Penyakit Lainnya

Hipotensi Ortostatik

Diterbitkan: 02 Jul 2020 | Maria YuniarDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Hipotensi Ortostatik
Penurunan tekanan darah secara mendadak dapat menyebabkan pusing atau bahkan pingsan.
Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah secara mendadak yang terjadi ketika seseorang berdiri dari duduk atau berbaring. Hal ini dapat menyebabkan Anda merasa pusing bahkan pingsan.Kondisi ini merupakan salah satu tipe tekanan darah rendah atau hipotensi yang cukup umum terjadi. Biasanya penyakit ini berlangsung hanya beberapa menit, tetapi apabila ini berlangsung lama mungkin hal ini dapat menandakan keadaan yang serius. 
Hipotensi Ortostatik
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala yang paling umum terjadi pada penyakit ini adalah pusing dan kepala terasa ringan saat berdiri dari duduk atau berbaring. Selain pusing, ada beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit ini, yaitu:
  • Pandangan kabur
  • Merasa letih dan lemas
  • Pingsan
  • Kebingungan
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Terasa nyeri di dada
  • Terasa nyeri di leher dan bahu
Saat berdiri, gravitasi mengakibatkan darah berpusat di kaki dan perut. Hal ini menurunkan tekanan darah karena darah yang bersirkulasi kembali ke jantung menjadi lebih sedikit. Selain itu, ada beberapa penyebab dari penyakit ini:
Untuk memastikan dan menemukan penyebab utama, dokter akan menyarankan melakukan pemeriksaan fisik dan denyut jantung. Untuk hasil yang lebih pasti, dokter dapat melakukan beberapa tes lain, di antaranya:
  • Tes Darah
    Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah (apakah rendah) dan sel darah merah (apakah rendah) dalam darah karena hal ini dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
  • Elektrokardiogram (EKG)
    EKG merupakan alat yang mempunyai sensor untuk mendeteksi sinyal listrik di jantung dengan cara ditempelkan di dada. Tes ini digunakan untuk mendiagnosis hipotensi ortostatik.
  • Ekokardiogram
    Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menggambar ukuran, struktur, dan gerakan jantung serta fungsi jantung.
Pengobatan ini bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah menjadi normal. Hal ini biasanya dilakukan dengan meningkatkan volume darah, mengurangi pengumpulan darah di kaki bawah, dan membantu pembuluh darah untuk mendorong darah ke seluruh tubuh. Anda juga dapat mengikuti beberapa cara lain, seperti:
  • Mengubah gaya hidup
    Dengan mengonsumsi air yang cukup dan tidak mengonsumsi alkohol. Apabila suhu di sekitar terlalu panas, usahakan untuk menghindari untuk menjaga suhu di sekitar tetap normal.
  • Mengonsumsi obat-obat tertentu
    Obat seperti fludrokortison dapat digunakan untuk membantu meningkatkan jumlah cairan dalam darah, sehingga meningkatkan tekanan darah.
Apabila Anda mengalami gejala seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter.
Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu dilakukan terlebih dahulu, termasuk apa saja yang berhubungan dengan gejala yang dialami. Menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan lebih efektif. Untuk hipotensi ortostatik, berikut beberapa pertanyaan dasar yang dapat diajukan:
  • Tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Obat apa yang saya perlukan?
  • Adakah makanan yang harus saya hindari?
  • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?
Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan agar dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:
  • Kapan mengalami gejala pertama kali?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi?
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/dizziness-on-standing-up
diakses pada 22 November 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/orthostatic-hypotension/symptoms-causes/syc-20352548
diakses pada 22 November 2018.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/All-Disorders/Orthostatic-Hypotension-Information-Page
diakses pada 22 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengapa Tangan Keriput Jika Kena Air Terlalu Lama?

Setelah berendam lama di dalam air, biasanya Anda akan mengalami tangan keriput. Apa sebenarnya alasan ilmiah di balik kondisi tersebut?
06 Nov 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Tangan keriput saat kena air karena untuk menyesuaikan lingkungan yang basah, agar tidak licin

Pusing Setelah Olahraga Bisa Terjadi karena 5 Faktor Ini

Pusing setelah olahraga dapat terjadi karena beberapa faktor, termasuk dehidrasi, teknik pernapasan yang salah, gula darah rendah, hingga olahraga yang berlebihan. Tekanan darah rendah juga dapat memicu pusing setelah olahraga.
23 Nov 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Pusing setelah olahraga dapat terjadi karena beberapa faktor, mulai dari dehidrasi hingga tekanan darah rendah

Mual saat Hamil Muda: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mual saat hamil muda disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dan hormon HCG. Perlu diperhatikan, mual saat hamil muda bisa jadi indikasi penyakit serius.
09 May 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Mual saat hamil muda bisa jadi tanda penyakit berbahaya