Kulit & Kelamin

Granuloma Piogenik

27 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Granuloma Piogenik
Pyogenic granuloma atau granuloma piogenik adalah pertumbuhan kulit yang kecil, bulat, dan biasanya berwarna merah darah. Pertumbuhan kulit ini cenderung berdarah karena mengandung banyak pembuluh darah, tapi umumnya bersifat jinak dan bukan kanker.Gangguan kulit ini juga dikenal sebagai hemangioma kapiler lobular atau granuloma telangiectaticum.Pertumbuhan kulit ini biasanya terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Namun tidak menutup kemungkinan kondisi ini dialami oleh semua orang dari berbagai golongan usia.Granuloma piogenik juga cukup umum pada wanita hamil. Hal ini biasanya terjadi akibat adanya perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan.Granuloma piogenik biasanya terjadi pada tangan, jari, lengan, wajah, leher, dada, dan punggung. Dalam kasus yang jarang, kondisi ini dapat muncul di konjungtiva atau kornea di mata.Konjungtiva merupakan jaringan bening yang melapisi bagian putih mata. Sementara kornea adalah penutup bening di atas pupil dan iris. 
Granuloma Piogenik
Dokter spesialis Kulit
GejalaPertumbuhan kulit abnormal, benjolan merah
Faktor risikoTerlalu sering digigit serangga, iritasi ringan kronis, pengaruh hormon
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi
PengobatanMelepaskan tindikan, obat-obatan, eksisi bedah
ObatKrim imiquimod, gel timolol
KomplikasiAnemia, penurunan kepadatan tulang
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala granuloma piogenik
Secara umum, gejala granuloma piogenik meliputi:
  • Lesi yang tampak halus pada jaringan kulit
  • Nodul (benjolan) kemerahan yang menonjol dan biasanya lebih kecil dari 2 cm
 
Sampai sekarang, penyebab granuloma piogenik belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko granuloma piogenik tersebut meliputi:
  • Terlalu sering digigit serangga
  • Trauma dalam mulut
  • Iritasi ringan kronis akibat tindik hidung
  • Pengaruh hormon, misalnya karena mengonsumsi obat KB atau sedang hamil
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti retinoid oral, protease inhibitor (untuk mengobati HIV/AIDS), terapi tertarget pada pasien kanker, dan imunoterapi
  • Infeksi, seperti staphylococcus aureus
 
Diagnosis granuloma piogenik dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik dan biopsi. Berikut penjelasannya.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter biasanya dapat mendiagnosis granuloma piogenik hanya dengan melakukan pemeriksaan fisik.
  • Biopsi

Bila perlu, dokter biasanya akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk membuat diagnosis yang lebih akurat. Prosedur ini juga bisa membantu dalam menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, seperti karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel basal, dan melanoma. 
Cara mengobati granuloma piogenik umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa langkah penanganannya meliputi:

Mengobati atau menghindari faktor pemicu

Dengan menangani dan menghindari pemicunya, kekambuhan kondisi ini bisa dicegah. Berikut cara-cara yang bisa diterapkan:
  • Menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu
  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi
  • Merawat gigi dari trauma mulut
  • Melepaskan tindikan

Mengoleskan krim atau menggunakan obat tertentu

Beberapa krim yang dapat bermanfaat untuk mengobati granuloma piogenik, yaitu:
  • Krim imiquimod 5%
  • Timolol gel 0,5% dan beta-blocker topikal (atau oral) lainnya
  • Injeksi steroid intralesi

Menjalani prosedur tertentu

Sebagian besar granuloma piogenik dapat diobati melalui dikerok dan dibakar. Cara ini bertujuan mengurangi kemungkinannya untuk kembali tumbuh. Sebelum melakukan prosedur ini, dokter biasanya menyuntikkan anestesi lokal.Namun sebagian dokter lebih memilih untuk menangani penyakit kulit ini dengan bahan kimia seperti krioterapi. Dokter juga mungkin akan menyarankan pasien untuk menjalani terapi laser dan eksisi bedah. 

Komplikasi granuloma piogenik

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Kulit mudah berdarah
  • Anemia
  • Kepadatan tulang yang menurun
  • Koreng
  • Infeksi sekunder
 
Cara mencegah granuloma piogenik tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada granuloma piogenik. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait granuloma piogenik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis granuloma piogenik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Ostheopatic College of Dermatology. https://www.aocd.org/page/PyogenicGranuloma
Diakses pada 27 Oktober 2021 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556077/
Diakses pada 27 Oktober 2021 
Dermnetz. https://dermnetnz.org/topics/pyogenic-granuloma
Diakses pada 27 Oktober 2021 
Healthline. https://www.healthline.com/health/pyogenic-granuloma
Diakses pada 27 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email