Penyakit Lainnya

Kista Ginjal

Diterbitkan: 08 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kista Ginjal
Kista ginjal adalah kista yang terbentuk dalam ginjal
Kista ginjal adalah kista yang terbentuk dalam ginjal. Umumnya, kista ginjal memiliki bentuk seperti benjolan atau kantung dari jaringan membran yang berisi cairan..Kista ginjal terdiri dari beberapa tipe, antara lain kista ginjal sederhana dan kista ginjal yang disebabkan penyakit ginjal polikistik. Kista ginjal sederhana adalah kista yang paling umum terjadi dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan pada ginjal. Sementara itu, penyakit ginjal polikistik dapat memengaruhi ukuran dan fungsi ginjal.Terganggunya fungsi ginjal akibat polikistik ginjal dapat menyebabkan kondisi kesehatan lainnya seperti meningkatnya tekanan darah, masalah pada pembuluh darah jantung dan otak, hingga kista yang meluas ke organ hati.Kista ginjal yang tidak bergejala dan tidak menganggu fungsi ginjal, umumnya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika kista semakin membesar hingga mengganggu fungsi ginjal, beberapa pilihan tindakan medis dapat dilakukan sebagai langkah penanganan kista ginjal. 
Kista Ginjal
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit punggung dan pinggang, sering buar air kecil, demam
Faktor risikoBerusia di atas 40 tahun, pria, genetik
Metode diagnosisUSG, CT Scan, MRI, tes fungsi ginjal
PengobatanAblasi alkohol perkutan, operasi pengangkatan kista, pengaturan pola makan
KomplikasiKista terinfeksi atau pecah, obstruksi urine
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala
Kista ginjal sederhana muncul sebagai benjolan dengan dinding tipis yang berisi cairan seperti air. Kista ginjal biasanya tidak menyebabkan gejala. Namun, jika kista ginjal tumbuh cukup besar atau terinfeksi, berikut ini adalah gejala-gejala yang bisa muncul:
  • Sakit punggung atau pinggang
  • Lebih sering buang air kecil
  • Urine tampak lebih gelap atau kecokelatan
  • Terdapat darah dalam urine (hematuria)
  • Demam
  • Sakit pada perut bagian atas
  • Nyeri di antara tulang rusuk dan panggul
Pada penyakit ginjal polikistik, gejala lain yang menyertai juga dapat berupa tekanan darah tinggi. 
Penyebab pasti kista ginjal belum diketahui. Ada teori yang memperkirakan kista ginjal terbentuk akibat adanya sumbatan pada saluran dan tabung-tabung kecil yang menyusun ginjal.Kemungkinan lain adalah adanya bagian dari tabung ginjal yang dindingnya melemah dan menipis sehingga membentuk kantong (divertikula) berisi cairan dan akhirnya membentuk kista.Baca juga: Kenali Fungsi Ginjal Selain Menyaring Racun dari Tubuh 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terkena kista ginjal:
  • Usia. Risiko terkena kista ginjal akan meningkat seiring bertambahnya usia. Biasanya kondisi ini banyak terjadi pada kelompok usia 40-50 tahun ke atas.
  • Jenis kelamin. Pria memiliki risiko lebih besar dibanding wanita untuk terkena kista ginjal.
  • Genetik. Penyakit ginjal polikistik adalah kondisi yang diwariskan dalam keluarga. Jika memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ginjal polikistik, kemungkinan Anda akan mengalaminya juga.
 
Sebagian besar kista ginjal tidak menunjukkan gejla. Oleh karena itu, kista ginjal biasanya ditemukan saat seseorang memeriksakan kondisi lain. Jika kista telah ditemukan, dokter akan melakukan berbagai tes lanjutan seperti:
  • Pemeriksaan radiologi, berupa ultrasonografi (USG), CT scan, dan MRI untuk mendeteksi kista ginjal. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menentukan kista maupun tumor sebagai penyebab massa ginjal.
  • Tes fungsi ginjal. untuk mendeteksi pengaruh kista ginjal pada fungsi ginjal. Evaluasi fungsi ginjal bisa dilakukan melalui pengambilan sampel darah maupun urine pasien yang akan diperiksa di laboratorium.
 
Jika kista ginjal tanpa gejala dan tidak mengganggu fungsi ginjal, pasien tidak memerlukan pengobatan. Akan tetapi dokter akan merekomendasikan pasien menjalani pemeriksaan radiologi untuk memantau perkembangan ginjal apabila kista ginjal membesar.Terkadang kista ginjal yang kecil akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika kista ginjal telah memengaruhi ukuran ginjal dan menimbulkan gejala tertentu, pasien dapat menjalani beberapa pengobatan, seperti:
  • Skeleroterapi atau ablasi alkohol perkutan.
Prosedur ini dilakukan untuk mengeringkan kista dengan cara menusuknya dengan jarum khusus. Dokter akan memasukkan jarum yang panjang dan tipis melalui kulit ke dinding kista ginjal. Proses tersebut akan dibantu dengan panduan ultrasound.  Ketika cairan sudah dikeringkan dari kista, selanjutnya kista akan diisi dengan alkohol untuk mencegahnya tumbuh kembali.
  • Operasi pengangkatan kista
Kista yang besar akan membutuhkan operasi pembedahan agar dapat dihilangkan. Dokter membuat sayatan kecil pada kulit, lalu memasukkan alat khusus yang dilengkapi kamera kecil yang disebut laparoskop. Alat ini memandu dokter untuk mengeringkan cairan kista dan mengangkatnya.
  • Pengaturan pola makan
Diet sehat dengan pilihan makanan yang tepat dapat membantu meredakan gejala dan menjaga kesehatan penderitanya. Konsumsi air putih yang cukup dan mengatur pola makan dengan makanan yang rendah garam dan lemak juga kaya protein (ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian). Kurangi makanan yang mengandung fosfor dan kalium karena pada penderita penyakit ginjal polikistik, kedua zat tersebut dapat menumpuk di dalam darah.Baca jawaban dokter: Bagaimana cara menghilangkan sakit karena kista ginjal? 

Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, kista ginjal terkadang dapat menyebabkan komplikasi, seperti:
  • Kista yang terinfeksi sehingga dapat menyebabkan demam dan nyeri.
  • Kista yang pecah dan dapat menimbulkan nyeri yang luar biasa bagi penderitanya
  • Obstruksi urine. Kista ginjal yang menghalangi saluran kemih dapat memicu terjadinya pembengkakan ginjal (hidronefrosis).
 
Kista ginjal tidak dapat dicegah. Namun ada beberapa cara yang dapat membantu dalam menjaga kesehatan ginjal, seperti:
  • Minum banyak cairan/air. Air membantu ginjal bekerja dengan tepat. Mengonsumsi banyak air juga dapat mencegah infeksi saluran kemih. Hindari alkohol, karena alkohol dapat merusak ginjal.
  • Jaga kondisi kesehatan Anda. Seiring berjalannya waktu, kondisi seperti diabetes (kencing manis) dan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak ginjal.
  • Hindari kebiasaan merokok. Gaya hidup yang tidak sehat ini dapat mempersempit pembuluh darah di dalam ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Ginjal yang Mudah Dilakukan 
Buat janji dengan dokter jika Anda mengalami tanda atau gejala dari kista ginjal. 
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Seberapa besar kista ginjal yang saya miliki?
    • Apakah kista ginjalnya baru atau sudah terlihat di alat scan?
    • Apakah kista ginjal dapat tumbuh?
    • Apakah kista ginjal menimbulkan rasa sakit?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap kista ginjal?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kista ginjal agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. ttps://www.drugs.com/cg/kidney-cyst.html
Diakses pada Januari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/kidney-cyst#outlook
Diakses pada 21 Desember 2020
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-cysts/diagnosis-treatment/drc-20374138
Diakses pada 21 Desember 2020
Radiologyinfo. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=renal-cyst
Diakses pada 21 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/kidney-cyst-causes-symptoms-treatments#1-4
Diakses pada 21 Desember 2020
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/renal-cysts-what-you-need-to-know-4171905#types
Diakses pada 21 Desember 2020
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/kidney-disease/7-diet-tips-for-polycystic-kidney-disease
Diakses pada 21 Desember 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2845761/
Diakses pada 21 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email