Penyakit Lainnya

Nefropati Diabetik

Diterbitkan: 16 Dec 2020 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Nefropati Diabetik
Terlalu banyak kadar gula di dalam darah dapat menyebabkan penurunan fungsi dan kerusakan pada ginjal.
Nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang menyerang penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Penyakit ini disebut juga sebagai penyakit diabetes ginjal.Ketika seseorang menderita diabetes, tubuh mereka tidak dapat menggunakan atau memproduksi insulin yang bertanggung jawab dalam mengontrol gula (glukosa) sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut menyebabkan kadar gula darah penderita diabetes menjadi tinggi.Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil pada ginjal. Hal ini dapat memengaruhi fungsi ginjal untuk mengatur kadar cairan dan garam dalam tubuh, yang berperan penting untuk mengontrol tekanan darah dan melindungi kesehatan jantung. Di samping itu, ginjal juga akan kehilangan kemampuannya untuk membuang produk limbah ke dalam darah.Penyakit ginjal pada penderita diabetes biasanya muncul dengan sangat lambat. Paling umum terjadi pada pasien yang telah menderita diabetes selama lebih dari 20 tahun. Meski penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi berbagai pengobatan tersedia untuk meringankan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi yang dapat ditimbulkan. 
Nefropati Diabetik
Dokter spesialis Ginjal
GejalaMudah lelah, bengkak pada pergelangan kaki, tangan, dan mata
Faktor risikoDiabetes, tekanan darah tinggi, obesitas
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes urine
PengobatanObat-obatan, perubahan gaya hidup, operasi
ObatObat antidiabetes, ACE inhibitor, ARB
KomplikasiRetensi cairan, peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia), anemia
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala nefropati diabetik
Penyakit nefropati diabetik tahap awal umumnya tidak menunjukkan tanda dan gejala. Pada tahap lanjut, gejala-gejala yang mungkin muncul pada penderita nefropati diabetik diantaranya adalah bengkak pada pergelangan kaki, tangan atau mata dan tubuh mudah lelah. Selain itu, tanda dan gejala lain yang mungkin muncul seperti:
  • Selalu merasa letih.
  • Mual, muntah dan kehilangan nafsu makan.
  • Sakit kepala
  • Kulit yang kering dan gatal
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya dan meningkatnya keinginan untuk buang air kecil.
  • Tekanan darah
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Terdapatnya protein dalam urin.
  • Kebutuhan insulin atau obat–obatan untuk insulin berkurang.
 
Nefropati diabetik merupakan komplikasi umum yang terjadi jika seseorang menderita diabetes tipe 1 atau 2.Nefropati diabetik muncul saat penyakit diabetes menyebabkan naiknya glukosa darah. Kadar glukosa yang tinggi akan merusak pembuluh darah dan sel nefron di dalam ginjal. Nefron adalah struktur kecil di dalam ginjal yang berfungsi menyaring produk limbah dari dalam darah. Diabetes dapat menyebabkan nefron menebal dan menjadi jaringan parut.Kondisi tersebut kemudian akan menurunkan fungsi ginjal dan menyebabkan gagal ginjal. Aibatnya, tubuh akan mulai kehilangan protein melalui urin (proteinuria), ginjal tidak dapat mengeluarkan produk limbah dari darah dan tidak dapat menjaga tingkat cairan yang sehat di dalam tubuh. 

Faktor risiko

Selain mengidap diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2, beberapa kondisi berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena nefropati diabetik, diantaranya adalah:
  • Menderita diabetes tipe 1 sebelum mencapai usia < 20 tahun.
  • Gula darah tinggi (hiperglikemia) yang sulit dikontrol.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikontrol.
  • Merokok, dan memiliki riwayat diabetes.
  • Kolesterol tinggi dan memiliki riwayat diabetes.
  • Memiliki riwayat diabetes dan penyakit ginjal pada keluarga.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Memiliki komplikasi diabetes lainnya seperti retinopati diabetikum (penyakit mata karena diabetes) atau neuropati diabetikum (kerusakan saraf karena diabetes)
 
Dokter akan menanyakan tentang riwayat penyakit, termasuk didalamnya riwayat penyakit keluarga. Lalu dokter akan menanyakan dan memeriksa tanda dan gejala yang dialami, dan melakukan pemeriksaan fisik.Penyakit nefropati diabetik dapat diketahui dengan cara melakukan beberapa jenis pemeriksaan darah secara spesifik yang juga untuk memperkirakan seberapa berat bkerusakan ginjal. Beberapa pemeriksaan yang akan dokter sarankan diantaranya adalah:
  • Tes darah, jika anda memiliki diabetes maka tes darah diperlukan untuk memonitor dan mengetahui performa atau fungsi ginjal. Pemeriksaan darah yang dilakukan adalah dengan memeriksa kadar BUN (kadar urea dan nitrogen di dalam darah). Tingginya kadar BUN dalam darah dapat menjadi tanda terjadinya gagal ginjal. Selain itu, pemeriksaan kadar serum kreatinin dalam darah, kreatinin biasanya akan dibuang keluar tubuh melalui urin. Jika terjadi gangguan pada ginjal, maka kadar kreatinin darah akan meningkat, dan kadar kreatinin darah akan digunakan untuk mengukur laju filtrasi glomerulus untuk menentukan seberapa baik ginjal bekerja.
  • Tes urin, untuk memberikan informasi tentang kondisi ginjal dan mengukur kadar protein (albumin) yang ada di dalam urin. Berdasarkan kadar protein dalam urin, nefropati diabetikum dikategorikan menjadi 2 tahap, yaitu:
    • Tahap mikroalbuminuria dimana ekskresi albumin urin > 20 µg/ menit dan ≤ 199 µg/ menit.
    • Tahap makroalbuminuria dimana ekskresi albumin urin ≥ 200 µg/menit.

  • Tes radiologi, dokter kemungkinan akan menggunakan X-ray (foto rontgen) dan ultrasound (USG) untuk mengetahui ukuran dan struktur ginjal. Selain itu, dapat pula dilakukan CT Scan dan MRI untuk menentukan seberapa baik sirkulasi darah didalam ginjal.
  • Biopsi ginjal untuk mengetahui performa ginjal dan seberapa berat kerusakan yang dialami dengan mengambil sampel jaringan dari ginjal. Sampel ini nantinya akan diperiksa di bawah mikroskop di laboratorium.
 
Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan nefropati diabetik, tetapi pengobatan dapat mencegah, memperlambat dari penyakit tersebut dan komplikasi yang dapat ditimbulkan.Tahap pertama dari pengobatan nefropati diabetik adalah dengan mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah dengan obat–obatan dan perubahan gaya hidup. Jika penyakit ginjal yang diderita memasuki tahap akhir, maka akan membutuhkan perawatan yang lebih invasif. 

Obat–obatan

Pada tahap awal penyakit, pengobatan akan melibatkan obat–obatan yang akan membantu untuk:
  • Mengontrol gula darah yang tinggi. Memantau gula darah secara teratur dan menggunakan dosis insulin yang sesuai dan obat–obatan diabetes lainnya sesuai petunjuk dokter dapat membantu untuk mengontrol kadar gula darah.
  • Mengontrol tekanan darah tinggi. Obat seperti ACE Inhibitors (Angiotensin–Converting Enzyme Inhibitors) dan ARB (Angiotensin II Receptor Blockers) digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
  • Menurunkan kadar kolesterol. Obat yang digunakan adalah golongan statin. Dan obat ini bisa juga digunakan untuk menurunkan kadar protein di dalam urine.
  • Memelihara tulang yang sehat. Obat–obat diberikan untuk mengelola keseimbangan kalsium dan fosfat penting untuk mempertahankan tulang yang sehat.
  • Mengontrol protein didalam urin. Obat–obatan seringkali dapat membantu mengurangi kadar protein albumin pada urin dan memperbaiki fungsi ginjal.
 

Perubahan gaya hidup

Dokter dan ahli gizi akan membantu untuk merencanakan diet yang baik untuk ginjal. Diet ini akan lebih membatasi dibandingkan dengan diet diabetes pada umumnya. Dokter akan menyarankan untuk:
  • Membatasi asupan protein
  • Mengonsumsi lemak sehat, tetapi membatasi konsumsi minyak dan asam lemak jenuh
  • Mengurangi asupan garam antara 1500–2000 mg/dL atau kurang dari itu
  • Mengurangi asupan kalium (potassium), yang mengurangi atau membatasi asupan makanan tinggi kalium seperti pisang, alpukat dan bayam
  • Membatasi konsumsi makanan tinggi fosfor seperti yogurt, susu dan daging olahan
Selain itu, dokter akan merekomendasikan program latihan atau olahraga untuk menjaga tekanan darah dan fungsi ginjal tetap baik. Pengobatan untuk penyakit ginjal tahap lanjut karena diabetesJika penyakit berkembang menjadi gagal ginjal (penyakit ginjal tahap akhir), maka dokter akan melakukan perawatan yang bertujuan untuk mengganti fungsi ginjal secara buatan atau membuat penderita merasa nyaman. Pengobatan atau perawatan yang dapat dilakukan, yaitu:
  • Dialisis (cuci darah) ginjal.
Pengobatan ini adalah cara untuk mengeluarkan produk limbah dan cairan berlebih dari dalam darah. terdapat 2 jenis dialisis yaitu hemodialisis yang melibatkan pemindahan darah ke suatu mesin di luar tubuh dan dialisis peritoneal di mana cuci darah dilakukan di dalam rongga perut.
  • Transplantasi ginjal.
Transplantasi ginjal merupakan operasi bedah yang melibatkan penggantian salah satu atau kedua ginjal pasien dengan ginjal sehat dari pendonor, baik pendonor yang masih hidup atau sudah meninggal.Operasi transplantasi ginjal merupakan alternatif apabila cuci darah tidak memberikan hasil yang optimal, atau pasien menginginkan efek penyembuhan yang lebih permanen. Dokter akan mengevaluasi kondisi penderita untuk menentukan apakah memenuhi syarat untuk menjalani operasi transplantasi ginjal.
  • Mengelola gejala.
Apabila penderita memilih untuk tidak menjalani dialisis atau transplantasi ginjal, maka harapan hidup hanya akan bertahan selama beberapa bulan. Penderita akan diberikan pengobatan untuk membantu membuat penderita merasa lebih nyaman dengan kondisinya.Baca juga: Ikuti Pola Diet Diabetes Melitus Ini Agar Gula Darah Normal 

Komplikasi

Nefropati diabetik dapat menimbulkan komplikasi yang berkembang secara bertahap dalam hitungan bulan hingga tahun, diantaranya adalah:
  • Retensi (kelebihan) cairan yang dapat menyebabkan pembengkakan di lengan dan kaki, tekanan darah tinggi, atau cairan di paru-paru (edema paru)
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia)
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskuler) yang kemungkinan dapat menyebabkan stroke.
  • Kerusakan pada pembuluh darah di retina (retinopati diabetik)
  • Anemia
  • Sakit kaki, disfungsi ereksi, diare dan masalah lain yang berhubungan dengan kerusakan saraf dan pembuluh darah
  • Komplikasi kehamilan yang dapat berefek pada janin.
  • Kerusakan permanen pada ginjal yang membuat pasien harus menjalani dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.
Baca jawaban dokter: Alternatif pengobatan gagal ginjal selain hemodialisis, apakah ada? 
Untuk mengurangi risiko terjangkit diabetes ginjal, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:
  • Mengontrol penyakit diabetes yang Anda miliki untuk mencegah terjangkit diabetes ginjal
  • Mengontrol tekanan darah dan penyakit lainnya agar risiko terkena penyakit ginjal karena diabetes dapat berkurang
  • Menghindari obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas seperti aspirin, ibuprofen dan acetaminophen. Ikuti petunjuk penggunaannya dengan benar. Pada orang dengan penyakit ginjal karena diabetes, penggunaan obat–obatan ini dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal
  • Mengontrol berat badan dengan rajin beraktivitas fisik dan hindari rokok
Baca juga: 10 Kebiasaan Kecil yang Meningkatkan Risiko Ginjal Rusak 
Jika anda mengalami gejala-gejala nefropati diabetik maka konsultasikan dengan dokter sedini mungkin agar penanganannya tepat.Selain itu bagi penderita diabetes sebaiknya melakukan tes urine untuk mendeteksi keberadaan protein secara rutin minimal satu tahun sekali. Tes tersebut akan membantu untuk mengetahui apakah ginjal anda masih berfungsi dengan baik atau tidak.
Sebelum anda menemui dokter, sebaiknya siapkan beberapa hal terlebih dahulu seperti berikut ini:
  • Pastikan apakah Anda memerlukan diet atau puasa sebelum menemui dokter. Karena beberapa pemeriksaan mengharuskan Anda untuk berpuasa atau melakukan diet sebelumnya.
  • Beritahu kepada dokter seluruh gejala yang Anda alami, meskipun tidak terlalu berhubungan dengan kesehatan ginjal atau kebiasaan buang air kecil.
  • Beritahukan kepada dokter riwayat penyakit yang Anda miliki, termasuk riwayat penyakit keluarga dengan penyakit diabetes atau penyakit ginjal.
  • Buatlah daftar segala macam obat, vitamin, atau suplemen yang dikonsumsi termasuk dosisnya.
  • Tanyakan apakah Anda perlu melakukan diet atau perubahan pola hidup.
 
Saat Anda menemui dokter dan mengkonsultasikan penyakit nefropati diabetik, maka pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dokter adalah sebagai berikut:
  • Apakah Anda memiliki riwayat penyakit diabetes (kencing manis) atau hipertensi (tekanan darah tinggi)? Sudah berapa lama anda mengidap penyakit tersebut?
  • Apakah anda mengalami gejala-gejala seperti perubahan kebiasaan buang air kecil dan mudah lelah?
  • Sudah berapa lama anda mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Hal apa yang membuat kondisi anda bertambah buruk, dan hal apa yang membuat kondisi anda membaik?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis nefropati diabetik agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/diabetic-nephropathy.html
Diakses pada 8 Januari 2019
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/diabetickidneyproblems.html
Diakses pada 8 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/diabetes-kidney-disease
Diakses pada 8 Januari 2019
Diabetesjournals. http://care.diabetesjournals.org/content/28/1/164
Diakses pada 8 Januari 2019
Kidney. https://www.kidney.org/atoz/content/diabetes
Diakses pada 8 Januari 2019
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-nephropathy/symptoms-causes/syc-20354556
Diakses pada 14 Desember 2020
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319686#late-treatment
Diakses pada 14 Desember 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/genitourinary-disorders/glomerular-disorders/diabetic-nephropathy
Diakses pada 14 Desember 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email