Jantung

Fibrilasi Atrium

Diterbitkan: 09 Mar 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Fibrilasi Atrium
Fibrilasi atrium memicu detak jantung yang tidak teratur
Fibrilasi atrium adalah gangguan yang mengakibatkan denyut jantung tidak teratur dan dapat berakibat fatal layaknya gagal jantung. Ketika fibrilasi atrium terjadi, bilik atas jantung (atrium) berdetak secara cepat dan tidak beraturan.Denyut jantung dalam fibrilasi atrium dapat berkisar antara 100-175 kali per menit. Sementara, kisaran normal untuk detak jantung adalah 60-100 kali per menit.Sebagian besar episode fibrilasi atrium tidak mengancam jiwa. Namun, detak jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan komplikasi, seperti serangan jantung atau stroke.Kondisi yang lebih sering dialami lansia di atas 65 tahun ini dapat terjadi sementara, tapi juga dapat menjadi permanen. Namun dengan penanganan yang tepat, pasien fibrilasi atrium tetap dapat hidup normal. 
Fibrilasi Atrium
Dokter spesialis Jantung
GejalaDetak jantung cepat dan tidak beraturan, mudah lelah, nyeri dada
Faktor risikoHipertensi, memiliki riwayat penyakit jantung, obesitas
Metode diagnosisEKG, holter monitor, ekokardiogram
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatDigoxin, beta blocker, calcium channel blocker
KomplikasiStroke, gagal jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala yang mengarah pada fibrilasi atrium
Untuk beberapa kasus fibrilasi atrium, penderita tidak menyadari bahwa mereka mengidap fibrilasi atrium.Kasus tersebut biasanya terdeteksi setelah melakukan pemeriksaan fisik, tetapi beberapa hal berikut dapat dicurigai sebagai tanda seseorang menderita fibrilasi atrium:
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan (palpitasi)
  • Mudah lelah
  • Tidak dapat berolahraga dengan durasi waktu yang lama
  • Mudah pusing
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
 
Fibrilasi atrium merupakan gangguan terhadap denyut jantung akibat sinyal kelistrikan yang tidak teratur, biasanya hal ini mengakibatkan denyut jantung tidak teratur.Denyut jantung dalam fibrilasi atrium dapat berkisar antara 100-175 kali per menit. Sementara, kisaran normal untuk detak jantung adalah 60-100 kali per menit. 

Faktor risiko fibrilasi atrium

Sederet faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fibrilasi atrium:
  • Penuaan
  • Tekanan darah tinggi
  • Serangan jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Katup jantung yang tidak normal
  • Cacat jantung sejak lahir
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Mengonsumsi alkohol, kafein dan merokok
  • Obesitas
  • Mempunyai penyakit paru
  • Infeksi virus
  • Diabetes
  • Memiliki keluarga kandung yang juga mengalami fibrilasi atrium
 
Untuk mendeteksi fibrilasi atrium dokter biasanya melakukan serangkaian tes dan dokter Anda akan melakukan pemeriksaan medis seperti mendengarkan detak jantung Anda menggunakan stetoskop. Adapun, tes yang lain yang dilakukan dokter yaitu:
  • Elektrokardiogram (EKG)

EKG merupakan alat yang mempunyai sensor kecil untuk mendeteksi sinyal listrik di jantung dengan cara ditempelkan di dada, untuk merekam sinyal listrik saat bergerak melalui jantung. Tes ini adalah alat utama untuk mendiagnosis fibrilasi atrium.
  • Holter monitor

Perangkat EKG portable ini dapat dibawa di saku Anda atau dipakai di ikat pinggang. Peralatan ini berfungsi mencatat aktivitas jantung Anda selama 24 jam atau lebih, yang akan memberikan dokter Anda tampilan yang panjang pada irama jantung Anda.
  • Ekokardiogram

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menggambar ukuran, struktur, dan gerakan jantung serta fungsi jantung.
  • Tes darah

Tes ini membantu dokter Anda menyingkirkan masalah tiroid atau zat lain dalam darah yang dapat menyebabkan fibrilasi atrium.
  • Stress test

Tes ini melibatkan berjalan seperti saat Anda berolahraga.
  • Tes pencitraan

Umumnya digunakan untuk melihat gambaran kondisi jantung dan paru. Salah satu tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter adalah sinar X. 
Cara mengobati fibrilasi atrium akan tergantung pada berapa lama pasien telah mengalaminya dan seberapa buruk gejalanya. Pasien yang tidak mengalami gejala umumnya tidak memerlukan pengobatan.Pengobatan untuk fibrilasi atrium berfokus untuk mengurangi penyebab dan gejala, seperti mengontrol detak jantung untuk tetap normal, mencegah pembekuan darah, dan menurunkan risiko stroke.

1. Mengatur ulang ritme jantung

Dokter mungkin akan mengatur ulang ritme jantung dengan prosedur yang disebut kardioversi yang dapat dilakukan dengan dua cara:
  • Kardioversi elektrik

Pemberian kejutan listrik ke jantung melalui tempelan di dada untuk mengatur ulang detak jantung menjadi normal.
  • Kardioversi dengan obat-obatan

Menggunakan kelompok obat-obatan yang disebut anti-aritmia untuk mengembalikan ritme jantung ke normal. Sebelumnya, obat-obatan pengencer darah akan diberikan kepada pasien beberapa minggu sebelumnya untuk mengurangi risiko stroke dan penyumbatan darah.Selain itu, obat untuk mencegah pembekuan darah juga dapat diberikan. Antikoagulan yang biasa diberikan adalah warfarin, dabigatran, rivaroxaban, apixaban, dan edoxaban.

1. Obat untuk menjaga detak jantung tetap normal

Pasien dapat meminum obat untuk mengurangi dan mengendalikan detak jantung agar tetap stabil. Berikut jenis yang obat yang bisa dikonsumsi:
  • Digoxin. Obat ini dapat mengendalikan detak jantung saat istirahat, tetapi tidak selama aktivitas. Kebanyakan penderita membutuhkan obat tambahan lain.

  • Beta bloker. Obat ini dapat membantu memperlambat detak jantung saat istirahat dan selama aktivitas. Obat ini memiliki efek samping, yaitu tekanan darah rendah (hipotensi).

  • Calcium channel blockers. Obat ini dapat mengendalikan detak jantung Anda, namun perlu dihindari pada pasien dengan tekanan darah rendah.
Selain itu, obat untuk mencegah pembekuan darah juga dapat diberikan. Antikoagulan yang biasa diberikan adalah warfarin, dabigatran, rivaroxaban, apixaban, dan edoxaban.

2. Prosedur kateter dan bedah

Terdapat sederet prosedur medis yang bisa dianjurkan. Apa sajakah itu?
  • Ablasi kateter

Selama prosedur ini, dokter memasukkan tabung tipis panjang ke dalam selangkangan Anda dan masuk ke pembuluh darah jantung.Ujung kateter menghasilkan energi untuk menghancurkan area jaringan jantung yang menyebabkan detak jantung cepat dan tidak beraturan. Ablasi jantung dapat memperbaiki aritmia tanpa perlu obat-obatan.
  • Maze procedure

Dokter menggunakan pisau bedah dan radiofrekuensi untuk membuat pola jaringan parut yang menyebabkan fibrilasi atrium. Prosedur ini umumnya diperuntukkan bagi orang yang tidak sembuh dengan perawatan lain.
  • Ablasi nodus atrioventricular (AV)

Prosedur ini menggunakan kateter untuk mengirimkan energi radiofrekuensi ke jalur (AV node) yang menghubungkan ruang jantung atas dan bawah. Prosedur ini menghancurkan area kecil jaringan jantung, mencegah sinyal yang abnormal.Akan tetapi, ruang atas jantung (atrium) masih akan bergetar. Anda akan membutuhkan alat pacu jantung yang ditanamkan untuk menjaga agar bilik bawah jantung (ventrikel) berdetak dengan teratur. Setelah prosedur ini, Anda diharuskan untuk mengonsumsi obat pengencer darah. 

Komplikasi fibrilasi atrium

Ada kalanya fibrilasi atrium dapat menyebabkan komplikasi, yaitu:
  • Stroke

Tidak teraturnya ritme jantung dapat menyebabkan darah mengumpul pada bilik jantung bagian atas dan menyebabkan penyumbatan. Risiko ini meningkat sesuai usia.
  • Gagal jantung

Fibrilasi atrium yang tidak terkontrol dapat melemahkan jantung dan berisiko menyebabkan gagal jantung. 
Cara mencegah fibrilasi atrium dilakukan dengan mengeliminasi penyebabnya. Jika fibrilasi atrium disebabkan karena hipertiroidisme, maka mengobati kondisi tiroid mungkin cukup untuk mencegah fibrilasi atrium.Dokter dapat menggunakan berbagai obat yang berbeda untuk membantu mengendalikan detak jantung saat mengidap fibrilasi atrium.Fibrilasi atrium dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena fibrilasi atrium, yaitu:
  • Meningkatkan aktivitas fisik
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dengan gizi seimbang
  • Hindari merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Berhati-hati jika ingin mengonsumsi obat, seperti obat flu atau batuk yang mengandung stimulasi yang dapat memicu detak jantung yang cepat
  • Menghindari stres karena dapat menyebabkan masalah irama jantung
  • Menjaga berat badan tetap ideal
 
Jika Anda mengalami beberapa gejala yang mengarah pada fibrilasi atrium, segera konsultasi ke dokter Anda. 
Saat gejala pertama kali dirasakan, Anda mungkin ke dokter umum terlebih dulu. Bila mencurigai adanya adenoma bronkus, dokter umum akan merujuk Anda ke dokter spesialis paru. Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait fibrilasi atrium?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis fibrilasi atrium agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/atrial-fibrillation/treatment-and-prevention-of-atrial-fibrillation
Diakses pada Februari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atrial-fibrillation/symptoms-causes/syc-20350624
Diakses pada Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/a-fib-overview#1
Diakses pada Februari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/atrial-fibrillation/
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/living-with-atrial-fibrillation
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email