Kulit & Kelamin

Neurodermatitis

Diterbitkan: 25 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Neurodermatitis
Neurodermatitis biasanya muncul karena kontak dengan zat tertentu atau gigitan serangga
Neurodermatitis adalah kelainan kulit yang berawal dengan munculnya bercak di kulit yang terasa gatal. Jika digaruk, gatal akan terasa semakin parah.Siklus garuk dan gatal tersebut akan membuat kulit menjadi keras dan bersisik. Area kulit gatal ini biasanya dialami pada leher, pergelangan tangan, lengan bawah, kaki, atau kemaluan.Kondisi yang juga disebut lichen simplex chronicus ini bukanlah penyakit yang berbahaya dan menular. Tetapi rasa gatal sangat parah atau terjadi berulang kali, sehingga mengganggu tidur, fungsi seksual, dan kualitas hidup penderita.Neurodermatitis termasuk penyakit yang bersifat kronis. Ini berarti, pendrita bisa mengalaminya untuk jangka waktu lama.Penanganan neurodermatitis sangat tergantung pada kemauan pasien untuk menahan diri agar tidak menggaruk area kulit yang gatal. Obat-obatan dapat diberikan untuk membantu dalam meredakan gatal.Pasien juga perlu mengenali dan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat memperberat gejala yang dialaminya. 
Neurodermatitis
Dokter spesialis Kulit
GejalaRuam gatal dan kemerahan, tekstur kulit kasar atau bersisik
Faktor risikoWanita, usia dewasa, riwayat penyakit tertentu
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes apus kulit
PengobatanObat-obatan, fototerapi, psikoterapi
ObatKortikosteroid, antihistamin, antibiotik
KomplikasiLuka, infeksi bakteri pada kulit, bekas luka
Kapan harus ke dokter?Menggaruk ruam kulit yang sama, gatal yang mengganggu tidur dan rutinitas
Gejala neurodermatitis yang dapat dialami oleh pasien meliputi:
  • Ruam kulit yang gatal

Neurodermatitis menyebabkan ruam kulit yang dirasa gatal. Berbeda dengan eksim, psoriasis, dan kondisi kulit gatal lain, ruam ini biasanya hanya berjumlah satu atau dua.Karena rasa gatal tersebut, penderita biasanya akan tampak menggaruk ruam dan merasa ruam gatal tanpa penyebab yang jelas. Rasa gatal juga dirasa lebih berat ketika pasien sedang beristirahat atau stres.
  • Nyeri

Beberapa pasien dengan neurodermatitis dapat merasa nyeri. Menurut penelitian, neurodermatitis pada kulit kepala dapat menimbulkan gejala gatal, nyeri, atau keduanya.
  • Ruam berwarna merah

Ketika pasien terus menggaruknya, ruam kulit akan berubah warna menjadi lebih gelap (kemerahan atau keunguan).
  • Tekstur kasar atau bersisik pada daerah yang terkena

Kulit yang sering digaruk akan menebal sehingga ruam akan tampak kasar dan bersisik kecokelatan. Garis keabuan dapat muncul pada kulit yang sangat tebal.
  • Rambut rontok

Menggaruk kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok.
  • Luka terbuka yang berdarah

Menggaruk berulang dan terus menerus dapat melukai kulit dan menyebabkan luka terbuka yang berdarah. Hal ini akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
  • Munculnya bekas luka

Luka yang dalam dapat menimbulkan bekas luka pada saat penyembuhan.
  • Infeksi

Tanda-tanda infeksi dapat berupa kerak kekuningan pada kulit dan keluarnya cairan dari area luka. Benjolan berisi nanah juga dapat ditemukan. 
Hingga saat ini, penyebab neurodermatitis masih belum diketahui. Akan tetapi, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.Faktor-faktor risiko neurodermatitis tersebut meliputi:
  • Usia

Neurodermatitis lebih sering ditemukan pada pasien berusia 30-50 tahun. Kondisi ini jarang ditemukan pada anak-anak, namun anak dengan dermatitis atopik dapat mengalaminya.
  • Jenis kelamin

Kaum perempuan lebih sering mengalami kondisi ini daripada laki-laki.
  • Riwayat penyakit tertentu

Pasien yang memiliki riwayat atau riwayat keluarga dengan penyakit dermatitis atopik, psoriasis, dermatitis kontak, gangguan cemas (terutama kelainan obsesif-kompulsif), stres, serta trauma emosional.
  • Faktor lainnya

Selain itu, ada pula faktor lain yang memengaruhi risiko penyakit ini. Misalnya, cedera pada saraf, gigitan serangga, pakaian yang terlalu ketat, kondisi kulit yang kering, paparan asap kendaraan, berkeringat, lingkungan yang panas, serta aliran darah yang kurang baik. 
Dalam menentukan diagnosis neurodermatitis, dokter akan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Tanya jawab

Dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami pasien, seperti sejak kapan gatal muncul, apakah gatal dirasa terus menerus atau hilang timbul, dan pengobatan apa yang sudah diberikan.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada area kulit yang gatal, kaca pembesar bila memungkinkan. Dokter akan menyingkirkan kemungkinan penyakit kulit lainnya, seperti psoriasis dan dermatitis atopik.

3. Pemeriksaan penunjang

Bila dibutuhkan, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan. Pemeriksaan tersebut meliputi:
  • Tes apus kulit untuk mendeteksi adanya infeksi
  • Tes patch (tempel) untuk melihat kemungkinan alergi
  • Tes jamur untuk mendeteksi infeksi jamur pada kulit dan menyingkirkan kemungkinan infeksi menular seksual
  • Biopsi kulit untuk menyingkirkan kemungkinan psoriasis atau mycosis fungoides
  • Tes darah
 
Cara mengobati neurodermatitis bertujuan mengendalikan rasa gatal, mencegah garukan, dan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Penanganannya dapat berupa:

1. Pengobatan medis

Obat-obatan yang dapat diberikan oleh dokter meliputi:
  • Kortikosteroid
Kortikosteroid dapat dioleskan atau disuntikkan secara langsung pada kulit yang terkena. Obat jenis ini bisa membantu dalam mengurangi kemerahan, bengkak, panas, gatal, dan nyeri, sekaligus melembutkan kulit yang menebal.
  • Antihistamin
Obat jenis antihistamin dapat dikonsumsi sebelum tidur dan mengurangi gatal. Obat ini juga dapat mencegah reaksi alergi yang dapat memperberat kondisi ini.
  • Antibiotik
Obat antibiotik diberikan bila ruam sudah terinfeksi. Antibiotik dapat diberikan dalam bentuk salep atau tablet yang diminum.
  • Coal tar
Obat jenis ini dapat membantu proses pergantian kulit. Pasien dapat mengoleskannya langsung pada kulit atau dipakai saat mandi.
  • Krim capsaicin
Krim ini dapat membantu meredakan nyeri dan gatal.
  • Obat antidepresi atau anticemas
Karena kecemasan dan stres dapat memicu neurodermatitis, obat anticemas atau antidepresi dapat membantu mencegah rasa gatal. Obat jenis ini hanya diberikan bila cemas, depresi, atau stress diyakini menjadi penyebab rasa gatal.
  • Terapi cahaya (fototerapi)
Terapi cahaya dapat membantu meredakan neurodermatitis. Terapi cahaya tidak dapat diberikan pada organ genital.
  • Psikoterapi
Berbicara dengan konselor dapat membantu mengatasi dan mempelajari emosi, serta perilaku dan cara mengendalikannya.
  • Injeksi onabotulinumtoxinA (botox)
Terapi ini dapat mengurangi gatal dan membersihkan bercak kulit kasar.

2. Pengobatan mandiri di rumah

  • Mengoleskan pelembap
Pelembap dapat dianjurkan untuk mengurangi kulit kering dan gatal.
  • Menggunakan penutup kulit
Perban, kaus kaki, atau sarung tangan dapat mencegah pasien untuk menggaruk di malam hari sehingga pasien dapat tidur dengan lelap. Menutup kulit juga dapat membantu penyerapan obat ke dalam kulit.
  • Menempelkan kompres dingin
Kompres dingin dapat diberikan pada kulit sekitar lima menit sebelum mengoleskan obat salep kortikosteroid.Kompres ini dapat melembutkan kulit sehingga obat-obatan dapat terserap dengan baik oleh kulit, sekaligus meredakan gatal. 

Komplikasi neurodermatitis

Menggaruk terus menerus dapat menyebabkan luka, infeksi bakteri, atau bekas luka permanen dan perubahan warna kulit. Rasa gatal dapat mengganggu tidur, fungsi seksual, dan kualitas hidup pasien. 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah neurodermatitis juga tidak tersedia hingga saat ini.Namun Anda dapat menghindari atau mengurangi faktor risiko neurodermatitis dengan melakukan beberapa hal berikut:
  • Cegah stres

Stres dan cemas dapat menyebabkan kambuhnya neurodermatitis.
  • Hindari paparan udara panas

Panas dan berkeringat dapat mengiritasi kulit, menyebabkan gatal muncul.
  • Gunakan pakaian yang lembut dan tidak ketat

Pakaian ketat dapat mengiritasi kulit dan menimbulkan gatal. Pasien juga disarankan untuk menghindari bahan pakaian dari wol, poliester, atau rayon.
  • Hindari pencetus alergi

Hindari beberapa hal yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan reaksi alergi.
  • Jaga kuku tangan tetap pendek

Menggaruk dengan kuku jari tangan yang pendek dapat menimbulkan lebih sedikit cedera. 
Hubungi dokter bila pasien mengalami kondisi berikut:
  • Pasien menggaruk ruam kulit yang sama
  • Gatal menyebabkan pasien sulit tidur atau melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kulit menjadi nyeri, tampak terinfeksi, atau pasien mengalami demam
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait neurodermatitis?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis neurodermatitis. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/eczema/neurodermatitis
Diakses pada 30 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/lichenification
Diakses pada 30 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/neurodermatitis/symptoms-causes/syc-20375634
Diakses pada 30 November 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=9694
Diakses pada 30 November 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17989-neurodermatitis/diagnosis-and-tests
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email