Kepala

Kernikterus

Diterbitkan: 24 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Kernikterus
Kernikterus terjadi akibat kadar bilirubin yang tinggi pada bayi baru lahir
Kernikterus adalah kerusakan otak yang sering terjadi pada bayi yang baru lahir dan disebabkan oleh penumpukan bilirubin yang sangat banyak di otak. Kernikterus adalah jenis kerusakan otak yang dapat dicegah. Bilirubin merupakan produk pembuangan yang diproduksi oleh hati.Bayi yang baru lahir memiliki kadar billirubin tinggi, dan dapat menyebabkan kuning yang dikenal sebagai ikterus. Sekitar 60% bayi mengalami ikterus, karena tubuh mereka tidak dapat mengeluarkan bilirubin sebagaimana mestinya, namun tidak semua ikterus menyebabkan kernikterusKernikterus merupakan keadaan darurat medis, dimana bayi dengan kondisi tersebut harus segera diobati. Kadar bilirubin harus diturunkan untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut. 
Kernikterus
Dokter spesialis Anak
GejalaJaundice, lesu, selalu mengantuk
Faktor risikoBayi prematur, tidak lancar menyusu, orangtua atau saudara kandung mengalami jaundice saat bayi
Metode diagnosisPemeriksaan meteran cahaya, tes bilirubin
PengobatanFototerapi, pemberian cairan atau makanan, transfusi darah
KomplikasiGangguan pendengaran atau sulit memproses suara, gangguan penglihatan
Kapan harus ke dokter?Bayi mengalami jaundice
Gejala kernikterus lebih parah daripada penyakit kuning. Bayi dengan kernikterus akan lesu atau selalu mengantuk dan sulit untuk bangun. Gejala lain kernikterus di antaranya adalah:
  • Menangis keras
  • Penurunan nafsu makan
  • Tangisan yang panjang
  • Lemas
  • Kehilangan refleks tubuh
  • Tubuh melengkung seperti busur
  • Gerakan yang tak terkendali
  • Muntah
  • Gerakan mata yang tidak biasa
  • Demam
  • Kejang
 
Kernikterus disebabkan oleh bilirubin yang menumpuk di otak akibat penyakit kuning dan tidak diobati. Penyakit kuning merupakan masalah umum pada bayi yang baru lahir. Hal ini terjadi karena hati tidak dapat memproses bilirubin dengan cukup cepat, sehingga bilirubin menumpuk pada aliran darah bayi.Ada dua jenis bilirubin dalam tubuh, di antaranya adalah:
  • Bilirubin tak terkonjugasi. Bilirubin jenis ini bergerak dari aliran darah ke hati dan tidak larut dalam air, sehingga dapat menumpuk pada jaringan tubuh.
  • Bilirubin konjugasi. Bilirubin ini larut dalam air, sehingga dapat hilang dari tubuh melalui usus.
Jika bilirubin tak terkonjugasi tidak diubah di hati, maka akan menumpuk di tubuh bayi. Ketika tingkat bilirubin tak terkonjugasi sangat tinggi, bilirubin tak terkonjugasi akan keluar dari darah dan masuk ke jaringan otak, dan menyebabkan kernikterus.Ada beberapa penyebab potensial yang dapat menyebabkan pembentukan bilirubin tak terkonjugasi, di antaranya adalah:
  • Penyakit Rh (rhesus) atau ketidakcocokan ABO atau jenis darah bayi dan ibu tidak kompatibel
  • Sindrom Crigler-Najjar. Kondisi bawaan dimana bayi kekurangan enzim untuk mengubah bilirubin tak terkonjugasi menjadi bilirubin terkonjugasi untuk dibuang.
 
Kernikterus paling sering didiagnosis pada bayi. Pemeriksaan meteran cahaya dapat digunakan untuk memeriksa kadar bilirubin pada bayi. Seorang dokter akan memeriksa tingkat bilirubin pada bayi dengan menempatkan pengukur cahaya di kepala bayi. Pengukur cahaya akan menunjukkan berapa banyak bilirubin di kulit bayi.Jika hasilnya tinggi, dokter akan melakukan pemeriksaan bilirubin darah. 
Tujuan pengobatan kernikterus adalah untuk mengurangi jumlah bilirubin tak terkonjugasi dalam tubuh bayi sebelum sampai ke tingkat yang menyebabkan kerusakan otak. Pengobatan kernikterus di antaranya adalah:
  • Fototerapi

Terapi cahaya mempercepat laju tubuh untuk memecah bilirubin tak terkonjugasi.
  • Cairan atau makanan

Pemberian makanan atau susu pada bayi juga dapat membantu mengobati kadar bilirubin yang tinggi. Semakin banyak bayi makan, maka semakin banyak juga tinja yang dihasilkan dan semakin banyak pula bilirubin yang dihilangkan.
  • Tranfusi darah

Ini dilakukan jika bayi tidak merespons pengobatan lain dan segera butuh menurunkan kadar bilirubin. Dalam prosedur ini darah bayi dikeluarkan sedikit demi sedikit kemudian diganti dengan darah yang cocok. 

Komplikasi kernikterus 

Kernikterus dapat menyebabkan komplikasi medis yang serius dan permanen karena kerusakan otak. Komplikasi kernikterus dapat berupa:
  • Gangguan pendengaran atau kesulitan memproses suara
  • Gangguan penglihatan
  • Perkembangan tulang gigi dan rahang yang terganggu
  • Gangguan gerak
  • Disabilitas intelektual dan gangguan perkembangan, seperti disleksia
  • Warna gigi kecokelatan
  • Gangguan spektrum austistik
  • Epilepsi
  • Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif
Bila tidak ditangani, kernikterus dapat menyebabkan koma dan kematian. 
Untuk mencegah kernikterus, bayi dengan jaundice atau kuning perlu ditangani dengan tepat. Bayi dengan tanda-tanda jaundice perlu diperiksa kadar bilirubinnya dalam 24 jam pertama.Bila kadar bilirubin tinggi, bayi perlu diperiksa lebih lanjut terkait kemungkinan penyakit yang melibatkan hemolisis (pemecahan sel darah merah yang tidak normal).Semua bayi baru lahir perlu diperiksa kembali dalam 2-3 hari setelah pulang rawat dari rumah sakit, terutama pada bayi prematur yang lahir lebih dari 2-3 minggu sebelum usia perkiraan lahirnya. 
Segera berkonsultasi dengan dokter bila bayi Anda mengalami penyakit kuning.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dialami oleh pasien.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dialami oleh pasien?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait kernikterus?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar pasien yang mengalami gejala serupa?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kernikterus. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat.  
Healthline. https://www.healthline.com/health/kernicterus
Diakses pada 1 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-kernicterus
Diakses pada 1 November 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320701
Diakses pada 24 Februari 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007309.htm
Diakses pada 24 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email