Penyakit Lainnya

Mengompol

Diterbitkan: 13 Jan 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mengompol
Mengompol bisa diartikan sebagai hilangnya kemampuan seseorang untuk mengontrol kandung kemih pada malam hari. Istilah medis untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah enuresis nokturnal (malam hari).Tidak bisa menahan kencing di malam hari bisa memunculkan kondisi yang tidak nyaman kepada penderitanya. Beruntung, gangguan yang biasanya menimpa anak kecil ini merupakan sesuatu yang normal.Pada anak-anak, mengompol merupakan salah satu tahap perkembangan standar untuk sebagian dari mereka. Namun jika terjadi pada orang dewasa, hal ini bisa menjadi gejala sebuah penyakit. Mengompol bisa juga diakibatkan karena ada penyakit yang melatarbelakanginya.Pada orang dewasa, mengompol bisa juga merupakan sebuah kondisi yang memerlukan pengobatan. Sekitar 2 persen orang dewasa yang mengalami mengompol dimasukkan kategori yang memerlukan perawatan medis. 
Penyebab mengompol pada anak kecil dan dewasa berbeda. Pada anak-anak, jika hal ini terjadi sebelum ia berusia 7 tahun, maka hal tersebut dianggap normal. Hal ini mungkin terjadi karena si Kecil masih mengembangkan kemampuan memngontrol kandung kemihnya di malam hari.Penyebab utama anak masih mengompol antara lain:
  • Anak belum mampu menahan kencing sepanjang malam
  • Saat kandung kemih penuh, si Kecil tidak bangun
  • Si Kecil banyak mengeluarkan banyak air seni di sore dan malam hari
  • Anak suka menahan kencing di waktu siang saat mereka bermain
Penyebab sekunder dari kondisi ini antara lain:
  • Infeksi saluran kemih
  • Diabetes
  • Kelainan struktural atau anatomi tubuh
  • Kelaian norgan, otot, atau saraf
  • Kelainan neurologis
  • Masalah emosional
  • Gangguan makan
  • Konsumsi obat tertentu
  • Faktor keturunan
  • Kemampuan mengontrol kandung kemih yang lambat
  • Kapasitas kandung kemih lebih kecil
  • Konstipasi
  • ADHD
  • Hormon yang tidak seimbang
Pada orang dewasa, beberapa hal di bawah ini mungkin bertanggung jawab kenapa seseorang bisa mengompol di malam hari:
  • Produksi urin di ginjal berlebih
  • Kandung kemih tidak bisa menahan urin
  • Kandung kemih terlalu aktif
  • Konsumsi obat-obatan seperti clozapine dan risperidone
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker prostat
  • Penyakit kejang
  • Multiple sclerosis
  • Penyakit Parkinson
Beberapa kondisi lain yang juga berpotensi membuat orang dewasa mengompol antara lain:
  • Diabetes
  • Saluran uretra tersumbat
  • Konstipasi
  • Gangguan tidur apnea obstruktif
  • Prolaps organ panggul
  • Struktur kandung kemih bermasalah
  • Struktur terkait sistem pembuangan urin bermasalah
  • Prostat mengalami pembengkakan
  • Infeksi saluran kemih
  • Batu saluran kemih
 
Jika anak kecil usia 7 tahun masih mengompol, maka orang tua harus bersabar menghadapinya. Ajarilah si Kecil cara agar tidak mengompol dengan sabra dan penuh pengertian. Caranya bisa dengan mengu kebiasaan si Kecil, memberi latihan menahan kencing, atau bila perlu pengobatan.Jangan ragu mendatangi dokter jika si Kecil mengalami hal berikut:
  • Lewat usia 7 tahun masih mengompol
  • Mulai mengompol setelah beberapa bulan berhenti melakukannya
  • Mengompol disertai munculnya rasa nyeri
Untuk orang dewasa, segera setelah mulai mengompol sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter. Hal ini perlu dilakukan guna mengetahui apa yang menjadi penyebab utama munculnya hal tersebut. 
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/bedwetting-causes
Diakses pada 13 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/bed-wetting-in-adults
Diakses pada 13 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/bedwetting
Diakses pada 4 Januari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bed-wetting/symptoms-causes/syc-20366685
Diakses pada 13 Januari 2021
Urology Health. https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/n/nocturnal-enuresis-(bedwetting)
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email