Kandungan

Hiperemesis Gravidarum

Diterbitkan: 18 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah morning sickness yang sangat parah pada ibu hamil
Hiperemesis gravidarum (HG) adalah morning sickness yang sangat parah pada saat hamil. Kondisi ini dapat membahayakan calon ibu dan bayi jika dibiarkan.Pada umumnya, morning sickness tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri dalam 12 minggu. Namun jika mengalami hiperemesis gravidarum, penderita akan muntah berkali-kali, bahkan terus-menerus.Muntah terus-menerus kemudian dapat menyebabkan masalah kesehatan. Misalnya, dehidrasi dan penurunan berat badan pada ibu hamil.HG berlangsung lebih lama daripada morning sickness. Kondisi ini biasanya memberat di antara minggu ke-4 dan ke-6 kehamilan, dan mencapai puncaknya antara minggu ke-9 dan ke-13. Karena muntah yang parah, penderita bahkan tidak bisa melakukan rutinitasnya.Penyebab pasti dari hiperemesis gravidarum belum diketahui hingga sekarang. Namun para ahli meyakini bahwa peningkatan kadar hormon berperan dalam kondisi ini. 

Perbedaan morning sickness dengan hiperemesis gravidarum

Morning sickness dan hiperemesis gravidarum adalah dua kondisi yang berbeda. Jadi, komplikasi dan efek sampingnya juga berbeda pada tiap ibu hamil.Sangat penting mengenali perbedaan morning sickness dan hiperemesis gravidarum agar tidak berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Morning sickness

Morning sickness biasanya melibatkan mual yang sering disertai muntah. Kedua gejala ini umumnya menghilang setelah 12-14 minggu kehamilan. Muntah juga tidak menyebabkan dehidrasi berat.Morning sickness biasa mulai terjadi pada bulan pertama kehamilan dan hilang pada bulan ke-3 atau ke-4. Ibu hamil dengan morning sickness dapat mengalami lelah, penurunan nafsu makan, dan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Hiperemesis gravidarum

Keluhan hiperemesis gravidarum bisa meliputi mual dan muntah berat, yang menyebabkan dehidrasi parah. Gejalanya mulai muncul pada minggu ke-6 kehamilan.Mual dan muntah tersebut membuat penderita sulit makan maupun minum, sehingga penderita akan mengalami kenaikan berat badan yang tidak normal selama masa hamil.Kondisi ini dapat memicu rasa lemah yang berlangsung selama beberapa minggu bahkan hitungan bulan. Saking parahnya, penderita tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. 
Hiperemesis Gravidarum
Dokter spesialis Kandungan
GejalaMual dan muntah, lemas, pusing
Faktor risikoHamil kembar, penyakit trofoblastik, pernah mengalami hiperemesis gravidarum
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, USG
PengobatanObat-obatan, infus, penanganan mandiri
ObatObat antimual, vitamin
KomplikasiSaluran kerongkongan robek, pneumotoraks
Kapan harus ke dokter?Mual atau muntah berat, urine sedikit, tidak bisa minum dan makan
Gejala hiperemesis gravidarum umumnya meliputi:
  • Mual dan muntah yang parah. Ini keluhan yang paling umum.
  • Produksi air liur berlebih
  • Kelelahan dan lemas.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan tidur.
  • Indera penciuman yang lebih sensitif
  • Gangguan indera pengecap (dysgeusia), misalnya menjadi kurang sensitif.
  • Gangguan kecemasan dan depresi.
  • Mudah marah.
  • Perubahaan suasana hati (mood).
  • Konsentrasi yang menurun.
  • Berat badan yang menurun.
 
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui dengan pasti. Namun morning sickness maupun HG diduga dipengaruhi oleh kenaikan kadar hormon bernama HCG (human chorionic gonadotropin).Hormon HCG dihasilkan oleh plasenta selama kehamilan. Pada awal masa hamil, hormon ini diproduksi dengan cepat dan dalam jumlah besar. Jadi kadarnya dapat terus meningkat sepanjang kehamilan. 

Faktor risiko hiperemesis gravidarum

Beberapa kondisi yang juga bisa meningkatkan  risiko hiperemesis gravidarum meliputi:
  • Pernah mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya
  • Memiliki riwayat keluarga dengan hiperemesis gravidarum
  • Kehamilan kembar
  • Berat badan berlebih
  • Kehamilan pertama
  • Penyakit trofoblastik, yaitu adanya sel abnormal yang tumbuh di dalam rahim
 
Untuk memastikan diagnosis hiperemesis gravidarum, dokter dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini:

1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala maupun riwayat medis pasien.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi:
  • Tanda-tanda vital, termasuk tekanan darah dan detak jantung
  • Penampilan pasien secara umum, seperti berat badan dan tingkat nutrisi
  • Kelenjar tiroid
  • Kondisi perut
  • Kesehatan jantung
  • Kondisi saraf

3. Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium yang mungkin dianjurkan meliputi tes urine dan tes darah. Misalnya untuk mengecek kadar keton, keseimbangan elektrolit, enzim hati, bilirubin, amilase, lipase, hormon tiroid, kalsium, hematokrit, maupun ada tidaknya penyakit hepatitis.

4. USG kehamilan

Pemeriksaan ini dibutuhkan untuk mencari tahu adanya kehamilan kembar atau penyakit trofoblastik.

5. USG abdomen

Bila dibutuhkan, USG abdomen akan dilakukan untuk mengevaluasi kondisi pankreas dan/atau saluran empedu pasien.

6. CT scan atau MRI

CT scan dan MRI hanya dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya radang usus buntu, yang juga dapat menyebabkan gejala mual dan muntah pada kehamilan. 
Cara mengobati hiperemesis gravidarum tergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami oleh pasien. Penanganan kondisi ini umumnya berupa:

1. Obat-obatan

Dokter dapat merespkan obat-obatan antimual untuk mencegah mual. Obat ini diberikan bila muntah terus terjadi dan berisiko buruk bagi calon ibu maupun bayi.Jika ibu tidak dapat mengonsumsi obat lewat mulut, obat dapat disuntikkan lewat pembuluh darah. Dokter juga akan memastikan bahwa jenis obat yang diberikan aman untuk janin.

2. Suplemen

Dokter dapat pula menganjurkan pasien untuk mengonsumsi suplemen vitamin B yang meliputi:
  • Suplemen vitamin B6 (piridoksin)

Vitamin B6 sering diresepkan untuk mengatasi mual selama kehamilan. Dokter akan menentukan dosis yang sesuai dengan kondisi pasien. Pasalnya, konsumsi yang berlebihan dapat merusak saraf.
  • Suplemen vitamin B1 (tiamin)

Sama seperti piridoksin, vitamin B1 juga berperan dalam meringankan gejala muntah.

3. Cairan infus

Pada kasus yang berat, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Selama perawatan ini, dokter akan memberikan cairan lewat infus. Pasalnya, asupan cairan sangat penting untuk ibu hamil.Pemberian cairan infus dapat dihentikan apabila pasien sudah bisa minum sendiri. Selain cairan, nutrisi juga bisa diberikan melalui infus bila dirasa perlu.

4. Penanganan mandiri di rumah

Pada kasus ringan, beberapa upaya penanganan mandiri di bawah ini dapat dilakukan di rumah:
  • Perubahan gaya hidup

Jika pasien hiperemesis gravidarum masih mampu makan dan minum, lakukanlah dengan porsi lebih kecil, tapi lebih sering. Sebagai alternatif, ibu hamil bisa minum dengan sedotan.Apabila konsumsi makanan panas memicu rasa mual, pasien bisa mencoba makanan dingin. Begitu juga sebaliknya.Dokter bisa menyarankan pasien untuk minum cairan pengganti elektrolit dan memberikan suplemen nutrisi.Pasien pun perlu berusaha untuk mencukupi waktu tidur yang sehat serta mengelola stres.
  • Jahe

Konsumsi jahe dalam dosis kecil dapat membantu untuk mengurangi mual dan muntah. Bahan pangan ini bisa dicampur dalam teh atau dikonsumsi dalam bentuk suplemen.Bila memilih jahe dalam bentuk suplemen, jangan lupa untuk mendiskusikannya ke dokter sebelum digunakan agar tetap aman. 

Komplikasi hiperemesis gravidarum

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Robeknya saluran kerongkongan
  • Pneumotoraks atau pneumomediastinum, yakni penumpukan udara pada lapisan luar paru-paru atau rongga dada
  • Kebutaan atau wernicke encephalopathy
  • Penyakit hati
  • Kejang, koma, bahkan kematian
  • Gagal ginjal
  • Pankreatitis
  • Trombosis vena dalam
  • Emboli paru
  • Central pontine myelinosis
  • Rhabdomyolisis
  • Defisiensi vitamin K
  • Avulsi limpa
 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah hiperemesis gravidarum juga tidak tersedia. Tetapi beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan untuk mencegah morning sickness agar tidak bertambah parah:
  • Mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit, tapi sering
  • Mengonsumsi makanan yang lunak
  • Menunggu mual membaik sebelum mengonsumsi suplemen zat besi
  • Mengonsumsi vitamin B6 dan/atau jahe sesuai anjuran dokter
 
Hubungi dokter apabila pasien mengalami kondisi berikut:
  • Mual atau muntah berat
  • Urin sedikit atau berwarna gelap
  • Tidak bisa minum
  • Merasa pusing atau mau pingsan setiap kali berdiri
  • Jantung berdebar
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hiperemesis gravidarum, misalnya kehamilan kembar?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hiperemesis gravidarum. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#diagnosis
Diakses pada 28 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001499.htm
Diakses pada 28 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/baby/what-is-hyperemesis-gravidarum#1
Diakses pada 28 November 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/254751-overview#a1
Diakses pada 18 November 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12232-hyperemesis-gravidarum-severe-nausea--vomiting-during-pregnancy
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email