Jantung

Koarktasio Aorta

Diterbitkan: 10 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Koarktasio Aorta
Bayi baru lahir dengan koarktasio aorta umumnya tidak bergejala
Aortic coarctation atau koarktasio aorta adalah cacat lahir berupa penyempitan aorta. Penyakit ini biasanya terjadi saat penderita lahir dan muncul bersamaan dengan gangguan jantung lain.Aorta merupakan pembuluh darah besar jantung yang berperan membawa darah dengan kandungan oksigen ke seluruh tubuh. Akibat koarktasio aorta, jantung harus bekerja keras untuk memompa darah.Koarktasio aorta dapat memicu gejala ringan hingga berat. Tetapi kondisi ini terkadang bisa tidak terdeteksi sampai penderita sudah dewasa.Pengobatan koarktasio aorta yang dilakukan saat bayi baru lahir biasanya memberikan hasil efektif. Namun kondisi penderita harus dipantau seumur hidup. 
Koarktasio Aorta
Dokter spesialis Jantung, Anak
GejalaSulit makan, susah bernapas, tekanan darah tinggi
Faktor risikoKelainan jantung, pria
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, kateterisasi jantung,aortografi
PengobatanOperasi, balloon angioplasty
KomplikasiGagal jantung, pendarahan otak, kematian
Kapan harus ke dokter?Nyeri dada berat, pingsan, sesak napas mendadak
Secara umum, gejala koarktasio aorta bisa berbeda-beda berdasarkan usia penderitanya. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Gejala koarktasio aorta pada bayi

Sebagian besar bayi yang lahir dengan koarktasio aorta bisa saja tidak menunjukkan gejala apapun. Namun jika bergejala, keluhan yang muncul umumnya meliputi:

Gejala koarktasio aorta pada anak-anak dan orang dewasa

Sebagian anak yang mengalami koarktasio aorta tahap ringan juga mungkin saja tidak bergejala hingga ia dewasa. Sementara sebagian lainnya bisa mengalami gejala yang berupa:
 
Hingga sekarang, penyebab koarktasio aorta belum diketahui secara pasti. Umumnya, kondisi ini bersifat bawaan sejak lahir alias kongenital.Namun pada sedikit kasus, koarktasio aorta dapat terjadi setelah penderita dewasa akibat beberapa kondisi di bawah ini:
 

Faktor risiko koarktasio aorta

Beberapa faktor risiko di bawah ini bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami koarktasio aorta:

1. Kelainan jantung

  • Katup aorta bikuspid, yakni katup jantung yang hanya memiliki dua daun padahal normalnya tiga
  • Stenosis pada katup jantung yang membuat katup kaku, menebal, atau saling menempel
  • Regurgitasi pada katup jantung atau sering disebut katup jantung bocor
  • Patent ductus arteriosus (PDA) yang membuat ductus arteriosus tetap terbuka setelah bayi lahir
  • Lubang pada dinding antara sisi kiri dan kanan jantung

2. Jenis kelamin

Penyakit ini lebih sering dialami oleh anak laki-laki daripada anak perempuan. 
Jika koarktasio aorta dalam kondisi berat, kondisi ini umumnya terdiagnosis sewaktu masih bayi. Sedangkan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa yang didiagnosis mengalaminya, biasa mengalami tingkat keparahan yang lebih ringan dan tidak bergejala.Untuk memastikan diagnosis koarktasio aorta, dokter bisa melaksanakan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:

1. Pemeriksaan fisik

Koarktasio aorta baru dapat terlihat ketika dokter melakukan pemeriksaan fisik dan menemukan kondisi-kondisi berikut:
  • Denyut nadi pada selangkangan atau salah satu kaki yang lebih lemah daripada tangan atau leher. Terkadang, denyut nadi ini sama sekali tidak teraba.
  • Perbedaan tekanan darah antara tangan dan kaki. Tekanan darah di kaki lebih rendah dariapda dengan lengan.
  • Tekanan darah tinggi pada lengan yang ditemukan setelah masa bayi.
  • Murmur (suara bising) pada jantung akibat aliran darah yang melalui area yang menyempit dengan cepat. Gejala ini bisa terdengar melalui stetoskop.
  • Pemeriksaan denyut nadi pada bayi untuk mendeteksi penyakit ini lebih awal.

2. Pemeriksaan lanjutan

Dokter bisa melakukan pemeriksaan lanjutan di bawah ini untuk mendeteksi koarktasio aorta lebih lanjut:
  • Ekokardiografi

Ekokardiografi merupakan prosedur yang paling umum digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis koarktasio aorta. Pemeriksaan ini akan mendeteksi lokasi dan tingkat keparahan penyempitan aorta.Prosedur ekokardiografi juga bisa menunjukkan ada tidaknya gangguan jantung lain, seperti katup aorta bikuspid dan menentukan pengobatan yang paling sesuai.
  • Kateterisasi jantung dan aortografi

Pada kateterisasi jantung, dokter memasukkan zat kontras ke pembuluh darah untuk melihat struktur jantung secara mendetail serta memeriksa tekanan dan kadar oksigen di bilik jantung maupun pembuluh darah. Pemeriksaan ini dapat membantu dalam menentukan tingkat keparahan koarktasio aorta.Kateterisasi jantung termasuk jarang digunakan untuk mendiagnosis koarktasio aorta. Namun prosedur ini tetapi bisa membantu dokter untuk merencanakan operasi atau pengobatan lain.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Untuk merekam aktivitas listrik pada jantung tiap kali berkontraksi, dokter akan melakukan elektrokardiografi. Jika pasien mengalami koarktasio aorta berat, EKG akan menunjukkan adanya penebalan ventrikel (hipertrofi ventrikel).
  • Tes pencitraan

Tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter meliputi rontgen, MRI, USG doppler, dan CT scan. Rangkaian pemeriksaan ini berfungsi:- Memberikan gambaran mengenai kondisi jantung dan pembuluh darah- Melihat ada tidaknya perubahan pada jantung dan pembuluh darah- Menentukan tingkat keparahan penyakit- Mendeteksi ada tidaknya gangguan jantung lain- Membantu dokter dalam menentukan pengobatan yang terbaik bagi pasien 
Cara mengobati koarktasio aorta dilakukan berdasarkan usia pasien ketika didiagnosis, riwayat medis, kondisi kesehatan pasien secara umum, dan tingkat keparahan penyakit. Cacat atau kelainan jantung lainnya juga dapat diperbaiki bersamaan dengan koarktasio aorta.Berikut dua penanganan koarktasio aorta yang dapat dianjurkan oleh dokter:

1. Balloon angioplasty

Balloon angioplasty dilakukan dengan memasukkan balon dan kateter ke dalam arteri yang tersumbat. Selanjutnya, balon ini akan dikembangkan agar arteri menjadi lebih lebar.

2. Operasi

Pada bayi baru lahir dengan koarktasio aorta, dokter biasanya akan melakukan operasi secepat mungkin untuk memperbaiki penyempitan pembuluh darah. Sementara penderita anak-anak yang lebih tua dapat menjalani pembedahan saat sudah berusia lebih dewasa.Berikut teknik operasi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki koarktasio aorta:
  • Reseksi dengan anastomosis antar-ujung pembuluh darah

Operasi ini dilakukan dengan mengangkat bagian aorta yang menyempit (reseksi) dan menyambungkan kedua ujung aorta (anastomosis).
  • Subclavian flap aortoplasty

Sebagian pembuluh darah yang mengantarkan darah ke lengan kiri (arteri subklavia kiri) dapat digunakan untuk melebarkan aorta yang menyempit.
  • Bypass graft repair

Melalui bypass graft repair, dokter akan membuat jalan pintas (bypass) dengan memasukkan selang (graft) di antara bagian aorta.
  • Patch aortoplasty

Patch aortoplasty dilakukan dengan memotong bagian aorta yang menyempit. Dokter lalu menempelkan sepotong materi sintetis untuk melebarkan pembuluh darah.Pasien yang mengalami koarktasio aorta di masa kanak-kanak, umumnya perlu menjalani operasi di kemudian hari. Penanganan dilakukan pada bagian yang melemah pada dinding aorta.Penanganan koarktasio aorta juga memiliki risiko komplikasi tertentu. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Aorta yang kembali menyempit
  • Tekanan darah tinggi
  • Pecahnya aorta
 

Komplikasi koarktasio aorta

Jika terus dibiarkan tanpa penanganan, koarktasio aorta dapat menyebabkan komplikasi berupa:

Komplikasi utama

  • Pada bayi, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung hingga kematian
  • Hipertensi

Komplikasi lain

  • Pelemahan arteri otak atau perdarahan otak
  • Pecah atau robeknya aorta
  • Pembesaran di bagian dinding aorta
  • Gagal jantung
  • Arteri koroner prematur
  • Stroke
  • Kerusakan jantung
  • Gagal ginjal
 
Karena termasuk kelainan bawaan, cara mencegah koarktasio aorta belum tersedia. Namun orang yang memiliki faktor risiko penyakit ini (seperti sindrom Turner) perlu segera memeriksakan diri ke dokter. 
Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa gejala di bawah ini:
  • Nyeri dada berat
  • Pingsan
  • Sesak napas mendadak
  • Tekanan darah tinggi yang belum diketahui penyebabnya
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait koarktasio aorta?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis koarktasio aorta agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Heart Association. http://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/about-congenital-heart-defects/coarctation-of-the-aorta-coa
Diakses pada 26 November 2018
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/heartdefects/coarctationofaorta.html
Diakses pada 26 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/coarctation-of-the-aorta
Diakses pada 26 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coarctation-of-the-aorta/symptoms-causes/syc-20352529
Diakses pada 26 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000191.htm
Diakses pada 26 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email