Kulit & Kelamin

Hipopigmentasi

16 Jun 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Hipopigmentasi
Hipopigmentasi adalah suatu kondisi ketika ada bagian kulit yang lebih terang dari warna kulit secara keseluruhan. Warna atau pigmentasi kulit, mata, dan rambut ditentukan oleh zat protein yang disebut melanin.Jika sel-sel kulit tidak menghasilkan cukup melanin, kulit bisa menjadi lebih terang. Hipopigmentasi bisa terjadi di beberapa bagian tubuh atau bahkan juga di semua bagian tubuh.Kondisi ini dapat dialami pada orang dari semua ras, tetapi mungkin lebih terlihat pada orang dengan kulit lebih gelap karena kontras antara warna kulit alami dan bercak putih. 

Jenis-jenis hipopigmentasi

Hipopigmentasi memiliki beberapa tipe berikut:
  • Albinisme

Albinisme adalah kelainan bawaan langka yang disebabkan oleh tidak adanya enzim yang menghasilkan melanin. Hal ini menyebabkan kurangnya pigmentasi pada kulit, rambut, dan mata. Albino memiliki gen abnormal yang membatasi tubuh memproduksi melanin.
  • Vitiligo

Vitiligo menyebabkan bercak putih halus pada kulit. Pada beberapa orang, bercak ini bisa muncul di seluruh tubuh. Ini adalah gangguan autoimun di mana sel-sel penghasil pigmen rusak.
  • Hipopigmentasi akibat kerusakan kulit

Jika Anda pernah mengalami infeksi kulit, lecet, luka bakar, atau trauma lain pada kulit. Anda mungkin kehilangan pigmentasi di area kulit yang terkena dampak.Namun, kondisi ini tidak permanen. Hanya saja, Anda mungkin memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan pigmentasi kulit.
  • Pityriasis alba

Pityriasis alba merupakan kondisi ketika muncul bintik-bintik putih pada kulit. Kondisi ini cenderung sembuh dengan sendirinya seiring waktu.
  • Lichen sclerosus

Lichen sclerosus menyebabkan bercak putih yang pada kulit yang akhirnya dapat membesar, berdarah, dan meninggalkan bekas luka. Bercak ini terjadi di daerah anal dan genital. 
Hipopigmentasi
Dokter spesialis Kulit
GejalaMuncul bercak putih pada kulit
Faktor risikoFaktor keturunan, paparan sinar matahari
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan kulit, biopsi
PengobatanObat-obatan, dermabrasi, terapi laser
ObatKrim steroid
KomplikasiKanker kulit
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hipopigmentasi
Secara umum, gejala hipopigmentasi meliputi:
 
Penyebab hipopigmentasi yang utama adalah cedera atau trauma pada kulit. Lepuh, luka bakar, dan infeksi dapat merusak kulit dan menyebabkan hipopigmentasi.Selain itu, hipopigmentasi juga disebabkan oleh prosedur perawatan kulit, seperti pengelupasan kimia dan laser. Hal ini dapat menyebabkan hipopigmentasi jika prosedur dilakukan secara tidak benar.Beberapa kondisi kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan hipopigmentasi, yaitu:
  • Dermatitis atopik atau eksim

Kondisi kulit ini menyebabkan bercak merah yang sangat gatal. Saat kulit sembuh, bercak bisa berubah menjadi putih.
  • Dermatitis kontak

Terpapar beberapa bahan kimia dapat menyebabkan dermatitis kontak dan dapat menyebabkan kulit menjadi lebih terang.
  • Psoriasis

Psoriasis merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan kulit memproduksi sel-sel secara cepat. Bercak perak dan merah yang dihasilkan pada akhirnya dapat sembuh dan terlihat lebih terang daripada bagian kulit lainnya. 

Faktor risiko hipopigmentasi

Beberapa faktor risiko hipopigmentasi meliputi:
  • Faktor genetik
  • Paparan sinar matahari
 
Diagnosis hipopigmentasi dilakukan dengan cara tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan biopsi.
  • Tanya jawab

Hal pertama yang dilakukan dokter untuk melakukan diagnosis hipopigmentasi adalah dengan menanyakan riwayat kesehatan keluarga. Dokter juga mungkin akan bertanya mengenai pigmentasi kulit di keluarga Anda, guna menentukan adanya faktor genetik.
  • Pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan fisik, dokter Anda akan menilai semua area kulit dan mencatat area dimana pigmentasi lebih ringan dari yang lain. Dokter juga akan mencatat setiap tahi lalat yang tampak mencurigakan atau area lain yang menjadi perhatian.
  • Biopsi kulit

Dalam beberapa kasus, dokter akan melakukan biopsi pada kulit yang mengalami perubahan warna.Untuk prosedur ini, dokter akan mengikis sampel kecil kulit untuk dikirim ke laboratorium untuk analisis lebih lanjut. Hal ini dilakukan jika dokter menduga Anda menderita lichen sclerosus, dan pityriasis alba. 
Cara mengobati hipopigmentasi umumnya akan tergantung dari penyebabnya. Meskipun begitu, ada tipe hipopigmentasi yang tidak bisa diobati, misalnya albinisme.Pasien albinisme hanya bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah komplikasi, misalnya menggunakan krim anti UV dan menggunakan kacamata saat berada di bawah paparan sinar matahari langsung.Meskipun begitu, beberapa tipe hipopigmentasi juga bisa diobati dengan beberapa cara, yaitu:
  • Menggunakan krim steroid topikal yang dapat membantu mengurangi perubahan warna kulit
  • Menggunakan pelembap untuk mengurangi kekeringan dan gatal
  • Menggunakan gel pencerah, seperti hydroquinone
  • Terapi laser yang digunakan pada kulit dua sampai tiga kali seminggu selama beberapa minggu. Pada beberapa orang, hasil ini hanya sementara, dan bercak putih kembali seiring waktu
  • Dermabrasi
  • Pengelupasan kimia
 

Komplikasi hipopigmentasi

Jika tidak ditangani dengan optimal, dapat menyebabkan komplikasi hipopigmentasi:
  • Kanker kulit, khususnya untuk penderita albinisme
  • Kecemasan sosial dan kehilangan rasa percaya diri akibat warna kulit
 
Cara mencegah hipopigmentasi belum diketahui hingga saat ini. 
Jika Anda mengalami gejala hipopigmentasi yang terasa mencurigakan, konsultasikan dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hipopigmentasi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hipopigmentasi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/hypopigmentation
Diakses pada 16 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320243#treatment
Diakses pada 16 Juni 2021
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hyperpigmentation-hypopigmentation
Diakses pada 16 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email