Pernapasan

Middle East Respiratory Syndrome

Diterbitkan: 21 Aug 2019 | OliviaDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Middle East Respiratory Syndrome
MERS dapat dimulai dengan demam dan batuk, dan dapat berkembang menjadi radang paru-paru dan kesulitan bernapas.
Sindrom Pernapasan Timur Tengah yang lebih dikenal dengan sebutan MERS atau MERS-CoV adalah penyakit pernapasan yang langka namun membahayakan. MERS pertama kali diidentifikasikan pada tahun 2012 di Timur Tengah.MERS dapat dimulai dengan demam dan batuk, dan dapat berkembang menjadi radang paru-paru dan kesulitan bernapas.
Middle East Respiratory Syndrome
Dokter spesialis Paru
Gejala MERS diantaranya adalah:
Sumber utama virus MERS adalah unta di Timur Tengah. MERS menyebar antar hewan dan manusia, yang kemudian menyebar dari orang ke orang melalui partikel udara yang terkontaminasi virus ketika penderita batuk atau berbicara.
Tidak ada terapi khusus untuk MERS, dan terapi hanya sebatas untuk meredakan gejala. Diperkirakan tingkat kematian dari penyakit MERS adalah sekitar 30%.
Ada beberapa pencegahan yang dapat dilakukan ketika berkunjung ke Timur Tengah, diantaranya adalah:
  • Menjaga kebersihan tubuh. Mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah mengunjungi peternakan, lumbung, atau area pasar.
  • Menghindari kontak dengan unta
  • Menghindari konsumsi susu unta mentah atau produk unta
  • Menghindari konsumsi semua jenis susu mentah dan makanan apapun yang mungkin terkontaminasi dengan sekresi hewan.
Anda harus menghubungi dokter jika anda merasakan gejala-gejala penyakit MERS atau anda curiga terjangkit infeksi. Misalnya, jika anda baru saja berkunjung ke Timur Tengah atau telah melakukan kontak dengan seseorang yang terkena MERS.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sars/expert-answers/what-is-mers-cov/faq-20094747Diakses pada 9 Oktober 2018NHS. https://www.nhs.uk/conditions/middle-east-respiratory-syndrome-mers/Diakses pada 9 Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email