Penyakit Lainnya

Growing Pains

Diterbitkan: 25 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Growing Pains
Growing pains umumnya memicu sakit dan kram pada kaki
Growing pains adalah rasa nyeri serta kram yang terkadang seperti berdenyut, dan dialami oleh anak-anak serta remaja. Gejala-gejala ini umumnya dirasakan pada tungkai bawah alias kaki, tapi bisa juga terjadi pada tungkai atas meski lebih jarang.Sensasi nyeri pada growing pains  banyak ditemukan pada anak usia 3-4 tahun dan 8-12 tahun. Selain itu, anak perempuan juga lebih sering mengalaminya daripada anak laki-laki.Keluhan nyeri yang dirasakan tidaklah terjadi pada puncak masa pertumbuhan, jadi growing pains tidak terkait dengan tumbuh kembang anak.Penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui. Tapi para pakar menduga bahwa aktivitas anak yang berlebihan dapat menjadi dalangnya. 
Growing Pains
Dokter spesialis Anak
GejalaNyeri di kedua kaki, nyeri berdenyut, muncul di malam hari
Faktor risikoUsia sekolah atau prasekolah, perempuan, aktivitas fisik di siang hari
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, rontgen tulang
PengobatanObat-obatan, kompres hangat, pemijatan kaki yang nyeri
ObatIbuprofen, paracetamol
Kapan harus ke dokter?Nyeri cuma di salah satu kaki, nyeri terus tidak hilang di pagi hari, demam
Gejala growing pains yang utama adalah rasa nyeri dengan karakteristik sebagai berikut:
  • Nyeri biasanya dirasakan pada kedua kaki, terutama di paha bagian depan, betis, atau belakang lutut.
  • Nyeri dirasakan berdenyut pada kedua kaki.
  • Nyeri dirasakan pada otot dan tidak melibatkan sendi
  • Rasa nyeri terjadi pada sore atau malam hari, dan kadang-kadang dapat membuat anak terbangun dari tidurnya.
  • Nyeri menghilang dengan sendirinya pada pagi hari.
  • Nyeri dapat hilang timbul selama beberapa bulan, bahkan tahun.
Intensitas nyeri yang dirasakan bervariasi pada tiap anak dan umumnya tidak terjadi setiap hari. Beberapa anak juga bisa mengalami nyeri perut atau sakit kepala selama episode growing pains berlangsung.Kondisi ini lebih sering dialami anak yang aktif dan muncul setelah anak melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Growing pains juga lebih sering ditemukan pada anak dengan sindrom hipermobilitas sendi. 
Hingga saat ini, penyebab growing pains belum diketahuiMeski namanya growing pains, belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa kondisi ini berkaitan dengan proses pertumbuhan dan kecepatan pertumbuhan anak.Para pakar menduga growing pains muncul akibat aktivitas berlebihan pada otot-otot kaki, yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri. Kegiatan-kegiatan ini bisa berupa aktivitas berlari, melompat, dan memanjat yang biasanya dilakukan anak-anak pada siang hari. 

Faktor risiko growing pains

Beberapa kondisi yang dapat menjadi faktor risiko growing pains meliputi:
  • Anak usia prasekolah atau usia sekolah
  • Memiliki jenis kelamin perempuan
  • Aktivitas fisik seperti berlari, memanjat, atau melompat pada siang hari, yang akan memicu nyeri pada malam hari
 
Dokter biasanya dapat menentukan diagnosis growing pains berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya mengenai gejala secara rinci, serta riwayat penyakit pada pasien maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik untuk mengecek bagian tulang, otot, dan sendi pasien.
  • Pemeriksaan penunjang

Proses tanya jawab dan pemeriksaan fisik saja biasanya sudah cukup untuk menentukan diagnosis. Namun bila ada kecurigaan bahwa penyebab nyeri tungkai bukan growing pains, dokter bisa menganjurkan pasien untuk menjalani tes darah dan rontgen tulang.Pemeriksaan penunjang tersebut umumnya disarankan karena nyeri pada tulang juga bisa menjadi indikasi radang sendi, TBC tulang, dan kanker. 
Cara mengobati growing pains dalam dunia medis belum tersedia. Kondisi ini juga umumnya bisa sembuh sendiri dalam kurun waktu 1-2 tahun.Apabila tidak kunjung hilang dalam kurun waktu tersebut, gejala nyeri bisa makin berkurang seiring waktu hingga akhirnya hilang. Untuk meringankan rasa nyeri, orangtua dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini:
  • Menempelkan kompres hangat pada bagian yang nyeri.
  • Memijat otot kaki yang sakit.
  • Memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol. Namun jangan memberikan aspirin karena obat ini berpotensi memicu sindrom Reye pada anak.
  • Mengajak anak untuk melakukan latihan relaksasi otot di siang hari guna mencegah munculnya nyeri pada malam hari ketika mereka tidur.
Harap diingat pula bahwa orang tua sebaiknya tidak memberi tahu anak bahwa nyeri growing pains terjadi karena bermain atau masa pertumbuhan. Pasalnya. hal ini justru bisa membuat anak takut bergerak dan akhirnya menjadi tidak aktif.Selain itu, bila merasa bentuk telapak kaki anak tidak normal atau anak sering tersandung, orang tua perlu membawa Si Kecil ke dokter agar bisa diperiksa lebih lanjut. 

Jangan berikan aspirin pada anak

Meski obat antinyeri boleh digunakan, jangan memberikan aspirin pada anak-anak. Pasalnya, obat ini berpotensi memicu sindrom Reye pada anak.Sindrom Reye adalah kondisi langka, tapi berbahaya karena dapat menyerang otak maupun hati.Guna meredakan nyeri, konsultasikan dengan dokter mengenai jenis obat lain yang aman untuk anak. Misalnya, paracetamol atau ibuprofen. 
Karena penyebabnya belum diketahui, pencegahan growing pains juga tidak ada. Orang tua mungkiin bisa mengurangi risikonya dengan tidak membiarkan anak melakukan aktivitas fisik secara berlebihan pada siang hari. Misalnya, terlalu banyak berlari, melompat, dan memanjat.
Kebanyakan kasus growing pains tidak serius dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun orangtua dapat melakukan konsultasi ke dokter apabila merasa khawatir dengan gejala nyeri tungkai pada anak, atau jika terdapat tanda-tanda di bawah ini:
  • Nyeri sering muncul
  • Nyeri hanya dialami oleh salah satu kaki
  • Nyeri yang tidak kunjung hilang, misalnya terus terasa hingga di pagi hari
  • Nyeri yang parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Nyeri yang muncul di daerah sendi
  • Sendi tampak merah dan bengkak
  • Nyeri yang berkaitan dengan trauma, seperti jatuh atau terbentur
  • Nyeri disertai dengan gejala lain, misalnya demam, nafsu makan berkurang, berat badan turun, ruam, pincang, kelemahan otot, atau kelelahan
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
  • Kapan rasa nyeri muncul?
  • Berapa lama rasa nyeri berlangsung?
  • Apakah ada hal yang dapat meredakan atau memperburuk rasa nyeri?
  • Apakah rasa nyeri membuat anak terbangun saat tidur atau kesulitan tidur di malam hari?
  • Apakah ada tanda atau gejala selain nyeri?
  • Apakah anak baru memulai aktivitas fisik tertentu?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan untuk menentukan diagnosis growing pains. Dengan ini, dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai. 
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/growing-pains.html
Diakses pada 12 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/growing-pains#1
Diakses pada 12 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/growing-pains#summary
Diakses pada 12 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/growing-pains/symptoms-causes/syc-20354349
Diakses pada 12 Desember 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/growing-pain-bahaya-atau-tidak-2
Diakses pada 12 Desember 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/growing-pains/
Diakses pada 25 November 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13019-growing-pains
Diakses pada 25 November 2020
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/growing-pains
Diakses pada 25 November 2020
Pediatric Orthopaedic Society of North America. https://posna.org/Physician-Education/Study-Guide/Growing-Pains
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email