Perut

Mual di Pagi Hari

Diterbitkan: 19 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Mual di Pagi Hari
Mual di pagi hari adalah sensasi tidak menyenangkan yang melibatkan kecenderungan untuk muntah
Mual adalah sensasi tidak menyenangkan yang melibatkan kecenderungan untuk muntah. Tak jarang banyak orang yang mengalami mual di pagi hari.Kehamilan merupakan penyebab mual di pagi hari yang paling umum. Mual di pagi hari yang terjadi pada ibu hamil sering dikenal dengan istilah morning sickness. Namun tidak terbatas pada hal itu, mual di pagi hari dapat dialami oleh pria maupun wanita dengan penyebab yang beragam. Mekanisme yang mendasari mual sangat kompleks karena melibatkan berbagai sistem di tubuh, mencakup keadaan psikologis, sistem saraf pusat, sistem saraf otonom, sistem pencernaan (terutama kondisi lambung) dan sistem endokrin (penghasil hormon).Sederhananya, saat kita merasa mual, kumpulan saraf di otak sedang merespon suatu rangsangan yang memicu mual terjadi. Rangsangan tersebut dapat berasal dari:
  • Asam lambung yang terlalu tinggi dan menyebabkan iritasi lambung Pusat mual otak yang disebut CTZ (Chemoreseptor Trigger Zone)
  • Labirin vestibular yang berada telinga tengah (berhubungan dengan mual karena mabuk darat dan penyakit telinga)
  • Nervus vagus, yakni saraf yang membawa sinyal dari saluran pencernaan
  • Peningkatan tekanan intrakranial (rongga kepala)
  • Nyeri atau persepsi sensori, seperti ketika melihat darah atau mencium bau busuk
Mual di pagi hari biasanya bukan keadaan darurat, kecuali jika disertai gejala lain yang lebih serius. Mengenali penyebabnya adalah langkah utama untuk mengetahui cara yang paling efektif untuk mengatasi mual di pagi hari.
Beberapa kondisi berikut ini sering dikaitkan sebagai penyebab mual di pagi hari, antara lain:
  • Kehamilan
Mual pada kehamilan umumnya terjadi saat 3 bulan pertama masa kehamilan.
  • Kelelahan (fatigue)
Kondisi ini biasanya terjadi karena kurang tidur atau siklus tidur yang berantakan.
  • Lapar atau gula darah rendah
Tingkat glukosa yang rendah karena belum makan dapat membuat seseorang pusing, lemas dan mual.
  • Pengar sehabis mabuk (hangover)
Setelah terlalu banyak meminum minuman keras, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi untuk menghindari efek toksik minuman tersebut. Namun proses ini dapat menimbulkan efek berupa sakit kepala, diare, hingga mual.
  • Pola makan
Mual di pagi hari dapat dipengaruhi oleh makanan yang disantap saat sarapan. Alergi atau intoleransi akan suatu bahan (misalnya produk susu) dapat memicu rasa mual. Makan terlalu banyak di pagi hari juga dapat menyebabkan rasa mual muncul.
  • Dehidrasi
Kekurangan cairan dapat memicu munculnya rasa mual. Ketika seseorang kurang minum di malam hari, rasa mual dapat timbul keesokan paginya.
  • Peningkatan hormon vasopressin
Kadar vasopressin yang meningkat dapat menyebabkan rasa mual. Hormon ini keluar saat stres, adanya infeksi dan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Refluks asam
Refluks asam terjadi ketika katup lambung tidak menutup dengan benar setelah makan atau minum. Kondisi ini bisa terjadi lebih parah di pagi hari karena refluks masih dapat terjadi hingga beberapa jam setelah makan selesai.
  • Keluarnya cairan di pangkal hidung (post nasal drip)
Kondisi ini terjadi karena adanya lendir yang mengalir dari sinus ke belakang tenggorokkan. Aliran lendir yang masuk ke perut dapat menyebabkan mual.
  • Sinus tersumbat
Tersumbatnya sinus dapat menimbulkan tekanan pada telinga bagian dalam yang menyebabkan nyeri di perut dan memicu rasa mual.
  • Kegelisahan
Merasakan kegelisahan akibat stres, terlalu gembira atau rasa cemas, ternyata dapat memengaruhi kondisi usus di pagi hari yang memicu rasa mual.
  • Gastroparesis
Gastroparesis adalah suatu kondisi di mana lambung tidak dapat mencerna makanan dengan baik akibat otot-otot di dinding perut melambat atau terhenti sama sekali. Kondisi ini dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut.
  • Batu empedu
Batu empedu merupakan endapan cairan yang mengeras di kandung empedu. Batu empedu yang terhimpit atau menyumbat saluran kandung empedu dapat mengakibatkan nyeri bersamaan dengan rasa mual dan juga muntah.
  • Konsumsi obat antinyeri dari golongan opioid
Efek samping dari sebagian besar obat opioid adalah mual dan muntah.
  • Kemoterapi
Mual dan muntah adalah efek samping yang umum dari obat-obat kemoterapi. Bahkan jika seseorang telah berhenti menjalaninya, bayangan dan bau yang mengingatkan tentang kemoterapi dapat memicu rasa mual untuk muncul.
  • Cedera otak atau gegar otak
Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan di otak yang memicu peningkatan tekanan di rongga kepala. Tekanan tersebut kemudian akan mengaktifkan bagian otak yang mengatur rasa mual dan muntah.
  • Keracunan makanan
Salah satu fungsi sensasi mual adalah sebagai mekanisme pertahanan tubuh yang dapat mencegah tertelannya zat racun. Apabila Anda memakan makanan yang terkontaminasi di malam hari sebelum Anda pergi tidur, kemungkinan mual baru akan muncul di pagi harinya.
  • Gastroenteritis
Gastroenteritis adalah infeksi bakteri atau virus yang terjadi di usus. Gejala yang sering ditunjukkan dari penyakit ini termasuk mual, muntah, demam dan kram perut.
  • Ketoasidosis diabetik
Ketoasidosis diabetik terjadi karena tingginya kadar keton dalam tubuh. Keton merupakan zat hasil metabolisme lemak. Pada penderita diabetes, tubuh akan mulai memecah lemak sebagai bahan bakar energi. Sebab, tubuh penderita diabetes kekurangan insulin yang seharusnya menjadi bahan baku energi. Proses tersebut dapat menimbulkan rasa mual.
  • Tukak lambung
Tukak lambung adalah luka yang muncul di dalam dinding lambung, esofagus bagian bawah, atau duodenum (bagian atas usus halus). Luka tersebut kemudian akan menimbulkan rasa nyeri yang memicu mual dan muntah.
  • Sembelit
Sembelit dapat memengaruhi fungsi sistem pencernaan juga dan menimbulkan rasa mual.
  • Infeksi telinga bagian dalam
Sistem vestibular yang berada di telinga bagian dalam berfungsi membantu tubuh agar tetap seimbang. Infeksi pada telinga bagian dalam dapat membuat fungsi ini terganggu. Penderitanya akan merasa tidak seimbang dan pusing, yang akhirnya memicu mual dan muntah.
  • Mabuk perjalanan
Kondisi ini terjadi ketika otak mendapat sinyal yang beragam tentang gerakan yang sedang dialami tubuh. Misalnya, saat mengendarai mobil, mata dan telinga memberi tahu otak bahwa tubuh sedang bergerak, tetapi area di telinga bagian dalam yang membantu badan tetap seimbang, akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda sebenarnya tidak bergerak. Campuran dari berbagai sinyal tersebut dapat menyebabkan mual, muntah, dan pusing.
  • Bau-bauan atau visual tertentu
Beberapa bau yang menyengat atau pemandangan tertentu dapat mengaktifkan persepsi sensoris di otak yang memicu rasa mual.
  • Hiperosmia
Hiperosmia adalah suatu kondisi di mana indra penciuman seseorang sangat sensitif sehingga ketika mencium bau-bauan, penderitanya dapat merasa sakit kepala, mual dan muntah. 
Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami mual yang disertai dengan gejala berikut:
  • Tidak mampu untuk makan
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Jarang buang air kecil
  • Pusing
  • Detak jantung cepat
  • Terdapat darah di muntahab
  • Sering sakit kepala
  • Sakit perut
 Selain itu, konsultasi dokter juga diperlukan bagi ibu hamil yang mengalami mual parah di trimester kedua dan bagi mereka yang mengalami mual hampir setiap hari sehingga mengganggu kualitas hidup. 
NHS. https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vomiting-and-morning-sickness/
Diakses pada 13 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/nausea-in-the-morning#summary
Diakses pada 13 Januari 2021
Healthline https://www.healthline.com/health/morning-sickness#
Diakses pada 13 Januari 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324955
Diakses pada 13 Januari 2021
Sciencedirect. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1090023314004201
Diakses pada 13 Januari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4699282/
Diakses pada 13 Januari 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email