Penyakit Lainnya

Hiponatremia

Diterbitkan: 16 Sep 2020 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hiponatremia
Hiponatremia adalah kondisi rendahnya kadar natrium dalam darah. Di Indonesia, natrium lebih dikenal dengan istilah sodium,Sodium atau natrium merupakan elektrolit penting dalam mempertahankan keseimbangan cairan di dalam dan sekitar sel-sel, serta menjaga fungsi otot maupun saraf. Senyawa ini juga berperan menjaga tekanan darah agar tetap stabil.Ketika hipernatremia terjadi secara bertahap, penderita mungkin tidak merasakan gejala apapun. Namun bila kadar sodium turun drastis secara mendadak, pengidapnya bisa mengalami keluhan berupa sakit kepala, mual, muntah, hingga linglung.  
Hiponatremia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Secara umum, gejala hiponatremia bisa meliputi:
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kebingungan
  • Mudah lelah
  • Gelisah dan mudah marah
  • Terjadi kram atau kejang pada otot
Namun pengidap juga bisa saja tidak mengalami gejala apapun apabila kondisi hiponatremia terjadi secara bertahap. 
Penyebab hiponatremia sangat beragam, Beberapa di antaranya meliputi:
  • Diare
  • Gagal jantung
  • Penyakit ginjal
  • Sirosis hati
  • Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone Secretion (SIADH)
  • Muntah
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang
  • Kekurangan cairan
 
Dokter akan menanyakan tentang riwayat medis Anda. Gejala yang terjadi tidak dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik saja, maka dari itu dokter akan menyarankan tes darah dan tes urine (jika diperlukan) untuk memastikan kadar natrium darah. 
Pengobatan hiponatremia bertujuan untuk mengatasi penyebab utama, dokter mungkin akan menggunakan obat diuretik agar dapat meningkatkan kadar natrium.Selain itu, dokter juga mungkin akan menggunakan larutan natrium yang diberikan secara infus untuk menaikan kadar natrium secara perlahan. Hal ini membutuhkan perawatan di rumah sakit karena dokter harus memantau kadar natrium secara berkala. 
Saat Anda melakukan aktivitas yang berat, usahakan untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan harian. 
Segera konsultasi jika Anda merasa seperti mual dan muntah, kebingungan, kejang, atau hilang kesadaran. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hiponatremia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hiponatremia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyponatremia 
diakses pada 21 November 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyponatremia/symptoms-causes/syc-20373711
diakses pada 21 November 2018.
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000394.htm
diakses pada 21 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email