Penyakit Lainnya

Malnutrisi

Diterbitkan: 27 Oct 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Malnutrisi
Malnutrisi adalah kondisi yang bisa dialami pemilik tubuh sangat kurus maupun sangat gemuk
Malnutrisi adalah kondisi gizi yang tidak seimbang. Ini berarti, malnutrisi tidak hanya mengacu pada kondisi kekurangan asupan makan (undernutrition).Istilah malnutrisi juga bisa digunakan untuk menggambarkan orang yang makan dengan cukup, tapi nutrisinya tidak seimbang (unbalanced diet), serta individu dengan kelebihan berat badan (overweight).Menurut badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO), malnutrisi mencakup berbagai kondisi yang terkait dengan gizi. Beberapa di antaranya adalah:
  • Kekurangan gizi atau undernutrition, contohnya pada kondisi underweight (terlalu kurus untuk usianya), wasting (terlalu kurus untuk tinggi badannya), serta stunting (terlalu pendek untuk usianya)
  • Nutrisi yang tidak seimbang, contohnya kekurangan dan kelebihan mikronutrisi vitamin dan mineral
  • Kelebihan berat badan dan obesitas
  • Penyakit tak menular yang terkait pola makan, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan beberapa tipe kanker.
Secara global, WHO juga memperkirakan ada 1,9 juta orang dewasa yang terlalu gemuk dan 462 juta orang dewasa dengan kondisi kelewat kurus. Malnutrisi sering terjadi pada negara berpenghasilan rendah hingga sedang.Sementara di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018, terdapat 17,7% balita masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita kurang gizi sebanyak 13,8%.Malnutrisi pada masa kanak-kanak tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, melainkan juga berdampak pada pendidikan dan masa depan.  
Malnutrisi
Dokter spesialis Gizi
GejalaPenurunan nafsu makan, sulit konsentrasi, sering kedinginan
Faktor risikoKondisi lingkungan, pola hidup, stres
Metode diagnosisPenghitungan indeks massa tubuh (IMS), tes darah
PengobatanPengaturan pola makan, pemberian nutrisi
ObatZat besi, vitamin A
KomplikasiDiabetes, osteoporosis, kerontokan rambut
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala malnutrisi
Gejala malnutrisi tentu berbeda-beda, sesuai dengan kondisi yang dialami oleh penderitanya. Berikut ini penjelasannya.

1. Kekurangan gizi

Gejala kekurangan gizi meliputi:
  • Penurunan nafsu makan
  • Mudah lelah
  • Gampang marah atau tersinggung
  • Sulit konsentrasi
  • Sering kedinginan
  • Kehilangan massa lemak, massa otot, dan jaringan tubuh
  • Mudah sakit dan butuh waktu lama untuk sembuh
  • Luka yang lama sembuh
  • Risiko komplikasi yang meningkat setelah operasi
  • Depresi
  • Penurunan dorongan seksual
  • Gangguan kesuburan
Pada kasus kekurangan gizi yang berat, penderita dapat mengalami:
  • Kesulitan bernapas
  • Kulit yang menjadi tipis, kering, tidak elastis, pucat, dan dingin
  • Pipi dan mata yang tampak cekung akibat berkurangnya massa lemak di wajah
  • Rambut yang menjadi kering, tipis, serta gampang rontok
Pada tahap akhir kekurangan gizi, penderita bahkan bisa mengalami gagal napas dan gagal jantung.Bila terjadi pada masa kanak-kanak, gangguan perilaku dan gangguan kecerdasan bisa terjadi. Bahkan dengan pengobatan pun, masalah kesehatan mental dan gangguan pencernaan masih mungkin muncul.Orang yang mengalami kekurangan gizi pada saat usia dewasa biasanya dapat pulih total tanpa komplikasi bila menjalani pengobatan yang tepat.

2. Gizi yang tidak seimbang

Kurangnya asupan makanan dengan kandungan vitamin dan mineral (yang disebut mikronutrisi) disebut sebagai micronutrient-related malnutrition.Mikronutrisi yang paling banyak menjadi perhatian dunia adalah yodium, vitamin A, dan zat besi. Sebab, kekurangan mikronutrisi ini merupakan ancaman besar bagi kesehatan dan perkembangan populasi penduduk dunia, terutama bagi anak-anak dan wanita hamil.Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia atau kurang darah yang memicu keluhan berupa:
  • Kelelahan dan rasa lemah yang persisten
  • Kulit pucat
  • Nyeri dada
  • Denyut jantung yang kencang dan cepat
  • Sesak napas
  • Sakit kepala
  • Sensasi seperti melayang
  • Tangan dan kaki yang dingin
  • Peradangan atau luka pada lidah
  • Kuku yang rapuh
  • Mengidam makanan yang tidak bernutrisi, bahkan ekstrem, seperti es atau tanah. Kondisi ini sering disebut gangguan makan pica
  • Nafsu makan yang rendah, terutama pada bayi dan anak-anak

3. Obesitas atau kegemukan

Obesitas atau kegemukan ditentukan oleh indeks massa tubuh di atas 30. Kegemukan sendiri tidak menimbulkan gejala medis yang nyata.Namun, obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami penyakit-penyakit kronis. Contohnya, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Gejala yang dialami pengidap obesitas umumnya berupa:
  • Sesak napas
  • Gampang berkeringat
  • Mengorok
  • Cepat lelah
  • Nyeri punggung dan sendi
  • Masalah psikis, seperti gangguan kepercayaan diri yang rendah dan merasa terasingkan
Baca juga: Selain Gaya Hidup, 9 Hal Ini Bisa Menjadi Penyebab Obesitas 
Penyebab malnutrisi adalah kombinasi dari faktor lingkungan dan faktor kondisi kesehatan yang dialami oleh penderita. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai penyebabnya.

1. Kekurangan gizi dan nutrisi tidak seimbang

Kekurangan gizi dan nutrisi tidak seimbang biasanya berhubungan dengan:
  • Asupan makanan yang tidak memadai, misalnya karena kesulitan ekonomi atau mengidap penyakit tertentu yang membuat seseorang sulit makan, termasuk sukar menelan
  • Gangguan kesehatan mental, seperti depresi, demensia, skizofrenia, anoreksia nervosa, dan bulimia
  • Penyakit pencernaan tertentu, seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan penyakit Celiac
  • Kecanduan alkohol, yang berisiko menimbulkan peradangan pada lambung dan kerusakan pankreas, sehingga sistem pencernaan sulit mengolah makanan, menyerap vitamin, dan memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh
  • Tidak mendapat ASI eksklusif selama masih bayi, yang akan meningkatkan risiko malnutrisi pada bayi dan anak

2. Obesitas atau kegemukan

Obesitas umumnya disebabkan oleh kombinasi faktor keturunan, metabolik, dan perubahan hormon dalam tubuh. Namun faktor lingkungan, pola hidup, dan stres juga bisa ikut andil sebagai pemicunya. Baca jawaban dokter: Ciri-ciri kekurangan gizi 
Dokter mendiagnosis malnutrisi dengan menentukan status gizi pasien, melalui pengukuran indeks massa tubuh yang mencakup berat badan dan tinggi tubuh.Berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh Asia-Pacific Task Force, berikut ini penjelasannya.
  • Indeks massa tubuh <18,5: terlalu kurus, di bawah berat idealnya (underweight)
  • Indeks masa tubuh 23: berat badan normal
  • Indeks massa tubuh >23: kelebihan berat badan (overweight).
  • Indeks masa tubuh 23,0-24,9: berisiko obesitas
  • Indeks masa tubuh 25,0-29,9: obesitas tingkat I
  • Indeks massa tubuh >30: obesitas tingkat II
Pada anak-anak, status gizi akan diketahui dengan menentukan titik status gizi anak sesuai kurva pertumbuhannya.Bila dokter mencurigai keadaan yang Anda alami sebagai defisiensi mikronutrien (seperti zat besi, vitamin A, maupun kekurangan hormon tiroid), dokter akan menganjurkan tes darah.Baca juga: Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) yang Akurat 
Penanganan malnutrisi tergantung dari jenis dan tingkat keparahan gangguan gizi yang dialami oleh penderita. Namun secara garis besar, berikut ini perawatannya berdasarkan status gizi pasien.

1. Kekurangan gizi akut

Pada kekurangan gizi akut yang memicu syok karena dehidrasi berat, dokter akan merekomendasikan terapi untuk menambal kekurangan cairan dan elektrolit, termasuk nutrisi tambahan.Jika pasien memiliki masalah dalam menelan makanan atau disfagia, tim medis mungkin akan memasangkan sebuah tabung makan.Setelah kondisi penderita stabil, dokter akan mendiskusikan rencana penanganan secara spesifik agar sesuai kondisi. Salah satunya adalah dengan pengaturan pola makan dan pemberian suplemen.Ahli gizi dapat merancang rencana diet khusus untuk memastikan pasien mendapatkan cukup nutrisi. Selain itu, pasien juga akan diminta untuk:
  • Menjalani pola makan yang lebih sehat dan seimbang
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi ekstra
  • Makan camilan di antara waktu makan
  • Mengonsumsi minuman yang mengandung banyak kalori
Jika langkah-langkah tersebut tidak cukup, menambahkan nutrisi tambahan dalam bentuk suplemen mungkin disarankan oleh dokter gizi.

2. Obesitas

Orang yang mengalami obesitas tentu harus memperbaiki pola makan dan gaya hidup. Mulai dari mengurangi porsi makan, memperbanyak konsumsi serat, menurunkan berat badan, hingga berolahraga.

3. Nutrisi yang tidak seimbang

Bila yang Anda alami adalah ketidakseimbangan gizi mikronutrien, dokter akan memberikan obat sesuai defisiensi tersebut. Misalnya, suplemen zat besi, vitamin A, dan sebagainya.Selain itu, pemantauan rutin dapat membantu memastikan bahwa asupan kalori dan nutrisi yang masuk sudah tepat.Langkah ini dapat disesuaikan ketika kebutuhan kalori mapun nutrisi pasien berubah. Misalnya, pasien yang menerima nutrisi tambahan akan mulai makan secara normal jika targetnya sudah tercapai.


Komplikasi

Malnutrisi, baik itu obesitas mau pun underweight dapat menimbulkan berbagai komplikasi berikut ini, apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

1. Komplikasi obesitas

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Jenis kanker tertentu (payudara, usus besar, dan endometrium)
  • Stroke
  • Penyakit kantong empedu
  • Penyakit hati berlemak
  • Kolesterol Tinggi
  • Sleep apnea dan masalah pernapasan lainnya
  • Radang sendi
  • Infertilitas

2. Komplikasi underweight

  • Osteoprorosis
  • Rambut rontok, kulit kering, atau masalah kesehatan gigi
  • Mudah sakit
  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Anemia
  • Menstruasi tidak teratur
  • Persalinan prematur
  • Pertumbuhan yang lambat atau terganggu
 
Pencegahan malnutrisi harus dilakukan dengan menerapkan pola makan yang sehat dan siembang. Misalnya, mengonsumsi makanan dan minuman yang seimbang dalam hal karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral.Para penderita gangguan saluran pencernaan (seperti penyakit Crohn, penyakit Celiac, kecanduan alkohol, dan penyakit lainnya) sebaiknya mendapatkan penanganan yang tepat untuk menghindari terjadinya malnutrisi.Khusus untuk bayi, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif merupakan cara terbaik untuk mencegah malnutrisi pada anak di kemudian hari.     
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala-gejala malnutrisi, termasuk kekurangan dan ketidakseimbangan gizi, maupun obesitas.
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Catat pola makan, jadwal makan, dan jenis makanan yang sering Anda konsumsi.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Seperti apa pola makan dan jadwal makan Anda?
  • Jenis makanan apa saja yang sering Anda konsumsi?
  • Apakah Anda menderita penyakit pencernaan tertentu?
  • Apakah Anda mengalami gejala anemia, mata kering yang menandakan kurangnya vitamin A, atau gejala kurangnya hormon tiroid?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda alami?
  • Apa saja obat-obatan atau herbal yang rutin Anda konsumsi?
  • Apakah Anda sudah pernah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, bagaimana dengan efektivitas dari pengobatan yang telah diberikan tersebut?
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan bisa menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab malnutrisi yang Anda alami. Dokter juga mungkin merujuk Anda ke dokter ahli gizi klinis untuk mendapatkan terapi yang spesifik sesuai status gizi.  
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition
Diakses pada 23 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742
Diakses pada 23 Desember 2019
Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/obesity-symptoms
Diakses pada 23 Desember 2019
Patient Info. https://patient.info/news-and-features/problems-caused-by-being-underweight
Diakses pada 23 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/179316.php#prevention
Diakses pada 24 Oktober 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/professional-resources/growth-chart/kurva-pertumbuhan-who
Diakses pada 24 Oktober 2020
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/hasil-riskesdas-2018.pdf
Diakses pada 24 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/causes/
Diakses pada 24 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4139285/#
Diakses pada 24 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email