Infeksi

Ehrlichiosis

20 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Ehrlichiosis
Ehrlichiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Ehrlichia chaffeensisE. ewingii, atau E. muris eauclairensis, dan biasanya menyebabkan demam, nyeri otot, serta keluhan lainnya. Bakteri-bekteri ini disebarkan oleh kutu.Kondisi ini termasuk penyakit yang jarang terjadi, namun dapat menyerang semua orang dari segala usia. Seseorang rentan terserang penyakit ini jika sering melakukan kontak langsung dengan kutu.Kutu termasuk parasit yang makan dengan menempel pada hewan dan menghisap darahnya. Inilah yang memudahkan kutu untuk menyebarkan ehrlichiosis. 
Ehrlichiosis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, menggigil, sakit kepala yang parah
Faktor risikoUsia sangat muda atau sangat tua, sistem imun lemah
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan
ObatAntibiotik
KomplikasiKejang, koma, perdarahan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala ehrlichiosis
Secara umum, gejala ehrlichiosis meliputi:
  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri otot
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kehilangan nafsu makan
  • Linglung
  • Ruam kulit (lebih sering terjadi pada anak-anak)
 
Penyebab ehrlichiosis yang utama adalah bakteri Ehrlichia chaffeensis yang disebarkan oleh kutu. Bakteri penyebab penyakit ini biasanya menginfeksi rusa berekor putih dan terkadang hewan lain di alam liar. Kutu menjadi terinfeksi ketika menggigit salah satu hewan yang sudah terinfeksi tersebut.Saat hewan berjalan melalui hutan atau semak-semak, kutu menempel pada daun atau rumput. Jika seseorang memotong daun atau rumput, kutu dapat menempel pada orang tersebut.Kutu yang terinfeksi dapat menyebarkan bakteri ke manusia. Karena ketika kutu menggigit seseorang, bakteri akan masuk ke aliran darah.Ehrlichiosis tidak menular di antara manusia. Anda tidak bisa terjangkit penyakit ini dari orang lain. Namun pada kasus yang jarang, penularan dapat terjadi saat donor darah atau transplantasi organ. 

Faktor risiko ehrlichiosis

Beberapa faktor risiko penyakit ini meliputi:
  • Sering menghabiskan waktu di area yang penuh semak-semak dan pohon
  • Usia yang sangat muda atau sangat tua
  • Sistem kekebalan yang lemah, misalnya mpenderita kanker atau HIV/AIDS, pernah menjalani transplantasi organ, serta memakai obat tertentu
 
Diagnosis ehrlichiosis dapat ditentukan oleh dokter melalui:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan fisik pada pasien.
  • Tes darah

Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk menjalani tes darah jenis indirect immunofluorescent assay (IFA). Melalui pemeriksaan ini, bakteri dalam sel darah putih dapat terlihat di bawah mikroskop.Tes darah juga dapat mengecek ada tidaknya antibodi jenis tertentu, yang biasanya muncul ketika terjadi infeksi. 
Cara mengobati ehrlichiosis yang dianjurkan oleh dokter adalah dengan pemberian obat antibiotik. Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri.Jenis antibiotik yang diresepkan bisa berupa obat minum seperti doxycycline. Namun jika kondisi pasien tergolong parah, dokter akan memberikan antibiotik melalui jalur infus di rumah sakit. 

Komplikasi ehrlichiosis

Jika tidak ditangani dengan benar, infeksi bakteri ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Masalah otak, seperti kebingungan, kejang, atau koma
  • Pendarahan
  • Gagal jantung
  • Gagal napas
  • Gagal ginjal
  • Syok septik
 
Cara mencegah ehrlichiosis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Jauhi daerah hutan dan semak-semak
  • Kenakan celana panjang berwarna terang, baju lengan panjang, sepatu tertutup, dan selipkan celana ke dalam kaus kaki saat hiking
  • Gunakan krim antiserangga yang mengandung DEET atau permetrin pada kulit yang terbuka
  • Lakukan pemeriksaan di seluruh tubuh untuk mengecek ada tidaknya kutu atau gigitan kutu setelah bepergian
  • Mandi setelah bepergian agar kutu bisa hilang
  • Cuci pakaian dengan air panas atau mesin cuci dengan pengering suhu tinggi untuk membunuh kutu yang tersisa pada pakaian
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada ehrlichiosis. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait ehrlichiosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis ehrlichiosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/ehrlichiosis/index.html
Diakses pada 20 Oktober 2021 
Cedars Sinai. www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/e/ehrlichiosis.html
Diakses pada 20 Oktober 2021 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email