Penyakit Lainnya

Ejakulasi Tertunda

Diterbitkan: 25 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Ejakulasi Tertunda
Ejakulasi tertunda bisa memicu masalah rumah tangga
Ejakulasi tertunda adalah kondisi ketika seorang pria membutuhkan stimulasi seksual lebih lama untuk mencapai orgasme dan mengeluarkan air mani (ejakulasi). Penderita umumnya memerlukan waktu 30 menit atau lebih hingga ejakulasi. Pada beberapa kasus, ejakulasi bahkan tidak terjadi.Ejakulasi tertunda dapat berlangsung untuk sementara maupun seumur hidup. Penyebabnya bisa karena kondisi medis, operasi, dan konsumsi obat-obatan. Karena itu, penanganannya pun akan berbeda-beda apda tiap penderita.Bagi pria, sesekali mengalami ejakulasi tertunda merupakan hal yang normal. Namun bila terjadi terus-menerus terjadi, kondisi ini bisa memicu stres pada penderita maupun pasangan.Sebagai akibatnya, masalah dalam hubungan pun akan muncul. Mulai dari penurunan gairah seks, ketidakpuasan seksual, hingga keretakan hubungan antarpasangan. 
Ejakulasi Tertunda
Dokter spesialis Urologi
GejalaEjakulasi setelah stimulasi seksual selama 30 menit atau lebih
Faktor risikoPenuaan, kondisi psikologis, riwayat operasi
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan, psikoterapi
ObatAmantadine, Buspirone dan Cyproheptanidine
KomplikasiPenurunan kenikmatan seksual, masalah rumah tangga, infertilitas
Kapan harus ke dokter?Ejakulasi tertunda terjadi terus-menerus
Kebanyakan pria yang mengalami ejakulasi tertunda baru mengalami ejakulasi setelah ada stimulasi seksual selama 30 menit atau lebih. Pada beberapa penderita, ejakulasi bahkan bisa tidak terjadi sama sekali.Sejatinya, memang tidak ada patokan waktu yang khusus bagi seorang pria untuk mencapai orgasme dan mengeluarkan air mani hingga disebut mengalami ejakulasi tertunda. Anda tergolong menderita kondisi ini jika mengalami stres atau frustrasi, sehingga enggan berhubungan seks akibat ejakulasi tertunda tersebut. Berdasarkan gejalanya, ejakulasi tertunda dibagi menjadi dua jenis berikut ini:
  • Ejakulasi tertunda situasional

Pada jenis ini, gejala hanya terjadi pada keadaan atau rangsangan seksual tertentu.
  • Ejakulasi tertunda bawaan

Ejakulasi tertunda jenis ini sudah terjadi sejak penderita mengalami akil balik. 
Ejakulasi tertunda bisa terjadi akibat berbagai faktor. Mulai dari kondisi kesehatan, pengaruh obat, hingga masalah mental.Tidak jarang kombinasi dari faktor-faktor tersebut ikut andil sebagai penyebab ejakulasi tertunda.

Faktor psikis

  • Depresi.
  • Gangguan kecemasan, misalnya pikiran mengenai performa seksualnya.
  • Stres.
  • Komunikasi yang tidak lancar dengan pasangan.
  • Tidak percaya diri.
  • Memiliki citra tubuh yang buruk.
  • Pengaruh dari padangan agama atau kebudayaan tertentu.
  • Perbedaan antara imajinasi dan realita seksual.

Efek obat-obatan

  • Obat antidepresan.
  • Obat penurun tekanan darah.
  • Obat diuretik.
  • Obat antipsikotik.
  • Obat antikejang.

Kondisi medis

  • Kelainan bawaan lahir yang mempengaruhi sistem reproduksi pria.
  • Cedera pada saraf panggul yang mengendalikan orgasme.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Setelah operasi prostat.
  • Penyakit saraf tertentu, seperti neuropati diabetik, stroke, atau kerusakan sistem saraf pusat.
  • Kondisi hormonal, misalnya hipotiroidisme atau testosteron yang rendah.
  • Ejakulasi retrograd, yakni sebuah kondisi di mana cairan mani mengalir ke dalam kantung kemih.
Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga bisa berpengaruh pada ejakulasi yang tertunda. Terutama bila Anda sering mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan. 
Dokter dapat menentukan diagnosis ejakulasi tertunda dengan menanyakan beberapa pertanyaan seputar gejala yang Anda alami. Diagnosis ini dapat ditegakkan bila penderita mengalami kecemasan tentang kondisinya selama enam bulan atau lebih. Selain itu, dokter juga mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang yang meliputi tes darah dan urine. Langkah ini bertujuan menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain, seperti diabetes, infeksi, ketidakseimbangan hormon, dan banyak lagi. 
Jenis pengobatan ejakulasi tertunda tergantung pada penyebabnya. Berikut contohnya:
  • Bila penyebabnya adalah obat-obatan tertentu, penggunaan obat ini dapat dihentikan atau diganti dengan obat lain. 
  • Obat yang digunakan untuk menangani ejakulasi tertunda misalnya Amantadine, Buspirone dan Cyproheptanidine.
  • Jika disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, penanganan ejakulasi tertunda akan berfokus pada penyakit tersebut.
  • Apabila penyebabnya adalah masalah mental, dokter bisa merujuk Anda ke psikolog.
Ada beberapa obat yang dilaporkan digunakan untuk memperbaiki gejala ejakulasi tertunda, seperti Amantadine, Buspirone dan Cyproheptanidine. Walaupun demikian sebenarnya belum ada satu obatpun yang dinyatakan bermanfaat secara medis dan disetujui sebagai obat resmi. 
Cara mencegah ejakulasi tertunda adalah mengubah pola pikir dan gaya hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan organ intim. Tidak perlu merasa tertekan dan terbebani saat berhubungan seksual.Respons seksual merupakan hal yang tidak dapat dipaksa. Reaksi spontan ini sama seperti fungsi tubuh yang otomatis, misalnya berkeringat.Semakin pasien memaksakan diri untuk mencapai respon seksual tertentu, semakin sulit respons seksual akan dialami.Untuk mengurangi tekanan, fokuslah pada kenikmatan saat berhubungan seksual dan tidak perlu khawatir kapan ejakulasi akan terjadi. Pasangan perlu membuat atmosfir yang santai saat berhubungan dan tidak memaksakan ejakulasi.Pasien dapat berdiskusi dengan terbuka tentang ketakutan atau kecemasannya dengan pasangan, seperti cemas akan kehamilan atau penyakit tertentu. 
Berkonsultasilah dengan dokter bila Anda:
  • Mengalami ejakulasi tertunda terus-menerus hingga memicu masalah bagi Anda dan pasangan
  • Memiliki riwayat penyakit lain atau mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mungkin menyebabkan ejakulasi tertunda
  • Mengalami gejala-gejala lain
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang anak Anda rasakan
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. 
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sudah berapa Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang Anda derita?
  • Apa saja obat-obatan yang rutin Anda konsumsi?
  • Apakah Anda mengalami masalah mental tertentu dan bagaimana hubungan Anda dengan pasangan?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan dokter? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis ejakulasi tertunda. Bila dirasa perlu, dokter juga dapat merujuk Anda ke psikolog untuk mengatasi gangguan psikis maupun masalah hubungan dengan pasangan yang Anda alami.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/delayed-ejaculation/symptoms-causes/syc-20371358
Diakses pada 26 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/284679.php
Diakses pada 26 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/delayed-ejaculation#symptoms
Diakses pada 26 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email