Kulit & Kelamin

Lichen Planus

Diterbitkan: 17 Feb 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Lichen Planus
Lichen planus dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau tahun.
Lichen planus adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya pembengkakan dan iritasi pada kulit, rambut, kuku, dan membran mukosa.Pada kulit, lichen planus tampak sebagai benjolan keunguan dengan permukaan rata yang gatal dan muncul dalam beberapa minggu. Di dalam mulut, vagina, dan area tubuh lainnya yang dilapisi membran mukosa, lichen planus membentuk ruam keputihan yang kadang disertai oleh luka yang terasa nyeri.Kebanyakan pasien dapat mengatasi lichen planus yang bersifat ringan tanpa penanganan medis khusus. Lichen planus yang menyebabkan nyeri dan gatal yang mengganggu, pasien mungkin membutuhkan obat-obatan dari dokter. Kondisi ini tidak bersifat menular.Lichen planus dipicu oleh respons sistem kekebalan tubuh atau dapat muncul bersamaan dengan penyakit autoimun (kondisi saat sel pertahanan tubuh menyerang sel tubuh sendiri karena menganggap sel tubuh sebagai benda asing). Kondisi ini biasanya dialami oleh pasien berusia 30 tahun ke atas. 
Lichen Planus
Dokter spesialis Kulit
GejalaBenjolan dengan permukaan rata berwarna ungu kemerahan, gatal pada area ruam atau benjolan, bercak putih di mulut
Faktor risikoMemiliki penyakit infeksi virus seperti hepatitis C, terpapar bahan kimia (alergen) tertentu seperti antibioti dan arsenik
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit, tes alergi
PengobatanObat-obatan, terapi PUVA
ObatAntihistamin, kortikosteroid, asam retinoid
KomplikasiGangguan fungsi seksual, bekas luka yang tetap berwarna gelap, kanker mulut
Kapan harus ke dokter?Memiliki benjolan kecil atau ruam pada kulit tanpa alasan yang jelas
Secara umum, gejala lichen planus meliputi:
  • Benjolan dengan permukaan rata berwarna ungu kemerahan, paling sering pada lengan bagian dalam, pergelangan tangan atau pergelangan kaki, dan dapat juga terjadi pada bagian luar alat kelamin
  • Benjolan yang muncul dan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Gatal pada area ruam atau benjolan
  • Bercak putih di mulut (di pipi bagian dalam, gusi, bibir atau lidah)
  • Ulkus (luka) di mulut atau vagina yang nyeri dan dapat terasa seperti terbakar
  • Rambut rontok atau perubahan warna kulit kepala
  • Kerusakan kuku
  • Kulit melepuh berisi cairan yang dapat pecah
  • Garis putih tipis di atas ruam atau benjolan
Lichen planus paling sering ditemukan pada kulit. Dalam waktu beberapa minggu, ruam atau benjolan akan muncul dan menyebar. Kondisi ini biasanya membaik dalam 6-16 bulan. 
Penyebab lichen planus yang pasti tidak diketahui. Namun kondisi ini diduga berkaitan dengan respons sistem kekebalan tubuh yang tidak normal.Lichen planus terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit atau membran mukosa (selaput lendir seperti dalam rongga mulut atau dalam alat kelamin). Kondisi ini dikenal dengan sebutan autoimun. 

Faktor risiko lichen planus

Faktor yang dapat meningkatkan risiko perkembangan lichen planus, yaitu:
  • Memiliki penyakit infeksi virus seperti hepatitis C
  • Terpapar bahan kimia (alergen) tertentu, seperti antibiotik, arsenik, senyawa iodida, diuretik, beberapa jenis pewarna tertentu, serta obat-obatan lainnya
  • Usia karena sebaian besar lichen planus dialami oleh kalangan dewasa muda dan jarang terjadi pada anak-anak
 
Untuk menegakkan diagnosis lichen planus, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami pasien. Dokter biasanya dapat mendeteksi adanya lichen planus dengan melihat karakteristik ruam. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Biopsi kulit

Biopsi kulit adalah pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Tes alergi

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah pasien memiliki reaksi alergi.
  • Tes hepatitis C

Pemeriksaan ini dilakukan bila dokter menduga penyebab lichen planus adalah infeksi. 
Tidak ada cara mengobati lichen planus yang spesifik. Kondisi ini biasanya membaik dengan sendirinya.Bila gejala terasa mengganggu, pengobatan seringkali dapat meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan. Pengobatan lichen planus dapat berupa:
  • Obat antihistamin, untuk meredakan gatal
  • Krim atau salep kortikosteroid, untuk meredakan bengkak dan kemerahan
  • Pil atau suntik kortikosteroid, pada pasien dengan lichen planus yang berlangsung lama atau ketika pasien memiliki banyak benjolan atau luka yang terasa nyeri.
  • Terapi PUVA, suatu jenis terapi sinar yang dapat membantu mencerahkan kulit.
  • Asam retinoid, jenis obat untuk membantu mencerahkan kulit.
  • Salep tacrolimus atau pimecrolimus, untuk mengatasi masalah kulit lainnya seperti eksim.
Lichen planus pada mulut biasanya tidak menimbulkan nyeri atau gejala lainnya. Pada kondisi ini, pengobatan mungkin tidak diperlukan. Ketika lichen planus menimbulkan nyeri, rasa terbakar, kemerahan, atau bekas luka, pengobatan dalam bentuk pil atau krim dapat dilakukan. 

Komplikasi lichen planus

Lichen planus pada bibir kemaluan dan vagina sulit diobati, sehingga dapat menimbulkan nyeri berat dan terkadang meninggalkan bekas luka. Komplikasi lichen planus jangka panjang dapat berupa gangguan fungsi seksual. Luka pada bibir dapat membuat pasien sulit makan.Setelah ruam hilang, area kulit yang terkena lichen planus dapat tetap berwarna gelap terutama pada pasien berkulit gelap. Lichen planus pada mulut dapat meningkatkan risiko kanker mulut. Komplikasi lainnya dapat berupa gangguan pendengaran pada lichen planus di saluran telinga. 
Karena penyebabnya tidak diketahui, pencegahan lichen planus juga tidak ada. 
Segera temui dokter jika Anda memiliki benjolan kecil atau ruam pada kulit tanpa alasan yang jelas dan jika Anda mengalami gejala apapun yang berhubungan dengan lichen planus mulut, alat kelamin, kulit kepala atau kuku. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait lichen planus?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis lichen planus. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline.  https://www.healthline.com/health/lichen-planus
Diakses pada 22 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lichen-planus/symptoms-causes/syc-20351378
Diakses pada 22 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lichen-planus/
Diakses pada 22 November 2018
WebMD.https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/qa/what-is-lichen-planus
Diakses pada 22 November 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1123213-overview#a5
Diakses pada 17 Februari 2021
Diakses pada 17 Februari 2021Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000867.htm
Diakses pada 17 Februari 2021
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/a-z/lichen-planus-treatment#
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email