Infeksi

Hepatitis Alkoholik

Diterbitkan: 25 Jan 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hepatitis Alkoholik
Konsumsi alkohol berlebihan bisa mengakibatkan penyakit hepatitis alkoholik.
Hepatitis alkoholik adalah penyakit yang ditandai dengan inflamasi atau peradangan hati yang akibat kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Selain berlebihan, biasanya penderita melakukannya dalam waktu yang cukup lama.Hubungan antara konsumsi alkohol dengan hepatitis alkoholik sangat kompleks. Sebab, tidak semua orang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan, pasti mengalami hepatitis alkoholik. Di sisi lain, individu yang hanya mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang malah bisa mengalami hepatitis alkoholik.Kondisi ini merupakan sindrom penyakit hati alkoholik yang parah. Jika penderitanya tetap mengonsumsi alkohol, maka penyakit lebih parah akan menimpa. Namun jika konsumsi alkohol dihentikan, hepatitis kembali normal dalam beberapa bulan. 
Hepatitis Alkoholik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPenyakit kuning, tidak nafsu makan, mual
Faktor risikoJenis kelamin, keturunan, obesitas
Metode diagnosisTes fungsi hati, CT scan, biopsi
PengobatanBerhenti minum alkohol, obat-obatan, transplantasi hati 
ObatKortikosteroid, pentoxifylline, ropylthiouracil
KomplikasiPembengkakan vena, sirosis, gagal ginjal
Kapan harus ke dokter?Mengalami kecanduan alkohol, ingin berhenti minum alkohol
Gejala hepatitis alkoholik yang paling sering ditemukan pada penderita adalah kulit dan mata yang menjadi kuning (jaundice). Selain itu, ada beberapa gejala yang juga dapat muncul, bergantung kerusakan dari organ hati yang dialami seperti:
  • Kehilangan nafsu makan
  • Terjadi penurunan berat badan
  • Mulut terasa kering
  • Mual dan muntah
  • Nyeri atau bengkak pada perut
  • Terjadi perubahan kodisi mental
  • Demam
  • Letih dan mudah lelah
  • Malnutrisi
  • Mudah mengalami perdarahan atau pembengkakan
Pada kasus yang berat, tanda dan gejala yang dapat terjadi seperti:
  • Perut membesar akibat penumpukan cairan di dalam rongga perut (ascites)
  • Kebingungan dan perubahan perilaku akibat penumpukan toksin yang harusnya dieliminasi di hati
  • Gagal hati dan gagal ginjal
 
Penyebab hepatitis alkoholik adalah rusaknya hati akibat konsumsi minimal beralkohol yang berlebihan. Hanya saja, kenapa dan bagaimana hal itu terjadi pada beberapa pecandu alkohol masih belum bisa diketahui dengan jelas.Beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit ini antara lain:
  • Proses tubuh ketika memecah alkohol justru menghasilkan bahan kimia yang sangat beracun bagi tubuh
  • Bahan kimia ini kemudian memicu terjadinya peradangan yang bisa menghancurkan sel-sel pada hati
  • Makin lama, bekas luka akan menggantikan jaringan hati yang sehat, sehingga fungsi hati mengalami gangguan
  • Jika kondisi ini tidak dihentikan, jaringan parut dalam organ hati tidak bisa disembuhkan
 

Faktor risiko hepatitis alkoholik

Karena kondisi ini tidak melulu diakibatkan konsumsi alkohol berlebih, ada faktor lain yang ikut memengaruhi. Beberapa faktor risiko hepatitis alkoholik yang bisa memperbesar peluang seseorang mengalami kondisi ini antara lain:
  • Faktor genetik, yaitu bagaimana tubuh memproses alkohol yang masuk
  • Adanya infeksi lain pada hati seperti hepatitis B, hepatitis C, dan hemochromatosis
  • Mengalami kondisi kekurangan nutrisi atau malnutrisi
  • Waktu minum alkohol berbarengan dengan waktu makan
  • Berjenis kelamin perempuan terkait perbedaan cara memecah alkohol yang masuk ke dalam tubuh
  • Obesitas alias kegemukan
  • Ras tertentu di mana Keturunan Afrika dan Hispanik lebih berisiko
 
Diagnosis hepatitis alkoholik bisa dilakukan oleh dokter dengan menggali riwayat kesehatan dan konsumsi alkohol pasien. Selain pasien, dokter mungkin akan menggali informasi tersebut dari keluarga tentang kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari pembesaran organ hati dan limpa. Beberapa pemeriksaan tambahan mungkin akan dilakukan dokter, seperti:
  • Tes darah lengkap
  • Uji fungsi hati
  • Pemeriksaan waktu pembekuan darah
  • CT scan abdomen
  • USG hati
Meskipun jarang, pengambilan jaringan atau biopsi hati dapat dilakukan untuk menegakkan dan memastikan diagnosis hepatitis alkoholik. 

Kriteria hepatitis alkoholik

Setelah didiagnosis, dokter akan menentukan seseorang menderita penyakit ini jika memenuhi kriteria di bawah ini:
  • Muncul penyakit kuning dalam 60 hari setelah mengonsumsi banyak alkohol (lebih dari 50g/hari) selama 6 bulan
  • Memiliki kadar serum bilirubin lebih dari 3 mg/dL
  • Mengalami peningkatan kadar aspartate aminotransferase (AST) menjadi 50 U/L hingga 400 U/L
  • Rasio AST dan ALT lebih dari 1,5
  • Tidak ada penyebab hepatitis akut lainnya
 
Cara mengobati hepatitis alkoholik akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan kondisi kesehatan pasien secara Menyeluruh. Beberapa langkah penanganan dari dokter bisa berupa:

1. Menghentikan konsumsi alkohol

Berhenti mengonsumsi alkohol merupakan langkah utama untuk mengatasi hepatitis alkoholik, terutama jika penyakit masih di tahap awal. Dengan ini, kerusakan hati kemungkinan bisa dipulihkan.Bahkan jika gangguan hati sudah parah, menghentikan penggunaan alkohol tetap bermanfaat. Berhentinya asupan alkohol berguna untuk mencegah munculnya kerusakan organ hati lebih lanjut.

2. Memperbaiki pola makan

Penderita hepatitis alkoholik seringkali menderita malnutrisi. Untuk mengembalikan kondisi ini, pasien perlu melakukan diet yang tepat. Pasien harus mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang. Pada kasus yang parah, pemberian makanan bisa melalui selang infus.

3. Memberikan obat-obatan

Untuk meringankan gejala yang muncul pemberian obat-obatan bisa dilakukan. Sementara untuk yang menderita kondisi yang parah, perawatan di rumah sakit bisa diberikan.Beberapa obat yang mungkin diberikan antara lain:
  • Kortikosteroid
  • Pentoxifylline
  • Steroid anabolik
  • Ropylthiouracil

3.  Melakukan transplantasi hati

Pada kasus yang sudah sangat serius, jalan keluar satu-satunya bisa saja teransplantasi hati. Jalan ini harus dipilih ketika hati gagal menjalankan fungsinya. Beberapa pertimbangan kenapa langkah ini diperlukan antara lain:
  • Mengembangkan gagal hati progresif, bahkan meski tidak minum alkohol
  • Pasien cukup sehat untuk melakukan prosedur ini
  • Memiliki komitmen untuk berhenti minum alkohol hingga maut menjemput
 

Komplikasi hepatitis alkoholik

Komplikasi hepatitis alkoholik yang mungkin terjadi antara lain:
  • Pembesaran vena (varises)

Pembuluh darah memiliki dinding tipis dan rentan berdarah jika menampung terlalu banyak darah. Banyaknya darah ini berasal dari aliran yang tidak lancer sehingga darah kembali naik ke pembuluh darah di perut dan kerongkongan. Kondisi ini bisa mengancam jiwa jika tidak segera diberikan perawatan medis.
  • Asites

Kondisi ini terjadi ketika cairan menumpuk di perut mengalami infeksi dan memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Kondisi ini tidak mengancam nyawa namun bisa jadi tanda sirosis alias hepatitis alkoholik lanjutan.
  • Ensefalopati hepatik

Kerusakan hati bisa membuat proses pembuangan racun tubuh mengalami hambatan. Penumpukan racun ini bisa merusak otak sehingga menyebabkan ensefalopati hepatik yang ditandai kebingungan, mengantuk, dan bicara cadel. Jika kondisi ini makin parah bisa menyebabkan koma.
  • Gagal ginjal

Kerusakan pada hati bisa memengaruhi aliran darah menuju ginjal. Jika ini terjadi, ginjal bisa mengalami kerusakan dan kegagalan fungsi.
  • Sirosis

Sirosis merupakan tumbuhnya jaringan parut di organ hati. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya kegagalan organ hati. 
Cara mencegah hepatitis alkoholik yang terbaik adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol. Bila tidak dapat menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol, cobalah untuk menguranginya hingga batas ringan-sedang.Batas tersebut moderat artinya 1 minuma per hari untuk perempuan dan maksimal 2 kali minum untuk pria. Adapun satu kali minum itu berisi 0.35 liter untuk bir. Untuk anggur, 1 kali minum adalah 0,11 liter. Sedangkan untuk 80 ABV sebanyak 0,04 liter dan alkohol 100 ABV sebanyak 0,02 liter.Langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan menghindarkan diri terpapar penyakit hepatitis B dan hepatitis C. Untuk mencegahnya, saat ini vaksinasi bisa dilakukan untuk hepatitis B. Sementara untuk hepatitis C, vaksin hingga saat ini masih belum tersedia.Penyakit ini bisa menular melalui jarum suntik saat penggunaan narkotik. Penularan bisa juga melalui cairan tubuh, misalnya melalui hubungan seks tanpa kondom. 
Hepatitis alkoholik merupakan kondisi medis yang bisa mengancam jiwa. Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala hepatitis alkoholik dan kecanduan alkohol. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
  
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang  dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hepatitis alkoholik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hepatitis alkoholik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/alcoholic-hepatitis
Diakses pada 8 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alcoholic-hepatitis/symptoms-causes/syc-20351388
Diakses pada 8 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470217/
Diakses pada 6 Januari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4981808/
Diakses pada 6 Januari 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/alcohol-related-liver-disease-arld/
Diakses pada 6 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email