Kulit & Kelamin

Keputihan

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Keputihan
Jumlah, warna, dan tekstur cairan keputihan bisa bervariasi
Keputihan adalah cairan atau lendir yang berfungsi membersihkan, melembapkan, dan melindungi vagina dari infeksi serta iritasi. Cairan ini dihasilkan oleh kelenjar dalam vagina dan leher rahim (serviks).Kondisi keputihan termasuk hal yang normal dialami oleh wanita. Tapi cairan ini juga bisa menandakan penyakit tertentu bila jumlah, tekstur, dan warnanya abnormal.Jumlah, warna, dan tekstur keputihan bervariasi dari bening, putih seperti susu dengan tekstur lengket hingga berair.Variasi cairan tersebut biasa tergantung pada siklus menstruasi. Keputihan akan lebih banyak dialami bila seorang wanita sedang mengalami ovulasi atau menyusui.Keputihan abnormal ditandai dengan cairan yang berbau serta berwarna kuning, cokelat atau kehijauan. Keluarnya cairan ini juga dapat disertai dengan rasa nyeri atau gatal di vagina, dan menjadi tanda infeksi maupun kondisi medis lain. 
Keputihan
Dokter spesialis Kandungan
GejalaKeputihan berbau tidak sedap dan berubah warna
Faktor risikoMemakai sabun atau cairan pembersih vagina, merokok, mengenakan pakaian dalam ketat
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, tes darah, tes cairan vagina
PengobatanObat-obatan, penanganan mandiri di rumah
ObatAntijamur, antibiotik
KomplikasiNyeri panggul, komplikasi kehamilan, gangguan kesuburan
Kapan harus ke dokter?Gejala keputihan abnormal, demam, nyeri perut
Keputihan yang normal dan tidak normal memiliki beberapa ciri-ciri khusus. Gejala keputihan abnormal juga kerap disertai dengan keluhan penyerta, khususnya pada kemaluan.Gejala keputihan yang normalSebelum mengenali jenis abnormal, keputihan yang normal perlu diketahui terlebih dulu. Ciri-ciri ini meliputi:
  • Tidak berbau atau hanya sedikit berbau seperti ragi
  • Berwarna bening atau putih
  • Memiliki tekstur lengket dan kental, atau encer dan licin seperti lendir
Seorang wanita dapat mengalami keputihan pada usia berapapun. Jumlah cairan ini juga bervariasi.Jumlah keputihan biasa akan lebih banyak saat seorang wanita sedang hamil, menggunakan KB, atau aktif secara seksual. Cairan ini kerap terasa basah dan licin selama masa ovulasi (masa subur).Gejala keputihan yang abnormalTanda dan gejala keputihan yang tidak normal dapat ditandai dengan ciri-ciri berikut:
  • Berbau tidak sedap
  • Berwarna kehijauan, keabuan, atau kekuningan seperti nanah
  • Berbusa atau kental seperti dadih
Gejala penyerta keputihan abnormalGejala penyerta keputihan yang abnormal dapat berupa:
  • Vagina terasa gatal, panas seperti terbakar, bengkak, atau memerah
  • Keluar darah atau bercak darah (flek) dari vagina di luar siklus haid
Baca Juga: Ini Bedanya Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Haid 
Penyebab keputihan abnormal adalah ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Kondisi ini dapat mempengaruhi bau, warna, atau tekstur cairan vagina.Beberapa kondisi infeksi dan peradangan yang dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal meliputi:
  • Peradangan serviks
  • Kanker serviks
  • Infeksi organ reproduksi wanita, seperti radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID)
  • Penyakit menular seksual, seperti gonore, trikomoniasis, chlamydia trachomatis
  • Vaginitis atau peradangan pada vagina
  • Vaginosis bakteri
  • Infeksi ragi di vagina
  • Tampon yang tertinggal di dalam vagina
  • Atrofi vagina
  • Kehamilan
  • Rectovaginal fistula, yaitu pembukaan rektum dan vagina yang menyebabkan keluarnya feses secara tiba-tiba
  • Kanker vagina
  • Penggunaan sabun pembersih kewanitaan
  • Fistula vagina
  • Diabetes
Pada sebagian kasus langka, keputihan bisa menjadi tanda kanker dengan gejala penyerta berupa penurunan berat badan, lemas dan tidak nafsu makan. 

Faktor risiko keputihan abnormal

Beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko keputihan abnormal meliputi:
  • Kondisi kesehatan yang kurang baik, seperti kurang tidur, pola makan tidak seimbang, dan stres
  • Udara panas dan pakaian dalam yang, sehingga meningkatkan kelembapan di vagina
  • Perubahan kadar hormon saat hamil, menyusui, menoapuse, dan menggunakan alat kontrasepsi
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Penggunaan sabun pembersih kewanitaan
  • Konsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, misalnya kortikosteroid dan imunosupresan
  • Penurunan daya tahan tubuh, contohnya karena mengidap HIV/AIDS dan diabetes
  • Hubungan intim tanpa pengaman (seperti kondom), terutama dengan banyak pasangan seksual
  • Infeksi di bagian tubuh lain
  • Konsumsi antibiotik yang berpotensi membunuh bakteri di vagina
  • Penggunaan sabun dan obat oles yang dengan kandungan antibakteri
  • Sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk dokter
  • Berat badan berlebih
  • Konsumsi makanan kaya karbohidrat, seperti gula dan alkohol
 
Diagnosis keputihan abnormal dilakukan untuk menemukan penyebabnya. Apa sajakah caranya?
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, faktor risiko, siklus menstruasi, dan aktivitas seksual pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik bisa meliputi pemeriksaan panggul.
  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk memeriksa adanya infeksi dan penyakit menular seksual.
  • Tes cairan keputihan

Sampel keputihan yang abnormal akan diambil untuk diperiksa lebih lanjut di bawah mikroskop. Dengan ini, dokter akan menganalisis ada tidaknya infeksi jamur, parasit dan bakteri.Dokter juga dapat melakukan tes pH untuk menilai tingkat keasaman dari cairan keputihan pasien.
  • PAP smear

PAP smear bertujuan mengambil sampel lendir dari leher rahim (serviks) untuk memeriksa ada tidaknya penyakit HPV dan kanker serviks. 

Warna-warna keputihan

Terdapat beberapa jenis keputihan yang dapat dialami oleh wanita berdasarkan warna dan konsistensi, yaitu:
  • Putih seperti susu

Adanya sedikit cairan putih di awal atau akhir menstruasi adalah normal. Tapi bila disertai rasa gatal dan memiliki tekstur seperti dadih, keputihan ini termasuk tidak normal dan bisa menjadi tanda infeksi jamur yang memerlukan penanganan.
  • Bening dan cair

Jika cairan tampak bening dengan tekstur encer atau seperti lendir, pasien kemungkinan sedang berovulasi (masa subur). Keputihan ini termasuk normal.
  • Cokelat atau berdarah

Warna cokelat atau adanya darah selama menstruasi, tepatnya 2-3 hari setelah haid, merupakan keputihan normal.
  • Sedikit darah

Keputihan dengan sedikit darah termasuk normal bila muncul di antara siklus menstruasi. Kondisi ini juga disebut dengan flek atau spotting.Flek atau spotting bisa menjadi tanda implantasi dan kehamilan, terutama bila terjadi setelah pasien berhubungan seks tanpa kondom.Namun flek pada awal kehamilan juga dapat menjadi tanda awal dari keguguran atau kanker serviks. Karena itu pasien harus waspada.
  • Kuning atau hijau

Keputihan berwarna kuning atau hijau tentu tidak normal, terutama jika teksturnya kental, bergumpal, dan berbau tidak sedap. Kondisi ini biasanya menjadi tanda dari infeksi trikomoniasis, gonore, dan chlamydia. 
Cara mengobati keputihan abnormal berbeda-beda dan tergantung pada penyebabnya. Dokter bisa menyarankan serangkaian pengobatan yang sesuai maupun penanganan mandiri di rumah.

Penanganan dari dokter

Berikut contoh penanganan dari dokter meliputi:
  • Keputihan akibat infeksi jamur akan diobati dengan obat antijamur oles
  • Vaginosis bakteri akan diobati dengan pil atau krim antibiotik
  • Trikomoniasis akan diobati dengan obat antibiotik seperti metronidazole

Penanganan mandiri di rumah

Beberapa cara pengobatan mandiri di rumah juga dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan, seperti:
  • Menjaga kebersihan vagina

Dokter akan menganjurkan pasien untuk membersihkan bagian luar vagina dengan sabun lembut dan air hangat. Sementara bagian dalam vagina cukup dibasuh dengan air dan tanpa sabun.
  • Memerhatikan cara menyeka vagina

Setelah berkemih atau buang air besar, basuh vagina dan seka dari arah depan ke belakang. Langkah ini akan mencegah bakteri dari anus masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.
  • Menghindari cairan dan sabun pembersih kewanitaan

Produk khusus kewanitaan justru dapat memperburuk keputihan. Pasalnya, sabun dan cairan pembersih akan mengganggu keseimbangan bakteri di vagina.
  • Mengenakan celana dalam berbahan lembut

Celana dalah berbahan lembut seperti katun memungkinkan vagina tetap ‘bernapas’ dan menyerap keringan, sehingga mengurangi kelembapan. Pastikan juga pakaian dalam ini tidak terlalu ketat. 

Komplikasi keputihan abnormal

Komplikasi keputihan tak normal lagi-lagi tergantung pada penyebabnya. Bila keputihan terjadi akibat penyakit menular seksual, komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
 
Cara mencegah keputihan abnormal dapat dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Menjaga kebersihan vagina
  • Memakai celana dalam yang terbuat dari bahan lembut, contohnya kain katun
  • Tidak memakai pakaian yang terlalu ketat, khususnya celana dalam
  • Membasuh dan menyeka vagina dari arah depan ke belakang
  • Mengeringkan area kemaluan sebelum kembali memakai celana dalam
  • Setia pada pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan seks
  • Mengenali pasangan Anda dengan saksama
  • Melakukan hubungan seks yang aman dengan menggunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual
  • Tidak menggunakan sabun yang mengandung pewangi atau parfum di area vagina
  • Jika memakai panty liner atau pembalut, gantilah lebih sering agar sirkulasi udara bisa lebih baik dan menceah berkembangnya kuman
  • Mengendalikan stres, misalnya dengan melakukan teknik relaksasi
  • Cukup beristirahat
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami keputihan yang tergolong abnormal dengan gejala berupa cairan keputihan berubah warna, bau, atau tekstur. Demikian pula jika Anda mengalami keluhan penyerta berikut:
  • Demam
  • Sakit perut atau selangkangan
  • Berat badan yang turun tanpa penyebab yang jelas
  • Rasa lelah
  • Lebih sering berkemih
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan keputihan abnormal muncul?
  • Seperti apa warna keputihan Anda?
  • Apakah keputihan Anda berbau tidak sedap?
  • Apakah Anda mengalami gatal, nyeri, atau sensasi terbakar pada area vagina?
  • Apakah Anda memiliki lebih dari satu pasangan seksual?
  • Apakah Anda menggunakan sabun atau cairan pembersih vagina?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait keputihan abnormal?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis penyebab dari keputihan abnormal. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge
Diakses pada 14 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-discharge/basics/definition/sym-20050825
Diakses pada 14 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
Diakses pada 14 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1
Diakses pada 4 November 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/teens/vdischarge2.html
Diakses pada 4 November 2020
Health24. https://www.health24.com/Medical/Vaginal-health/Overview/Risk-factors-for-vaginal-infections-20141028
Diakses pada 4 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2099568/
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ketahui Obat Sipilis yang Efektif Serta Anjuran Pemakaiannya

Obat sipilis yang paling efektif adalah antibiotik penicilin. Sebab, penyakit Raja Singa ini tergolong sebagai infeksi bakteri.
17 Dec 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Obat sipilis yang paling efektif adalah antibiotik penicilin

Pria Juga Bisa Keputihan, Ini Penyebab Sering Keluar Cairan Bening pada Penis

Tidak hanya wanita, keputihan pada pria juga bisa terjadi. Kondisi ini terjadi saat penis sering keluar cairan bening dengan sendirinya. Penyebab keputihan pada pria ini mulai dari infeksi menular seksual (IMS) hingga peradangan pada kelenjar prostat.
03 Oct 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Keputihan pada pria terjadi saat penis sering keluar cairan bening dengan sendirinya

Senang Pakai Celana Dalam Ketat? Ini Risikonya bagi Kesehatan Anda

Wanita yang senang memakai celana dalam ketat tampaknya harus berhati-hati. Pasalnya, celana dalam yang terlalu ketat berdampak buruk bagi kesehatan organ intim. Memilih pakaian dalam yang tepat bukan hanya terkait soal kenyamanan, tetapi juga kesehatan.
27 Oct 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Penggunaan celana dalam ketat dapat memicu infeksi jamur atau infeksi bakteri pada organ kewanitaan Anda