Perut

GERD

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Reni Utari
image GERD
Gejala GERD muncul karena asam lambung yang naik ke esofagus
Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah kondisi asam lambung yang kembali naik ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini menyebabkan heartburn, sakit dada, serta iritasi pada kerongkongan.Ketika seseorang berdiri atau duduk, gravitasi membantunya untuk mencegah isi perut kembali naik ke esophagus. Karena itu, gejala GERD bisa memburuk ketika penderita sedang berbaring.Penyakit GERD dapat terjadi beberapa saat setelah penderita makan, saat jumlah dan keasaman dalam lambung lebih tinggi, dan otot katup (sfingter) lambung tidak bekerja dengan baik.Kebanyakan orang dapat mengendalikan gejala penyakit refluks gastroesofagus dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Tetapi sebagian penderita lain memerlukan operasi untuk mengatasi keluhannya.Baca juga: Sama-sama Masalah pada Lambung, Ini Perbedaan GERD dan Maag 
GERD
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaHeartburn, tenggorokan terasa mengganjal, mual
Faktor risikoMakanan dan minuman, obat, perubahan hormon
Metode diagnosisEndoskopi, barium enema
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan, operasi
ObatAntasida, PPI, H2 receptor antagonist
KomplikasiPenyempitan dan tukak di esofagus, Barret’s esophagus
Kapan harus ke dokter?Gejala GERD lebih dari dua kali seminggu
Karena beberapa gejala yang mirip, GERD sering dikira sebagai penyakit maag atau bahkan serangan jantung.Sebenarnya, terdapat beragam gejala GERD yang bisa dialami oleh penderita. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Heartburn sebagai gejala utama GERD

Sensasi seperti terbakar di dada (heartburn) merupakan gejala GERD yang paling umum. Keluhan ini biasanya terjadi setelah penderita makan, dan memburuk ketika di malam hari.Heartburn juga bisa semakin parah pada posisi tertentu, misalnya saat pengidap berbaring atau membungkuk.

Gejala umum GERD lainnya

  • Sensasi seperti ada yang mengganjal di tenggorokan
  • Sakit dada
  • Kesulitan menelan
  • Kembalinya makanan atau cairan asam ke kerongkongan (regurgitasi)
  • Cepat kenyang
  • Mual
  • Muntah
  • Batuk kering kronis, khususnya di malam hari
  • Radang tenggorokan
  • Sesak napas seperti asma, bahkan bisa memburuk
  • Tidur yang terganggu

Gejala GERD pada bayi dan anak-anak

GERD juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak dengan gejala berupa:
  • Sering gumoh atau muntah
  • Batuk
  • Masalah pernapasan
  • Pertumbuhan yang tidak sesuai dengan usia
Baca juga: Ini Perbedaan Nyeri Dada Akibat GERD dan Serangan Jantung 
Penyebab GERD adalah katup di bagian bawah kerongkongan yang tidak bisa menutup dengan sempurna. Katup satu arah ini biasanya terbuka untuk beberapa waktu ketika Anda menelan, dan pada keadaan normal katup akan tertutup kembali setelahnya.Ketika katup tidak menutup kembali, akibat yang terjadi adalah asam lambung akan kembali naik ke kerongkongan.Hingga saat ini, pemicu melemah atau rusaknya katup esofagus belum diketahui. Namun para pakar menduga bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut.Faktor-faktor risiko GERD tersebut meliputi:

1. Konsumsi makanan dan minuman tertentu

  • Kopi
  • Cokelat
  • Makanan berlemak, pedas, dan digoreng
  • Jus buah atau buah yang asam, seperti jeruk, tomat, dan nanas
  • Rempah-rempah, contohnya bawang putih dan bawang bombay
  • Minuman bersoda
  • Rokok
  • Alkohol

2. Menggunakan obat-obatan golongan tertentu

Beberapa jenis obat bisa memicu terjadinya refluks asam lambung. Contohnya, obat golongan antikolinergik, antidepresan, antihistamin, beta adrenergik, nitrat, calcium-channel blocker.

3. Perubahan hormon tubuh

Perubahan kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh bisa pula berperan dalam menambah kemungkinan terjadinya GERD. Misalnya, peningkatan hormon progesteron selama kehamilan atau pemberian terapi pengganti hormon estrogen pada wanita menopause.

4. Gangguan tertentu

Orang yang mengalami hernia hiatus dan memiliki sfingter esofagus bagian bawah yang pendek (kurang dari 3 cm), dikatakan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit GERD.

5. Gangguan kecemasan

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gangguan kecemasan dapat memperparah gejala GERD.

6. Faktor risiko lainnya

Khusus pada bayi, penyakit refluks asam lambung dapat muncul akibat otot sfingternya yang belum tumbuh dengan sempurna. Ini berarti, GERD pada bayi dapat sembuh dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak.Meski begitu, gejala penyakit asam lambung naik pada bayi perlu diwaspadai jika tak kunjung menghilang setelah Si Kecil berusia satu tahun.Baca Juga: Makanan Penyebab Asam Lambung yang Harus Dihindari 
Untuk memastikan diagnosis GERD, dokter dapat menggunakan beberapa tes di bawah ini:
  • Endoskopi

Pada prosedur endoskopi, dokter akan memasukkan alat lewat tenggorokan hingga ke lambung. Endoskop adalah selang tipis serta lentur yang dilengkapi dengan kamera dan lampu di ujungnya.Endoskop akan membantu dokter untuk memeriksa bagian dalam esofagus dan lambung. Dokter juga bisa sekaligus mengambil sampel jaringan untuk diuji (biopsi).
  • Esophageal manometry

Esophageal manometry bertujuan mengukur kekuatan otot sfingter esofagus. Prosedur ini menggunakan selang kateter yang dilengkapi dengan sensor tekanan.Dokter akan memasukkan kateter tersebut melalui hidung pasien menuju esofagus hingga sampai ke lambung.
  • Esofagografi dengan barium enema

Pasien akan diberi cairan kontras bernama barium enema, lalu menjalani X-ray. Lartan ini akan memperjelas ada tidaknya bayangan dan bagian abnormal pada tenggorokan, lambung, dan usus halus.
  • Pemantauan pH (tingkat keasaman) di esofagus selama 24 jam

Dokter akan menggunakan monitor untuk memantau tingkat keasaman dalam esofagus. Langkah ini bertujuan memastikan ada tidaknya refluks atau memantau efektivitas terapi penghambat asam yang sedang digunakan.Baca jawaban dokter: Apa beda sesak nafas karena COVID dan GERD?  
Cara mengobati GERD umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan GERD dan berapa lama pasien telah mengalaminya. Dokter dapat menyarankan beberapa langkah penanganan di bawah ini:

1. Merubah gaya hidup

Meski bukan termasuk pengobatan GERD yang utama, perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi gejala refluks serta mencegah kekambuhan. Pasien bisa melakukannya dengan:
  • Menghindari makanan dan minuman yang memicu gejala GERD
  • Mengunyah makanan dengan baik hingga benar-benar lembut
  • Makan dengan porsi yang lebih sedikit
  • Berhenti merokok
  • Jangan langsung berbaring setelah makan, berikan jeda beberapa jam terlebih dulu
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi
  • Jangan mengenakan pakaian ketat
  • Menurunkan berat badan jika pasien kelebihan berat badan
  • Melakukan teknik relaksasi untuk mengendalikan stres dan gangguan kecemasan

2. Obat-obatan

Sederet obat GERD yang dapat diresepkan oleh dokter meliputi:
  • Antasida

Antasida adalah obat untuk menetralkan asam lambung. Obat ini mampu meredakan gejala GERD dengan cepat.
  • Proton pumb inhibitor (PPI)

Umumnya, pengobatan dengan proton pumb inhibitor diberikan oleh dokter selama 6-8 minggu. Setelah itu, penanganan dapat dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan selama empat bulan atau hanya saat diperlukan.Dokter akan menentukan dosis lanjutan tersebut berdasarkan tingkat keparahan radang esofagus (esofagitis) yang dialami oleh pasien.Omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, rabeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole merupakan contoh obat proton pumb inhibitor yang bisa dirsepkan oleh dokter.
  • H2 receptor blocker

H2 receptor blocker hanya efektif pada pengobatan esofagitis tingkat ringan sampai sedang. Obat ini dapat membantu dalam mengurangi produksi asam lambung. Contohnya, ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine.
  • Prokinetik

Prokinetik merupakan golongan obat yang akan membantu pasien untuk mengosongkan lambung dengan lebih cepat, seperti adalah metoclopramide atau cisapride.

3. Operasi

Cara ini dapat dilakukan jika tidak ada perbaikan setelah menerima terapi obat. Jenis operasi yang biasa dilakukan adalah:
  • Fundoplication

Fundoplication adalah operasi untuk mengikat otot sfingter esofagus bawah. Dengan ini, refluks bisa dicegah.
  • Pemasangan LINX

LINX adalah alat khusus berupa cincin yang mengandung magnet. Alat ini akan dipasang di bagian sfingter yang melemah.Magnet pada LINX akan membantu otot sfingter menutup dan mencegah naiknya isi lambung ke kerongkongan.
  • Endoskopi

Dokter juga dapat menggunakan jahitan untuk mengencangkan otot sfingter melalui prosedur endoskopi.

Komplikasi GERD

Apabila tidak ditangani dengan saksama, penyakit GERD dapat memicu komplikasi sebagai berikut:
  • Penyempitan esofagus yang bisa menyebabkan kesulitan menelan
  • Luka terbuka atau tukak di dinding esofagus yang bisa mengakibatkan rasa nyeri, perdarahan, serta susah menelan
  • Barret’s esophagus yang dapat meningkatkan risiko kanker esofagus
Baca Juga: Antasida Adalah Obat Penetralisir Asam Lambung, tapi Apakah Aman? 
Cara mencegah GERD sebenarnya belum ada. Namun Anda bisa melakukan sederet langkah berikut untuk menghindari munculnya gejala penyakit asam lambung naik ini:
  • Makan dengan porsi yang lebih kecil
  • Menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal
  • Jangan makan sambil tiduran, duduklah dengan tegak
  • Jangan langsung berbaring setelah makan, tunggulah kira-kira satu jam sebelum melakukannya
  • Membatasi konsumsi makanan berlemak
  • Menghindari konsumsi makanan yang bisa memicu gejala GERD
  • Jangan makan menjelang tidur, dan berikan jeda sekitar tiga jam
  • Tidur dengan possisi kepala lebih tinggi, misalnya memakai dua bantal
  • Tidak mengenakan pakaian ketat, terutama di bagian perut
  • Berhenti merokok
 
Mengalami gejala asam lambung naik bukan berarti Anda pasti mengidap penyakit GERD. Anda perlu menghubungi dokter apabila Anda:
  • Mengalami gejala-gejala GERD setidaknya dua kali dalam seminggu
  • Mengalami gejala GERD yang parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter Anda mungkin akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Anda. Bersiap untuk menjawabnya. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan:
  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apakah gejala Anda terjadi terus-menerus atau hanya sesekali?
  • Apa ada hal yang dapat memperbaiki atau memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda pernah terbangun dari tidur malam akibat gejala GERD?
  • Apakah gejala Anda memburuk setelah makan atau saat berbaring?
  • Apakah makanan atau rasa asam pernah muncul di belakang tenggorokan Anda?
  • Apakah Anda mengalami kesulitan menelan atau harus mengubah pola makan akibat keluhan ini?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait GERD?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah terjadi perubahan peningkatan atau penurunan pada berat badan Anda?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis GERD agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Diet and Gastroesophageal Reflux Disease (ASGE). https://www.asge.org/docs/default-source/about-asge/newsroom/doc-gerd_infographic_final.pdf
Diakses pada 16 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd
Diakses pada 16 November 2018
Kapita Selekta Kedokteran, M. Arif (2008), Media Aesculapius FKUI: Jakarta.Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959
Diakses pada 16 November 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085
Diakses pada 22 Juli 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17019-gerd-or-acid-reflux-or-heartburn-overview/prevention
Diakses pada 22 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Ciri-Ciri Asam Lambung Naik agar Bisa Diatasi dengan Tepat

Ciri-ciri asam lambung naik ke paru-paru perlu Anda ketahui. Mulai dari heartburn, mulut terasa asam, rasa pahit di belakang mulut, kesulitan menelan, hingga batuk-batuk bisa jadi tandanya.Baca selengkapnya
Ciri-ciri asam lambung naik ke paru-paru adalah heartburn

Kondisi di Balik Cegukan Terus-Menerus, Bisakah Disembuhkan?

Cegukan terus adalah cegukan yang tidak berhenti selama berhari-hari. Dalam kasus ekstrem, cegukan bisa berlangsung berbulan-bulan. Cegukan kronis seperti ini bisa menjadi gejala dari suatu gangguan kesehatan sekaligus dapat menimbulkan masalah kesehatan.
20 Sep 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Cegukan terus bisa tidak berhenti selama beberapa hari

Jangan Abaikan, Ini Penyebab Dada Terasa Nyeri

Penyebab nyeri dada bisa datang dari berbagai faktor bukan hanya karena sakit jantung. Penyebab dada sakit dan terasa nyeri tak boleh diabaikan.
12 Jun 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Dada terasa nyeri dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis