Kulit & Kelamin

Kutil Kelamin

Diterbitkan: 13 Nov 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kutil Kelamin
Penyakit ini ditandai adanya kutil pada daerah alat kelamin, terutama pada wanita.
Kutil kelamin adalah benjolan kecil yang muncul di daerah genital. Kutil kelamin atau genital warts merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang paling umum terjadi. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual, baik seks melalui vagina, anal, ataupun secara oral.Kutil kelamin memiliki bentuk berupa benjolan berserat ditutupi lapisan luar yang menebal dan bewarna seperti daging. Kutil kelamin biasa menyerang daerah genital yang lembap seperti di sekitar skrotum, anus dan penis pada pria, atau di vulva, serviks, vagina dan juga anus pada wanita.Kutil kelamin bisa sembuh dengan sendirinya, dan tidak memerlukan pengobatan jika tidak mengganggu. Namun, apabila menyebabkan gejala yang mengganggu, dapat diobati dengan salep topikal atau dilakukan prosedur pengangkatan kutil.Penyakit ini bisa terjadi pada setiap orang yang aktif secara seksual, tapi wanita lebih rentan terserang penyakit ini dibandingkan dengan pria.Baca juga: Mengenal Kondiloma, Si Kutil Kelamin Akibat Infeksi Virus 
Kutil Kelamin
Dokter spesialis Kulit
GejalaGatal dan benjolan di area genital, perdarahan saat berhubungan seks
Faktor risikoDi bawah 30 tahun ke bawah dan aktif secara seksual, berhubungan seks sejak usia muda, seks tanpa kondom
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, Pap smear, tes HPV
PengobatanPemberian obat oles, krioterapi, kauterisasi
ObatImiquimod, podofilin, podofilox
KomplikasiKanker, masalah kehamilan, penyebaran kutil kelamin
Kapan harus ke dokter?Menemukan benjolan atau kutil pada area genital.
Beberapa gejala kutil kelamin meliputi:
  • Gatal atau tidak nyaman pada area genital
  • Perdarahan ketika melakukan hubungan seksual
  • Pembengkakan kecil serupa warna kulit atau sedikit lebih gelap atau abu-abu pada area genital
  • Kutil-kutil kecil yang menyatu membentuk seperti kembang kol. Kutil kelamin dapat berukuran sangat kecil dan datar sehingga sulit untuk dapat dilihat dengan mata telanjang
  
Kutil kelamin disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus) yang ditularkan melalui kontak seksual.Penyakit ini berbahaya terutama pada wanita karena HPV yang menyebabkan kutil kelamin juga merupakan penyebab kanker serviks.Kutil kelamin berbeda dari kutil yang ada di bagian tubuh lainnya seperti tangan atau kaki. Meskipun dapat disebabkan hal yang sama seperti adanya infeksi HPV.Jenis HPV kutil kelamin mempunyai strain yang berbeda. Kutil yang berada pada tangan atau kaki tidak dapat menyebar ke daerah kelamin dan begitu pula sebaliknya. 

Faktor risiko kutil kelamin

Setiap orang yang aktif secara seksual mempunyai risiko yang tinggi untuk terserang infeksi dari HPV. Selain itu ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terserang infeksi HPV, yakni:
  • Berusia di bawah 30 tahun dan aktif secara seksual
  • Memulai hubungan seksual di usia muda
  • Berhubungan seks tanpa kondom
  • Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan banyak orang berbeda
  • Berhubungan seks dengan seseorang dengan riwayat seksual yang tidak diketahui
  • Melakukan seks oral
  • Merokok
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Memiliki riwayat sebagai korban pelecehan seksual sewaktu anak-anak
  • Mempunyai ibu dengan riwayat infeksi HPV sewaktu melahirkan
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya
  • Mengalami stres dan infeksi virus lainnya pada saat bersamaan, seperti HIV atau herpes
Baca juga: Benarkah Penularan HIV Melalui Ciuman Dapat Terjadi? 
Untuk mendiagnosis kutil kelamin, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan seputar riwayat kesehatan, riwayat seksual, gejala yang dialami. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada area munculnya kutil.Pada pasien wanita, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Pemeriksaan panggul

    Pemeriksaan ini diperlukan untuk memeriksa adanya kutil kelamin di dalam vagina. Dokter akan mengaplikasikan cairan asam yang ringan supaya kutil kelamin lebih mudah terlihat.
  • Pap smear 

    Prosedur ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks, yang dapat terjadi akibat komplikasi dari infeksi genital dari HPV. Pada pemeriksaan ini, sampel dari sel-sel yang ada pada leher rahim akan diambil untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
  • Tes HPV

    Sampel sel pap smear akan diperiksa untuk mencari keberadaan strain HPV yang menyebabkan kanker serviks. Pemeriksaan ini ditujukan untuk wanita berusia 30 tahun dan lebih.
Baca jawaban dokter: Belum pernah melakukan hubungan seksual, bahkan nikah saja belum, namun kenapa ada kutil kelamin ya? 
Kutil kelamin yang tidak menimbulkan gejala tidak memerlukan pengobatan karena dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.Namun virus HPV akan tetap berada dalam tubuh. Artinya, seseorang dapat menderita kutil kelamin berulang dan dapat menularkannya kepada orang lain.Jika kutil kelamin menyebabkan gatal, rasa seperti terbakar dan nyeri, maka perawatan yang diberikan dapat berupa obat topikal (oles) maupun tindakan medis tertentu, seperti krioterapi.

1. Pemberian obat topikal (oles)

Dokter bisa meresepkan obat oles atau topikal berupa imiquimod, podofilin dan podofilox, asam trichloroacetic, dan sinecatechin. 
  • Imiquimod

    Obat ini adalah obat oles berbentuk krim yang dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kutil kelamin. Selama menggunakan obat kutil kelamin ini, hindari berhubungan seksual karena krim ini bisa merusak lapisan kondom dan menyebabkan iritasi pada kulit pasangan Anda.
    Salah satu efek samping dari obat ini adalah kemerahan pada kulit. Efek samping lain yang mungkin terjadi termasuk lecet, nyeri, batuk, ruam, dan kelelahan.
  • Podofilin dan podofilox

    Podophyllin adalah resin tumbuhan yang dapat menghancurkan jaringan pada kutil kelamin. Obat ini hanya boleh dioleskan oleh dokter. Dokter akan meresepkan obat kutil kelamin yang memiliki efek yang sama berjenis podofilox Anda dapat gunakan jenis obat ini sebagai perawatan di rumah.
  • Asam trichloroacetic

    Obat ini bekerja dengan membakar kutil dan bisa dioleskan hingga bagian dalam kelamin. Efek samping yang dapat terjadi meliputi iritasi kulit ringan, kebas, hingga nyeri.
  • Sinecatechin

    Obat ini berbentuk krim yang dapat digunakan di dalam maupun luar area kelamin. Efek samping penggunaan obat ini ialah kulit kemerahan, gatal atau sakit, rasa seperti terbakar dengan skala ringan.
Hindari penggunaan obat bebas kutil tangan pada kutil kelamin. Sebab, obat-obatan ini tidak dimaksudkan untuk dipakai pada daerah genital (kelamin) yang lembap. Penggunaan yang salah akan memperparah rasa sakit dan menyebabkan iritasi.

2. Krioterapi 

Metode pembekuan dengan nitrogen cair ini bekerja dengan membentuk blister di sekitar kutil kelamin. Saat kulit sembuh, blister tersebut akan mengelupas sehingga memungkinkan terbentuknya kulit baru. Anda mungkin harus menjalani tindakan ini berulang kali. Efek samping utamanya termasuk nyeri dan bengkak.

3. Kauterisasi

Prosedur ini dilakukan untuk membakar kutil dengan penggunaan arus listrik. Anda mungkin akan merasakan sakit dan bengkak setelah tindakan dilakukan.

4. Pembedahan

Melalui metode ini, kutil akan dipotong dan dibuang menggunakan pisau bedah

5. Laser

Digunakan untuk kutil yang sulit dihilangkan dengan metode lain. Perawatan ini bekerja dengan memanfaatkan sinar cahaya laser yang intens, Efek samping tindakan ini adalah munculnya jaringan parut dan nyeri. 

Komplikasi kutil kelamin

Jika tidak segera ditangani dengan baik, kutil kelamin dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, seperti:
  • Kanker

Infeksi HPV sering dikaitkan sebagai penyebab kanker serviks, serta kanker vulva, anus, penis, mulut, dan tenggorokan. Tidak semua infeksi HPV menyebabkan kanker serviks. Namun sangat penting bagi wanita untuk pap smear secara teratur demi kesehatan jangka panjang.
  • Masalah kehamilan

Ada risiko kecil penularan kutil kelamin dari ibu saat melahirkan.
  • Bertambahnya kutil kelamin

Bayi baru lahir dengan papilomatosis laring mungkin memiliki kutil kelamin di mulut. Perubahan hormon selama kehamilan juga dapat menyebabkan kutil kelamin tumbuh, berdarah, atau berlipat ganda.Baca juga: Cara Menghilangkan Kutil Kelamin dengan Bahan-bahan Alami 
Anda dapat mencegah penyebaran kutil kelamin dengan:
  • Tidak berhubungan seks saat sedang menjalani perawatan kutil kelamin.
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seks vaginal, anal, atau oral. Namun, jika terdapat virus pada daerah yang tidak terlindungi oleh kondom, maka kutil tersebut masih dapat menular.
  • Mendapatkan vaksin HPV.
    Vaksin HPV paling efektif diberikan pada anak-anak yang belum aktif secara seksual.
 

Ketentuan pemberian vaksin HPV

Pemberian vaksin memiliki ketentuan sebagai berikut:
  • Usia 10-13 tahun

Vaksinasi HPV pada anak usia 10-13 tahun membutuhkannya sebanyak dua dosis vaksin yang diberikan dengan jarak  6-12 bulan untuk dosis kedua.
  • Usia 16 tahun ke atas

Vaksin HPV pada remaja seusia ini diberikan sebanyak 3 dosis. Dosis kedua diberikan setelah 1-2 bulan pascasuntikan dosis pertama. Lalu dosis ketiga pada 6 bulan setelah dosis pertama.Bila vaksin dosis kedua diberikan terlalu cepat dari waktu yang ditentukan, pemberian vaksin harus diulang dari awal. Sementara itu, jika dosis lanjutan terlewat, Anda tidak perlu mengulang dari awal. Cukup melengkapi dosis yang terlewatkan 
Konsultasikanlah pada dokter jika Anda atau pasangan menemukan benjolan atau kutil pada area genital. 
Sebelum melakukan konsultasi, sebaiknya Anda membuat daftar gejala yang dialami, aktivitas atau sejarah seksual, informasi pribadi, dan beberapa pertanyaan, seperti:
  • Apakah saya memiliki kutil kelamin?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang direkomendasikan untuk kondisi saya?
  • Apakah saya harus menjalani pemeriksaan?
  • Kapan saya dapat kembali berhubungan seksual?
  • Apa risiko dari kutil kelamin yang saya alami?
  • Seberapa sering saya harus melakukan skrining untuk kesehatan lain yang terkait dengan kutil kelamin?
  • Bagaimana cara mengurangi risiko menular infeksi pada orang lain?
  • Apa yang menyebabkan gejala saya?
 
Dalam proses konsultasi, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti:
  • Apa saja gejala Anda?
  • Kapan gejala tersebut Anda alami?
  • Seberapa parah gejala yang dialami?
  • Apakah Anda dalam jangka waktu dekat ini berhubungan seksual dengan pasangan baru?
  • Apakah Anda telah melakukan vaksinasi HPV? Kapan?
  • Apakah Anda hamil atau berencana untuk hamil?
  • Apakah Anda melakukan aktivitas seks dengan aman? Sejak kapan Anda aktif dalam melakukan hubungan seksual?
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts
Diakses pada 15 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/genital-warts/
Diakses pada 15 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-warts/diagnosis-treatment/drc-20355240
Diakses pada 8 Juli 2020
MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/155236#risk-factors
Diakses pada 8 Juli 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/hpv-human-papillomavirus-vaccine/
Diakses pada 8 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email