Mata

Glaukoma

Diterbitkan: 20 Jan 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Glaukoma
Meningkatnya tekanan pada bola mata dapat menyebabkan kerusakan pada saraf optik mata dan kehilangan penglihatan
Glaukoma adalah kondisi medis yang ditandai dengan rusaknya saraf optik mata. Saraf optik mata sangat penting untuk penglihatan. Kerusakan saraf ini seringkali disebabkan oleh tingginya tekanan pada bola mata.Glaukoma adalah salah satu penyebab kebutaan terbanyak untuk orang-orang berusia 60 tahun ke atas. Data statistik WHO menunjukkan bahwa glaukoma sekarang menjadi penyebab utama kedua kebutaan global setelah katarak. Glaukoma dapat terjadi pada usia berapapun, namun lebih sering ditemui pada orang yang lebih tua.Kebanyakan kasus glaukoma terjadi tanpa tanda-tanda bahaya sebelumnya. Perburukan gejala pada glaukoma terjadi perlahan sehingga pasien mungkin tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai kondisi ini berada stadium lanjut.Kehilangan penglihatan karena glaukoma tidak dapat dipulihkan. Jadi penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur, termasuk pengukuran tekanan mata Anda. Jika glaukoma terdeteksi sejak dini, kehilangan penglihatan dapat diperlambat atau dicegah. Seseorang yang mengidap glaukoma biasanya memerlukan perawatan seumur hidup. 

Jenis-jenis glaukoma

Terdapat dua jenis glaukoma yang utama, yaitu:
  • Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma sudut terbuka adalah jenis glaukoma yang paling umum. Pada jenis glaukoma ini, cairan di dalam mata tersumbat dan tidak dapat keluar lewat drainasenya secara normal. Hasilnya, tekanan bola mata meningkat dan mulai merusak saraf optik.Jenis glaukoma ini tidak menimbulkan nyeri dan gangguan penglihatan pada penderita akan terjadi secara bertahap.
  • Glaukoma sudut tertutup

Glaukoma sudut tertutup terjadi ketika lapisan iris mata terlalu dekat dengan sudut drainase mata, sehingga iris menyumbat drainase mata. Ketika sudut drainase tersumbat secara total, tekanan mata akan mengalami peningkatan secara mendadak.Kondisi ini termasuk gawat darurat, sehingga harus mendapatkan penanganan secepat mungkin.Sementara jenis glaukoma lainnya meliputi:
  • Glaukoma sekunder

Glaukoma sekunder terjadi ketika kondisi lain, seperti katarak atau diabetes menyebabkan tekanan berlebih pada mata.
  • Glaukoma tekanan normal

Kondisi ini terjadi ketika terdapat titik buta pada pandangan atau ketika saraf optik mengalami kerusakan meskipun tekanan pada mata dalam batas normal.
  • Glaukoma pigmentasi

Pada jenis ini, fragmen kecil dari iris (bagian yang memberi warna pada mata) masuk ke dalam cairan di dalam mata dan menyumbat kanal drainase mata. 
Glaukoma
Dokter spesialis Mata
GejalaPenglihatan menyempit di kedua mata, seperti melihat melalui terowongan, nyeri mata berat
Faktor risikoDi atas 40 tahun, riwayat keluarga glaukoma, rabun jauh atau rabun dekat
Metode diagnosisTonometri, pachymetry test, pemeriksaan saraf optik
PengobatanObat tetes mata, obat-obatan, operasi
ObatAnalog prostaglandin, penghambat karbonik anhidrase, agen kolinergik
KomplikasiGangguan penglihatan, kebutaan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala glaukoma yang muncul mendadak
Gejala glaukoma tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Berikut penjelasannya:

Gejala glaukoma sudut terbuka

Jenis glaukoma ini biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul ketika glaukoma sudah cukup parah danbiasanya berupa:
  • Penglihatan yang menyempit pada kedua mata, sehingga pasien tidak bisa lagi melihat dari sudut mata.
  • Pasien seolah-olah melihat melalui terowongan pada kasus berat

Gejala glaukoma sudut tertutup

Gejala glaukoma sudut tertutup biasanya lebih cepat dan jelas. Gejala ini bisa meliputi:
  • Nyeri mata berat
  • Mual
  • Muntah
  • Kemerahan pada mata
  • Gangguan penglihatan mendadak
  • Melihat lingkaran berwarna di sekitar cahaya
  • Pandangan buram mendadak
Gejala tersebut bersifat gawat darurat. Segera hubungi dokter bila pasien mengalami gejala glaukoma sudut tertutup. 
Penyebab glaukoma adalah peningkatan tekanan bola mata yang mengakibatkan kerusakan saraf optik mata.Tekanan mata yang meningkat disebabkan oleh penumpukan cairan (aqueous humor) yang mengalir ke seluruh mata. Cairan ini biasanya mengalir ke depan mata (bilik anterior) melalui jaringan (trabecular meshwork) pada sudut di mana iris dan kornea mata bertemu.Ketika cairan diproduksi berlebihan atau sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, cairan tidak dapat mengalir keluar pada tingkat normal dan terjadi peningkatan tekanan.Seringkali, penyebab yang mendasari peningkatan tekanan bola mata ini tidak diketahui. Namun, glaukoma dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Selain itu, penyebab glaukoma yang lain meliputi:
  • Cedera kimia atau tumpul pada mata
  • Infeksi mata berat
  • Tersumbatnya pembuluh darah di dalam mata
  • Peradangan pada mata
  • Operasi mata
Glaukoma biasanya terjadi pada kedua mata, namun biasanya lebih parah pada satu sisi dibanding sisi lainnya. 

Faktor risiko glaukoma

Faktor risiko glaukoma antara lain:
  • Berasal dari ras Afrika-Amerika, Irlandia, Rusia, Jepang, Hispanik, Inuit, atau Skandinavia
  • Berusia di atas 40 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma
  • Memiliki rabun jauh atau rabun dekat
  • Memiliki pandangan yang buram
  • Memiliki diabetes
  • Mengonsumsi obat steroid seperti prednison
  • Mengonsumsi obat untuk mengontrol kandung kemih atau kejang, atau beberapa jenis obat warung untuk flu
  • Pernah mengalami cedera pada mata
  • Memiliki kornea yang lebih tipis dari normal
  • Memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, atau anemia bulan sabit
  • Memiliki tekanan mata yang tinggi
 
Dalam memastikan diagnosis glaukoma, dokter mata dapat melakukan pemeriksaan berikut ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami pasien dan apakah pasien memiliki riwayat glaukoma sebelumnya atau memiliki keluarga yang mengalami kondisi serupa. Dokter juga akan menanyakan kondisi medis lain yang dialami pasien, seperti diabetes atau hipertensi.
  • Tes tonometri

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya peningkatan tekanan pada mata.
  • Pachymetry test

Pemeriksaan yang dikenal juga dengan pemeriksaan lapang pandang ini dapat memeriksa gangguan lapang pandang yang disebabkan oleh glaukoma.
  • Pemeriksaan saraf optik

Jika dokter ingin memantau perubahan yang terjadi pada saraf optik, dokter akan mengambil gambar saraf optik dan membandingkannya dari waktu ke waktu. 
Cara mengobati glaukoma dari dokter umumnya meliputi:

1. Obat tetes mata

Pengobatan glaukoma sering dimulai dengan obat tetes mata yang diresepkan. Obat tetes mata dapat membantu mengurangi tekanan mata dengan meningkatkan aliran cairan dalam bola mata penderita atau dengan mengurangi jumlah cairan yang dihasilkan mata penderita.Jenis obat tetes mata yang diberikan antara lain:
  • Analog prostaglandin
  • Penghambat karbonik anhidrase
  • Agen kolinergik
  • Penyekat reseptor beta

2. Obat minum

Jika dengan pemberian obat tetes mata saja tidak menurunkan tekanan mata penderita ke tingkat yang diinginkan, dokter mungkin juga akan meresepkan obat minum (oral), biasanya golongan penghambat karbonat anhidrase, dengan kemungkinan efek samping yaitu sering buang air kecil, kesemutan di jari tangan dan kaki, depresi, sakit perut, dan batu ginjal.

3. Operasi laser

Operasi laser dapat meningkatkan aliran cairan dari mata bila pasien mengalami glaukoma sudut terbuka. Operasi juga dapat menghentikan sumbatan cairan pada pasien dengan glaukoma sudut tertutup. Prosedur operasi laser yang dapat dilakukan antara lain:
  • Trabeculoplasty
Prosedur ini berfungsi untuk membuka area drainase cairan mata.
  • Iridotomy
Pada prosedur ini, dokter akan membuat lubang kecil pada iris agar cairan dapat mengalir dengan baik.
  • Cyclophotocoagulation
Prosedur ini akan memperbaiki lapisan tengah mata untuk mengurangi produksi cairan pada mata.

4. Microsurgery

Pada prosedur yang dikenal juga dengan nama trabeculotomy ini, dokter akan membuat saluran baru untuk drainase cairan dan mengurangi tekanan mata. jenis operasi ini perlu dilakukan lebih dari satu kali.Komplikasi yang mungkin terjadi pada operasi laser dan microsurgery adalah rasa sakit, kemerahan, infeksi, peradangan, pendarahan, tekanan mata tinggi atau rendah yang abnormal, dan kehilangan penglihatan.Glaukoma berisiko jika tidak diobati karena dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Tanpa pengobatan, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen total dalam beberapa tahun. 

Komplikasi glaukoma

Glaukoma bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Gangguan penglihatan.
  • Kebutaan yang permanen. Komplikasi ini dialami oleh sekitar lima persen dari seluruh pengidap glaukoma.
 
Cara mencegah glaukoma belum tersedia hingga saat ini. Tetapi bila terdeteksi sejak dini, dokter bisa memberikan penanganan agar risiko kerusakan mata dapat dikurangi.Beberapa cara deteksi kelainan pada mata yang dianjurkan oleh dokter meliputi:
  • Melakukan pemeriksaan mata berkala

Orang dewasa menjalani pemeriksaan glaukoma setiap 3-5 tahun sekali. Sementara orang berusia 40 tahun lebih dengan riwayat glaukoma dalam keluarga perlu menjalaninya tiap 1-2 tahun sekali.
  • Mengetahui riwayat glaukoma pada keluarga

Tanyakan pada keluarga tentang riwayat glaukoma yang mereka miliki.
  • Mengikuti anjuran dokter

Bila dokter mendapati adanya tekanan mata yang meningkat, obat tetes mata akan diresepkan untuk mencegah glaukoma.
  • Melindungi mata

Gunakan pelindung mata ketika melakukan kegiatan yang mungkin membahayakan mata. Misalnya, saat berolahraga atau bertukang.
  • Rutin berolahraga

Lakukan aktivitas fisik sedang seperti berjalan atau jogging selama 30 menit setiap hari, dan setidaknya tiga kali seminggu. 
Glaukoma biasanya tidak menimbulkan gejala yang nyata sampai terjadi kerusakan permanen pada mata. Jadi Anda sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara rutin untuk memantau kondiri mata Anda.Anda perlu segera ke dokter mata atau UGD terdekat bila mengalami gejala glaukoma yang muncul secara mendadak. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait glaukoma?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis glaukoma. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839
Diakses pada 7 Oktober 2018
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/view/16031600002/glaucoma-is-danger-the-thief-of-sight.html
Diakses pada 7 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/glaucoma-eyes#1
Diakses pada 7 Oktober 2018
WHO. http://www.who.int/bulletin/volumes/82/11/feature1104/en/
Diakses pada 7 Oktober 2018
American Academy of Ophtalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-glaucoma
Diakses pada 20 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/glaucoma
Diakses pada 20 Januari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9710
Diakses pada 20 Januari 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4212-glaucoma/
Diakses pada 20 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email