Mata

Mata Silau

Diterbitkan: 24 Feb 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mata Silau
Mata silau atau terlalu sensitif terhadap cahaya biasa disebut dengan fotopobia. Hal ini biasanya merupakan kondisi di mana mata tidak bisa menoleransi sumber cahaya dengan baik. Adapun sumber cahaya yang bisa membuat mata mengalami fotofobia adalah matahari, lampu fluorescent, dan lampu pijar.Beberapa sumber cahaya di atas bisa membuat tidak nyaman. Mata silau dan buram bisa terjadi pada beberapa orang ketika melihat sumber cahaya tersebut. Bahkan, mereka harus memicingkan mata atau menutup mata untuk menghindari gangguan.Tak jarang, mata yang sensitif terhadap cahaya juga diikuti dengan munculnya gejala sakit kepala. Bukan hanya terganggu karena keberadaan cahaya, pada kasus yang ekstrem cahaya apapun bisa menyebabkan penderitanya menderita iritasi. 
Penyebab mata silau melihat matahari atau sumber cahaya lainnya biasanya dikaitkan dengan hubungan antara sel-sel di mata yang mendeteksi cahaya dengan saraf yang menuju ke kepala. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya kondisi ini antara lain:
  • Migrain
  • Meningitis
  • Cedera otak serius
  • Sakit kepala kluster
  • Sakit kepala tegang
  • Supranuclear palsy
  • Tumor kelenjar pituiari
  • Mata kering
  • Keratitis
  • Uveitis
  • Iritis
  • Abrasi kornea
  • Katarak
  • Konjungtivitis
  • Kerusakan retina
  • Blepharospasm
  • Agorafobia
  • Kegelisahan
  • Gangguan bipolar
  • Depresi
  • Gangguan panik
  • Ensefalitis
  • Pendarahan subarachnoid
  • Skleritis
  • Iritasi lensa kontak
  • Kulit terbakar matahari
  • Operasi refraksi
  • Albinisme
  • Defisiensi warna total
  • Botulisme
  • Rabies
  • Keracunan merkuri
  • Keratosis follicularis spinulosa decalvans (KFSD)
  • Obat belladonna
  • Obat furosemide
  • Obat quinine
  • Obat tetracycline
  • Obat doxycycline
 
Jika menderita kondisi ini, kunjungilah dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik. Perawatan Perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari hadirnya kondisi ini. Pada mayoritas kasus, pemicu yang telah diobati bisa menghilangkan gangguan ini.Dokter akan meresepkan obat atau memberikan kaca mata anti silau untuk mengatasi kondisi ini. Kacamata dengan lensa fotokromik mungkin akan diresepkan guna memblokir 100 sinar UV matahari. Pasien bisa juga mendapatkan kacamata hitam polarisasi guna menahan sinar mentari yang menyilaukan.Meski demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan mata silau merupakan kondisi darurat medis dengan gejala khusus di antaranya:
  • Abrasi kornea dengan gejala di bawah ini:
  • Pandangan kabur
  • Kemerahan
  • Sensasi mengganjal di mata
  • Radang otak, dengan gejala sebagai berikut:
  • Sakit kepala parah
  • Demam tinggi
  • Susah bangun
  • Kebingungan
  • Meningitis dengan beberapa gejala, antara lain:
  • Demam dan menggigil
  • Sakit kepala parah
  • Leher kaku
  • Mual dan muntah
  • Pendarahan subarachnoid, gejalanya meliputi:
  • Sakit kepala mendadak dan parah yang terasa lebih buruk di bagian belakang kepala
  • Lekas marah dan kebingungan
  • Mati rasa di beberapa bagian tubuh
 
Healthline. https://www.healthline.com/health/photophobia
Diakses pada 24 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/photophobia-facts#1
Diakses pada 24 Februari 2021
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/lightsensitive.htm
Diakses pada 24 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email