Kulit & Kelamin

Luka Bakar

Diterbitkan: 17 Feb 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Luka Bakar
Kebanyakan orang dapat pulih dari luka bakar tanpa konsekuensi kesehatan yang serius.
Luka bakar adalah kerusakan jaringan kulit karena terbakar, terpapar sinar matahari berlebihan,  atau radiasi. Kebanyakan orang dapat pulih dari luka bakar tanpa efek serius. Namun hal ini tentu tergantung pada penyebab dan tingkat cedera luka bakar.Pengobatan luka bakar tergantung pada area yang terbakar dan seberapa parah kondisinya. Luka bakar yang serius membutuhkan perawatan medis darurat untuk menyelamatkan nyawa pasien.Anak-anak paling berisiko mengalami luka bakar. Namun kondisi ini dapat dicegah dengan lebih memperhatikan faktor keamanan, terutama dalam penataan perabot rumah tangga. 
Luka Bakar
Dokter spesialis Kulit, Bedah Plastik
GejalaKulit kemerahan, lepuh, kulit bengkak
Faktor risikoPerempuan, anak-anak, pekerjaan jenis tertentu
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanPembalutan luka, obat-obatan, operasi
ObatObat pereda nyeri, bacitracin, silver sulfadiazine
KomplikasiInfeksi, syok, kematian
Kapan harus ke dokter?Mengalami luka bakar yang menutupi tangan, kaki, wajah, atau area tubuh yang luas, luka bakar yang dalam, dan luka bakar yang menyebabkan kulit terlihat kasar
Gejala luka kabar dapat berbeda-beda tergantung kedalaman kulit yang terdampak. Tanda dan gejala pada luka bakar parah baru akan muncul dalam 1-2 hari, yaitu:

Luka bakar derajat 1

  • Hanya lapisan kulit atas (epidermis) yang terdampak
  • Dapat menyebabkan kulit kemerahan dan terasa sakit.

Luka bakar derajat 2

  • Yang terdampak adalah lapisan epidermis dan lapisan kulit kedua atau dermis
  • Dapat mengakibatkan luka bengkak, merah atau putih berbintik
  • Kulit dapat melepuh dan terasa sakit
  • Luka yang dalam dapat meninggalkan bekas luka

Luka bakar derajat 3

  • Luka bakar sampai pada lapisan lemak di bawah kulit
  • Area yang terbakar dapat tampak hitam, cokelat, atau putih
  • Kulit dapat terasa kasar
  • Luka ini dapat menghancurkan saraf dan menyebabkan mati rasa
 
Penyebab luka bakar meliputi:
  • Api
  • Cairan atau uap panas
  • Logam panas, kaca, atau benda lain
  • Arus listrik
  • Radiasi seperti sinar X
  • Sinar matahari atau radiasi
  • Bahan kimia seperti asam kuat, alkali, pengencer cat atau bensin
  • Tindak kekerasan
 

Faktor risiko luka bakar

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena luka bakar, yaitu:

1. Jenis kelamin

Perempuan sedikit lebih berisiko mengalami luka bakar dibanding pria. Luka bakar umumnya dikarenakan aktivitas memasak dengan api kompor yang kurang aman. Faktor kekerasan juga menjadi risiko.

2. Usia

Anak-anak berisiko mengalami luka bakar karena kurang pengawasan.

3. Faktor regional

  • Anak-anak di bawah 5 tahun yang tinggal di Afrika
  • Anak laki-laki di bawah 5 tahun yang tinggal di negara berpenghasilan rendah di Timur Tengah
  • Anak-anak yang tinggal di wilayah Pasifik Barat

4. Faktor sosial ekonomi

Orang yang tinggal di negara berpendapatan menengah ke bawah lebih  berisiko mengalami luka bakar dibanding yang berpenghasilan tinggi.

5. Fakor risiko lain

Faktor risiko lain meliputi:
  • Pekerjaan yang berisiko terpapar api
  • Kemiskinan, tinggal di pemukiman padat penduduk, kurangnya sistem keamanan
  • Penataan area memasak yang kurang aman untuk anak
  • Kondisi medis tertentu seperti epilepsi
  • Penyalahgunaan alkohol dan merokok
  • Penyalahgunaan bahan kimia untuk menyerang orang lain
  • Penggunaan kerosin seabagai bahan bakar perangkat non-listrik rumah tangga
  • Kurangnya standar keamanan dalam penggunaan gas dan listrik
 
Diagnosis luka bakar dilakukan dokter untuk mengetahui tingkat keparahannya. Proses ini dilakukan dengan memperkirakan persentasi luas dan kedalaman kulit yang terdampak. Kemudian dibuat kategori sebagai berikut:
  • Minor: luka bakar tingkat 1 yang meliputi kurang dari 10% area tubuh. Umumnya tidak memerlukan perawatan rumah sakit
  • Tengah: luka bakar tingkat 2 meliputi 10% area tubuh
  • Parah: luka bakar tingkat 3 meliputi lebih dari 10% area tubuh
 

Kriteria luka bakar

Luka bakar juga dapat diklasifikasi berdasarkan kedalamannya:
  • Luka bakar derajat 1

Dangkal dan menyebabkan peradangan lokal pada kulit. Luka bakar matahari sering dikategorikan sebagai luka bakar tingkat pertama. Peradangan ditandai dengan rasa sakit, kulit kemerahan, dan pembengkakan ringan.
  • Luka bakar derajat 2

Lebih dalam dan sakit daripada luka tingkat pertama. Luka berwarna merah, terdapat peradangan, dan kulit melepuh.
  • Luka bakar derajat 3

Luka lebih dalam dari tingkat kedua, melibatkan semua lapisan kulit dan membunuh area kulit tersebut. Karena saraf dan pembuluh darah rusak, luka bakar tampak putih, kasar, dan cenderung tidak nyeri. 
Cara mengobati luka bakar dilakukan berdasarkan tingkat keparahan luka di bawah ini:

Luka bakar derajat 1

Umumnya dapat ditangani sendiri di rumah dan dapat sembuh lebih cepat. Penanganan untuk luka bakar ringan:
  • Dinginkan luka bakar. Kompres luka bakar dengan air dingin sampai rasa sakit mereda
  • Lepaskan cincin atau benda ketat lainnya dari area yang terbakar
  • Lindungi lepuhan. Oleskan salep antibiotik dan jika lepuhan pecah segera bersihkan dengan sabun dan air mengalir
  • Oleskan losion. Setelah luka bakar benar-benar dingin, oleskan losion yang mengandung lidah buaya atau pelembap
  • Perban luka bakar. Tutupi luka bakar dengan perban steril
  • Jika diperlukan, gunakan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen, naproxen sodium, atau acetaminophen.
  • Hindari menggunakan es karena justru dapat memperparah luka.
  • Hindari menggunakan bola kapas karena justru meningkatkan risiko infeksi
  • Antibiotik dapat digunakan untuk melindungi area terdampak

Luka bakar derajat 2

Berikut penanganan untuk luka bakar tingkat 2:
  • Cuci luka di bawah air mengalir selama 15 menit atau lebih
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti acetaminophen
  • Oleskan krim antibiotik
  • Segera bawa ke rumah sakit jika luka bakar mengenai area tangan, pantat, wajah, dan pangkal paha

Luka bakar derajat 3

Segera bawa ke UGD dan hindari menangani luka bakar ini sendiri. Luka bakar ini perlu penanganan dengan operasi dan perlu waktu lama untuk pulih.Operasi dan prosedur yang akan dilakukan dokter antara lain:
  • Bantuan untuk melancarkan pernapasan
  • Selang khusus untuk pemberian makanan
  • Melancarkan aliran darah di sekitar luka
  • Cangkok kulit
  • Operasi plastik
Selain itu korban luka bakar listrik juga harus segera mencari perawatan medis. Sementara untuk korban luka bakar kimia:
  • Bersihkan bahan kimia
  • Identifikasi bahan kimia
  • Segera cari bantuan darurat
 

Komplikasi luka bakar

Luka bakar yang dalam atau menyebar dapat membawa komplikasi sebagai berikut:
  • Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pembuluh darah atau sepsis
  • Kehilangan cairan termasuk volume darah kurang (hipovolemia)
  • Suhu tubuh terlalu rendah (hipotermia)
  • Sulit bernapas
  • Bekas luka dan keloid
  • Gangguan pada sendi dan tulang
 
Langkah-langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan di rumah, antara lain:
  • Jauhkan anak-anak dari dapur saat memasak
  • Tempatkan alat pemadam api di dekat dapur
  • Uji detektor asap sebulan sekali
  • Pertahankan suhu pemanas air di bawah 49 derajat celcius
  • Ukur suhu air mandi sebelum digunakan
  • Pasang penutup stop kontak listrik
  • Kenakan tabir surya setiap hari dan hindari sinar matahari
  • Pastikan rokok mati sepenuhnya
 
Segera bawa ke dokter jika luka bakar dalam dan terjadi pada area tangan, kaki, wajah, pangkal paha, pantat, dan area lain yang luas pada tubuh. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait luka bakar?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis luka bakar agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/burns
Diakses pada 29 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-burns/basics/art-20056649
Diakses pada 29 November 2018
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/burns/article.htm#introduction_to_burns
Diakses pada 29 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/burns-directory
Diakses pada 29 November 2018
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/burns
Diakses pada 17 Februari 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12063-burns/
Diakses pada 17 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email