Kulit & Kelamin

Ketombe

Diterbitkan: 02 Nov 2018 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ketombe
Gejala ketombe biasanya dikenal dengan banyaknya serpihan kulit mati yang tampak berminyak berwarna putih yang tersebar di rambut dan bahu Anda.
Ketombe adalah serpihan dari kulit kepala yang mengelupas. Kondisi ini biasanya disertai rasa gatal. Ketombe termasuk kondisi yang umum terjadi dan tidak menular ataupun berdampak serius pada kesehatan.Meskipun begitu, ketombe dapat mengurangi kepercayaan diri. Sebab, ketombe sering dikaitkan dengan kebersihan yang buruk.  Padahal, ketombe bukan disebabkan karena kurangnya kebersihan. Penyebabnya ternyata belum diketahui secara pasti.Ketombe yang disebut juga dengan dandruff terkadang sulit untuk diobati. Namun saat ini, telah banyak pilihan perawatan untuk menyembuhkannya. 
Ketombe
Dokter spesialis Kulit
GejalaMuncul serpihan kulit mati, kulit kepala gatal, kulit kepala berkerak
Faktor risikoProduk perawatan ketombe, obat-obatan, gaya hidup
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanProduk perawatan ketombe, obat-obatan, perubahan gaya hidup
ObatPyritsione zinc, asam salilisat, ketokonazol
KomplikasiInfeksi, efek samping obat, tekanan psikologis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala terutama jika memiliki faktor risiko
Gejala-gejala ketombe biasanya mudah dikenali, antara lain:
  • Serpihan kulit mati yang tampak berminyak berwarna putih dan tersebar di rambut dan bahu
  • Kulit kepala yang terasa gatal dan bersisik.
  • Jenis ketombe cradle cap, yang biasanya muncul pada bayi, ditandai dengan kulit kepala bayi bersisik dan berkerak
 
Ketombe dapat disebabkan oleh bebeapa faktor, termasuk:
  • Dermatitis seboroik

  • Dermatitis seboroik adalah suatu kondisi peradangan pada kelenjar minyak (kelenjar sebacea), seperti kulit kepala. Kondisi ini tidak menular ataupun berbahaya, tetapi dapat menimbulkan iritasi yang membuat kulit bersisik, berwarna merah, dan berketombe.
  • Jarang keramas

  • Jika tidak mencuci rambut secara teratur, minyak dan sel-sel kulit dari kulit kepala dapat menumpuk dan menyebabkan munculnya ketombe.
  • Jamur Malassezia

  • Malassezia hidup di kulit kepala kebanyakan orang dewasa. Namun pada beberapa kasus, jamur ini dapat mengiritasi kulit kepala dan menyebabkan pertumbuhan sel-sel kulit tambahan yang rapuh dan mudah rontok.
  • Kulit kepala kering

  • Kulit kepala yang kering dapat menghasilkan serpihan yang lebih kecil. Jika dibandingkan serpihan dari penyebab ketombe lainnya, serpihan ini kurang berminyak, serta tidak menyebabkan kemerahan atau peradangan.
  • Sensitif terhadap produk perawatan rambut

  • Terkadang, reaksi tubuh terhadap bahan-bahan tertentu dari produk perawatan rambut atau pewarna rambut dapat menyebabkan kulit kepala merah, gatal, dan bersisik hingga menimbulkan ketombe.

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko munculnya ketombe.
  • Usia

  • Ketombe biasanya mulai muncul pada kelompok usia dewasa muda dan berlanjut hingga paruh baya.
  • Laki-laki

  • Ketombe terjadi lebih banyak pada pria dibandingkan wanita. Beberapa peneliti menilai kemungkinan pengaruh hormon pria pada kemunculan ketombe.
  • Penyakit tertentu

  • Penyakit Parkinson dan penyakit lain yang memengaruhi sistem saraf, serta infeksi HIV atau sistem kekebalan yang lemah, diduga dapat meningkatkan risiko munculnya ketombe.
  • Kebiasaan

  • Kebiasaan memakai topi maupun penutup kepala lain dalam ketika rambut masih basah, berisiko meningkatkan kelembapkan. Kebiasaan semacam ini dalam jangka waktu lama, bisa membuat kulit kepala menjadi area tumbuhnya jamur, sehingga menyebabkan ketombe
Baca juga: Ketombe vs Kulit Kepala Kering: Perbedaan dan Cara Menghilangkannya 
Biasanya dokter dapat mendiagnosis ketombe lewat pemeriksaan fisik, dengan melihat rambut dan kulit kepala pasien.Baca jawaban dokter: Bagaimana cara mengatasi ketombe untuk pengguna hijab? 
Ketombe biasanya dapat dihilangkan. Umumnya, keramas setiap hari dengan sampo yang lembut dapat mengurangi minyak di rambut dan kulit kepala, serta mencegah penumpukan sel kulit mati.Tidak semua sampo ketombe cocok untuk Anda. Jadi, Anda perlu untuk bereksperimen sampai menemukan yang pas.Jika setelah penggunaan suatu produk, Anda kemudian merasa semakin gatal, tersengat, mengalami kemerahan dengan sensai terbakar pada kulit kepala, hentikan penggunaannya.Bila terdapat reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal atau kesulitan bernapas, segera berkonsultasi dengan dokter

Produk perawatan ketombe

Berdasarkan kandungannya, berikut ini jenis-kenis sampo antiketombe.
  • Sampo pyritsione zinc

  • Sampo jenis ini bersifat antibakteri dan antijamur, sehingga dapat mengurangi jamur pada kulit kepala penyebab ketombe dan dermatitis seboroik.
  • Sampo berbahan tar batubara

  • Sampo jenis ini membantu mengatasi kondisi seperti dermatitis seboroik dan psoriasis. Zat aktif dalam sampo tersebut dapat memperlambat kematian dan pengelupasan sel-sel kulit kepala. Namun hati-hati. Jika Anda memiliki rambut berwarna terang, shampo jenis ini dapat menyebabkan perubahan warna.
  • Sampo yang mengandung asam salisilat

  • Sampo ini dapat membantu menghilangkan keparahan ketombe, tetapi berisiko membuat kulit kepala kering, hingga menyebabkan pengelupasan. Menggunakan conditioner setelah keramas dapat membantu mengurangi keringnya kulit kepala.
  • Sampo selenium sulfide

  • Sampo tersebut dapat memperlambat kematian sel-sel kulit kepala dan juga dapat mengurangi Malassezia. Pastikan untuk menggunakannya hanya sesuai petunjuk, dan bilas bersih setelah keramas.
  • Sampo ketokonazole

  • Sampo jenis ini bersifat antijamur berspektrum luas yang dapat bekerja ketika shampo lainnya tidak dapat menangkal ketombe pada kulit kepala. Baca dan ikuti petunjuk pada kemasan, sebelum menggunakannya.
Beberapa sampo harus dibiarkan selama beberapa menit, sementara yang lain harus segera dibilas. Jika sudah keramas dengan rutin selama beberapa minggu dan masih ada ketombe pada bahu Anda, berkonsultasilah dengan dokter. Anda mungkin membutuhkan sampo lain atau perawatan lebih lanjut.

Perawatan di rumah dan perubahan gaya hidup

Beberapa langkah berikut ini dapat mengurangi risiko munculnya ketombe.
  • Menghindari stres

  • Stres dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, bahkan meningkatkan risiko terhadap sejumlah penyakit. Termasuk memicu timbulnya ketombe atau memperburuk gejala yang sudah ada.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat

  • Pola makan dengan mengonsumsi vitamin B, seng, dan jenis lemak tertentu yang cukup dapat membantu mencegah ketombe.
  • Rutin keramas

  • Jika Anda cenderung memiliki kulit kepala yang berminyak, keramas setiap hari dapat membantu mencegah ketombe. Pijat kulit kepala dengan lebut agar ketombe dapat terangkat.
  • Mendapat sinar matahari yang cukup

  • Sinar matahari baik untuk mengurangi ketombe. Habiskan sedikit waktu di luar ruangan dan pastikan untuk memakai tabir surya di wajah dan tubuh.
  • Membatasi penggunaan produk kecantikan untuk rambut

  • Produk penata rambut dapat menumpuk di rambut dan kulit kepala, sehingga dapat membuatnya lebih berminyak.
  • Tidak menggunakan penutup kepala saat rambut basah

  • Pemakaian penutup kepala ketika rambut masih basah, meningkatkan risiko terhadap kemunculan ketombe.
Baca juga: Mengenal Berbagai Cara Menghilangkan Ketombe dengan Bahan Dapur 

Komplikasi

Meskipun jarang terjadi, ketombe dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Efek samping dari sampo atau produk perawatan anti ketombe
  • Infeksi
Ketombe yang disebabkan oleh dermatitis seboroik dapat menimbulkan komplikasi seperti,
  • Munculnya cairan atau nanah
  • Kerak pada kulit kepala
  • Serpihan dermatitis seboroik yang memerah atau sangat nyeri
Selain itu, ketombe bisa memberi tekanan psikologis dan mengurangi kepercayaan diri. 
Menggunakan sampo antidandruff atau antijamur adalah cara paling efektif untuk mencegah ketombe muncul kembali.Selain itu, langkah-langkah berikut ini dapat juga dilakukan untuk membantu mencegah ketombe:
  • Tidak menggaruk kulit kepala saat keramas

  • Alih-alih menggaruk, pijat lembut kulit kepala sembari keramas. Sebab, menggaruk hanya akan merusak kulit kepala atau rambut.
  • Sisir rambut setiap hari dan keramas setidaknya 3 kali seminggu

  • Setelah mencuci rambut, bilas hingga bersih untuk menghilangkan sampo perawatan khusus untuk ketombe.
  • Hindari penggunaan bahan kimia pada kulit kepala

  • Zat kimia seperti yang digunakan dalam produk pewarna rambut dapat mengurangi jumlah bakteri di kulit kepala yang dibutuhkan untuk melawan jamur.
  • Obat antijamur

  • Obat antijamur digunakan untuk mengobati infeksi jamur. Misalnya klotrimazol dan ketokonazol.
 
Ketombe biasanya bisa diatasi tanpa perawatan dari dokter. Namun Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika:
  • Sudah mencoba sampo anti-ketombe selama sebulan dan gejalanya belum membaik
  • Ketombe sangat parah atau kulit kepala sangat gatal
  • Kulit kepala merah atau bengkak
  • Memiliki sistem kekebalan yang lemah, misalnya akibat kemoterapi, HIV, atau sedang mengonsumsi obat yang menekan sistem kekebalan
Dokter dapat memeriksa kulit kepala Anda untuk mencari penyebab ketombe. 
Anda tidak memerlukan persiapan khusus ketika membuat janji untuk mendiagnosis ketombe. Dokter dapat mendiagnosis ketombe dan penyebabnya hanya dengan melihat kulit kepala dan kulit Anda.Jika Anda sudah mulai menggunakan produk perawatan rambut baru, bawalah botol-botol itu saat berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, dokter dapat mencari penyebab ketombe yang Anda alami. 
Dokter biasanya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap ketombe?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan atau menggunakan produk rambut tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dandruff/symptoms-causes/syc-20353850
Diakses pada 8 Oktober 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/152844#causes
Diakses pada 28 September 2020
HSE. https://www.hse.ie/eng/health/az/d/dandruff
Diakses pada 28 September 2020
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/everyday-care/hair-scalp-care/scalp/treat-dandruff
Diakses pada 28 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Dermatitis Seboroik pada Kulit Kepala Beda dengan Ketombe, Ini Cara Mengatasinya

Dermatitis seboroik pada kulit kepala bisa berbeda dengan ketombe. Gejala dermatitis seboroik pada kulit kepala meliputi kulit kepala bersisik, kulit kepala lebih berminyak, hingga rambut rontok. Kondisi menuntut penderitanya untuk melakukan perawatan jangka panjang.
09 Jun 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Gejala dermatitis seboroik pada kulit kepala berbeda dengan ketombe

Hipertrikosis, Penyakit "Werewolf" yang Bisa Bikin Anda Jadi Manusia Serigala

Hipertrikosis menyebabkan pertumbuhan bulu atau rambut di bagian tubuh tertentu. Bahkan, muka pengidapnya bisa ditutupi oleh bulu lebat, layaknya karakter manusia serigala dalam film horor.
04 Nov 2019|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Hipertrikosis juga dikenal dengan sebutan sindrom manusia serigala.

7 Cara Melembutkan Rambut dengan Tepat

Cara melembutkan rambut yang salah dapat merusak rambut Anda. Untuk menghindari risiko tersebut, berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk melembutkan rambut.
29 May 2020|Salis Annisa
Baca selengkapnya
Salah satu cara melembutkan rambut adalah dengan menggunakan kondisioner