Infeksi

Infeksi Payudara (Mastitis)

Diterbitkan: 26 Apr 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Infeksi Payudara (Mastitis)
Mastitis menyebabkan rasa sakit, bengkak, kemerahan dan rasa hangat pada payudara.
Infeksi payudara (mastitis) adalah peradangan jaringan payudara yang disertai infeksi. Peradangan menyebabkan payudara sakit, bengkak, terasa hangat, dan berwarna merah, mengalami demam dan meriang. Mastitis lebih sering memengaruhi wanita yang sedang menyusui tetapi mastitis hal ini juga dapat terjadi pada wanita yang tidak menyusui dan bahkan pada laki-laki. Infeksi dalam masa menyusui dapat menyebabkan ibu merasa tidak enak badan, yang membuatnya sulit untuk menjaga bayi dan terkadang membuat ibu harus menyapih sebelum saatnya.
Infeksi Payudara (Mastitis)
Dokter spesialis Kandungan, Penyakit Dalam
Mastitis biasanya hanya menginfeksi 1 payudara dan gejala seringkali berkembang dengan cepat. Gejala mastitis termasuk:
  • Area berwarna merah akan mengalami bengkak dan terasa panas dan sakit pada saat disentuh
  • Benjolan pada payudara atau area yang keras pada payudara
  • Nyeri pada payudara yang akan berlanjut atau terjadi ketika menyusui
  • Keluarnya cairan pada puting, yang berwarna putih atau mengandung darah
Selain gejala di atas, pasien juga dapat  mengalami gejala flu, seperti sakit, demam, meriang dan kelelahan.
Pada ibu yang menyusui, mastitis seringkali disebabkan oleh produksi ASI yang terganggu yang diketahui sebagai stasis susu. Stasis susu dapat terjadi karena berbagai penyebab:
  • Bayi tidak secara tepat melekat pada payudara saat menyusui
  • Bayi memiliki masalah dalam mengisap di payudara
  • Frekuensi menyusui yang jarang atau bahkan tidak sama sekali
Pada beberapa kasus, produksi ASI yang terganggu juga dapat terinfeksi bakteri yang disebut sebagai mastitis infektif. Pada ibu yang tidak menyusui, mastitis seringkali terjadi ketika payudara menjadi terinfeksi karena luka pada puting, seperti terdapatnya retakan atau puting yang sakit.Faktor risiko
  • Riwayat mastitis sebelumnya saat menyusui
  • Sakit atau puting yang retak, meskipun mastitis dapat berkembang tanpa kulit yang rusak
  • Menggunakan bra yang terlalu ketat, atau puting yang tertekan saat menggunakan sabuk pengaman atau membawa tas yang berat, yang akan menghalangi aliran susu
  • Teknik menyusui yang kurang tepat
  • Terlalu lelah atau stres
  • Nutrisi yang kurang
  • Merokok
KomplikasiMastitis yang tidak dirawat secara memadai atau karena saluran yang terhalangi dapat menyebabkan kumpulan nanah yang berkembang di dalam payudara. Abses (nanah pada payudara) biasanya membutuhkan operasi untuk menghilangkannya. Untuk menghindari kompikasi, konsultasi kepada dokter secepatnya pada saat terdapat gejala mastitis.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan mengenai tanda dan gejala. Kebiasaan menyusui akan membantu dokter menentukan antibiotik terbaik untuk ibu terutama apabila memiliki infeksi parah. Dokter akan merekomendasikan mamogram atau ultrasound atau keduanya. Jika tanda dan gejala tetap berlangsung saat mengonsumsi antibiotik, biopsi disarankan untuk memastikan tidak adanya kanker payudara.
Mastitis biasanya dapat dengan mudah diobati dan kebanyakan wanita sembuh dengan sangat cepat. Beberapa tindakan sederhana dapat membantu seperti:
  • Istirahat yang cukup dan tetap terhidrasi
  • Gunakan obat untuk mengurangi rasa nyeri dan demam
  • Hindari pakaian yang ketat, termasuk bra, sampai gejala membaik
  • Untuk ibu menyusui, lanjutkan menyusui dan pastikan bahwa bayi menempel dengan tepat pada payudara
Ibu tetap dapat menyusui bayinya saat mastitis. Meskipun infeksi, hal tidak akan membahayakan bayi dan dapat membantu gejala membaik. Ibu dapat menyusui lebih sering dari biasanya dan memerah atau memompa ASI ketika tidak menyusui.
Untuk mendapatkan hubungan menyusui dengan bayi yang baik sejak awal dan menghindari komplikasi seperti mastitis, pertimbangkan bertemu dengan konsultan laktasi (menyusui). Konsultan laktasi dapat memberikan tips dan menyediakan saran untuk teknik menyusui yang layak. Berikut adalah saran untuk meminimalisir kemungkinan terkena mastitis:
  • Kosongkan susu dari payudara pada saat menyusui
  • Biarkan bayi menghabiskan 1 payudara sebelum berpindah ke payudara yang berikutnya
  • Ubah posisi yang digunakan untuk menyusui dari satu posisi menyusui ke posisi yang lain
  • Pastikan bayi menempel secara tepat saat menyusui
  • Berhenti merokok jika merokok
Temuilah dokter jika memiliki gejala payudara yang mengkhawatirkan.
  • Tuliskan gejala yang dialami
  • Tuliskan semua obat-obatan, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi
  • Tuliskan informasi yang penting
  • Tuliskan informasi pribadi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter
  • Berapa lama Anda mengalami tanda dan gejala? Apakah hanya di salah satu payudara atau keduanya?
  • Seberapa parah sakitnya?
  • Apakah teknik menyusui yang Anda pakai?
  • Apakah Anda pernah mengalami infeksi payudara sebelumnya?
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mastitis/symptoms-causes/syc-20374829
Diakses pada 22 Oktober 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mastitis/
Diakses pada 22 Oktober 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Infeksi Nosokomial, Saat Rumah Sakit Jadi Sumber Penyakit

Infeksi nosokomial atau yang dapat juga disebut sebagai hospital-acquired infection adalah infeksi yang didapat di lingkungan rumah sakit akibat bakteri, virus, maupun jamur. Meski steril, rumah sakit rupanya masih bisa menjadi lokasi awal terjadinya penularan penyakit.
10 Dec 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Infkesi nosokomial adalah infeksi yang muncul akibat bakteri, kuman, maupun virus yang terdapat di rumah sakit

Bersihkan Rumah Setelah Banjir Jakarta, Waspadai Risiko Penyakit Ini

Banjir Jakarta tidak sekadar menimbulkan kerugian materiil, karena membuat barang-barang Anda rusak. Ada risiko penyakit yang juga muncul, ketika Anda membersihkan rumah pascabanjir. Salah satunya adalah infeksi mematikan.
02 Jan 2020|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Ketika membersihkan rumah setelah banjir Jakarta, berhati-hatilah terhadap potensi infeksi.

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga Bayi yang Perlu Diwaspadai

Umumnya, benjolan di belakang telinga bayi dapat disebabkan oleh kondisi umum seperti jerawat vulgaris hingga lipoma. Namun, waspadai penyebab benjolan yang lebih serius seperti kanker.
16 Sep 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Benjolan di belakang telinga bayi dapat disebabkan oleh infeksi, masalah kulit, hingga pembengkakan getah bening