Infeksi

Infeksi Saluran Kemih

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Infeksi Saluran Kemih
Sistitis dan ureatritis merupakan jenis ISK yang paling sering ditemukan.
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang berada pada organ sistem berkemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Risiko ISK lebih besar pada perempuan daripada laki-laki. ISK dapat berupa infeksi ginjal (pielonefritis), infeksi kandung kemih (sistitis), atau infeksi uretra (uretritis). Yang paling sering ditemukan adalah sistitis dan uretritis.
Infeksi Saluran Kemih
Dokter spesialis Urologi
Tanda dan gejala ISK di antaranya adalah:
  • Urine tampak keruh
  • Sensasi terbakar pada area tempat keluarnya air seni saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin buang air kecil
  • Sering buang air kecil dalam jumlah yang sedikit
  • Nyeri pada panggul
  • Air seni atau urine berwarna kemerahan atau kecoklatan
ISK dapat disebabkan oleh masuknya bakteri dari tinja melalui uretra (saluran yang menghubungkan lubang tempat keluarnya urine dengan kandung kemih) ke kandung kemih yang dapat menyebabkan infeksi. Bakteri tersebut dapat menempel dan berkembang biak pada dinding kandung kemih. Bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi ini adalah Escherichia coli (E. coli).
Untuk diagnosis ISK, dokter biasanya dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan, seperti:
  • Urinalisis atau pemeriksaan sampel urine untuk memeriksa sel darah putih, sel darah merah, nitrit, dan bakteri dalam urine.
  • Kultur urine untuk menentukan jenis bakteri dalam urine. Setelah mengetahui jenis bakteri, dokter dapat menentukan antibiotik yang terbaik untuk mengobati infeksi.
Infeksi saluran kemih dapat diobati dengan obat-obatan yang akan bergantung pada jenis bakteri yang ada pada urine. Untuk infeksi sederhana, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik oral (minum) untuk membunuh bakteri dan jika terdapat rasa sakit dan terbakar, dapat menggunakan obat seperti fenazopiridin untuk mengobati rasa sakit dan terbakar. Selain obat, biasanya infeksi ini juga dapat diobati dengan cara minum air (bebas kafein dan pemanis buatan) yang banyak agar dapat mengeluarkan bakteri dari kandung kemih.
Untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih, anda dapat melakukan beberapa hal, seperti:
  • Hindari pemakaian produk area kewanitaan yang dapat mengiritasi uretra.
  • Bersihkan bagian lubang kemih dan sekitarnya setelah buang air dari depan ke belakang untuk mencegah menempelnya bakteri dari area anus ke uretra.
  • Minumlah banyak air untuk mencairkan air seni dan membuat sering buang air kecil, sehingga membawa bakteri keluar dari saluran kemih.
  • Kosongkan kandung kemih setelah berhubungan seksual.
Jika terdapat gejala-gejala yang sudah disebutkan, maka segeralah hubungi dokter untuk berkonsultasi untuk mencegah infeksi menjadi semakin parah.
Sebelum melakukan konsultasi, sebaiknya Anda membuat beberapa daftar seperti gejala yang dialami, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pertanyaan untuk konsultasi dokter, seperti:
  • Apa yang menyebabkan gejala yang saya alami?
  • Perawatan atau pengobatan apa yang cocok untuk menyembuhkan gejala yang saya alami?
  • Apakah saya perlu melakukan tes? Tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Apa risiko jika penyakit ini kambuh kembali?
  • Apa yang perlu saya lakukan untuk mengurangi risiko kambuhnya penyakit ini?
  • Jika perawatan pertama tidak berhasil, apa rekomendasi Anda untuk langkah selanjutnya?
Pada saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, meliputi:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan pertama kali Anda mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda sering berhubungan seksual?
  • Apakah Anda sedang dalam perawatan medis lain?
  • Seberapa sering Anda membuang air kecil?
  • Apakah Anda pernah mengalami penyakit ini sebelumnya?
  • Apakah Anda pernah menggunakan kateter?
  • Apakah Anda sakit pinggang?
  • Apakah terdapat demam?
  • Seberapa tidak nyaman Anda dengan penyakit ini?
Healthline. https://www.healthline.com/health/bladder-infection
diakses pada 14 November 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
diakses pada 14 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Sering Buang Air Kecil tapi Tidak Sakit, Mungkin ini Penyebabnya

Sering buang air kecil tapi tidak sakit dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu. Kondisi ini bisa mengganggu rutinitas Anda sehari-hari.
06 Oct 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Sering buang air kecil tapi tidak sakit dapat terjadi karena mengonsumsi lebih banyak kafein atau alkohol

Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil yang Pernah Dialami Irish Bella, Bagaimana Mengobatinya?

Janin kembar Irish Bella dan Ammar Zoni meninggal dalam kandungan setelah bertahan 6 bulan lamanya. Sebelumnya, Bella juga pernah mengalami infeksi saluran kemih. Bagaimana ISK pada ibu hamil bisa terjadi?
08 Oct 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Irish Bella pernah mengalami infeksi saluran kemih saat hamil

Leukosit Tinggi Dalam Urine, Bisa Jadi Ada Infeksi di Saluran Kemih

Leukosit dalam urin yang tinggi saat pengecekan medis bisa jadi penanda infeksi pada saluran kemih. Tingginya leukosit tersebut menandakan tubuh sedang melawan infeksi yang terjadi. Selain infeksi, penyumbatan atau obstruksi di saluran kemih juga bisa menjadi biangnya sehingga harus ditangani oleh dokter.
24 Jun 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Leukosit dalam urin yang tinggi dapat disebabkan oleh infeksi atau obstruksi di saluran kemih