Perut

Gastritis

Diterbitkan: 27 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Gastritis
Gastritis terjadi akibat peradangan atau pembengkakan pada lapisan dinding lambung
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori, yang menyebabkan sebagian besar ulkus lambung.Berdasarkan durasi terjadinya, gatrisis terbagi menjadi gastritis akut dan kronis. Gastritis akut muncul secara tiba-tiba dan parah. Sementara gastritis kronis mengacu pada peradangan jangka panjang, yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun jika tidak ditangani.Penggunaan obat penghilang nyeri yang kontinyu dan konsumsi alkohol yang berlebihan, dapat menyebabkan gastritis. Dalam beberapa kasus, maag dapat memicu ulkus serta meningkatkan risiko kanker lambung.Namun bagi kebanyakan penderita, peradangan dinding lambung ini tidak serius dan bisa membaik dengan pengobatan yang tepat. 
Gastritis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaNyeri ulut hati, mual, begah
Faktor risikoAlkohol, OAINS, penyakit autoimun
Metode diagnosisUrea breath test, endoskopi, barium swallow
PengobatanObat, perubahan gaya hidup
ObatAntasida, PPI, H2 blocker
KomplikasiTukak lambung, perdarahan lambung, anemia
Kapan harus ke dokter?Tinja hitam, sulit menelan, penurunan berat badan
Secara umum, tanda dan gejala gastritis meliputi:
Mungkin saja ada gejala gastritis yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan keluhan tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab gastritis bisa bermacam-macam. Pada kondisi normal, dinding lambung memiliki lapisan mukosa yang akan melindungi lambung dari iritasi asam lambung serta enzim pencernaan. Ketika lapisan ini mengalami kerusakan, inflamasi atau peradangan pun akan terjadi.Terdapat beberapa faktor yang bisa memicu peradangan pada dinding lambung. Apa sajakah faktor risiko gastritis tersebut?
  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri termasuk penyebab gastritis yang umum. Di antara begitu banyak bakteri, Helicobacter pylori merupakan bakteri yang paling sering memicu gastritis.Infeksi bakteri ini lebih rentan terjadi apabila kebersihan lingkungan, gaya hidup dan, pola makan Anda kurang terjaga.
  • Pengaruh usia

Seiring bertambahnya usia, lapisan dinding lambung akan semakin menipis. Karena itu, risiko gastritis akan menigkat.Para orang yang sudah tua juga lebih rentan untuk mengalami infeksi H. pylori serta penyakit autoimun.
  • Obat-obatan pereda nyeri

Pemakaian obat pereda nyeri yang terlalu sering atau dengan dosis berlebihan, bisa menjadi salah satu faktor risiko gastritis. Khususnya, golongan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen.Pasalnya, obat-obatan tersebut mengandung senyawa tertentu yang dapat mengikis lapisan dinding lambung.
  • Stres

Menurus suatu penelitian, stres akibat cedera fisik tertentu juga dapat memicu gastritis. Contohnya, orang yang baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas atau menjalani operasi besar.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan

Alkohol akan merusak lapisan lambung jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus. Inilah yang akan meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami peradangan dinding lambung alias gastritis.
  • Penyakit autoimun

Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh akan keliru dan menyerang sel-sel yang sebenarnya sehat. Dalam hal ini, sistem imun menyerang dinding lambung dan memicu gastritis.Contoh-contoh kondisi autoimun yang berhubungan dengan gastritis meliputi diabetes tipe 1, penyakit Crohn, serta penyakit Hashimoto.
  • Penyakit lainnya

Di samping penyakit autoimun, gastritis dikatakan lebih sering menyerang orang yang mengidap HIV/AIDS serta infeksi parasit.
  • Faktor risiko lainnya

Pemakaian kokain dan tembakau (termasuk merokok) juga dianggap dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena gastritis.Baca Juga: Penyakit Akibat Rokok yang Perlu Diwaspadai 
Diagnosis gastritis dapat dipastikan melalui cara-cara di bawah ini:
  • Tanya jawab mengenai gejala yang di alami oleh pasien serta riwayat medis pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik yang dilakukan guna mengecek kondisi perut pasien.
  • Pemeriksaan ada tidaknya infeksi pylori dilakukan lewat tes napas (urea breath test).
  • Endoskopi yang menggunakan alat endoskop berupa selang elastis dengan kamera di ujugnya, untuk memeriksa bagian dalam lambung atau usus halus. Biopsi atau pengambilan sampel jaringan juga bisa sekaligus dilakukan.
  • Rontgen saluran cerna atas yang menggunakan zat kontras dan sinar X.
 
Cara mengobati gastritis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan, penyebab, dan seberapa lama Anda sudah mengalami penyakit ini. Langkah-langkah penanganan yang dianjurkan oleh dokter meliputi:

Obat-obatan

Pilihan obat gastritis yang dapat diresepkan oleh dokter adalah sebagai berikut:
  • Antasida

Antasida adalah obat untuk menetralkan asam lambung sehingga gejala sakit perut akibat gastritis bisa cepat reda. Namun obat ini juga memiliki efek samping, seperti diare atau sembelit.
  • Antibiotik

Apabila gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti H. pylori, dokter akan meresepkan obat antibiotik yang biasanya harus digunakan selama 7-14 hari. Contohnya, clarithromycin, amoxicillin, tetracycline, dan metronidazole.
  • Proton pump inhibitor (PPI)

Proton pump inhibitor alias penghambat pompa proton adalah obat yang menghambat produksi asam lambung dan meningkatkan proses penyembuhan. Omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole merupakan contoh PPI.Meski begitu, bila digunakan untuk jangka panjang, proton pump inhibitor berpotensi meningkatkan risiko patah tulang. Karena itu, Anda perlu mendiskusikan perlu tidaknya konsumsi suplemen kalsium.
  • Penghambat histamin 2 (H2 blocker)

H2 blocker akan menurunkan produksi asam lambung, sehingga dapat mengurangi gejala gastritis. Contoh obat ini adalah ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine.

Penyesuaian gaya hidup

Selain mengonsumsi obat-obatan, Anda juga bisa mengurangi gejala akibat gastritis dengan cara-cara berikut:
  • Menghindari makanan yang bisa memicu gejala, misalnya makana pedas, panas, asam, serta yang digoreng.
  • Makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering. Anda bisa membagi jadwal makan tiga kali dengan porsi normal menjadi enam kali per hari dengan porsi lebih sedikit.
  • Tidak mengonsumsi alkohol karena senyawa ini bisa menambah iritasi di lambung.
  • Memperhatikan dosis dan penggunaan obat pereda nyeri. Jika jenis obat yang Anda gunakan memicu gastritis, mintalah obat penggantinya pada dokter.

Komplikasi gastritis

Bila berlangsung untuk jangka panjang dan tidak ditangani dengan benar, gastritis dapat menyebabkan komplikasi berupa:
Baca Juga: Makanan Penyebab Asam Lambung yang Harus Dihindari 
Cara mencegah gastritis yang bisa Anda lakukan meliputi:
  • Berhenti merokok. Kebiasaan ini akan meningkatkan risiko peradangan pada rongga mulut, kerongkongan, dan kanker lambung.
  • Mengurangi stres karena stres akan meningkatkan produksi asam lambung yang akan memperparah gejala dan peradangan yang terjadi.
  • Tidak mengonsumsi OAINS atau mematuhi dosisnya sesuai anjuran dokter.
  • Menjaga agar berat badan tetap pada batas ideal.
  • Berkonsultasi ke dokter bila ingin mengonsumsi suplemen. Pasalnya, ada beberapa jenis suplemen yang dapat meningkatkan risiko gastritis.
 
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala gastritis selama satu eminggu atau lebih. Demikian pula apabila keluhan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu.Anda juga perlu berkonsultasi ke dokter bila mengalami gastritis disertai dengan gejala-gejala di bawah ini:
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Sulit menelan
  • Muntah-muntah yang tidak kunjung membaik
  • Tinja berwarna hitam atau muntah berwarna hitam
  • Adanya riwayat kanker pada keluarga
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait pneumonia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gastritis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001150.htm
Diakses pada 27 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/qa/what-are-the-symptoms-of-gastritis
Diakses pada 27 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/gastritis
Diakses pada 27 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gastritis/
Diakses pada 27 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/symptoms-causes/syc-20355807
Diakses pada 13 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317027
Diakses pada 13 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email