Kulit & Kelamin

Granuloma Annulare

Diterbitkan: 11 Dec 2020 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Granuloma Annulare
Granuloma annulare ditandai dengan bercak kulit dengan tepi memerah seperti cincin
Granuloma annulare adalah penyakit kulit berupa benjolan berwarna merah yang lebih dari satu, atau bercak pada kulit dengan tepi memerah seperti cincin. Penyakit ini paling sering muncul di tangan dan kaki, namun dahi, leher, dan perut juga bisa diserang.Penyakit kulit ini terdiri dari beberapa tipe, dan jenis yang paling umum terjadi adalah tipe localized granuloma annulare. Meski tidak menular serta dapat sembuh tanpa pengobatan, granuloma annulare sering kambuh.Penyebab granuloma annulare juga belum dietahui. Namun penderita umumnya adalah anak-anak, kalangan dewasa muda, serta berjenis kelamin wanita. 
Granuloma Annulare
Dokter spesialis Kulit
GejalaBercak dengan tepi memerah seperti cincin, benjolan merah
Faktor risikoKeturunan, diabetes, penyakit tiroid
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit, tes darah
PengobatanObat-obatan, cryosurgery, fototerapi
ObatKortikosteroid, antibiotik
KomplikasiTurunnya rasa percaya diri, kekambuhan
Kapan harus ke dokter?Bercak atau benjolan pada kulit yang mencurigakan
Gejala granuloma annulare yang utama adalah benjolan-benjolan kecil, padat, dan berwarna merah. Selain itu, bercak kulit dengan tepi memerah dan melingkar seperti cincin juga bisa terjadi.Meski begitu, benjolan maupun bercak tersebut tidak terasa sakit dan terkadang hanya memicu rasa gatal yang ringan.Granuloma annulare terdiri dari beberapa jenis, dan tiap tipenya memiliki ciri khas tersendiri. Berikut penjelasanya:

Gejala localised granuloma annulare

  • Hanya muncul pada satu area tubuh
  • Membentuk lingkaran dengan diameter maksimal 5 cm
  • Bagian tengah lingkaran kerap sedikit lebih dalam daripada tepiannya

Gejala generalised granuloma annulare

  • Lebih sering dialami oleh orang dewasa
  • Muncul secara bersamaan pada beberapa bagian tubuh
  • Berupa bercak-bercak berwarna merah muda, atau benjolan-benjolan berukuran kecil yang tersusun membentuk lingkaran berdiameter sekitar 10 cm atau lebih
  • Sering muncul di lipatan kulit, seperti ketiak dan selangkangan

Gejala subcutaneous granuloma annulare

  • Benjolan tunggal di bawah kulit
  • Sering muncul di kulit kepala, lengan, dan kaki

Gejala perforating granuloma annulare

  • Muncul bentolan-bentolan dengan bintik kuning di puncaknya, seperti bisul
  • Benjolan bisa mengeluarkan cairan bening, membentuk keropeng atau koreng, dan meninggalkan bekas luka
  • Lesi-lesi tersebut bisa mengumpul dan membentuk koreng yang besar

Gejala atypical granuloma annulare

  • Muncul di area wajah, telapak tangan, atau telinga
  • Sensitif terhadap sinar matahari, sehingga gejala semakin menyebar apabila terkena cahaya matahari
  • Gejalanya bisa lebih parah dari jenis lainnya
 
Hingga saat ini, penyebab granuloma annulare tidak diketahui secara pasti. Penyakit ini diduga berhubungan dengan sistem imun dan respons tubuh terhadap peradangan.Terdapat sederet faktor yang dikatakan dapat memengaruhi risiko Anda untuk terkena granuloma annulare. Faktor-faktor risiko granuloma annulare tersebut meliputi:
  • Genetik atau keturunan
  • Penyakit tiroid
  • Diabetes melitus
  • Dislipidemia, yaitu peningkatan kadar lemak dalam tubuh
  • Kanker, terutama pada kasus granuloma annulare yang parah dan tidak membaik dengan pengobatan atau kambuh setelah pasien menjalani pengobatan kanker
Sementara beberapa hal di bawah ini diperkirakan dapat memicu gejala granuloma annulare:
  • Infeksi virus, seperti hepatitis, Epstein-Barr, herpes zoster, dan HIV
  • Gigitan binatang
  • Vaksinasi
  • Tuberculin skin test
  • Paparan sinar matahari
  • Luka kecil pada kulit
  • Obat-obatan, misalnya allopurinol, quinidine, diclofenac, amlodipine, calcitonin, ACE inhibitors, daclizumab, dan calcium channel blockers
  • Stres yang berkepanjangan
 
Diagnosis granuloma annulare ditentukan oleh dokter berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:
  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan pertanyaan seputar gejala, faktor risiko, dan faktor pemicu yang dimiliki oleh penderita.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa kulit penderita yang mengalami benjolan atau bercak yang diduga sebagai gejala granuloma annulare.
  • Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis. Serangkain pemeriksaan ini biasanya meliputi biopsi kulit, CT scan, dan tes darah.  
Granuloma annulare umumnya dapat sembuh dalam beberapa bulan tanpa pengobatan. Namun jika Anda merasa terganggu dengan tampilan kulit Anda, dokter akan menyarankan beberapa cara mengobati granuloma annulare berikut ini:
  • Krim atau salep kortikosteroid

Dokter bisa meresepkan obat ini untuk dioleskan pada area kulit yang mengalami gejala. Setelah itu, bagian tersebut sebaiknya ditutup perban untuk meningkatkan penyerapan obat.
  • Suntikan kortikosteroid

Obat ini diberikan jika pengobatan kortiosteroid oles tidak efektif.
  • Cryosurgery

Cryosurgery menggunakan nitrogen cair untuk membekukan kulit yang mengalami gejala granuloma annulare.
  • Terapi cahaya

Laser merupakan salah satu contoh sinar berenergi tinggi untuk terapi cahaya (fototerapi).
  • Obat minum

Pada kasus yang parah dengan gejala yang menyebar luas pada tubuh penderita, dokter bisa meresepkan obat minum. Contohnya, obat antibiotik, obat antimalaria, atau obat imunosupresan yang akan menekan reaksi kekebalan tubuh. 

Komplikasi granuloma annulare

Sebagian besar granuloma annulare bisa sembuh tanpa komplikasi yang serius. Namun pada beberapa kasus seperti generelized granuloma annulare, penderita mungkin merasa kurang percaya diri karena bercak-bercak pada kulitnya.Jenis generelized granuloma annulare biasanya juga berlangsung kronis dan bisa bertahan hinga 10 tahun. Kemungkinan kambuhnya juga lebih tinggi dari tipe lain, serta dapat muncul di bagian lain tubuh. 
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, pencegahan granuloma annulare juga tidak tersedia. 
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami bercak-bercak atau benjolan-benjolan pada kulit yang mencurigakan. Pasalnya, gejala ini bisa saja menandakan granuloma annulare.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait granuloma annulare?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini penting untuk memastikan diagnosis granuloma annulare supaya penanganan yang sesuai dapat diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/granuloma-annulare/symptoms-causes/syc-20351319
Diakses pada 27 Desember 2019
Nord. https://rarediseases.org/rare-diseases/granuloma-annulare/
Diakses pada 27 Desember 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/granuloma-annulare/
Diakses pada 27 Desember 2019
DermeNZ. https://dermnetnz.org/topics/granuloma-annulare/
Diakses pada 27 Desember 2019
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/diseases/a-z/granuloma-annulare-treatment
Diakses pada 27 Desember 2019
Patient Info. https://patient.info/doctor/granuloma-annulare-pro
Diakses pada 7 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email