Infeksi

Necrotizing Fasciitis

Diterbitkan: 06 Jan 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Necrotizing Fasciitis
Necrotizing fasciitis sering disebut dengan infeksi pemakan daging.
Necrotizing enterocolitis (NEC) adalah kematian jaringan usus akibat peradangan. NEC adalah penyakit langka dan berbahaya yang menyerang bayi baru lahir.Meski semua bayi yang baru lahir dapat terkena penyakit ini, NEC paling sering terjadi pada bayi prematur atau bayi yang sakit sewaktu dilahirkan, terutama jika berat bayi kurang dari 1,5 Kg. Semakin rendah berat badan bayi, semakin tinggi risiko NEC terjadi.NEC dimulai dengan cedera di saluran usus yang dilanjutkan dengan kematian dini sel dan jaringan hidup yang berada di area tersebut. Kondisi ini dapat mengakibatkan bayi mengalami perut bengkak, nafsu makan menurun, hingga menyebabkan detak jantung yang lambat.Meski penyebab pasti NEC masih belum diketahui, kekurangan oksigen selama persalinan dan infeksi usus diyakini merupakan faktor penyebab kondisi ini terjadi. Penanganan NEC dilakukan dengan berbagai tindakan medis dan pemberian obat-obatan seperti antibiotik. 
Necrotizing Fasciitis
Dokter spesialis Anak
GejalaPerut bengkak dan kembung, diare, muntah, sulit makan
Faktor risikoBayi prematur, berat badan bayi kurang dari 1,5 kg ketika lahir, bayi yang diberi susu formula ketika lahir
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen, pemeriksaan feses, tes darah, tes cairan usus
PengobatanTindakan medis dan obat-obatan
ObatAntibiotik
KomplikasiPeritonitis, perforasi usus, penyempitan usus, kematian
Kapan harus ke dokter?Jika menunjukkan gejala NEC
Pada bayi prematur, NEC biasanya terjadi pada beberapa minggu pertama setelah bayi dilahirkan. Sementara itu pada bayi yang dilahirkan normal, NEC dapat terjadi di hari pertama kelahiran hingga usia 1 bulan.Necrotizing enterocolitis tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas. Gejalanya bisa muncul secara bertahap atau secara tiba-tiba. Gejala umum NEC di antaranya adalah:
  • Perut bengkak atau kembung
  • Sakit perut
  • Darah pada feses
  • Diare
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Penurunan nafsu makan
  • Perubahan suhu tubuh
  • Pernapasan menurun, detak jantung atau tekanan darah yang rendah, atau lamban
  • Penurunan bising usus
  • Eritema dinding perut (pada stadium lanjut)
  • Hematochezia, darah pada feses
  • Pernapasan, detak jantung atau tekanan darah yang rendah, atau lamban
  • Perfusi perifer menurun
  • Diatesis perdarahan, bayi menjadi mudah memar dan berdarah.
  • Syok (sebagai gejala lanjutan)
 
Penyebab NEC belum diketahui secara pasti. Namun, kekurangan darah dan oksigen selama persalinan dan infeksi usus diyakini merupakan faktor penyebab NEC. Kurangnya darah dan oksigen di saluran usus dapat merusak jaringan.Selain itu, sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir belum berkembang dengan sempurna untuk melawan infeksi bakteri, terutama pada bayi prematur dan bayi dengan berat badan kurang.Kondisi tersebut dapat memudahkan bakteri dari makanan memasuki usus dan merusak jaringan usus. 

Faktor risiko

Bayi dengan kondisi berikut ini memiliki risiko lebih tinggi terkena NEC:
  • Bayi yang lahir prematur. Kelahiran prematur dapat menyebabkan bayi mengalami masalah pada pencernaan dan sirkulasi darah juga kesulitan melawan infeksi.
  • Bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 1,5 kg
  • Bayi yang mengonsumsi susu formula, bukan ASI. Pasalnya, ASI mengandung zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan (growth factor) dan sel kekebalan untuk membantu melawan benda asing.
  • Bayi yang lahir atau berada di lingkungan tempat wabah terjadi
  • Bayi yang menerima transfusi darah
  • Bayi yang ketika dilahirkan mengalami sakit parah seperti mengalami asfiksia neonatal, penyakit jantung kongenital, ruptur membran, dan kondisi pencernaan lainnya.
Baca jawaban dokter: Pergantian susu formula prematur pada bayi prematur 
Diagnosis necrotizing enterocolitis dilakukan melalui:
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa perut bayi dengan hati-hati untuk medneteksi pembengkakan, rasa sakit, dan nyeri saat ditekan.
  • Rontgen (X-ray). Dokter kemudian akan melakukan rontgen perut. X-ray dapat memberikan gambar terperinci dari usus, untuk memudahkan dokter mencari tanda-tanda peradangan dan kerusakan di usus bayi.
  • Pemeriksaan feses. Kotoran bayi akan dijadikan sampel untuk mencari adanya darah dalam feses yang dapat menandakan kerusakan pada usus.
  • Tes darah. Dokter juga akan melakukan tes darah tertentu untuk mengukur kadar trombosit dan jumlah sel darah putih bayi. Kadar trombosit yang rendah atau jumlah sel darah putih yang tinggi dapat menjadi tanda NEC.
  • Pemeriksaan cairan usus. Dokter akan memasukkan jarum ke dalam rongga perut bayi untuk memeriksa cairan usus yang dapat menunjukkan lubang di usus.
Baca juga: Berat Badan Bayi Ideal dan Kenaikan Berat Badan yang Normal Setiap Bulannya 
Pengobatan necrotizing enterocolitis bergantung pada kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan, riwayat medis, dan penyebaran infeksi.Penanganan NEC dilakukan dengan:
  • Menghentikan pemberian ASI
  • Pemasangan infus untuk menjaga gizi tetap masuk dan tubuh terhidrasi
  • Memberikan antibiotik untuk melawan infeksi
  • Memberikan oksigen atau menggunakan mesin pernapasan jika perut membengkak dan mengganggu pernapasan
  • Memasukkan selang melalui hidung ke perut untuk mengeluarkan cairan dan membiarkan perut kosong
  • Operasi pembedahan. Jika tidak sembuh dengan perawatan di atas atau memiliki lubang di ususnya, bayi memerlukan prosedur operasi. Tindakan ini dilakukan dengan mengangkat jaringan mati dan bagian-bagian usus yang telah pecah atau hampir pecah.
Berbagai penanganan di atas akan disertai dengan langkah berikut ini:
  • Melakukan rontgen reguler untuk memantau kondisi
  • Menjauhkan pasien dari bayi lain untuk menghentikan penyebaran NEC
Setelah infeksi hilang (biasanya dalam 5-7 hari), bayi dapat mulai disusui kembali. 

Komplikasi

Tanpa penanganan yang tepat, necrotizing enterocolitis dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:
  • Peritonitis
  • Belubangnya usus bayi (perforasi usus)
  • Penyempitan usus
  • Gangguan pada hati karena tidak bisa menyerap makanan dan nutrisi
  • Infeksi parah yang memengaruhi seluruh tubuh (sepsis)
  • Kematian
 
Bayi yang memiliki faktor risiko necrotizing enterocolitis, seperti yang dilahirkan prematur atau memiliki berat kurang dari 1,5 kg dapat diberikan langkah pencegahan NEC dengan:
  • Pemberian ASI eksklusif
  • Pemberian probiotik
Sementara itu, ibu hamil yang memiliki risiko melahirkan secara prematur dapat memperoleh kortikostreoid dengan dosis yang disesuaikan untuk membantu mencegah terjadinya NEC.Baca juga:  Manfaat DHA untuk Ibu Hamil, Termasuk Kurangi Risiko Bayi Lahir Prematur 
Segera minta perawatan medis darurat jika bayi Anda mengalami gejala NEC. 
Sebelum memeriksakan bayi ke dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala pada bayi.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang bayi Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang bayi Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Bayi yang mengalami necrotizing enterocolitis umumnya masih dirawat di rumah sakit selepas dilahirkan. Dokter akan melakukan diagnosis dan perawatan segera sebagai tindakan darurat begitu bayi menunjukkan tanda dan gejala NEC.Bagi bayi yang tidak dilahirkan di rumah sakit atau yang mengalami gejala NEC setelah pulang ke rumah, segera temui dokter jika gejala muncul.  Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang terlihat pada bayi?
  • Kapan gejala pertama kali dialami oleh bayi Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait necrotizing enterocolitis?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis NEC agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001148.htm
Diakses pada 22 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/necrotizing-enterocolitis
Diakses pada 22 Desember 2020
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-necrotizing-enterocolitis#1
Diakses pada 22 Desember 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/necrotizing-enterocolitis/
Diakses pada 28 Desember 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/977956-overview
Diakses pada 22 Desember 2020
Stanford Childrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=necrotizing-enterocolitis-90-P02388
Diakses pada 22 Desember 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/gastrointestinal-disorders-in-neonates-and-infants/necrotizing-enterocolitis
Diakses pada 22 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email