Mata

Mata Kering

14 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mata Kering
Pemakaian lensa kontak dalam jangka panjang dapat menyebabkan mata menjadi kering dan iritasi
Mata kering adalah kondisi yang terjadi ketika mata tidak cukup memproduksi air mata atau ketika air mata menguap terlalu cepat. Kondisi ini menyebabkan mata menjadi kering seperti berpasir, merah, dan terasa panas. Mata juga bisa bengkak dan mengalami iritasi.Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah keratoconjunctivitis sicca atau sindrom mata kering (dry eyes syndrome).Mata cenderung mudah kering di situasi tertentu dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat berada di dalam pesawat, ruangan ber-AC, ketika mengendarai sepeda, atau setelah melihat layar komputer terlalu lama.Pengobatan mata kering ada berbagai cara, seperti obat-obatan yang dapat melembapkan mata atau pemberian air mata buatan. 
Mata Kering
Dokter spesialis Mata
GejalaSensasi menyengat di mata, mata berair, terdapat lendir berserabut yang dapat ditarik di sekitar mata
Faktor risikoUsia >50 tahun, perempuan, penggunaan lensa kontak
Metode diagnosisPemeriksaan mata dengan slit lamp, pengukuran produksi air mata
PengobatanObat-obatan, pemasangan lacrimal plug
ObatTetes air mata buatan, antiradang
KomplikasiInfeksi mata, kerusakan pada permukaan mata, kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala sindrom mata kering secara terus menerus
Ketika mata tidak cukup dilumasi oleh air mata, kondisi ini akan membuat mata kesulitan menghilangkan debu dan kotoran. Akibatnya, mata jadi terasa kurang nyaman.Selain itu, tanda dan gejala sindrom mata kering yang paling umum adalah:
  • Mata terasa panas seperti terbakar.
  • Mata merah
  • Mata terasa gatal.
  • Di dalam atau sekitar mata terdapat lendir atau belek berserabut seperti helai rambut (stringy mucus)yang dapat ditarik.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Mata terasa mengganjal, berpasir; merasa seperti ada sesuatu di dalam mata.
  • Merasa kesulitan memakai lensa kontak.
  • Merasa kesulitan saat mengemudi di malam hari.
  • Mata berair, yang merupakan respons tubuh terhadap iritasi mata kering.
  • Penglihatan kabur atau mata cepat kelelahan.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Sulit membuka mata terutama saat bangun tidur, karena kelopak mata atas dan bawah menempel.
Penyebab mata kering adalah produksi dan drainase air mata yang tidak seimbang.Orang dengan mata kering biasanya tidak menghasilkan air mata yang cukup atau memiliki air mata dengan kualitas yang buruk.Air mata diproduksi oleh kelenjar air mata, dan memiliki 3 lapisan, yaitu: minyak, air, dan lendir. Ketiga lapisan air mata tersebut memiliki fungsi masing-masing untuk menjaga permukaan mata dan melembapkan mata. Ketika salah satu dari ketiga lapisan tadi berkurang dari jumlah normalnya, air mata dapat menguap terlalu cepat atau tidak tersebar secara merata. Akibatnya, mata rentan mengalami kekeringan.Adapun berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hal tersebut adalah:
  • Terapi penggantian hormon.
  • Paparan angin atau udara kering, seperti paparan angin saat berkendara tanpa pelindung mata.
  • Alergi.
  • Operasi mata LASIK, yang dapat mengurangi produksi air mata. Namun, mata kering akibat lasik biasanya hanya sementara.
  • Obat-obatan tertentu, termasuk antihistamin, dekongestan hidung, pil KB, dan antidepresan.
  • Pemakaian lensa kontak dalam jangka panjang.
  • Menatap komputer selama berjam-jam.
  • Kekurangan vitamin A.
  • Tidak cukup berkedip.
  • Proses kehamilan.
  • Menopause

Faktor risiko

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami mata kering yaitu:
  • Usia lanjut. Proses penuaan dapat memicu mata kering karena produksi air mata akan berkurang seiring bertambahnya usia. Kondisi ini sering dialami oleh orang-orang berusia di atas 65 tahun.
  • Jenis kelamin. Perempuan lebih berisiko mengalami kondisi ini karena dipicu oleh perubahan hormon. Selain itu, obat-obatan KB juga dapat menyebabkan hal ini.
  • Mengidap penyakit, seperti diabetes atau gangguan pada kelenjar tiroid.
  • Berbagai kondisi peradangan pada kelopak mata (seperti blefaritis atau rosacea), atau pada permukaan mata.
  • Kondisi kelopak mata terbalik (ektropion dan entropion).
  • Menderita penyakit autoimun, seperti sindrom Sjogren, lupus, atau rheumatoid arthritis.
  Baca jawaban dokter: Bagaimana bila softlens kering di mata?
Dalam mendiagnosis sindrom ini, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti berikut: 
  • Tanya jawab
    Dokter akan terlebih dahulu memeriksa riwayat medis pasien untuk mengetahui apakah ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan keratoconjunctivitis sicca.
  • Pemeriksaan mata
    Dokter akan memeriksa mata secara menyeluruh. Mulai dari struktur kelopak mata dan kondisi mata saat berkedip. Selain kelopak mata, kornea dan permukaan mata juga akan diperiksa.
Pemeriksaan mata tersebut umumnya akan dilakukan dengan pemeriksaan pendukung, antara lain:
  • Slit lamp biomicroscope
    Metode ini dilakukan dengan menggunakan mikroskop khusus yang diarahkan ke permukaan mata. Tindakan ini akan membantu dokter melihat struktur bagian depan dan dalam mata dengan lebih dekat.
  • Memeriksa kualitas dan juga kuantitas air mata
    Dokter akan meneteskan cairan khusus berwarna kuning yang disebut sodium fluorescein ke dalam mata. Hal ini dapat memperjelas sebaran air mata pada permukaan mata.
  • Schirmer’s test.
    Dokter akan mengukur tingkat kekeringan mata dengan menempelkan kertas khusus, kemudian melihat daya serap kertas tersebut selama 5 menit pada kelopak mata bawah. Jika mengalami mata kering, ukuran kertas yang basah kurang dari 10 milimeter.
Pengobatan mata kering secara garis besar bertujuan untuk menjaga kelembapan mata. Beberapa cara mengatasi mata kering yang biasa dianjurkan adalah:
  • Pemberian air mata buatan.
  • Pemberian lacrimal plugs untuk memblokir lubang drainase di sudut mata.
  • Pemberian obat antiradang seperti siklosporin atau kortikosteroid (restasis). Tujuannya, untuk meningkatkan jumlah air mata dan menurunkan risiko kerusakan pada kornea mata.
  • Pemberian suplemen omega-3, yangbermanfaat untuk meningkatkan kadar minyak pada mata.
Opsi perawatan lainnya adalah dengan membatasi lama pemakaian lensa kontak serta waktu di depan komputer maupun televisi.Mata juga dapat dijaga kelembabannya dengan melakukan cara-cara berikut:
  • Sengaja berkedip lebih sering saat sedang di depan layar komputer atau televisi.
  • Menjaga suhu ruangan supaya tidak terlalu panas maupun dingin.
  • Menghindari asap rokok dan asap lainnya.
  • Menggunakan alat pelembap (humidifier) di dalam rumah atau menyemprot gorden dengan air, untuk menjaga kelembapan udara.
Pada kasus yang parah, tindakan operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi mata. Operasi dapat meliputi operasi kelopak mata, saluran air mata, area drainase, serta kelenjar air liur. Baca juga: Ketahui Manfaat Tetes Air Mata Buatan untuk Atasi Mata Kering

Komplikasi

Kondisi mata kering biasanya tidak memengaruhi penglihatan secara permanen. Meski begitu, penting untuk mengobati masalah ini. Sebab jika terusdibiarkan, dry eyes syndrome dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti:
  • Peradangan pada mata.
  • Infeksi mata.
  • Kerusakan kornea.
  • Kondisi mata berair.
Mata kering dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:
  • Hindari hembusan udara yang mengarah langsung ke mata, seperti saat menggunakan pengering rambut, kipas angin, atau penyejuk udara.
  • Menambahkan kelembapan udara.
  • Jaga kebersihan area mata.
  • Disarankan untuk menggunakan kacamata hitam atau kacamata pelindung lainnya.
  • Istirahatkan mata setelah melakukan tugas yang membutuhkan konsentrasi visual dalam waktu lama, seperti membaca atau menatap layar komputer.
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok.
  • Jika mengalami mata kering kronis, gunakanlah air mata buatan secara teratur untuk menjaga mata tetap terhidrasi dengan baik.
  • Hindari riasan mata sementara.
  • Konsumsi omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan kembung, salmon, tuna, dsb.
Baca juga: Jangan Asal Pakai, Ini Perbedaan Humidifier, Diffuser, dan Purifier
Anda sebaiknya menemui dokter mata jika gejala berlanjut terus menerus.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter
Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan seperti:
  • Bisa tolong jelaskan gejala-gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda ingat ketika pertama kali mulai mengalami gejala tersebut?
  • Apakah gejala yang Anda alami terjadi terus menerus atau sesekali?
  • Apakah anggota keluarga Anda yang lain ada yang mengalami mata kering?
  • Sudahkah Anda mencoba obat tetes mata yang dijual bebas? Apakah obat tersebut dapat membantu?
  • Apakah gejala yang Anda alami memburuk di pagi hari atau di malam hari?
  • Obat-obatan apa yang Anda pakai?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis mata kering agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/dry-eye?sso=y
Diakses pada 11 Agustus 2021
 
BetterHealth. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/dry-eye
Diakses pada 11 Agustus 2021
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/dry-eye-syndrome
Diakses pada 24 Oktober 2018
 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes/syc-20371863
Diakses pada 11 Agustus 2021
 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/170743
Diakses pada 11 Agustus 2021
 
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/dry-eyes
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email