yang secara permanen mengubah kemampuan ginjal untuk mengonsentrasikan urine. Diabetes insipidus nefrogenik biasanya terjadi pada laki-laki, meskipun wanita dapat menurunkan gen kepada anaknya.Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Cairan pada Tubuh  
Dalam mendiagnosis diabetes insipidus dokter akan menanyakan pertanyaan tentang riwayat kesehatan pasien berikut riwayat kesehatan keluarga. Di samping itu, serangkaian tes penunjang akan dilakukan, meliputi:1. UrinalisisUrinalisis adalah pemeriksaan sampe urine. Pasien akan diminta untuk menampung air kencing dalam wadah khusus. Sampel urine ini kemudian akan diperiksa di laboratorium. Urine penderita diabetes insipidus akan sangat encer dan memiliki konsentrasi yang sangat rendah.Melalui pemeriksaan ini, dokter juga dapat memeriksa kadar glukosa, yang dapat membantu menentukan apakah pasien menderita diabetes insipidus atau diabetes melitus. Pasien mungkin perlu mengumpulkan urine selama 24 jam untuk melihat seberapa banyak yang air kencing yang dikeluarkan.2. Tes darahTes ini akan mengukur elektrolit dan glukosa dalam darah pasien. hasil tes darah dapat menyatakan jika pasien menderita diabetes mellitus atau diabetes insipidus.3. Tes deprivasi airPemeriksaan Ini akan mengukur perubahan berat badan, natrium darah, dan konsentrasi urine pasien setelah diminta untuk tidak minum apa pun selama beberapa saat. Ada dua jenis tes deprivasi, yakni
  • Tes deprivasi air jangka pendek. Pasien akan diminta berhenti minum untuk waktu yang singkat. Kemudian mengumpulkan sampel akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.
  • Tes deprivasi air jangka normal. Tes ini akan dilakukan di rumah sakit sehingga dokter dapat memastikan pasien tidak mengalami dehidrasi. pasien akan ditimbang dan diambil sampelnya setiap satu atau dua jam hingga menunjukkan status berikut:
    • Tekanan darah pasien turun terlalu rendah atau memiliki detak jantung yang cepat saat berdiri
    • Pasien kehilangan 5% atau lebih dari berat badan awal
    • Konsentrasi urin pasien hanya naik sediki tsetelah lebih dari dua atau tiga kali pengukuran
Tes deprivasi cairan dapat membantu menentukan apakah diabetes insipidus disebabkan oleh konsumsi cairan berlebih, kecacatan pada produksi hormon vasopressin atau adanya gangguan pada ginjal untuk merespon hormon vasopressin.4. MRIMRI adalah salah satu jenis tes pencitraan yang dapat mengambil gambar detail dari organ dalam dan jaringan lunak pasien. Dokter akan menggunakannya untuk melihat apakah ada masalah dengan hipotalamus atau kelenjar pituitari pasien.5. Skrining genetikDokter mungkin menyarankan tes ini jika anggota keluarga pasien memiliki masalah yang sama terkait diabetes insipidus. 
Pada kasus diabetes insipidus yang lebih ringan, dokter akan merekomendasikan penderita untuk mengelola konsumsi cairan hariannya agar cairan yang hilang akan terganti secara konstan.Selain itu. pengobatan diabetes insipidus akan diberikan berdasarkan tipe yang dialami dan tingkat keparahannya, antara lain:
  • Pengobatan Hormon
    bagi pasien yang mengalami diabetes insipidus tipe sentral, maka akan diberikan obat-obatan pengganti hormon seperti desmopressin, yang merupakan bentuk sintetik dari hormon vasopressin.
  • Obat dan Perawatan
    Pada diabetes insipidus nefrogenik, mengobati penyebab yang mengakibatkan rusaknya ginjal dapat turut menyembuhkan diabetes insipidus. Misalnya, jika kerusakan ginjal disebabkan karena konsumsi obat tertentu, maka konsumsi obat tersebut harus dihentikan.
Selain mengobati penyebab kerusakan ginjal, pengobatan lain untuk meredakan gejala diabetes insipidus nefrogenik dapat meliputi pemberian desmopressin dosis tinggi, bersamaan dengan obat lain seperti diuretik seperti amiloride yang bisa dikonsumsi sendiri atau bersamaan dengan aspirin/ibuprofen/indometasin.
  • Mengobati Kondisi Khusus
    Jika diabetes insipidus disebabkan oleh kondisi lain, seperti tumor atau masalah dengan kelenjar pituitari, maka dokter akan mengobati kondisi tersebut dan kemudian menentukan apakah pasien membutuhkan pengobatan. Tidak ada pengobatan spesifik untuk dipsogenic, tetapi pengobatan difokuskan pada gejala atau penyakit mental yang mendasarinya.
 Komplikasi Komplikasi dari diabetes insipidus meliputi:1. Dehidrasi Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dapat terjadi akibat kehilangan cairan lebih banyak daripada asupan cairan yang didapatkan. Tanda-tanda dehidrasi antara lain
  • Kehausan
  • Kulit kering
  • Kelelahan
  • Lesu
  • Pusing
  • Linglung
  • Mual-mual
  • Pada kasus dehidrasi yang parah dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak permanen, dan bahkan kematian.
2. Ketidakseimbangan elektrolitElektrolit adalah mineral dalam tubuh yang mengandung muatan listrik kecil. Saat kehilangan terlalu banyak air, kadar elektrolit bisa naik. Jika hal tersebut terjadi, maka dapat menyebabkan:
  • Sakit kepala
  • Merasa lelah sepanjang waktu (kelelahan)
  • Mudah tersinggung
  • Nyeri otot
3. Kurang tidurDiabetes insipidus dapat menyebabkan nokturia yang berdampak pada kualitas tidur yang buruk.Baca juga: Penting! Inilah Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak 
Tidak ada cara khusus untuk mencegah diabetes insipidus. Tapi, beberapa tindakan pencegahan berikut dapat membantu menghindari komplikasi serius dari penyakit ini, antara lain:
  • Pemeriksaan teratur akan pengeluaran urin pasien, terutama jika pasien menderita tumor otak atau penyakit ginjal.
  • Pemantauan diri secara teratur untuk memeriksa tanda-tanda dehidrasi
  • Menjaga makanan dengan diet rendah garam
  • Melakukan aktivitas fisik atau yoga secara teratur untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Baca jawaban dokter: Apa Pengganti cairan tubuh yang baik setelah berolahraga? 
Konsultasi segera jika terdapat dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu volume urine berlebih dan dehidrasi.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Berapa banyak minum air dalam sehari?
  • Apakah Anda bangun di tengah malam untuk mengeluarkan urine dan minum air?
  • Apakah Anda hamil?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait diabetes insipidus?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis diabetes insipidus agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes-insipidus/diagnosis-treatment/drc-20351274
Diakses pada 14 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/diabetes-insipidus#treatment
Diakses pada 14 Desember 2018
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/diabetes_insipidus/article.htm#how_is_diabetes_insipidus_diagnosed
Diakses pada 14 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/what-is-diabetes-insipidus#1-5
Diakses pada 8 Desember 2020
Medlife. https://www.medlife.com/diabetes-insipidus#prevention-of-diabetes-insipidus
Diakses pada 8 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/diabetes-insipidus
Diakses pada 8 Desember 2020
NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/diabetes-insipidus#complications
Diakses pada 8 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email