Infeksi

Kusta

Diterbitkan: 14 Oct 2020 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kusta
Risiko terkena kusta pada anak-anak relatif lebih besar daripada orang dewasa. 
Lepra atau kusta adalah infeksi yang menyebabkan pembengkakan kulit dan kerusakan saraf tepi yang parah di bagian lengan, kaki dan kulit di seluruh badan.Pada dasarnya, penyakit yang juga disebut penyakit Hansen ini tidak mudah menular dan dapat diobat dengan efektif. Risiko penularan cenderung tinggi ketika seseorang memiliki kontak erat dan jangka panjang dengan penderita kusta.Kusta biasanya menular lewat cairan yang keluar dari mulut atau hidung penderita yang tidak menjalani pengobatan.Risiko kusta pada anak-anak relatif lebih besar daripada orang dewasa. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 180 ribu orang di dunia yang mengidap penyakit ini. Sebagian besar penderita tinggal di Afrika dan Asia.Apabila diobati dengan benar, tingkat kesembuhan kusta cukup baik. Namun jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berupa ganggan dan kerusakan pada kulit, saraf perifer, tungkai, saluran napas bagian atas, hingga mata. 
Kusta
Dokter spesialis Kulit
GejalaBercak kulit, rasa kebas pada lesi kulit, mimisan
Faktor risikoTinggal serumah dengan penderita kusta
Metode diagnosisBiopsi kulit
PengobatanPemberian obat
ObatDapsone, rifampicin, prednisone
KomplikasiKebutaan, iritis, perubahan bentuk pada anggota tubuh
Kapan harus ke dokter?Benjolan pada kulit, mati rasa pada area kulit tertentu
Kusta secara utama menyerang kulit dan sistem saraf di luar otak dan tulang belakang, yang juga disebut saraf perifer. Penyakit ini juga menyerang mata dan jaringan tipis di sekitar hidung. Gejala-gejala utamanya adalah sebagai berikut:
  • Pembengkakan dan perubahan bentuk kulit
  • Benjolan di permukaan kulit yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan
  • Mati rasa di bagian tangan dan kaki (akibat rusaknya sistem saraf)
  • Kehilangan fungsi otot
Pada umumnya, gejala-gejala utama akan muncul setelah 3-5 tahun sejak bakteri yang menyebabkan kusta memasuki tubuh. Pada kasus tertentu, bahkan gejala perlu waktu 20 tahun untuk timbul setelah bakteri memasuki tubuh. Akibatnya, sangat sulit bagi dokter untuk memastikan kapan dan di mana pasien terinfeksi penyakit kusta.
Bakteri Mycrobacterium Leprae adalah penyebab utama penyakit kusta. Bakteri ini berkembang biak secara perlahan dan dapat ditularkan melalui cairan sekresi yang dihasilkan oleh mulut dan hidung (melalui bersin ataupun batuk). Penyakit ini tidak terlalu menular, tapi kontak dengan pasien yang terinfeksi secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan resiko tertular.
Dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik yang meliputi:
  • Pengambilan sampel kulit yang bengkak atau benjol dengan menggunakan metode biopsi kulit. Kulit kemudian akan diteliti untuk menentukan kehadiran bakteri yang menyebabkan kusta.
Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bakteri Mycrobacterium Leprae dan gejala-gejala kusta yang ditimbulkan:
  • Dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Setelah antibiotik yang bertujuan untuk membunuh bakteri habis, biasanya dokter akan memberi antibiotik tambahan untuk mencegah penyakit tersebut menyerang kembali (6 bulan hingga 1 tahun).
  • Dokter pada umumnya akan memberi obat anti radang untuk mengurangi rasa sakit di sistem saraf dan kerusakan lainnya yang disebabkan oleh kusta.
Untuk mencegah demam kusta, dokter dapat menyarankan untuk menghindari kontak langsung dengan penderita kusta. 
Segera hubungi dokter apabila:
  • Anda menemukan benjolan-benjolan yang tidak hilang dalam waktu beberapa minggu
  • Mati rasa di bagian tangan dan kaki
Jika anda mengalami gejala kusta, segeralah periksakan diri anda ke dokter. Jika diperlukan, dokte mungkin akan merujuk Anda ke spesialis penyakit dalam dan penyakit kulit.Dokter mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti:
  • Kapan anda mulai mengalami gejala-gejala kusta?
  • Apakah gejala berlangsung terus-terusan dan tidak berkurang?
  • Apakah anda pernah berinteraksi dengan orang yang terkena penyakit kusta?
  • Apakah anda mengalami mati rasa di bagian tangan dan kaki? Seberapa parah?
Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan anda tanyakan kepada dokter, seperti:
  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu dites?
  • Apa pengobatan yang bisa saya dapat?
  • Apakah ada obat yang perlu saya konsumsi?
  • Berapa lama saya harus beristirahat?
  • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?
Dokter biasanya dapat mendiagnosis kusta dengan menanyakan gejala, dan terkadang dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa biopsi kulit.
CDC. https://www.cdc.gov/leprosy/symptoms/index.html
Diakses pada 15 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/leprosy-symp
toms-treatments-history#1-2 
Diakses pada 15 Oktober 2018
WHO. https://www.who.int/lep/disease/en/#:~:text=Leprosy
Diakses pada 14 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/leprosy
Diakses pada 14 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/leprosy/index.html
Diakses pada 14 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2223848/
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email