Kanker

Kanker Nasofaring

Diterbitkan: 11 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kanker Nasofaring
Penderita kanker nasofaring umumnya akan merasakan gejala seperti benjolan di leher, gangguan pendengaran dan penglihatan kabur.
Kanker nasofaring adalah kanker yang muncul pada lapisan luar nasofaring, yaitu bagian belakang hidung dan balik langit-langit rongga mulut (faring). Kanker dimulai ketika sel tumbuh hingga tidak terkendali.Kanker nasofaring lebih umum ditemui di Asia Tenggara dan sering disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Kanker ini sulit terdeteksi secara dini karena gejalanya yang kurang spesifik dan kerap mirip dengan penyakit lain.Penanganan kanker nasofaring biasanya melibatkan terapi radiasi (radioterapi), kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Penderita dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan terapi terbaik berdasarkan kondisi medisnya. 
Kanker Nasofaring
Dokter spesialis Onkologi, THT
GejalaBenjolan di leher, infeksi telinga berulang, kehilangan pendengaran
Faktor risikoNasoendoskopi, biopsi, pemeriksaan pencitraan
Metode diagnosisNasoendoskopi, biopsi, pemeriksaan pencitraan
PengobatanTerapi radiasi, kemoterapi, operasi, obat-obatan biologis
ObatObat-obatan kemoterapi, obat antibodi monoklonal
KomplikasiKanker yang menginvasi struktur di sekitarnya, metastasis
Kapan harus ke dokter?Gejala kanker nasofaring, sakit tenggorokan yang persisten, suara serak
Biasanya, penderita kanker nasofaring tidak merasakan gejala apa-apa sampai tumor tersebut mencapai tahap lanjut. Secara umum gejala-gejala yang muncul pada penderita tumor nasofaring adalah:
  • Muncul benjolan di leher.
  • Infeksi telinga yang berulang.
  • Kehilangan pendengaran, biasanya pada salah satu sisi telinga.
  • Telinga berdenging
  • Penglihatan menjadi kabur atau bahkan menjadi berbayang-bayang.
  • Sakit kepala dan kesulitan membuka mulut.
  • Luka di bagian wajah atau mati rasa pada bagian wajah tertentu.
  • Mimisan dan kesulitan bernafas.
  • Sakit tenggorokan, yang hilang timbul atau tidak membaik setelah pengobatan.
  • Suara serak
Penyebab pasti dari tumor nasofaring masih belum diketahui sampai dengan saat ini. Namun ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena tumor nasofaring seperti:
  • Infeksi Epstein-Barr virus (EBV)
  • Terlalu sering makan makanan yang diasinkan atau diawetkan dengan garam.
  • Bekerja di tempat yang membuat sering terkena paparan debu kayu.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker nasofaring.
  • Mengonsumsi rokok dan minuman beralkohol.
Untuk mendiagnosa kanker nasofaring pada seseorang, beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah:
  • Pemeriksaan fisik. Untuk mendeteksi adanya benjolan di daerah leher dan atau bagian tubuh yang lain
  • Nasoendoskopi adalah prosedur memasukkan selang ukuran mikro melalui hidung menuju ke tenggorokan untuk mengamati kondisi nasofaring.
  • Prosedur mengambil sampel sel atau jaringan untuk kemudian dilakukan uji lab untuk mendeteksi adanya sel ganas (kanker).
  • CT scan dan MRI juga biasanya direkomendasikan dokter untuk mengecek apakah kanker tersebut menyebar ke organ lain atau tidak.
 
Pasien dengan kanker nasofaring membutuhkan kontrol rutin ke dokter sebelum, selama, dan setelah pengobatan. Penanganan kanker ini tergantung pada banyak hal, seperti lokasi tumor, stadium tumor, dan kondisi kesehatan pasien secara umum.Cara mengobati kanker nasofaring yang dapat dianjurkan oleh dokter meliputi:

1. Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X untuk membunuh sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Terapi ini adalah metode pengobatan standar bagi kanker nasofaring stadium dini.Salah satu jenis terapi radiasi yakni IMRT akan mengirimkan radiasi dosis tinggi pada tumor sambil mengurangi kerusakan pada area sekitarnya. Efek samping IMRT lebih rendah dibandingkan terapi radiasi biasa.

Efek samping terapi radiasi

Terapi radiasi dapat menimbulkan efek samping berupa:
  • Mulut kering
  • Peradangan pada rongga mulut dan tenggorokan
  • Kebutaan
  • Cedera batang otak
  • Kematian jaringan sehat di sekitarnya
  • Kerusakan gigi

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan yang mengandung zat kimia untuk membunuh sel kanker. Obat-obat kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk pil, disuntikkan ke dalam pembuluh darah, atau keduanya. Terapi ini lebih efektif bila dikombinasikan dengan terapi radiasi atau obat-obatan biologis.

3. Operasi

Operasi untuk mengangkat tumor seringkali tidak dilakukan karena lokasi tumor yang berdekatan dengan saraf dan pembuluh darah. Operasi dapat menimbulkan kerusakan permanen pada mata dan struktur lain di sekitarnya.Tidak semua pasien dengan kanker nasofaring memerlukan operasi. Dokter akan mempertimbangkan lokasi dan stadium tumor untuk menentukan terapi.

4. Obat-obatan biologis

Obat-obatan biologis akan mempengaruhi bagaimana sistem imun tubuh melawan penyakit. Obat-obatan tersebut meliputi antibodi monoklonal seperti cetuximab, pembrolizumab, dan nivolumab. Cara kerja obat biologis berbeda dengan kemoterapi dan lebih sering digunakan bagi kanker stadium lanjut.

5. Terapi paliatif

Tujuan terapi paliatif adalah mengendalikan gejala yang disebabkan kanker dan efek samping pengobatan kanker. 

Komplikasi kanker nasofaring

Komplikasi kanker nasofaring antara lain:
  • Kanker yang menyebar dan menginvasi struktur di sekitarnya

Kanker nasofaring stadium lanjut dapat menimbulkan komplikasi karena pertumbuhannya yang menginvasi struktur di sekitarnya, seperti tenggorokan, tulang, dan otak.
  • Kanker yang menyebar ke area tubuh lainnya

Kanker nasofaring dapat mengalami penyebaran hingga ke luar nasofaring. Kondisi ini dikenal dengan nama metastasis.Kebanyakan pasien dengan kanker nasofaring mengalami metastasis regional, yakni penyebaran ke area sekitarnya seperti kelenjar getah bening di leher. Beberapa pasien juga dapat mengalami metastasis jauh, seperti ke tulang, paru-paru, dan hati. 
Mayoritas kasus tumor nasofaring tidak dapat dicegah, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi faktor risiko terkena tumor nasofaring, seperti:
  • Hindari makanan yang diawetkan dengan garam saat usia kanak-kanak.
  • Hindari rokok dan minuman beralkohol.
  • Hindari konsumsi makanan saat masih panas
 
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila pasien mengalami gejala kanker nasofaring. Berkonsultasilah juga dengan dokter bila pasien mengalami kondisi berikut:
  • Mengalami sakit tenggorokan yang sering kambuh atau tidak membaik setelah diobati
  • Suara menjadi serak tanpa diketahui penyebabnya
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker nasofaring?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kanker nasofaring. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasopharyngeal-carcinoma/diagnosis-treatment/drc-20375535
Diakses pada 10 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/nasopharyngeal-cancer/
Diakses pada 10 Oktober 2018
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/nasopharyngeal-cancer/about/what-is-nasopharyngeal-cancer.html
Diakses pada 11 November 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/nasopharyngeal-carcinoma
Diakses pada 11 November 2020
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/head-and-neck/patient/adult/nasopharyngeal-treatment-pdq
Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email