Kulit & Kelamin

Erythema Nodosum

Diterbitkan: 30 Sep 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Erythema Nodosum
Eritema nodosum adalah kondisi peradangan pada lapisan lemak di bawah kulit.
Erythema nodosum adalah peradangan yang terjadi pada lapisan lemak di bawah kulit. Peradangan tersebut biasanya terlihat sebagai benjolan berwarna kemerahan seperti memar yang terasa nyeri.Benjolan tersebut paling sering ditemukan di betis bagian depan. Namun bisa juga muncul di paha atau lengan. Penyakit ini biasanya terjadi pada kelompok usia 25-40 tahun, dan lebih sering dialami wanita dibanding laki-laki.Eritema nodosum umumnya tidak berbahaya. Namun kondisi ini bisa menandakan infeksi, peradangan, atau respons tubuh terhadap obat-obatan atau bahan pencetus alergi yang tidak normal. 
Erythema Nodosum
Dokter spesialis Kulit
GejalaBenjolan memar, demam, nyeri sendi
Faktor risikoWanita, berumur 25-40 tahun, mengidap autoimun
Metode diagnosisTes darah lengkap, rontgen, swab tenggorokan
PengobatanObat-obatan, perawatan di rumah
ObatIbuprofen, kortikosteroid, kalium iodida
KomplikasiNekrosis lemak
Kapan harus ke dokter?Jika muncul benjolan memar yang disertai gejala lainnya
Gejala erythema nodosum yang utama adalah benjolan menyerupai memar dengan ciri-ciri seperti berikut ini.
  • Terasa sangat menyakitkan
  • Panas ketika disentuh
  • Berwarna merah muda atau merah terang selama 7-10 hari, kemudian memudar menjadi ungu atau biru
  • Benjolan berada di kedua sisi tubuh secara merata
  • Benjolan muncul di bagian depan tulang kering, tetapi terkadang juga di pergelangan kaki, lutut, paha, dan lengan bawah
  • Berbentuk bulat
  • Tidak menimbulkan borok, kerusakan maupun robekan pada permukaan kulit
  • Ukuran benjolan bervariasi, sekitar 1-5 cm
  • Jumlah benjolan bervariasi, mulai dari 2 hingga lebih dari 50
  • Benjolan terlihat mengkilap
Selain terbentuknya benjolan, erythema nodosum juga ditunjukkan dengan munculnya gejala lain berupa:
  • Demam
  • Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan
  • Infeksi paru-paru, tenggorokan, atau hidung
  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi, di pergelangan kaki dan lutut
  • Konjungtivitis
  • Batuk
  • Penurunan berat badan
  • Pembesaran kelenjar getah bening di dada
 
Eritema nodosum adalah reaksi hipersensitivitas yang tidak diketahui penyebabnya. Infeksi, obat-obatan, atau peradangan kronis diduga berperan terhadap reaksi sistem imun di dalam tubuh yang akhirnya membentuk eritema nodosum.Beberapa hal yang dapat mencetuskan erythema nodosum adalah:
  • Infeksi tenggorokan (penyakit streptokokus atau infeksi virus)
  • Tuberkulosis (TB)
  • Infeksi Yersinia, penyakit yang menyebabkan diare dan sakit perut
  • Infeksi klamidia
  • Infeksi jamur histoplasmosis atau coccidioidomycosis
  • Infeksi parasit dari amoebiasisatau giardiasis
  • Infeksi virus dan bakteri lain seperti herpes simplex, virus hepatitis, virus HIV, infeksi Campylobacter, dan infeksi Salmonella
  • Peradangan
  • Penyakit yang memicu peradangan kronis, seperti inflammatory bowel disease (IBS), ulcerative colitis, dan penyakit Crohn
  • Sarkoidosis
  • Kanker
  • Limfoma
  • Leukemia
  • Penyakit Behçet
  • Kehamilan
  • Penggunaan obat-obatan:
    • Sulfonamida
    • Amoksisilin
    • Pil KB
    • Obat anti inflamasi non steroid
    • Bromida
    • Salisilat
    • Iodida
 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko munculnya eritema nodosum.
  • Wanita
  • Usia 25-40 tahun
  • Gangguan autoimun
Baca juga: Ada Benjolan di Kulit? Jangan Panik Dulu 
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk benjolan pada kulit dan melakukan pemeriksaan penunjang berupa biopsy. Tujuannya, untuk memastikan diagnosis erythema nodosum. Prosedur biopsi dilakukan dengan mengangkat benjolan, kemudian memeriksa jaringannya di bawah mikroskop.Selain biopsi kulit, pemeriksaan penunjang lainnya juga dapat dilakukan untuk mencari penyebab yang mendasari penyakit ini. Pemeriksaan tersebut meliputi:
  • Tes darah lengkap
  • Rontgen dada, untuk memastikan jika pemicunya berasal dari tuberkulosis atau sarcoidosis
  • Pengambilan dan pemeriksaan sampel jaringan di tenggorokan (swab tenggorokan)
  • Pemeriksaan feses serta evaluasi sel telur dan parasit pada pasien dengan gejala gangguan pencernaan.
  • Tes Serologi virus, biasanya dibutuhkan dua sampel dengan jangka waktu pengambilan dalam empat minggu.
  • Tes Mantoux (tes untuk TB)
Baca jawaban dokter: Benjolan di kulit pipi, harus diapakan ya? 
Perawatan eritema nodosum dilakukan dengan mengobati kondisi penyebab eritema nodosum muncul. Di samping itu, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan obat-obatan maupun perawatan mandiri untuk mengatasi nyeri yang muncul dari benjolan, sebagai berikut ini.
  1. Perawatan mandiri

  • Istirahat di tempat tidur, terutama jika benjolan menyebabkan bengkak dan nyeri parah
  • Kompres dengan es di area munculnya benjolan selama 15-20 menit beberapa kali sehari
  • Topang area yang terdapat bejolan dengan menggunakan penyangga, seperti bantal
  • Gunakan stoking kompresi ringan atau perban dan pembungkus khusus lainnya
  1. Penggunaan obat-obatan

  • Obat antiinflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen
  • Kalium iodida
  • Kortikosteroid sistemik, seperti prednisone (hanya dapat diresepkan jika eritema nodosum akibat infeksi, sepsis, dan kanker telah disembuhkan terlebih dahulu)
  • krim steroid
Baca juga: Langkah Berbeda Pertolongan Pertama Memar di Kulit, Mata, Kepala, dan Pergelangan Kaki 

Komplikasi

Meskipun jarang terjadi, eritema nodosum dapat menimbulkan komplikasi berupa nekrosis lemak yang disebut juga mobile encapsulated lipoma (MEL). Kondisi ini terjadi ketika jaringan lemak mengalami cedera hingga mengakibatkan kematian prematur sel-sel tubuh yang masih sehat. 
Karena penyebabnya tidak diketahui secara pasti, belum ada langkah yang mampu mencegah erythema nodosum.Diharapkan melakukan pola hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila:
  • Anda mengalami rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Benjolan muncul dalam jumlah banyak
  • Benjolan tidak kunjung hilang
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap erythema nodosum?
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit tertentu?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis erythema nodosum. Dengan demikian, pengobatan pun bisa diberikan secara tepat. 
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/skin-disorders/hypersensitivity-and-inflammatory-skin-disorders/erythema-nodosum
Diakses pada 30 Desember 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/erythema-nodosum/
Diakses pada 30 Desember 2019
Johns Hopskins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/erythema-nodosum
Diakses pada 30 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320829.php
Diakses pada 25 September 2020
DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/erythema-nodosum/
Diakses pada 25 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email