Infeksi

Infeksi Cacing Kremi

Diterbitkan: 25 Oct 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Infeksi Cacing Kremi
Infeksi cacing kremi berasal dari jenis cacing gelang
Infeksi cacing kremi adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing tipe Enterobius vermicularis, atau cacing kremi (enterobiasis) yang merupakan jenis cacing gelang. Bentuknya tipis, putih, dan sangat kecil, berukuran sekitar 6-13 milimeter. Cacing kremi umumnya tidak berbahaya tetapi sangat umum menginfeksi manusia.Infeksi tersebut bisa terjadi akibat tidak sengaja menelan atau menghirup telur cacing kremi. Karena ukurannya yang sangat kecil, telur cacing dapat dibawa oleh makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi tanpa kita sadari.Ketika orang yang terinfeksi sedang tidur, cacing kremi betina akan mengeluarkan ribuan telur di lipatan kulit sekitar anus. Kebanyakan orang yang terinfeksi cacing kremi tidak mengalami gejala. Namun, beberapa orang akan mengalami gatal pada anus dan gelisah saat tidur.Infeksi cacing kremi lebih sering terjadi pada anak usia sekolah, dan telurnya dengan mudah menyebar dari satu anak ke anak lainnya. 
Infeksi Cacing Kremi
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaAnus gatal, ruam, insomnia
Faktor risikoUsia kanak-kanak, tinggal di daerah padat
Metode diagnosisTape test, tes laboratorium 
PengobatanObat-obatan, perubahan gaya hidup
ObatMebendazole, pirantel pamoat, abendazole
KomplikasiInfeksi kandung kemih, penurunan berat badan
Kapan harus ke dokter?Jika merasakan anus gatal terus-menerus pada malam hari
Gejala infeksi cacing kremi berupa:
  • Gatal yang intens pada daerah anus atau vagina
  • Rasa tidak nyaman pada daerah anus atau vagina
  • Ruam atau iritasi pada kulit di sekitar anus atau vagina
  • Insomnia, sulit tidur, atau kegelisahan akibat iritasi pada kulit
  • Kemunculan cacing kremi pada daerah sekitar anus atau pada feses, maupun sekitar vagina
  • Nyeri perut dan mual
Selain itu, gejala lain yang juga berkaitan dengan infeksi cacing kremi adalah:
  • Sakit perut
  • Infeksi bakteri sekunder akibat garukan intens pada kulit yang terasa gatal
  • Infeksi pada ureter atau kandung kemih yang dapat menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman ketika buang air kecil
Banyak anak dan orang dewasa yang terinfeksi hanya dengan beberapa gejala atau bahkan tidak bergejala. Namun, jika infeksi yang dialami tergolong berat, maka gejala yang dialami juga bisa parah.Baca juga: Ciri-Ciri Orang Cacingan dan Gejala Penyakit Cacingan Lainnya Pada Orang Dewasa 
Infeksi cacing kremi merupakan infeksi yang sangat menular. Infeksi ini bisa didapat karena tidak sengaja menelan atau menghirup telur cacing kremi. Telur yang berukuran sangat kecil berisiko terbawa melalui makanan, minuman, atau tangan yang terkontaminasi.Ketika ditelan, telur akan menetas di dalam usus halus, dan tumbuh menjadi cacing dewasa dalam beberapa minggu.Cacing kremi betina akan berpindah ke usus besar lalu menuju ke daerah anus untuk bertelur. Proses ini biasanya terjadi pada malam hari, dan seringkali menyebabkan gatal pada anus. Setelah bertelur, cacing betina tersebut akan masuk kembali ke dalam usus besar.Ketika menggaruk daerah yang gatal, telur akan menempel di bawah kuku. Telur cacing kremi akan berpindah ke tempat lain, seperti mainan, kasur, atau tempat duduk toilet.Telur juga dapat berpindah dari tangan yang telah terkontaminasi ke makanan, cairan, pakaian atau orang lain. Cacing kremi dapat bertahan selama 2-3 minggu di area yang telah terkontaminasi.Walaupun jarang terjadi, orang dewasa bisa dengan tak sengaja menghirup telur ketika mengibaskan sprei, handuk, atau pakaian yang telah terkontaminasi.Cacing kremi umumnya mampu hidup hingga sekitar 13 minggu. Menggaruk daerah yang terinfeksi dapat menyebabkan tertelannya telur secara tidak sengaja sehingga mengakibatkan infeksi berulang, serta mengulang kembali proses hidup dan infeksi cacing kremi tersebut.Terkadang, telur yang terletak di anus dapat menetas, dan larva dari cacing kremi menginfeksi kembali usus kecil tempat yang menjadi tempat asalnya. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi terus berlanjut terus menerus jika tidak diobati.Cacing kremi tidak dapat menginfeksi hewan karena induk inangnya hanyalah manusia. Oleh karena itu, tidak diperlukan perawatan pada hewan peliharaan walaupun anggota keluarga telah terinfeksi.


Faktor risiko

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan terjadinya risiko infeksi cacing kremi adalah:

1. Usia

Cacing kremi sering ditemukan pada anak berusia 5-10 tahun. Telur yang berukuran sangat kecil mampu menyebar dengan mudah ke anggota keluarga, pengasuh, dan anak lain saat di sekolah atau di tempat penitipan anak.Selain itu, anak yang memiliki kebiasaan untuk mengisap jarinya juga memiliki risiko tinggi terhadap infeksi cacing kremi.Namun, infeksi cacing kremi jarang terjadi pada anak di bawah 2 tahun karena biasanya orang yang mengasuh, membersihkan daerah anus anak dengan baik.

2. Lingkungan tempat tinggal

Orang yang tinggal dalam pemukiman padat, seperti asrama, berisiko lebih tinggi terkena infeksi cacing kremi. 
Dokter dapat mendiagnosis infeksi cacing kremi dengan mengidentifikasi cacing dewasa atau telurnya.Untuk membantu dokter mendiagnosis, pasien biasanya diminta menjalani tes yang disebut tape test dengan menggunakan plester khusus atau selotip. Jalani test ini sesaat setelah bangun dan sebelum menggunakan toilet, mandi, atau berpakaian, dengan menekan sisi perekat selotip atau plester ke kulit sekitar anus.Selotip atau plester tersebut bisa ‘menangkap’ telur cacing kremi. Selain menggunakan selotip, Anda juga dapat menggunakan cotton bud yang diseka pada anus. Cotton bud tersebut kemudian ditempatkan di dalam larutan garam fisiologis.Selanjutnya, bawalah plester atau cairan garam fisiologis tersebut kepada dokter. Petugas laboratorium akan memeriksa sampel yang telah diberikan dengan mikroskop untuk melihat keberadaaan telur cacing kremi.Untuk hasil yang lebih baik, lakukan tes ini selama 3 hari berturut-turut. 
Perawatan infeksi cacing kremi dilakukan untuk menghilangkan cacing kremi, mengurangi gejala yang dirasakan dan mencegah komplikasi, melalui pemberian obat-obatan antelmintik dan menjaga kebersihan.

1. Pemberian obat-obatan antelmintik

Antelmintik atau obat cacing adalah obat yang dapat mematikan atau melumpuhkan cacing dalam tubuh manusia. Dokter akan merekomendasikan obat cacing yang dijual bebas atau dengan diresepkan kepada seluruh isi rumah untuk mencegah terjadinya infeksi dan infeksi berulang.Jenis obat cacing yang biasanya diberikan antara lain:
  • Mebendazole

    Mebendazole dapat mematikan cacing secara selektif dan permanen dengan menghalangi asupan gula (glukosa) dan nutrisi lain yang biasanya diambil oleh cacing di usus manusia.
  • Pyrantel pamoate

    Pyrantel pamoate adalah obat anticacing yang diberikan untuk mencegah cacing tumbuh dan berkembangbiak. Obat ini bekerja dengan menghambat kolinesterase, serta mengakibatkan kelumpuhan dan kejang pada cacing.
  • Albendazole

    Albendazole bekerja dengan cara menghalangi cacing agar tidak menyerap glukosa, sehingga cacing kehilangan energi dan mati. 
Penderita biasanya akan mengalami efek samping ringan pada pencernaan saat mengonsumsi obat-obat tersebut. Pasien biasanya membutuhkan setidaknya 2 dosis untuk menghilangkan cacing kremi sepenuhnya.

2. Menjaga kebersihan rumah dan anggota keluarga

Selain minum obat, agar infeksi tidak meluas, barang-barang di rumah yang diduga sudah terpapar telur cacing perlu dibersihkan.


Komplikasi

Biasanya, infeksi cacing kremi tidak menyebabkan masalah serius. Namun dalam beberapa kasus yang terbilang jarang, infeksi cacing kremi yang tidak ditangani dengan baik, dapat mengakibatkan komplikasi berupa:

1. Infeksi pada alat kelamin wanita

Parasit dapat berpindah dari anus ke area vagina, rahim, tuba falopi, dan sekitar organ panggul. Kondisi ini bisa menyebabkan peradangan, seperti vaginitis dan peradangan pada bagian dalam dinding rahim (endometritis).

2. Infeksi kandung kemih

Cacing kremi dapat pula masuk ke dalam saluran kemih hingga menyebabkan infeksi kandung kemih.

3. Penurunan berat badan

Cacing kremi yang berada di dalam tubuh dapat membuat perut orang yang terinfeksi menjadi tidak nyaman hingga kehilangan nafsu makan. Di samping itu, banyaknya jumlah cacing kremi dapat merampas nutrisi penting dari tubuh dan pada akhirnya menyebabkan penurunan berat badan.Baca jawaban dokter: Gatal di bagian vagina dan keluar cacing 
Cacing kremi mampu menempel pada permukaan benda, termasuk mainan, keran air, tempat tidur, dan dudukan toilet selama lebih dari 2 minggu.Selain rajin membersihkan permukaan yang mungkin terkontaminasi, seperti mainan, lantai, keran, meja, dan dudukan toilet, ada langkah lain untuk membantu mencegah penyebaran cacing kremi serta mencegah kembalinya infeksi, yaitu dengan:

1. Mandi di pagi hari

Karena cacing kremi bertelur pada malam hari, mencuci area anus di pagi hari dapat membantu mengurangi jumlah telur cacing kremi dalam tubuh. Mandi dengan pancuran air akan membantu menghindari infeksi berulang dalam air di bak mandi. Selain itu, jangan ijinkan anak-anak untuk mandi bersama, karena telur cacing kremi dapat menyebar melalui air mandi.

2. Mengganti celana dalam dan seprai setiap hari

Langkah ini dapat membantu menghilangkan telur cacing kremi.

3. Mencuci baju dengan air panas

Mencuci seprei, pakaian tidur, celana dalam, waslap, dan handuk dengan air panas membantu membunuh telur cacing kremi. Selanjutnya, lakukan pengeringan dengan suhu tinggi.

4.Tidak menggaruk daerah anus

Potong kuku anak untuk mengurangi tempat untuk berkumpulnya telur. Ajari anak untuk menghindari kebiasaan menggigiti kuku.

5. Mencuci tangan dengan menggunakan air hangat

Untuk mengurangi risiko terkena atau menyebarkan infeksi, cuci tangan dengan benar setelah buang air besar, mengganti popok, dan sebelum makan. Pada anak-anak, usahakan untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jari.

6. Tidak mengibaskan pakaian atau seprei

Jangan mengibaskan pakaian maupun seprei, untuk menghindari telur cacing kremi menyebar melalui udara.

7. Membersihkan lantai dan karpet

Bersihkan lantai maupun karpet dengan teliti. Jika memungkinkan, gunakan penyedot debu. 
Konsultasikan pada dokter jika mengalami gatal pada anus yang parah, terutama di malam hari.        
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
    
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap infeksi cacing kremi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis infeksi cacing kremi agar penanganan yang tepat bisa diberikan.   
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinworm/symptoms-causes/syc-20376382
Diakses pada Oktober 2018
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/pinworm_infection/article.htmDiakses pada Oktober 2018Healthline. https://www.healthline.com/health/pinworms
Diakses pada 21 Oktober 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/225652-medication#2
Diakses pada 21 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/parasites/pinworm/epi.html
Diakses pada 21 Oktober 2020
Stanford. https://web.stanford.edu/group/parasites/ParaSites2006/Enterobius/transmission.htm#
Diakses pada 21 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6522669/
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email