Penyakit Lainnya

Keracunan Sianida

Diterbitkan: 06 Jan 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Keracunan Sianida
Langkah pertama untuk mengobati keracunan sianida adalah dengan mengidentifikasi sumber paparan.
Keracunan sianida adalah suatu kondisi di mana terlalu banyak paparan sianida yang diterima seseorang hingga menyebabkan keracunan. Seseorang bisa terkena sianida dengan menghirup udara, minum air, makan makanan, atau menyentuh tanah yang mengandung sianida.Sianida merupakan suatu zat kimia yang mengandung gugus siano (C≡N). Sianida dapat berupa gas tidak berwarna, seperti hidrogen sianida (HCN) atau sianogen klorida (CNCl), atau bentuk kristal seperti natrium sianida (NaCN) atau kalium sianida (KCN). Kebanyakan orang tidak dapat mendeteksi baru sianida. Jika tercium sianida terkadang dideskripsikan memiliki bau "almond pahit".Sianida muncul secara alami dalam beberapa makanan dan tanaman tertentu seperti singkong, kacang lima, almond dan buah-buahan seperti aprikot, apel dan persik. Selain itu, sianida terkandung dalam berbagai zat kimia yang digunakan di industri tertentu.Baca juga : 6 Tanaman Beracun yang Perlu Anda Waspadai 
Keracunan Sianida
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit kepala, mual dan muntah, kegagalan pernapasan
Faktor risikoPekerja industri manufaktur kertas, tekstil, plastik dan metalurgi, perokok
Metode diagnosisTes darah
PengobatanEvakuasi dan diskontaminasi dari sianida, alat bantuan pernafasan dan suplai oksiged, penawar dan obat
ObatPenawar sianinda, hydroxocobalamin
KomplikasiGagal penapasan, gagal jantung, kematian
Kapan harus ke dokter?Ketika terpapar dan mengalami gejala, terutama jika memiliki faktor risiko
Gejala keracunan sianida dapat muncul dalam beberapa detik hingga beberapa menit setelah terpapar.Paparan sianida dalam jumlah kecil dapat menyebabkan gejala berikut dalam beberapa menit, yaitu:
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Nafas cepat
  • Jantung berdetak cepat (Aritmia)
  • Gelisah
  • Lemah lesu
Dalam jumlah besar gejala keracunan sianida antara lain:
  • Kejang
  • Hilang kesadaran
  • Tekanan darah rendah
  • Cedera paru-paru
  • Kegagalan pernapasan yang menyebabkan kematian
  • Denyut jantung lambat
Pekerja di industri tertentu dapat terpapar sianida secara kronis, gejala yang ditunjukkan meliputi:
  • Sakit kepala
  • Iritasi mata
  • Mudah lelah
  • Ketidaknyamanan dada
  • Palpitasi
  • Kehilangan selera makan
  • Mimisan
 
Seseorang dapat terpapar sianida dengan menghirup udara, meminum air, memakan makanan, atau menyentuh tanah yang mengandung sianida. Sianida memasuki air, tanah, atau udara sebagai hasil dari proses alami dan aktivitas industri. Saat berada di udara, sianida biasanya berbentuk gas hidrogen sianida.Sianida umum ditemukan dalam bahan kimia yang digunakan pada bidang industri berikut:
  • Manufaktur kertas, tekstil dan plastik
  • Cuci cetak film foto
  • Proses metalurgi misal electroplating, pembersihan logam dan pemurnian bijih emas
  • Pestisida
Sianida juga terkandung secara alami dalam beberapa makanan dan tanaman tertentu seperti singkong, kacang lima, almond dan buah-buahan seperti aprikot, apel dan persik. Bagian rongga dan biji dari buah-buahan tersebut mengandung bahan kimia dalam jumlah besar yang dapat dimetabolisme menjadi sianida. Mengonsumsi bahan-bahan tersebut secara berlebihan dapat menyebabkan keracunan sianida.Jika tidak sengaja tertelan, bahan kimia asetonitril yang digunakan pada dapat cairan penghapus cat kuku akan menghasilkan sianida saat dimetabolisme oleh tubuh. Merokok merupakan salah satu sumber utama paparan sianida bagi orang-orang yang tidak bekerja di industri terkait sianida. 
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang dirasakan pasien. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk menilai:
  • Tingkat methemoglobinemia yang diukur ketika dokter mencurigai adanya cedera inhalasi asap
  • Konsentrasi karbon monoksida darah (kadar karboksihemoglobin) yang dapat menunjukkan seberapa banyak asap yang telah dihirup
  • Tingkat laktat darah, peningkatanan laktat darah menunjukkan adanya keracunan sianida.
  • Konsentrasi sianida pada sel darah merah dan plasma darah
 
Penanangan Pertama Pada Keracunan Sianida
  • Mengidentifikasi sumber paparan.
  • Jika pasien terpapar di ruangan atau area yang mengandung sianida, segera evakuasi ke area terbuka untuk mengurangi paparan gas sianida.
  • Apabila pakaian atau tubuh terkontaminasi cairan atau larutan yang mengandung sianida, lepaskan pakaian dan bersihkan semua tubuh dengan sabun dan air.
  • Umumnya, terdapat standar keselamatan kerja yang akan dilakukan dan harus dipatuhi dalam mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama dalam setiap industri yang berkaitan dengan sianida.
Penanangan DokterJika sianida tertelan, pasien akan diberikan arang aktif yang dapat menyerap racun, agar tubuh dapat bersih dari sianida dengan aman. Paparan sianida dapat memengaruhi asupan oksigen pasien, sehingga dokter akan memberikan alat bantuan pernafasan berupa masker atau tabung endotrakeal.Dalam kasus keracunan sianida yang parah, dokter akan memberikan salah satu dari dua penawar (antidot), yaitu:
  • Penangkal sianida, yang terdiri dari tiga jenis,
    • Amil nitrit yang diberikan melalui penghirupan selama 15-30 detik.
    • Natrium nitrit yang diberikan melalui intravena selama 3-5 menit.
    • Natrium tiosulfat diberikan melalui intravena selama sekitar 30 menit.
  • Hydroxocobalamin (Cyanokit)
Zat ini bekerja dengan mengikat sianida untuk menghasilkan vitamin B12 yang tidak beracun. Hydroxocobalamin dapat menetralkan sianida pada tingkat yang cukup lambat sehingga memungkinkan enzim yang disebut rhodanese untuk mendetoksifikasi sianida di hati.Baca juga : Mengenal Antidote, Si Penawar Racun yang Ampuh 

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, keracunan sianida dapat mengakibatkan kematian. Pada kasus keracunan sianida yang parah, pasien yang selamat pun dapat mengalami kerusakan jantung, otak, dan saraf. 
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah keracunan sianida, di antaranya adalah:
  • Lakukan tindakan pencegahan yang tepat terhadap kebakaran, khususnya di rumah. Contohnya dengan memasang detektor asap dan menghindari merokok di tempat tidur.
  • Simpan bahan kimia beracun di lemari penyimpanan yang terkunci dan jauhkan dari anak-anak
  • Ikuti aturan keselamatan kerja jika bekerja dalam lingkungan yang berkaitan dengan sianida.
Baca jawaban dokter : Bolehkah mengonsumsi singkong lalu dilanjutkan dengan obat? 
Apabila Anda atau seseorang di dekat Anda menunjukkan tanda dan gejala keracunan sianida, segera larikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan atau orang yang Anda tunjukkan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda atau pasien alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda atau pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
 
  Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah pasien sempat kontak dengan sumber-sumber paparan sianida?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis keracunan sianida agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/814287-overview
Diakses pada 20 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/cyanide-poisoning
Diakses pada 19 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/cyanide-poisoning-treatment
Diakses pada 19 Desember 2020
Centers for Disease Control and Prevention. https://emergency.cdc.gov/agent/cyanide/basics/facts.asp
Diakses pada 19 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email