Jantung

Penyakit Jantung Koroner

Diterbitkan: 11 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Penyakit Jantung Koroner
Gejala penyakit jantung koroner diantaranya adalah nyeri dada, sesak napas dan serangan jantung mendadak.
Penyakit jantung koroner adalah kondisi tersumbatnya pembuluh darah jantung. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh timbunan lemak dalam pembuluh darah yang membuat berkurangnya oksigen dan nutrisi ke jantung.Berkurangnya aliran darah ke jantung dapat mengganggu fungsi jantung, menyebabkan nyeri dada (angina), dan sesak napas. Bahkan sumbatan total dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian.Penderita jantung koroner mungkin saja tidak merasakan gejala apapun sampai mengalami nyeri dada hingga serangan jantung. Oleh karenanya, penting untuk menjaga kesehatan jantung, antara lain dengan gaya hidup sehat. 
Penyakit Jantung Koroner
Dokter spesialis Jantung
GejalaNyeri dada kiri, nyeri menjalar hingga punggung, napas pendek
Faktor risikoMerokok, kadar kolesterol tinggi, hipertensi
Metode diagnosisEKG, tes darah, tes pencitraan
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan, operasi
ObatAspirin, obat penurun kolesterol, beta bloker
KomplikasiSeragan jantung, aritmia, gagal jantung
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala penyakit jantung koroner
Gejala penyakit jantung koroner dapat berbeda-beda pada masing-masing orang. Ada yang merasakan gejala tertentu sebelum mengalami sindrom koroner akut. Ada juga yang tidak pernah mengalami gejala apapun hingga mengalami serangan jantung.

Nyeri dada (angina)

Nyeri dada biasanya dialami di bagian tengah atau sebelah kiri dada. Rasa sakit ini bisa berupa:
  • Dada terasa berat, tertindih, dan tertekan
  • Rasa terbakar pada dada
  • Nyeri tajam yang singkat pada leher, lengan atau punggung.

Sesak napas

Penderita jantung koroner dapat mengalami sesak napas dan kelelahan akibat kurangnya oksigen ke jantung dan organ tubuh lain.

Serangan jantung

Serangan jantung terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah yang membuat otot jantung tidak mendapat cukup darah dan oksigen. Jika penyumbatan total terjadi, maka aliran darah ke jantung akan berhenti.Gejala serangan jantung meliputi:
  • Nyeri dada yang menyebar ke leher, rahang, telinga, lengan, punggung, dan perut
  • Batuk
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Wajah pucat abu-abu
  • Panik
  • Sakit pada seluruh tubuh
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat
Gejala serangan jantung umumnya terjadi konstan, datang dan pergi. Gejala ini dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Gejala lain

  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri ulu hati
  • Lemas
  • Berkeringat
  • Mual
  • Kram
 
Penyebab penyakit jantung koroner adalah berkurangnya asupan darah dari jantung. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya pembentukan plak pada dinding arteri (aterosklerosis). Lama-kelamaan, plak bisa membuat dinding arteri mengeras hingga menghalangi aliran darah. 

Faktor risiko penyakit jantung koroner

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami jantung koroner, yaitu:
  • Usia

Semakin bertambah usia, risiko terhadap kerusakan dan penyempitan arteri semakin tinggi.
  • Jenis kelamin

Laki-laki lebih berisiko mengalami jantung koroner. Meski demikian, risiko wanita terkena jantung koroner akan meningkat setelah menopause.
  • Riwayat keluarga

Risiko akan meningkat pada orang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung koroner, terutama jika ada keluarga dekat yang menderita penyakit ini pada usia muda.Kemungkinan seseorang untuk mengidap penyakit jantung koroner juga akan lebih tinggi jika ayah atau saudara laki-lakinya mengalami penyakit yang sama di bawah usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara perempuannya memiliki penyakit ini sebelum umur 65 tahun.
  • Merokok

Perokok lebih berisiko tinggi terkena penyakit jantung, termasuk perokok pasif.
  • Hipertensi

Hipertensi yang tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan aterosklerosis, sehingga memperlambat aliran darah.
  • Kadar kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi dalam tubuh bisa meningkatkan risiko pembentukan plak pada arteri.
  • Diabetes

Diabetes juga akan meningkatkan risiko jantung koroner, khususnya bila kadar gula darah tidak terkendali dengan baik.
  • Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas akan menambah risiko jantung koroner.
  • Kurang gerak

Orang yang kurang olahraga akan lebih berisiko untuk mengalami penyakit jantung koroner.
  • Stres

Stres yang berlebihan dapat merusak arteri serta memperburuk kondisi jantung koroner.
  • Makanan tidak sehat

Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, garam, dan gula juga akan meningkatkan risiko jantung koroner.
  • Merokok

Nikotin dalam rokok dapat mempersempit pembuluh darah, sehingga menambah risiko penyakit jantung koroner. 
Untuk memastikan diagnosis penyakit jantung koroner, dokter akan melakukan langkah-langkah pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, riwayat penyakit pasien dan keluarga, faktor risiko, serta aktivitas fisik pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter lalu melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda penyakit jantung koroner.
  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol, trigliserida, gula, lipoprotein dalam darah pasien.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG akan mengukur aktivitas listrik di jantung serta keteraturan detak jantung pasien
  • Pindai kalsium

Pindai kalsium dilakukan untuk mengetahui kadar kalsium dalam darah.
  • Tes stres

Tes stres bertujuan mendeteksi kinerja jantung saat pasien beraktivitas. Tes ini biasanya dilakukan dengan berlari di treadmill.
  • MRI

Pemindaian MRI akan mendeteksi ada tidaknya kerusakan jaringan pada jantung.
  • PET scan

PET scan akan memeriksa aliran darah ke jantung pasien.
  • Angiografi koroner

Angiografi koroner dilakukan untuk memeriksa bagian dalam dari arteri pasien. 
Cara mengobati jantung koroner umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan berapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Penanganan kondisi ini umumnya adalah perubahan gaya hidup dan konsumsi obat-obatan, jika diperlukan.

Perubahan gaya hidup

Kesehatan jantung akan lebih terkendali jika pasien berkomitmen untuk menjalani gaya hidup sehat yang meliputi:
  • Berhenti merokok
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Olahraga teratur
  • Menurunkan kelebihan berat badan
  • Mengelola stress
  • Cukup istirahat

Obat-obatan

Sementara pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi jantung koroner adalah:
  • Obat penurun kolesterol
Obat ini berperan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Dokter dapat menyarankan berbagai macam obat-obatan seperti statin, niasin, dan fibrat.
  • Penghambat reseptor beta/beta blocker
Obat ini mengurangi risiko berulangnya serangan jantung. Penghambat reseptor beta memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi kebutuhan oksigen pada jantung.
  • Penghambat kanal kalsium
Obat ini membantu menurunkan gejala nyeri pada dada. Diberikan jika beta blocker dirasa tidak efektif atau pasien tidak bisa mengonsumsi beta blocker.
  • Ranolazine
Mengurangi sakit pada daerah dada. Obat ini dapat diberikan bersama beta blocker, atau saat pasien tidak dapat mengonsumsi beta blocker.
  • Nitroglycerin
Nitroglycerin dapat membantu mengontrol nyeri dada sementara, serta mengurangi kebutuhan aliran datah ke jantung.Di masa lalu, aspirin digunakan untuk menurunkan risiko jantung koroner. Namun aspirin yang adalah pengencer darah berisiko meningkatkan risiko pendarahan. Kini aspirin hanya direkomendasikan untuk pasien yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung, stroke, angina, atau kondisi kardiovaskular lain.

Operasi

Operasi dapat membuka penyumbatan arteri jika tubuh pasien tidak merespons obat-obatan. Berikut beberapa operasi yang dapat dijalankan:
  • Operasi laser
  • Operasi bypass jantung
  • Angioplasti dan pemasangan stent
 

Komplikasi penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner dapat menyebabkan komplikasi serius dan membahayakan nyawa seperti di bawah ini:
  • Sindrom koroner akut, termasuk angina atau serangan jantung
  • Aritmia
  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Jantung berhenti berfungsi
 
Cara mencegah penyakit jantung koroner yang bisa dilakukan meliputi:
  • Berhenti merokok
  • Mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
  • Membiasakan bergerak aktif
  • Konsumsi makanan rendah lemak, kurangi garam, dan perbanyak buah-buahan dan gandum
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengurangi dan mengontrol stres
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol
 
Pasien yang mengalami serangan jantung atau gejala jantung koroner harus segera dibawa ke rumah sakit. Sementara pasien yang memiliki risiko jantung koroner seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, perokok, diabetes, dan memiliki riwayat keluarga yang mengidap jantung koroner atau obesitas, sebaiknya berkonsultasi ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, pasien dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
  • Pasien dapat mengonfirmasi apakah ada tes yang akan dijalani memerlukan puasa atau diet sebelum pemeriksaan
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait penyakit jantung?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dilakukan?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis jantung koroner agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/symptoms-
causes/syc-20350613
diakses pada 1 Oktober 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/coronary-heart-
disease/
diakses pada 1 Oktober 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email